
Sepulang sekolah, Damar langsung pulang ke rumah.
Setelah mandi, solat duhur, Damar masuk kamar dan ganti baju,
"Buk, Damar mau kerja dulu di cafe."
"Loh loh, anak ibu ganteng amat...!
Oh iya, gimana keadaan keluarga Sarah?"
"Pesan ibu sudah Damar laksanakan. Sekarang, ibu Latifah sekeluarga sudah senang hidupnya dan bahagia. Besok minggu kan ibu ke rumah ibu Latifah, ibu tanya sendiri ya."
"Iya Mas, terimakasih ya.
Oh iya, ibu senang sama Sarah, Dia terlihat anak yang baik."
"Ya sudah Buk, Damar mau berangkat dulu. Ini kontaknya motor milik bapak, aku mau pakai motor ku sendiri.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
*Cafe Ayu.
"Selamat siang Nona Sarah," sapa seorang pramusaji.
"Siang juga Mas."
"Nona Sarah mau pesan apa?"
"Pesan teh madu jeruk nipis, dan kentang goreng ya."
"Siap Non," jawab pramusaji kemudian pergi berlalu.
Sementara,
Damar memacu motor nya agak kencang. Sambil mengendarai motor, Damar berkata lirih,
"Damar... Ibu senang sama Sarah.
Lucu ibu ku itu. Aslinya, ibu itu senang punya menantu Sarah. Mau ngomong gitu aja, pakai malu segala.
Emang Sarah cantik banget sih, body kayak mobil Fortuner, dan baik hati.
Gimana caranya dulu itu ibu Latifah dan pak Rahmat bikinnya..? Kok Sarah bisa secantik gitu.
Beruntung sekali diri ku bisa dekat sama Sarah.
Tetapi... Kalau aku pacari, takutnya Sarah cemburuan kayak Aisah dan Shinta. Entar aku terlanjur cinta, terus di tinggalin, bisa sakit hati ini. Repot kaum hawa itu.
Tetapi... Ibu ku kok bisa setia ya sama bapak..? Padahal bapak itu gak setia sama ibu..! Dulu bapak suka jalan sama purel.
Bener kata ibu, kalau bercerai sama bapak, kasihan anak - anak yang jadi korban.
Memang sulit mencari istri kayak ibu itu."
"Tak terasa sudah sampai," gumam Damar kemudian memarkir motor nya.
"Selamat siang Mas Damar," sapa seorang satpam.
"Siang juga pak.
Saya masuk dulu ya pak?"
"Iya Mas Damar, monggo silahkan."
Melihat Sarah duduk menghadap laptop meja depan di bawah pohon pucuk merah, Damar berjalan pelan - pelan, kemudian Damar memeluk dari belakang, lalu mencium pipi Sarah.
"Ah, Kak Damar ini bikin kaget saja!"
"Dah lama di sini..?"
"Paling dapat setengah jam lah. Duduk sini Kak, mepet sama Sarah."
"Iya, ngalem nya. Tumben nyuruh aku duduk mepet, biasanya gak pernah?"
"Hehehehe.
Kangen duduk mepet kayak perangko."
"Lagi lihat apa di Youtube?"
"Mempelajari ilmu bisnis manajemen.
Kak, rencananya besok aku kurus bahasa inggris dan bahasa mandarin, di dekat cafe Ayu sini."
"Sebelah mana..?"
"Itu, sebelum lampu merah, kiri jalan. Tadi aku sudah daftar. Mulainya jam satu pulang jam tiga."
"Bagus, kalau lapar, mampir ke cafe, minta makan saja ya?"
"Ok Mas, siaaaap Mas."
Tingtung Tingtung..!
HP Dimas berbunyi, setelah tersambung,
"Selamat siang bos."
"Siang juga.
Mas Dimas, kamu ke cafe ya, ajak sekalian direktur Angga, sekretaris Lusi dan Beki Mareketing."
"Baiklah bos."
Tak lama kemudian,
"Selamat siang bos Damar."
