Makam Keramat

Makam Keramat
Tirakat wirid sapu jagad


__ADS_3

"Ilmu apa yang kyai berikan kepada ku," tanya Damar.


"Ilmu kidung Jati," ujar Kyai Ndaru.


"Ilmu apa itu kidung jati, dan untuk apa kyai?"


"Ilmu kidung jati itu ilmu nya para kyai kuno Gus. Ilmu Hakekat atau ilmu sejati. Ilmu ini akan menuntun seseorang agar selamat dunia akhirat."


"Maksudnya ilmu keselamatan gitu..?"


"Iya Gus. Seperti doa yang kamu ucapkan sehabis solat, Doa sapu jagad.


Jadi ada doa sapu jagat dan ada ilmu sapu jagad, dan ada wirid sapu jagat."


"Apa wirid sapu jagat itu kyai..?"


"Laailahaillaha, yang sering kamu lafalkan sehabis solat sunnah malam.


Sayang sekali dirimu tidak mempunyai ijazah atau guru wirid sapu jagat. Kamu hanya memiliki doa sapu jagad dari ibu mu, dan ilmu sapu jagad dari ku saja."


"Lalu, bagaimana aku bisa mendapatkan ijazah wirid itu..? Beli juga gak ada toko nya. Guru ngaji juga tidak punya."


"Ada makam terpencil di pinggir sungai dekat tambak ikan di desa Rejoso Sidoarjo. Pergilah ke sana. Tirakat dan riyadho lah selama 40 hari 40 malam."


"40 hari 40 malam kyai..?"


"Iya Gus."


"Tempat terpencil apa ada warung makan dan minum..? Apa ada listrik nya..?"


"Tidak ada warung gus tidak ada listrik. Tidak ada orang yang tau kalau itu makam seorang wali Agung. Orang desa Rejoso mengetahui cerita bahwa itu makam pencuri ikan di tambak."


"Kok kyai tau kalau itu makam wali Agung..?"


"Karena aku sering di ajak ziarah sama kyai Ali Wafa ini."


"Sebentar sebentar..!


Tak minum kopi dulu sama nyulut rokok. Kyai gak di minum kopinya..?"


"Sudah Gus, aku hanya minum aroma kopi saja tidak minum air kopi nya."


"Kyai Ali Wafa ini kan sudah wafat, kok bisa kyai Ali Wafa ini ziarah ke makam wali Agung..? Kan aneh kyai!"


"Pada hakekatnya... Orang yang mati itu hanya pindah alam saja Gus. Ruh yang keluar dari jasad nya, itu di sebut kematian oleh orang pada umumnya.


Ketika jasad kasarnya di kubur, ruh nya masih hidup pindah di alam Ruhania.


Begitu juga dengan kyai Ali Wafa.


Nanti suatu saat, kalau kamu sering tirakat dan riyadhoh, kamu akan mengerti akan hal ini. Goib itu sulit sekali untuk di terangkan atau di jabarkan pada orang awam. Bisa bisa akan menjadi fitnah."


"Iya kyai."


"Jadi... Ruh kyai Ali Wafa sering mengajakku ziarah ke makam kyai syeh Al Magribi atau di kenal dengan sebutan kyai Sumber bergelar wali Agung.


Setiap hari... Banyak ruh para wali yang banyak berziarah ke makam kyai Sumber.


Mintalah barokah dari kyai Sumber, Insallah kamu akan mendapatkan petunjuk tentang wirid sapu jagad."


"Mengapa makam kyai Sumber seorang wali Agung kok di makam kan di tempat terpencil kyai..? Bahkan nama baiknya buruk di mata orang desa Rejoso, di kenal makam pencuri ikan di tambak. Tidak seperti makam kyai Pamenang atau makam wali sunan Giri atau sunan Ampel?"


"Kyai Sumber ingin menyembunyikan jatidirinya sebagai seorang wali. Karena beliau mengikuti ajaran Malmatiyah. Malmatiyah adalah organisasi Torekot yang mengajarkan untuk menyembunyikan kebaikan atau ibadah di depan masyarakat umum. Cukup Allah yang tau. Itu semua di lakukan untuk menghindari dari perbuatan ujub riyak dan pamer."


"Gak ngerti kyai, apa itu Torekot apa itu Malmatiyah," sahut Damar,


"Nanti aku cek di Youtube biar aku faham.


