
Setelah solat isak, Damar memacu motor nya menuju cafe. Tak lama kemudian Damar sudah duduk di samping taman,
"Mas..."
"Iya Mas Damar."
"Tolong panggil kan Pak Wawan manajer cafe ini."
"Baiklah Mas."
Tak selang lama,
"Selamat malam Mas Damar."
"Malam juga Mas Wawan, silahkan duduk."
"Terimakasih."
"Ini Mas kopinya,"ujar seorang pelayan kemudian meletakkan secangkir kopi di atas meja.
"Bagaimana perkembangan cafe ayu," tanya Damar.
"Alhamdulillah sama seperti biasanya Mas Damar, gak rame ya juga gak sepi. Ada saja pelanggan yang datang."
"Apa mushollah nya sudah selesai?"
"Tinggal pasang keramik saja Mas. Mungkin seminggu lagi semau akan selesai."
"Apa semua karyawan di cafe ini muslim?"
"Iya Mas."
"Apakah mereka solat semua?"
"Iya Mas, rata - rata karyawan di sini solat."
"Baiklah. Begini Mas Wawan, saya ingin, mulai besok, sebelum cafe buka, semua karyawan yang masuk pagi, harus membaca surat yasin 1x di tujukan untuk cafe Ayu.
Terus... Yang sif sore, setelah solat asar, setiap karyawan juga harus membaca surat yasin 1x.
Ini pesan ibu ku. Katanya biar cafe rame dan banyak pengunjung."
"Baiklah Mas Damar, nanti akan saya umumkan pada semua karyawan.
Oh iya Mas, cafe ini butuh satu unit mobil dan satu unit motor untuk keperluan belanja dll." 3
"Baiklah, besok beli saja Mobil Avanza atau innova. Pakai uang cafe saja ya Wawan.
Adakan uang kasnya?"
"Iya Mas Damar. Ada 850 juta uang cafe di bank dan di lemari kantor ada 600 juta."
"Ya sudah kalau begitu, silahkan bekerja kembali."
*****
"Masih sore, lebih baik jalan - jalan di pertokoan," gumam Damar kemudian menuju parkiran untuk mengambil montor.
Dengan santai Damar melajukan motornya di antara pertokoan yang ramai,
"Hemmm, tumben macet banget malam ini."
"Pak ada apa kok macet sekali, tumben," tanya Damar kepada seorang juru parkir.
"Kecelakaan Mas, Avanza lawan taxi."
"Oh iya iya, makasih Mas."
Ketika melihat toko emas sambil menunggu mobil depan bergerak, Damar terkejut melihat Sarah.
"Apakah itu sarah teman sekolah SMP dulu ya..? Adik kelas ku!
Iya iya, itu Sarah, salah satu bidadari SMP negri dua dulu. Coba aku samperin."
Setelah memarkir motor, Damar masuk toko emas, lalu mendekati Sarah.
"Sarah..?"
"Siapa ya..? lupa lupa ingat..!"
"Aku Damar, kakak kelas mu."
__ADS_1
"Ooooh iya iya, ingat aku sekarang.
Mau beli emas apa ini, kok ganteng amat?"
"Mau jalan - jalan saja, kebetulan aku lihat kamu, lalu berhenti.
Apa kamu gak sekolah, kok kerja jaga perhiasan?"
"Sekolah Mas Damar, di SMA negri 4, sorenya kerja jaga toko emas. Lumayan buat jajan di sekolah."
"Pulang jam berapa kerjanya?"
"Jam 10 Mas. Satu setengah jam lagi pulang."
"Pulang naik apa?"
"Kadang bareng teman kadang naik gojek, kadang naik angkot. Kalau berangkat sering naik angkot, sepeda angin nya di titipan di pertigaan."
"Rumah mu mana sih..?"
"Desa Seruni sebelum desa Sani dan desa Gajah."
"Lumayan agak jauh dikit," kata Damar,
"Mau aku antar pulang..?"
"Hemmmm, kamu gak keberatan ngantar aku pulang..?
Atau nanti gak di tunggu pacarnya?"
"Hehehehe! Gak punya pacar, lagi jomblo.
Gak keberatan, ini lagi santai."
"Kalau begitu, Mas Damar tunggu di sebelah ya, itu ada orang jual kopi dan minuman kaleng. Mas tunggu situ. Di sini gak enak sama bos ku."
