Makam Keramat

Makam Keramat
Pertemuan Di Cafe


__ADS_3

"Mbak Lusi, ikut aku ya," ujar Damar.


"Iya Mas Damar," jawab Lusi kemudian mengikuti Damar dari belakang.


Tak lama kemudian,


"Pak Sueb..?"


"Hallo Bos," jawab Pak Sueb tersenyum.


"Gimana kerjaannya."


"Lancar bos, itu sudah jadi 4 ruko. Tetapi masih mentah, hanya kerangkanya saja."


"Pak Lek, ini Mbak Lusi sekretaris saya. Mulai besok, masalah keuangan urusan sama Mbak Lusi ya, dan sama Mas Dimas.


Habis ini Pak lek masukkan nomer telpon nya."


"Siaaap! Tambah enak bos kalau begitu. Pak lek gak bingung ngurusi bahan, ngurusi bayaran pekerja, gak ngurusin lainnya.


Fokus ngurusin ngatur pekerja dan bangunan."


"Masalah bahan bangunan, masalah kekurangan apa saja, Pak lek hubungi Mbak Lusi sama mas Dimas."


"Ok Bos.


Ini masih ada sisa uang belanja dan gaji pekerja. Habis ini saya transfer ke Mbak Lusi," ujar Pak Sueb,


"Mbak Lusi...


Saya butuh kapolding untuk sementara 200 set ya, biar gak sewa. Sayang uangnya buat nyewa.


Butuh pasir sementara 100 truk dan batu bata juga 100 truk dan semen 1000 sak."


"Siaap! Pak Sueb, Besok saya kondisikan."


"Tolong, pasang listrik untuk kebutuhan sanyo dan untuk kebutuhan mesin pemotong keramik.


Selama ini, kita mengunakan listrik ambil dari cafe."


"Baiklah Pak Sueb, masalah listrik, sekarang juga akan saya kondisikan," jawab Mbak Lusi.


"Pak lek, pembangunan kantor di jalan Tidar, besok biar di bantu oleh asisten ku."


"Baiklah bos, siaaap!"


"Kalau begitu, aku permisi dulu Pak lek. Kalau mau ngopi atau makan ke cafe aja ya."


"Siap siap!"


*****


Setelah duduk di cafe kembali, Damar berkata,


"Mbak Lusi, aku minta maaf ya, karena belum ada kantornya dan bekerja seadanya dulu. Karena... Mbak Lusi harus bekerja keras untuk urusan proyek."


"Iya Mas Damar, tidak apa - apa. Yang penting pekerjaan berjalan lancar dan sukses.


Memang tugas saya membantu semua pekerjaan Mas Damar, apapun itu bentuk pekerjaan nya."


"Aku beli Mobil Honda jazz, sebagai aset perusahaan. Nanti, honda jazz itu Mbak Lusi pakai untuk urusan pekerjaan, biar ada wibawa dan di hargai oleh pihak lain.


Habis ini, rekening perusahaan yang baru kamu urus, akan aku transfer uang sebesar 10 milyar dulu.


Uang itu di gunakan untuk keperluan proyek."


"Sudah aku transfer uangnya, Mbak Lusi sekarang ambil uang cas di ATM dan pergi ke kantor PLN. Dan Mbak Lusi beli kapolding, sekalian 1000 set buat aset perusahaan. Karena, kapolding akan selalu di butuhkan di beberapa tempat kelak."

__ADS_1


"Baiklah Mas Damar, kalau begitu aku pergi dulu."


"Silahkan Mbak."


*****


Tingtung Tingtung!


Telpon WA Damar berdering.


Setelah tersambung,


"Siang Pak Beni, bagaimana, sudah selesai?"


"Siang juga Mas Damar, Alhamdulillah selesai dengan cepat, berkat bantuan teman orang dalam.


Sekarang ada di mana ini?"


"Lagi di cafe Ayu Pak."


"Baiklah, saya segera ke sana, ini lagi di bandara, baru lending pesawat dari jakarta."


"Baiklah Pak Beni, saya tunggu."


Adzan Asar terdengar menggema. Damar pun beranjak pergi ke mushollah cafe yang baru di bangun. Setelah wudhu, Damar melaksanakan solat asar. Setelah solat asar, Damar teringat nasehat kyai Ndaru untuk istiqomah Dzikir munajat dan sholawat.


Setelah membaca Dzikir 1000x dan membaca sholawat jibril 1000x, Damar menutup dengan doa sapu jagad.