Kyai... Sebulan lagi aku kuliah, kalau aku tirakat 40 hari 40 malam, bisa terlambat 10 hari kuliah ku. Belum lagi aku harus mengendalikan beberapa perusahaan ku."


"Terserah Gus saja.


Mau tirakat boleh tidak juga boleh. Aku tidak memaksa mu. Itu hanya kesadaran mu saja."


"Apa aku boleh membawa Hp, laptop dan bekal..?"


"Boleh Gus. Kalau kamu tidak membawa bekal makanan... Bagaimana kamu bertahan hidup..?"


"Baiklah kyai, akan aku cek dulu lokasinya besok.


Apa aku boleh membawa seorang pembantu..?"


"Boleh Gus."


"Kyai... Jessica teman ku yang papanya ikut pesugihan itu, bertanya kepada ku. Bagaimana cara menghentikan suara tangisan almarhum kakak - kakaknya dari dalam kamar kosong itu..?"


"Bukalah pintu dan jendela kamar itu Gus. Lalu Bacakan surat Al ikhlas 100 ribu kali Gus. Nanti ruh itu akan tenang dan kembali ke alamnya. Sekarang ruh itu masih terjebak di dalam ruang goib dan tersiksa."


"Baiklah kyai."


"Tetapi... Papanya Jessica akan mati akibat perjanjian pesugihan yang di buatnya dengan syetan."


"Apa gak ada jalan lain kyai, supaya Papa Jessica tidak mati. Kan kasihan Mama nya Jessica jadi janda..?"


"Ada Gus, setiap malam selama 40 hari harus berada di area makam kyai Pamenang. Agar mendapatkan perlindungan goib yang memancar dari dalam makam."


"Baiklah kyai, akan aku sampaikan," jawab Damar,


"Kyai, sudah jam satu malam, aku mau pamit dulu ya, aku mau istirahat."


"Baiklah."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab kyai Ndaru lalu menghilang.


Sambil berjalan menuju tempat parkir... Damar menelpon Jessica. Setelah terhubung,


"Iya Mas, ada apa tengah malam begini telpon," kata Jessica sambil memejamkan matanya.


"Lagi tidur ini..?"


"Iya..."

__ADS_1


"Gak mau tak temani tidur," kata Damar menggoda.


"Tidur sama kamu juga gak ngapa ngapain, paling di pakai guling saja untuk hangat - hangat."


"Aku mau kasih kabar tentang tangisan arwah kakak kakak mu," kata Damar.


"Terus bagaimana," kata Jessica kemudian duduk di tempat tidur.


"Mau ngobrol di telpon apa ketemuan di cafe..?"


"Kamu ke rumah ku saja deh, biar faham aku. Kalau bicara di telpon bingung nanti."


"Kok ke rumah mu..?"


"Di rumah sepi, cuma aku dan pembantu ku saja. Papa Mama dan dua adikku tadi siang pergi ke rumah nenek di Malang.


Kamu tidur di rumah ku saja, nanti aku kelonin.


Tak WA alamat nya."


"Hemm, baiklah," jawab Damar kemudian menghidupkan mesin motor.


*****


Tak lama kemudian setelah bertanya pada security perumahan elit... Damar berhenti di depan pagar rumah mewah.


"Masuk mas," kata Jessica yang menunggu di teras sambil membukakan pintu gerbang.


"Assalamualaikum," ucap Damar


"Waalaikumsalam," jawab Jessica kemudian salim dan mencium pipi Damar,


"Ayoo masuk duduk di ruang keluarga saja sambil minum kopi."


"Ini kopi capocino, gak ada kopi hitam," kata Jessica kemudian duduk di depan menghadap Damar,


"Kok malam amat sih..?"


"Ya rencana besok siang aku kasih tau, tetapi besok siang aku mau pergi agak lama ada keperluan. Jadi ya malam ini bisanya."


"Bagaimana solusinya?"


"Kamar kosong itu harus di buka pintu dan Jendelanya. Dan harus di bacakan surat Al ikhlas 100 ribut kali."


"Siapa yang membaca surat Al iklas 100 ribu kali..? Kamu..?"


"Gak kuat aku kalau baca sebanyak itu. Tetapi tadi waktu di jalan menuju kemari, aku menemukan caranya."


"Bagaimana caranya..?"


