Makam Keramat

Makam Keramat
Mancing Di Sungai


__ADS_3

Jam 10 malam setelah ziarah, sahabat sahabat Damar ngumpul di warung langganan.


Sambil menikmati makan nasi rawon bersama, Damar berkata,


"Dalam seminggu ini kok tumben kalian sering ke makam sini?"


"Iya Mar, aku sudah bosan hidup hura - hura gak jelas. Pergaulan bebas, narkoba dugem mabuk," jawab Sari,


"Aku ingin hidup tenang dan damai bersama mas Erik."


"Yang bener..?


Nanti pas kuliah, pas ada masalah dugem lagi, narkoba lagi, Hahahaha!"


"Ya gak apalah, sekali kali dugem!"


"Assalamualaikum," sapa Jessica kemudian mendekati Damar lalu mencium pipi damar kanan kiri.


Kemudian mencium pipi sarah juga Tiyas, Sari dan inna.


"Waalaikum salam.


Hemm enaknya hidup mu Mar," ujar Tiyas,


"Datang bidadari Hello kity langsung si sambar kanan kiri. Langsung nempel."


"Sama siapa Jess," tanya Sari.


"Sama sopir."


"Tumben kamu kesini," sahut Erik,


"Mimpi apa..?"


"Iya, kepingin kesini dari kemarin, kebetulan ketemu kalian.


Mas Damar ini yang ngajarin."


"Jessi... Kamu gak cium aku, kok Damar saja yang di sayang," goda Samsul


"Apa kamu mau di gampar Inna.


Kalau mas Damar orang spesial di hatiku."


"Hai hai spesial nie," sahut Inna,


"Mas Damar, punya ilmu apa sih kok banyak cewek jatuh hati pada mu?"


"Hahahaha!


Rejekinya anak soleh," jawab Damar,


"Lama - lama anak SMA pancasila banyak yang ziarah ke makam sini."


"Iya Damar, benar.


Besok malam minggu, geng Hello kity aku ajak kesini.


Kira - kira muat gak parkiran di sini hehehehe.


120 mobil honda jazz loh.


Sabrina katanya ikut, Firda Lolita bidadari tercantik Hello Kity juga hadir.


Katanya pengen ketemu kamu Mar. Paling besok kamu di telpon ngajak jalan."


"Boleeh.


Sekolah dimana Firda itu..?"


"Di SMA San Fransisco, kelas tiga," sahut Inna,


"Dia anak tunggal pengusaha Expor impor, punya lebih 100 kapal. Dan juga pengusaha kaca dan baja."


"Temen - teman ku semua anak pengusaha besar. Cuma bapak ku peternak ayam kampung kecil - kecilan hahahaha," kata damar sambil tertawa.


"Itulah untungnya sekolah di SMA pancasila Mar," sahut Samsul,


"Jadi kenal sama anak - anak orang kaya.


Coba sekolah di SMA biasa, paling juga kenal anaknya kuli bangunan dan buruh pabrik."


"Sudah jam 12 malam, aku mau balik dulu ya," ujar Damar,


"Besok Sarah sekolah."


"Ok ok."


"Jessica balik dulu. Tolong di bayar semua ya. "


"Iya Mas, ok.


Hati - hati."


*****


Mobil BMW X6 kembali meluncur ke arah kota surabaya.


Tak seberapa lama, mobil pun memasuki halaman rumah mewah di jalan camar no 10 perumahan Elit Elizabet.


Setelah turun dengan Sarah, seorang satpam menyapa,


"Selamat malam Tuan."


"Malam juga.


Mas siapa ini..?"


"Mas Joko Tuan."


"Mas Joko kok bisa menjadi security di sini bagaimana ceritanya?"


"Di tugaskan PT pengembang Tuan. Begitu juga dengan dua pembantu rumah tangga."


"Lalu, gajian perbulan ikut saya apa pengembang?"


"Selama setahun pertama, para satpam dan pembantu rumah tangga di bayar oleh PT pengembang ini.


Tahun selanjutnya di bayar oleh Tuan."


"Oh gitu.