"Baiklah Sarah," jawab Damar kemudian memesan teh pucuk dingin.
*****
Jam 22:00 Sarah keluar dari toko emas mendekati Damar.
"Mas... Ayoo, katanya mau nganterin aku pulang?"
"Siapp!" jawab Damar kemudian berdiri.
"Mas Damar punya uang, ngajak Sarah makan?"
"Punya."
"Ya sudah gak apa - apa kalau begitu."
"Mau makan apa?"
"Terserah Mas Damar saja."
"Makan nasi rawon ya?"
"Boleeeh."
*****
Tak terasa sudah jam 10:15 menit. Di warung lesehan, Damar dan Sarah menikmati nasi rawon pinggir jalan.
Sambil makan Sarah berkata,
"Lama ya kita tidak bertemu? "
"Iya Sarah, sekitar tiga tahun. Kamu kelas dua SMP dan aku lulus sekolah.
Lama gak ketemu, tambah cantik saja dirimu."
"Hehehehe, bisa saja kalau merayu. Kamu juga tambah ganteng.
Kok bisa tadi tau aku?"
"Tadi macet cet, katanya ada kecelakaan. Terus gak sengaja aku melihat mu di toko.
Tadinya aku ragu kalau itu kamu. Eeeh ternyata beneran kamu."
"Apa kamu masih suka berantem dan suka mabuk kayak waktu SMP dulu?"
"Yaah kadang kadang masih suka mabuk."
"Jujur amat diri mu, biasanya orang itu menyembunyikan ke burukanya. Kamu malah menampakkan nya."
__ADS_1
"Yaah ngomong apa adanya lah," jawab Damar.
"Kamu masih sekolah apa kerja Mas?"
"Sekolah sambil kerja kayak kamu."
"Sekolah di mana?"
"Di SMA Pancasila."
"Owwwh, sekolah nya anak orang orang kaya. Hebat juga kamu bisa sekolah di sana. SMA impian ku dulu."
"Yaah Alhamdulillah, aku daftar di sekolah SMA pancasila dulu, ibuku jual tanah warisan."
"Hehehehe bisa saja kamu itu Mas."
"Itulah kenyataan."
"Mas sekolah sambil kerja, Emang kerja di mana?"
"Di cafe Ayu."
"Cafe Ayu Rungkut itu, sebelah bank Asia dan pom bensin?"
"Iya..."
"Sesekali aku makan di sana, di ajak teman kerja sehabis gajian. Enak banget bebek bakarnya. Empuuuk sekali."
"Mau kapan - kapan makan di cafe Ayu lagi? "
"Mahal Mas."
"Nanti aku yang traktir," kata Damar.
"Boleh, tunggu aku gajian ya!"
"Siaaap!
Sudah jam 11 malam. Ayo cabut, sekalian mampir beli martabat dan terang bulan untuk mu. Buat camilan."
"Pinter banget kamu kalau merebut hati cewek.
Ayo Mas."
Setelah membayar tagihan makan, Damar dan Sarah pergi membeli martabak dan terang bulan. Setelah itu Damar mengantar Sarah pulang.
*****
"Sebelah mana rumah mu?"
"Rumah gubuk di ujung desa sana loh, depan sungai."
"Sini mas rumah nya," ujar Sarah, kemudian Damar membelokkan motor nya di halaman rumah sangat sederhana.
"Ayo Mas Damar, mampir sebentar."
"Iya Sarah," jawab Damar kemudian duduk di teras,
"Hemmmm, samar - samar ada suara perempuan ngaji baca qur'an.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam," jawab ibu Latifah yang usianya paruh baya,
"Sama siapa Sarah, kok terdengar suara motor di halaman rumah?"
"Sama teman Buk. Itu duduk di teras orangnya."
"Silahkan masuk Mas," seru ibu Latifah.
"Di teras saja Buk, ini saya mau pamit pulang, sudah malam, gak enak sama tetangga."
"Gak apa - apa Nak, rumah depan adalah Bu lek nya Sarah. Tetangga disini, kebanyakan masih famili."
"Gak masuk Mas..?"
"Aku mau balik dulu ya Sarah, sudah malam."
"Hemmmm, iya Mas, terimakasih sudah di antar pulang dan di traktir makan.
Hati - hati Mas."
"Iya Sarah, Buk, Damar pulang dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab ibu Latifah.
__ADS_1
*Bersambung.