"Kita harus menyuruh 100 orang untuk membaca surat Al ikhlas. Satu orang membaca 1000x. Kalau 100 orang yang baca kan jadi 100 ribu jumlahnya."


"Lalu... Dari mana dapat 100 orang itu..? Emang gampang apa ngumpulin 100 orang di suruh baca surat Al ikhlas 100 ribu kali."


"Apa boleh rumah mu di pakai wirid 100 orang..?"


"Bolehlah, kan ini rumah ku sendiri. Lagian Papa Mama gak ada di rumah. Minggu depan pulang biasanya."


"Kita gunakan kekuatan uang. Kita bayar per orang satu juta untuk membaca surat Al ikhlas, pasti mau. Uang satu juta kan banyak bagi orang yang hidup nya pas passan.


"Terserah mas Damar sajalah, kamu atur. Yang penting masalah keluarga ku selesai."


"Baiklah, mari ikut aku keluar sebentar."


"Iya."


Dengan motor bututnya, Damar melajukan motornya pelan pelan keluar perumahan. setelah membeli rokok dan minuman juga roti di indomaret, Damar kembali ke perumahan, kemudian berhenti di pos satpam.


"Ada apa mas, berhenti di pos satpam?" tanya Jessica.


"Diam saja kamu, nanti kamu akan tau.


Selamat malam bapak, mas..?"


"Malam juga mas..."


"Ini ada rokok sama minuman ringan juga kue,* kata Damar sambil menyodorkan dua bungkus kantong plastik.


"Alhamdulillah... Terimakasih mas."


"Pak, bisa gak minta tolong..?"


"Minta tolong apa mas," tanya kepala security.


"Minta tolong mencari kan 100 orang untuk ngaji membaca surat Al ikhlas 1000 kali per orang. Satu orang baca surat Al ikhlas 1000 kali. Waktu nya besok di bawah jam 12 siang sebelum dhuhur.


Bagaimana pak, bisa enggak..?


Nanti satu orang saya kasih uang jasa imbalan satu juta."


"Satu juta mas, per orang..?"


"Iya pak, satu juta per orang. Plus makan minum dan rokok."


"Bisa mas, kebetulan saya punya organisasi istiqosah setiap kamis malam jum'at. Tetapi jumlah jamaahnya 150 an mas."


"Iya gak apa - apa pak, ajak semua ke rumah ya," jawab Damar.


"Sebentar saya telpon ketuanya dulu ustazd Malik.


"Iya pak silahkan, saya tunggu."


"Ternyata pinter juga kamu itu mas," kata Jessica,


"Gak nyangka semudah itu dapat 100 orang. Makanya usaha mu maju pesat itu karena kamu pinter."


"Habis ini kamu kerokin aku ya, sama di pijitin. Capek ngurusin urusan mu ini..!"


"Orang biasanya minta imbalan uang, kamu malah minta imbalan di kerokin sama di pijitin. Habis itu minta di kelonin?"


"Mas... Katanya bisa jam 10 pagi," kata ketua security.


"Baiklah pak, saya tunggu nanti jam 10 pagi. Ini ada uang untuk bapak, untuk ustazd Maliki besok akan kami beri lebih."

__ADS_1


"Terimakasih banyak mas."


"Sama - sama pak," jawab Damar.


Setelah memberikan alamat no rumah Damar dan Jessica kembali pulang.


*****


Di teras samping rumah, sambil menikmati kepulan asap rokok, Damar berkata,


"Jessi... Jam 6 nanti kamu ikut aku belanja."


"Iya mas."


"Sudah jam tiga, kita istirahat tidur, nanti pagi kita harus bagun," kata Damar kemudian berjalan menuju ruang keluarga lalu merebahkan badannya di atas karpet tebal depan tv.


"Mas... Tidur kamar ku saja, biar enak tidurnya," kata Jessica.


"Di sini sajalah, kamu tidur di kamar mu saja."


"Ya sudah, aku temani tidur di sini," jawab Jessica,


"Sebentar, tak ambil bantal dulu sama selimut."


"Ini mas, bantalnya, ini selimut nya," ujar Jessica kemudian merebahkan badannya di samping Damar,


"Gak jadi di kerokin sama di pijitin..?"


"Kapan kapan saja ya."


"Iya mas."