Ya sudah, aku mau istirahat dulu."


"Baiklah Tuan."


"Cakno, boleh pulang.


Inta kamu juga. Bawah mobil Fortuner saja ke cafe nya."


"Baiklah Tuan.


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah masuk rumah... Sarah tertegun dengan kemewahan rumah Damar dengan perabotan serba mahal.


Setelah masuk kamar utama, Sarah bertanya,


"Kak, rumah siapa ini..? Mewah sekali."


"Rumah jodoh mu."


"Rumah mu maksudnya..?"


"Iya, siapa lagi jodoh mu kalau bukan aku," jawab Damar kemudian masuk lalu mandi.


Sementara... Sarah melihat lihat teras kamar.


Subhanallah... Indah sekali kamar ini, ada terasnya, ada kolam renang nya, ada taman dan air terjun buatan."


"Sarah..."


"Iya Kak."


"Ngapain kamu di teras kamar?"


"Lihat kolam renang sama taman, Indah sekali.


Enak ya jadi orang kaya banyak uangnya."


"Sini, pijitin kaki Kakak, capek."

__ADS_1


"Iya, siaap."


Sambil mijitin, Sarah bertanya,


"Kak, kamar mu kok ada meja rias cewek, dan banyak kosmetik dan parfum?"


"Iya lengkap. Beli rumah ini sudah ada perabotannya.


Aku sendiri belum nyentuh sama sekali.


Kamu pakai saja biar kamu tambah cantik."


"Bagus dan mewah rumah mu ini Kak."


"Kalau kamu suka, senang, kamu tempati saja rumah ini," kata Damar.


"Jauh dari tempat sekolah Kak. Lagian ibu ku, kalau gak lihat aku sehari saja bingung.


Pulang telat sudah telpon sekarang.


Dulu di omelin, sekarang punya Hp telpon."


"Sudah, aku ngantuk," kata Damar,


"Kalau ganti baju tidur, ambil di lemari."


******


Malam perlahan merambat, Pekat semakin gelap.


Angin dingin semilir berembus menerpa arah buyarkan butiran embun lembut yang beterbangan


Langit cerah ribuan bintang


Bersholawat sampaikan salam rindu dari Shang Hyang Tunggal penguasa jagad.


Damar terlelap dalam dekapan Sarah yang di kirim Tuhan untuk memberi kehangatan jiwa walau rasa itu berselimut dosa.


Kadang kita bingung untuk mengira, antara dosa dan pahala


Karena perbedaan keduanya terlalu tipis dan samar untuk di lihat.


Suara pungguk burung di atas pohon dekat taman terdengar memilukan, hingga membangunkan Sarah dari tidurnya,


"Hemmm, dari tadi dengar suara burung mendekur. Bikin merinding saja.


Ac nya dingin lagi!


Kak..


Kak..?"


"Iya Sarah..."


"Sudah jam setengah 5 pagi. Apa kamu gak solat subuh?"


"Iya Sarah," jawab Damar kemudian bagun lalu mencium pipi Sarah.


*****


Setelah solat subuh di pasolatan belakang samping taman, Damar dan Sarah duduk sebentar di depan taman.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya."


"Pagi juga Mbak."


"Tuan dan Nyonya mau minum apa?"


"Tidak usah Mbak, aku mau keluar," kata Damar lalu memesan taxi via telpon.


"Sarah, ayo ganti baju, Aku antar kamu pulang, mumpung jam 5 pagi. Kan jam 7 kamu masuk sekolah."


"Baiklah Kak. Aku mandi bentar."


*****


Taxi meluncur ke arah kecamatan Waru perbatasan Surabaya Sidoarjo.


Tak lama kemudian taxi pun berhenti di halaman rumah Sarah yang sedang di bongkar.


Setelah mencium pipi Damar, Sarah pun turun, dan taxi melaju ke arah desa Agung.


Begitu taxi sampai di halaman rumah, Damar membayar taxi kemudian turun langsung berjalan menuju kamar lewat pintu samping.


"Buk...


Masak apa..?"


