Makam Keramat

Makam Keramat
Tidur Di Area Makam


__ADS_3

"Kak Damar sekarang udah punya cafe," tanya Ita.


"Iya Ita, Cafe Ayu di Rungkut."


"Yang dekat Bank Asia dan pom bensin itu?"


"Iya."


"Auuww, itu cafenya besar loh Kak, aku pernah satu kali makan di cafe itu.


Bagus tempatnya dan enak masakannya."


"Pa, berarti Mas Damar banyak duitnya loh, sampai bisa bikin cafe segitu gede nya, bagus lagi," ujar ita


"Cafe itu, hadiah pemberian teman Om," ujar Damar.


"Temen spesial ya?"


"Di beri Aisah, temen perempuan yang menolong mu di diskotik Dragon."


"Ohhh suster itu!" kata Ita,


"Harga cafe itu kan mahal, bisa sampai 2-3 milyar. Gimana ceritanya?"


"Setelah Aisah Mendapat hadiah uang 10 milyar dari Om, Aisah membeli cafe itu dengan harga 1,9 milyar, dan cafe itu di hadiah kan pada ku."


"Apa Aisah itu kekasih kak Damar," tanya ita.


"Bukan, dia hanya sebatas teman. Mungkin, aku pernah membantu nya di saat saat sulit, lalu dia berterimakasih dengan memberi hadiah cafe Ayu."


"Apa Mas Damar gak ingin punya cabang cafe Ayu," tanya Pak jhoni.


"Ingin sih Om, cuma belum nemu tempat nya."


"Mas Damar beli saja tanah, terus di bangun cafe baru untuk cabang."


"Iya Om, Insyallah, pelan - pelan saja."


"Mungkin Mas Damar belum ada uang modal kali Pa," sahut Ibu Maya,


"Jadi pelan - pelan."


"Gampang masalah modal, entar Om yang kasih."


"Tidak Om, tidak Om, terimakasih," sahut Damar,


"Saya ada kok uang buat modal."


"Haaa! Jangan belagu luh Kak, modal dari mana, kemana mana naik motor jelek gitu."


"Ita... Gak boleh ngomong gitu, gak baik. Gak boleh menghina orang ya, dosa," kata Mama nya.


"Gak menghina Ma, emang kenyataan nya begitu.


Mas Damar itu suka malu kalau di bantu.


Walau gak punya uang, kak Damar pasti bilang punya.


Di sekolah, semua pada bawah mobil, hanya kak Damar yang naik motor butut.


Tetapi dia gaya Pa Ma, kemarin lusa, makan malam di restoran italia. Hahahahaha!"


"Hemmm, kamu itu Ta. Ya biarin makan malam di restoran italia. Sekali - kali ya Mas Damar."


"Di traktir teman Buk, Damar biasanya kalau ada rejeki ya makan di warung pinggir jalan."


*****


Selesai makan malam, Damar dan Ita ngopi sambil bercanda di teras samping rumah.


"Kak, Ita mau jual saham nih, kalau laku, Ita mau belikan saham PT stil baja india. Buat tambah - tambah."


"Saham apa itu..?"

__ADS_1


"Saham PT Marvis kosmetik. Ita juga mulai bosen deh, bisnis kosmetik. Pingin fokus sekolah. Lagian Ita juga sudah ngerti di dunia kosmetik."


"Berapa harga saham nya?"


"956 milyar semua. nilai saham nya 20%. Pertahun bisa dapat keuntungan 900 juta, kalau perbulan bisa 30 sampai 40 juta."


"Iya kalau perusahaan nya sehat, kalau kolep lalu bangkrut! Menangis jiwa ini, hihihi. Isok turu pasar!"


"Iya sih, kalau bangkrut kita juga susah, uang kembali modal itu sudah bagus banget," ujar ita,


"Tetapi, PT Marvis sehat kok, bagus keuangan nya."


"Bagaimana kalau aku beli saham mu 10% saja?"


"Hai hai hai..!


Gaya, emang pakai duit semua...!


10% itu 476 milyar kak. Ini uang gede banget."


"Aku akan pinjam bank, serius!"


"Dua rius juga gak apa - apa," sahut Ita.


"Besok hari jumat aku hubungi kamu, aku akan cari uang secepatnya," ujar Damar serius.


"Ok, aku tunggu besok sehabis solat jum'at.


Awas kalau bohong.


Emang sedikit apa uang segitu.


Kalau sampai kak Damar dapat uang 500 milyar dalam sehari, aku kasih potongan harga."


"Ok!


Sudah jam 8 malam, aku mau pulang dulu ya."


"Iya Kak, sayang dulu," ujar ita kemudian mencium pipi Damar.


"Hahahahaha!


Sekali kali kan gak apa - apa.


Ayoo pamit sama Papa sama Mama."


"Pa, Ma, Kak Damar mau pulang.'


"Om, Tante mau pulang dulu."


"Iya Mas Damar, hati - hati di jalan."