"Silahkan duduk, Dimas, ambil kursi lagi.
__ADS_1
Apa kalian sudah makan siang?"
"Sudah bos."
"Baiklah kalau begitu kita ngopi saja.
Mbak Lilik, sini..."
"Iya mas bos."
"Aku buatkan kopi luwak ya..?
Yang lainnya kamu tanya sendiri mau minum apa.
Sama kasih rokok sekalian."
"Siap mas bos."
*****
Sambil menikmati secangkir kopi dan kepulan asap rokok surya 16, Damar berkata,
"Mas Dimas, bagaimana kerjaan mu di rumah ibu nya Nona Sarah?"
"Sudah beres bos. Tinggal membangun pagar keliling kebun belakang rumah.
Tadi sudah saya suruh pemborong untuk mengerjakan nya.
Selesai membuat pagar, akan di kerjakan pembongkaran rumah dan di bangun baru kembali."
"Usahakan pembuatan pagar selesai secepatnya. Kalau perlu kamu tambah orang lagi.
Ini ada cek bank central Hongkong senilai 8,5 milyar. Nanti kamu cairkan, dan masukkan uang ini di rekening perusahaan."
"Baiklah bos."
"Oh iya, nanti kamu pergi ke dealer mobil. Belilah mobil honda jazz untuk aset perusahaan. Biar di pakai untuk transportasi Manajer Beki.
Beli juga mobil Marcedes E Class. Harganya sekitar 1,3 milyar. Biar di pakai untuk transfortasi direktur Angga.
Beli mobil baru saja ya, biar awet."
"Baiklah bos."
"Mbak Lusi, gimana ruko yang di buat kantor sementara, apakah nyaman?"
"Alhamdulillah nyaman bos. Sudah saya pasang listrik dan sanyo. Sementara pakai kipas angin bos."
"Pasang Ac satu saja, kan untuk ruko satu Ac cukup dingin kok."
"Baiklah bos."
"Bagaimana surat ijinnya untuk membangun cabang cafe Ayu?"
"Sudah selesai bos, tadi jam 11 siang."
"Mbak Lusi, mulai sekarang mbak Lusi menjadi sekretaris direktur Angga ya. Kamu bantu direktur angga dalam menjalankan perusahaan."
"Baiklah bos."
Ruko yang di jadikan kantor sementara, itu milik PT Podomoro. Jadi, tugas sementara, kamu pasarkan dengan sistem kontrak.
Nanti asisten ku yang akan memberi tahu nominal nya pertahunnya.
Dan tolong kalau bisa, menjalin hubungan kerjasama dengan PT lain yang bisa menguntung kan perusahaan kita.
Kerja sama di bidang kontruksi."
"Baiklah bos," jawab Beki.
"Direktur Angga, besok kamu urus proyek di jalan merdeka. Itu proyek kedua PT Podomoro."
"Mendirikan bangunan apa itu bos," tanya direktur Angga.
"Membangun cabang cafe Ayu. Tolong di bangun yang lebih bagus dari cafe Ayu disini ya. Terus membuat toko butik baju di sebelah cafe. Bikin tokonya agak luas. tanah itu lumayan lebar."
"Baiklah bos."
"Masalah dana uang pembangunan, kamu berhubungan dengan pak Wawan Manajer cafe ayu."
"Baiklah bos.
Oh iya bos, saya butuh beberapa karyawan."
"Cari saja," ujar Damar.
Karyawan bagian apa?"
"Manajer keuangan dan manajer pengadaan barang dan jasa.
Juga ofiseboy."
"Cari saja karyawan yang kamu butuhkan, kamu atur mana baiknya. Nanti kalau ada masalah di perusahaan, kamu hubungi asisten ku saja.
Aku adalah Owner, pemilik perusahaan. Tugas ku adalah menyediakan uang untuk perusahaan."
"Baiklah bos."
"Ya sudah ini saja sementara yang aku sampaikan.
Besok - besok, kalau ada keluhan di perusahaan, kalian hubungi Dimas asisten ku saja.