*****


Jam 05 pagi Alram Hp Damar berdering. Damar kemudian membuka kedua matanya dan mendapati tubuhnya di peluk Jessica,


"Jessi... Jess."


"Apa mas..?"


"Aku mau ke kamar mandi, dimana tempatnya, aku mau solat subuh bentar."


"Hemmm, iya, aku antar," jawab Jessi yang masih ngantuk,


"Ayoo mas."


Setelah wudhu, Damar solat berjamaah di kamar Jessica, Jessica merebahkan kepalanya di pangkuan Damar dan tidur lagi.


"Hemmm, gimana ini kamu, malah tidur di pangkuan ku," gumam Damar,


"Aku gak bisa berdiri.


Kayak Shinta kamu ini lama lama."


"Bentar Maaas... Aku masih ngantuk. Apa Shinta juga suka tidur subuh di pangkuan mu?"


"Ayoo bangun, aku mau ngopi dulu sambil berpikir bagaimana cara menyediakan hidangan makan untuk orang ngaji nanti. Kamu enak - enakan manja saja kalau ada aku. Mbok ya di bantu berpikir aku ini..!


Mau kamu jadi istri simpanan ku..?"


"Iya, iyaa," jawab Jessica kemudian bangun,


"Gak mau kalau jadi istri simpanan, kalau jadi selingkuhan aku mau.


Aku bikinin kopi panas mas, semalam aku beli kopi bubuk kapal api."


"Iya," jawab Damar kemudian keluar kamar lalu duduk di terasa depan rumah sambil melihat taman dan air terjun buatan.


"Gak Ita gak Sabrina, gak Novita, kok seneng jadi selingkuhan ku. Heran aku lihat anak - anak keluarga pengusaha ini," gumam Damar lirih,


"Dulu aku selingkuh sama Shinta akhirnya hubungan ku dengan Aisah putus, ujung ujungnya sakit hati. Sampai sekarang pun rasanya masih ada, walau tidak seberapa perih."


"Ngremeng dewe koyok wong gendeng ae," ujar Jessica sambil menaruh dua cangkir kopi dan roti di meja,


"Ini kopinya."


"Iya terimakasih."


"Ngapain lihat aku dari ujung kaki sampai ujung rambut..? Kayak lihat setan saja!"


"Hahaha gak apa apa. Lihat kulit mu, putih, dan wajah mu, cantik."


"Sudah tau cantik putih mulus, kamu juga gak mau sama aku, gak usah di bahas," sahut Jessica,


"Sekarang gimana caranya menyediakan makanan untuk orang ngaji nanti jam 10. Sekarang jam 6 pagi, waktunya hanya 4 jam lagi.


Kok malah bahas kulit ku yang putih. Apa Bilqis kurang cantik dan putih apa?"


"Sebentar, tak nyeruput kopi dulu lalu merokok. Biasanya kalau sudah nyeruput kopi lalu rokok an, suara hati ku suka berbisik di telinga ku."


"Aku minta rokok sebatang," kata Jessica kemudian menyulut rokok.


"Beneran kamu mau jadi selingkuhan ku," goda Damar lagi.


"Kamu itu mas, semua di selingkuhi. Gak kasihan kamu sama Bilqis pacar mu itu?


Bilqis itu diam - diam memendam rasa sakit hati loh sama kamu. Cuma dia itu sabar dan pendiam. Lihat Shinta dulu, tau kamu selingkuh sama Aisah suster itu, langsung kamu di putusin."


"Katanya tadi mau jadi selingkuhan ku..?"


"Gak mau, aku hanya bercanda saja tadi."


"Ya sudah, awas kalau ngajak jalan aku ya, aku gak mau," jawab Damar,


"Ayoo kita keluar, kamu bawa mobil saja."


"Iya, iya, aku mau jadi selingkuhan mu, galak banget pakai ngancam segala," jawab Jessica kemudian mengambil kontak mobil honda jazz,


"Ini kontaknya."


"Aku gak bisa nyetir mobil, kamu saja yang biasanya bawah mobil."


"Belajar lah mas, biar bisa nyetir mobil. Masak jalan sama cewek, cewek nya yang di suruh nyetir sih?"

__ADS_1


"Iya, besok aku akan kursus mengemudi."


"Buat apa juga punya mobil banyak dan mahal mahal kalau gak bisa nyetir mobil."


__ADS_2