"Iya Om, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


*****


Damar mengemudikan motornya agak kenceng. Setengah jam kemudian motor Damar memasuki desa Sani. Setelah memarkir motornya di area makam, Damar pun langsung menuju ke tempat wudhu untuk bersuci.


Setelah solat isak, Damar melanjutkan dengan solat tobat dan solat hajat. Kemudian Damar membaca wirid istighfar 1000x, sholawat jibril 1000x dan di tutup dengan doa sapu jagad.


Setelah keluar dari mushollah, Damar duduk di pendopo bersandar tiang kayu sambil berkata,


"Masih jam 10. Malam jumat rame sekali makam ini. Bandan ku capek sekali."


Sambil merebahkan badan Damar berkata lirih,


"Uangku di bank Asia ada 996 milyar. Di bank BRI ada 270 milyar. Kalau aku belikan saham milik Ita, tinggal 300 san milyar.


Belum aku nanti buat bangun ruko, gudang, kos kossan dan kantor PT.


Hemmm, cukup apa enggak ya. Bisa - bisa gila diri ku mikir bisnis milyaran!

__ADS_1


Mending tidur saja."


*****


Malam terus merambat, tak terasa sudah jam satu malam. Dan Damar masih tertidur lelap karena kecapaian.


Tiba - tiba kyai Ndaru jin muslim penunggu makam yang berwujud harimau putih duduk di samping Damar tidur.


Dengan sengaja, kaki depan kyai Ndaru yang bercakar, sengaja menyentuh lengan Damar.


Damar yang sedang tidur sangat terkejut hingga bangun terduduk.


"Hemmm, bikin kaget saja kamu itu kyai," gumam Damar.


"Kalau di makam itu, jangan tidur. Kalau tidur, di rumah saja," ujar kyai Ndaru.


"Namanya juga ngantuk kyai," jawab Damar kemudian mengeluarkan air aqua dari dalam tas lalu meminumnya.


Setelah menyulut rokok mild, Damar berkata,


"Kyai, mengapa di makam kok gak boleh tidur..?"


"Salah satu riyadhoh yang istimewa adalah, tidak tidur semalam.


Tidak tidur semalam hingga subuh itu, sama dengan puasa selama tiga hari. Makanya, kalau Gus tidur malam, itu rugi."


"Makanya, ibu ku selalu terjaga kalau malam. Setiap aku pulang malam, jam berapa saja ibu ku pasti terjaga.


Tetapi, apakah ibu ku gak ngelonin bapak ya..?! Kok setiap malam terjaga.


Kyai Ndaru, kyai kan sebagian tau, apa yang tersembunyi di alam jagad ini, berarti kyai Ndaru tau hal goib kan..?"


"Iya Gus, tetapi terbatas, tidak semua kejadian di alam jagad ini aku mengetahui nya."


"Baiklah, aku ingin bertanya.


tadi aku di undang makan malam sama keluarga pak Jhoni.


Kalau boleh tau, mengapa keluarga Pak Jhoni suka kepada ku..?"


"Sebabnya adalah Ita anak tunggalnya."


"Emang kenapa Ita..?"


"Ita itu di nasehati oleh orang tuanya, tidak pernah di dengarkan, tidak pernah di hiraukan.


Di nasehati siapa pun tidak di hiraukan. Hanya kamu yang di hiraukan. Sama gus Damar, Ita itu nurut dan manja.


Sejak berteman dan dekat sama Gus Damar, Ita banyak perubahan sikap dan kelakuannya.


Semua itu salah orang tuanya, dari kecil Ita di manja. Karena orang tua merasa mampu dan kaya raya. Hingga Ita sering berbuat sesuka hatinya."


"Oh begitu..."


"Menurut pengetahuan ku, Papa dan Mama nya Ita itu, mempunyai keinginan Gus Damar menjadi pendamping hidup Ita.


Makanya Papa dan Mama nya Ita itu suka sama Gus Damar.


Seandainya gus Damar tidak menjadi istri Ita, keluarga Jhoni berharap gus Damar menjadi saudara atau teman baik Ita. Harapan nya, Ita bisa menjadi anak yang baik dan dewasa."


"Iya kyai.


Tetapi saya sukanya sama Shinta. Sejak kelas satu SMA, Damar memang suka sama Shinta. Walau Damar dan Shinta sering bersama, Damar tidak berani menyatakan cinta sama Shinta.


Baru kelas tiga ini, Damar berani menerima cinta Shinta.


Tetapi... Sekarang Shinta meninggal kan ku."


"Kadang, Tuhan mempertemukan dua hati untuk saling jatuh cinta, tetapi tidak untuk saling memiliki.


Kadang... Tuhan menyatukan raga dua anak manusia, tetapi, hati mereka tidak bersama," ujar kyai Ndaru.


"Kyai pinter banget merangkum kata + kata mutiara?"

__ADS_1


"Karena kyai Ndaru dulu Ngaji sama syeh Ali wafa. Beliau juga seorang pujangga, dan sangat indah kata - kata mutiara nya ketika bermunajat dalam bait - bait doanya."


*Bersambung.


__ADS_2