"Alhamdulillah, mushollah sudah jadi, lumayan besar.


Karyawan sip dua baru datang, dan lagi membaca surat yasin.


Semoga usaha cafe ini bisa menghasilkan uang lebih untukku juga untuk semua karyawan."


"Mas Wawan..."


"Berapa rata - rata penghasilan cafe perbulan?"


"Rata rata, antara 500 sampai 600 juta perbulan. Kadang bisa sampai 700-800 juta.


Itu kotor Mas Damar."


"Kalau 600 juta, di potong gaji karyawan sebanyak 40 orang, itu 200 juta. Sisa 400 juta. Lalu di potong bayar tarif listrik, dan belanja kebutuhan dapur 200 juta perbulan. Sisa 200 juta, itu untuk pemilik cafe yaitu Mas Damar. Sisa untuk Bagian Mas Damar, di simpan di rekening bank Asia atas nama cafe Ayu. Itu uang milik pribadi Mas Damar.


Mas Damar kapan saja, bisa meminta pada manajer."


"Begitu ya?"


"Dulu bos lama mengaji karyawan cuma 3 juta 500 ribu perbulan. Sekarang Bos nya Mas Damar, karyawan di gaji UMR, 4,5 juta. Jadi naik satu juta. Belum uang bonus perbulan."


"Iya Mas Wawan.


Biar karyawan itu merasa di hargai dan di hormati jasanya. Usaha saya bisa berjalan lancar dan sukses, itu dari karyawan juga.


Oh iya, Mas Wawan gak usah beli mobil dan motor untuk aset cafe. Asisten ku tadi sudah beli innova dan dua motor."


"Baiklah Mas Damar."


"Mas Damar, ada tamunya menunggu di meja samping taman," ujar seorang pramusaji


"Baiklah, Mas Wawan, aku tinggal dulu ya?


Mbak tolong buatkan kopi dua cangkir ya."


"Iya Mas Damar."


*****

__ADS_1


"Selamat sore Pak Beni," sapa Damar.


"Sore juga Mas Damar. Kok masih pakai seragam sekolah?"


"Hehehehe, iya Pak, tadi sepulang sekolah, langsung ke cafe.


Bagaimana pak?"


"Semua surat ijin beres Mas Damar, berkat bantuan teman orang dalam.


Ini surat surat nya.


Akta Notaris


Surat keterangan domisili perusahaan


NPWP nomor pokok wajib pajak


Pengesahan pengadilan dan TDP, tanda daftar perusahaan juga SIUP, surat ijin usaha perdagangan."


"Buat Pak Beni dan team, terimakasih banyak atas kerja kerasnya."


"Sama - sama Mas Damar. Kami juga berterimakasih telah di percaya untuk suatu urusan. Semoga kedepannya, kita bisa menjadi partner selaku pihak Notaris dan pengacara."


"Baiklah Pak Beni, saya akan selalu Menggunakan team pak Beni sebagai partner."


"Permisi, ini pesanan Mas Damar," ujar seorang pramusaji kemudian meletakkan dua cangkir kopi di meja.


"Silahkan Pak Beni, ngopi sambil ngobrol - ngobrol."


Setelah menyeruput kopi panas dan menyulut rokok sampoerna mild, Damar berkata,


"Pak Beni...


Saya ingin di urus kan ijin usaha Real Estate dan kuliner. Tetapi, di bawah bendera PT Podomoro."


"Siaap! Mas Damar.


Jadi... PT Podomoro ini, selain bergerak di bidang kontraktor juga bergerak di bidang Real Estate dan kuliner gitu?"


"Iya Pak Beni."


"Berarti nanti bisa menjadi perusahaan Podomoro Grup."


"Hehehehe iya Pak Beni."


*****


Sementara di Desa kebon Agung.


"Ibu, semua partner dan pelanggan saya, saya alihkan pada ibu Farida.


Jadi, mulai saat ini, ada lebih 400 pelanggan dan partner yang akan menjalin kerja sama dengan ibu," kata Ita.


"Iya Nak Ita."


"Ini sudah saya hubungi di WA grup dan Facebook grup Marvis kosmetik.


Karena ibu mempunyai pelanggan dan partner lebih dari 300, maka ibu mendapatkan harga promo dari kantor pemasaran.


Ibu juga harus rajin shear promo produk PT Marvis. Ibu bisa mempelajari di grup facebook Marvis kosmetik."


"Iya Nak Ita."


"Kalau gitu, Ita mau pulang dulu ya Buk, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


__ADS_2