"Masak urap ikan ayam panggang," jawab Ibu Farida tersenyum melihat Damar anaknya pulang,


"Buruan makan sudah jam 6."


"Iya Buk," jawab Damar kemudian sarapan, sambil memencet nomor telpon,


"Kang...


Hari ini aku sekolah naik motor. Kang Mamat tunggu saja di cafe atau Istirahat di rumah ya. Absen dulu biar terdaftar masuk kerja.


Nanti kalau aku butuh mobil aku hubungi."


"Baiklah Tuan."


"Damar... Apa kamu mau ibu jodohkan sama Sarah..?"


"Terserah ibu saja, Damar nurut.


Damar berangkat sekolah dulu, salim dulu."


*****


Motor supra x butut milik Damar melaju agak kencang menuju ke sekolah.


Waktu terus berlalu, hari jumat, jam 11 siang bel pulang sekolah berbunyi.


Para siswa siswi pun berhamburan keluar kelas.


Setelah Keluar dari parkiran, Damar melajukan motor nya untuk pulang.


Sesampai di rumah, Damar langsung masuk kamar dan ganti baju yang kusam. Setelah itu Damar menuju teras untuk mengambil motor.


"Mas Damar..."


"Iya Buk."


"Mau kemana, kok gak pamit ibu?


Tumben pakai topi, celana jelek kaos jelek. Biasanya juga ganteng dan rapi?"


"Mau mancing Buk.


Doain dapat ikan banyak."


"Aamiin.


Gak solat jumat?"


"Iya, di mesjid pinggir jalan raya saja."


"Ya sudah hati - hati.


Damar memacu motor nya menuju ke arah bandara juanda lewat jalan tembusan ke lingkar timur kota Sidoarjo.


Selesai solat jumat, Damar membeli alat pancing di pinggir jalan, lalu melanjutkan perjalanan.


Sesampai di sungai Sumorejo, Damar memarkir motor nya di pinggir sungai.


Setelah menyulut rokok, Damar melempar kail ke sungai sambil melihat lihat keadaan sekeliling.


"Semalam aku melihat ada seorang gadis cantik yang menyebrang jalan ini, lalu berjalan menuju bantaran sungai ini. Lalu gadis itu menghilang di samping rumah gubuk itu," gumam Damar,


"Yang membuat ku heran, mengapa hati ku tertarik ingin tau, dan ingin sekali pergi kesini untuk mengenalnya. Aneeeh..?!'


Setelah menunggu lama... Jam dua Damar melihat gadis cantik itu berjalan dengan memakai seragam sekolah SMA.


"Permisi Mas," sapa gadis itu.


"Iya Mbak," sahut damar.


Gadis itu tertunduk lesu. Sepertinya menyimpan kesedihan yang dalam," gumam Damar lirih,


"Oh... Gubuk itu rumah nya ternyata..!


Lebih baik aku mancing dekat gubuk itu saja. Di situ ada 6 rumah gubuk."

__ADS_1


Setelah mendekat, Damar kembali melempar kail.


Damar melihat anak lelaki sedang membawa sabit mendekat ke sungai untuk mencari rumput.


'Dik, siapa namanya," tanya Damar


"Dodik Prasetyo.


Mas siapa namanya?"


"Damar Ahmad bin Muhammad Yasin binti Farida Kikuk."


"Panjang amat nama nya Mas Damar!"


"Namanya Damar Ahmad. Bin itu nama bapak ku. Binti itu nama ibu ku Farida."


"Hahahaha...!


Lucu sekali, nama bapak ibu di bawah sekalian.


Kan cukup Damar Ahmad saja!"


"Kamu sekolah kelas berapa?"


"Kelas 6 SDN Sumorejo Mas."


"Buat apa kamu cari rumput?"


"Buat kasih makan kelinci Mas Damar."


"Emang punya banyak kelinci..?"


"Iya, ada 20, aku juga pelihara ayam kampung dan burung merpati."


"Auww, banyak sekali..!"


"Iya Mas, nanti Ayam nya aku jual untuk bayar rekreasi sekolah. Bayar 350 ribu rekreasi ke wisata Malang.


Kadang, kalau aku gak punya uang jajan, ya aku jual burung merpati satu jodoh.


Kalau kelinci nya, akan aku jual untuk beli HP android.


Karena, kalau gak punya Hp, susah belajar nya, numpang sama teman.


Gak bisa browsing lihat google. Dan gak bisa main game!'


"Mau mas Damar kasih Hp baru..?


Tetapi untuk belajar loh ya!"


"Mau lah mas. Aku ingin sekali punya Hp."


"Apa di sekitar jalan raya itu ada konter jual Hp..?"


"Ada Mas, mas belok ke kiri, agak jauh dikit, nanti mas bisa lihat konter Hp."


"Kamu tunggu di sini ya, aku tak beli Hp untuk mu.


Kamu mau HP merk apa..?"


"OPPO mas."


"Ok, tos dulu."


*****


Setelah membeli Hp Opoo A76 seharga 2 juta 350 rb, Damar kembali ke tepi sungai.


"Dodik Prastiyo, ini Hp nya," kata Damar sambil menyodorkan kantong plastik.


"Beneran di belikan ya, tak kira bohongan," kata Dodik sambil menerima kantong plastik biru,


"Terimakasih Mas Damar."


"Iya sama - sama.


Oh iya, di dalam tas plastik itu, ada uang 500 ribu. Untuk bayar rekreasi 350 ribu, yang 150 ribu untuk jajannya di wisata."


"Alhamdulillah...


Terimakasih mas Damar."


"Sama - sama Dodik.


Belajar yang rajin ya..?"


"Iya Mas.


Tetapi mengapa Mas Damar kok tiba - tiba ngasih aku HP baru..?"


"Karena... Waktu kecil dulu, mas Damar kayak kamu, gak punya Hp.😭


Mau beli bapak ibu ku gak punya uang.


Sekarang mas Damar punya uang, yaa berbagi dengan mu."


"Ok Mas, aku tak pulang dulu."


"Ok ok."


******


"Bawa apa kamu itu Dek," tanya ibu Hanan Mama nya Dodik yang duduk di kursi depan gubuk.


"Hp Ma, di kasih Mas Damar."


"Mas Damar siapa..?"


"Itu orangnya lagi mancing."


"Lihat Mama."


"Ini Ma..."


"Subhanallah...


Hp ini baru dan mahal dik, merk OPPO. di nota tertulis 2 juta 350 ribu


Mengapa mas itu kasih kamu HP?"


"Tadi aku ngobrol sama mas Damar masalah hp. Lalu aku di belikan Hp untuk belajar. Dan di kasih uang untuk bayar rekreasi dan jajan di wisata.


Mas Damar bilang, dulu waktu kecil hidup susah tidak punya hp. Bapak ibunya tidak punya uang untuk membelikan nya.


Dia bilang, sekarang punya uang dan berbagi sama aku Ma."


"Hemm, begitu...


Berarti mas Damar orang baik, mau berbagi sama orang miskin kayak kita Dek."


"Haduuuh..! Capek sekali nanam cabe sama ubi kayu," kata Bilqis Elisa kakak Dodik kemudian duduk di atas tanah kering.



"Dari mana kamu punya Hp baru Dek," tanya Bilqis.


"Di kasih sama mas Damar."


"Mas Damar siapa..?"


"Tuh orangnya lagi mancing."


"Lihat Hp nya.


Kok baik banget mas Damar itu, ngasih Hp baru. Lumayan mahal OPPO A76.


Mimpi apa kamu semalam..?"


"Kakak kan gak punya Hp. Coba kakak minta belikan Hp, pasti di belikan."


"Ngawur kamu itu, gak kenal kok minta Hp," sahut Bilqis.


"Ma, bikinin kopi untuk mas itu. Dia telah berbuat baik ngasih Dodik Hp dan uang."


"Mama kurang sehat hari ini, kamu saja ya yang bikin Kopi."


"Hemmm...


Aku juga capek.


Iya deh, sebagai rasa terimakasih."


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2