Sekarang pergilah, lanjutkan pekerjaan kalian."
"Baiklah bos."
******
"Kak, kamu itu unik sekali kalau mengatur perusahaan," ujar Sarah.
"Bikin perusahaan juga iseng iseng Sarah, jadi santai saja. Kalau perusahaan berkembang ya alhamdulillah, kalau tidak, lalu bangkrut ya sudah, gak apa - apa.
__ADS_1
Aku juga gak pernah pimpin perusahaan, jadi aku serahkan pada mereka ahlinya. Mereka masih muda dan bersemangat. Aku yakin, dengan ilmu yang di miliki anak buah ku, perusahaan akan berkembang dan sukses.
Orang itu, kalau di beri kepercayaan, pasti merasa di hargai dirinya.
Kalau di cukupi kebutuhan nya, orang itu pasti berterimakasih dan balas budi.
Orang kalau kita sayangi, orang itu pasti setia.
Begitu juga dengan semua karyawan ku.
Itulah trik yang aku gunakan dalam berbisnis.
Aku bisa tau begini... Karena aku sering baca di google dan melihat yuotube.
Kayak kamu sekarang belajar dari yuotube.
Mbak Dewi, sini..!"
"Iya mas Damar."
"Rame ya cafenya?"
"Iya Mas, dari mulai buka hingga jam tiga sore sangat rame."
"Lapar belum makan ini."
"Ya makan loh bos. Mau makan apa," tanya Dewi salah satu pramusaji.
"Makan, nasi krengsengan daging sapi saja ya, sama sop iga. Dua porsi sama Non Sarah. Sekalian air aqua."
"Siap bos, tunggu sebentar."
*****
"Sambil makan... Damar membuka 10 situs judi togel yang bermarkas di luar negri. Dengan niat sedekah, Damar memasang nomer togel 4257 dan menghabiskan uang sebesar 5 milyar untuk pasang.
"Semoga benar - benar keluar nomer togel nya. Kalau sampai dapat dan di bayar oleh bandar, aku akan mendapatkan uang sebesar 15 triliun.
Ini sejarah sedekah nomer togel paling gede.
Gak nyangka, beli nomer togel muali dari 5 ribu rupiah, naik ke 100 ribu, naik ke 100 juta hingga milyaran," gumam Damar.
"Kak, makan dulu. Lihat apa sih, kok serius amat," tanya Sarah.
"Lihat situs judi online togel."
"Mau pasang nomer togel kamu?"
"Iya, sudah pasang."
"Buat apa Kak, kamu judi online, kakak kan sudah banyak uangnya?"
"Buat hiburan sayang....
Pasang paling banyak juga 10 ribu."
"Oh gitu...
Gak apa apa, asal jangan berlebihan. Kalau berlebihan dan kalah, entar hidup bisa susah.
Karena, salah satu Pak dhe ku yang kaya raya, itu bangkrut jatuh miskin, gara - gara main judi online berlebihan.
Ibu cerita, Pak dhe itu, sekali pasang nomer togel, 50 juta, 100 juta.
Gak hanya judi togel, Pak dhe ku juga judi bola.
Sekarang, rumah saja ngontrak dan kerja ikut orang. Padahal dulunya juragan kayak mas Damar gini."
"Assalamualaikum Mas Damar..."
"Waalaikumsalam, loh kang Mamat," ujar Damar terkejut,
"Kok tau kalau aku ada disini kang..?"
"Iya, di kasih tau ibu nya mas Damar. Tadi saya ke rumah mas Damar."
"Duduk Kang...
Mbak Lilik, buatkan kopi satu ya."
"Iya mas bos."
"Ada kabar apa kang, kok tumben. Mau ambil mobilnya Shinta ya?"
"Tidak mas Damar. Saya kesini mau curhat."
"Hemmm iya iya. Curhat masalah apa..?
Apa kang Mamat ingin nambah istri lagi..?"
"Hehehehe bukan Mas Damar.
Masalah kang Mamat pribadi."
"Cerita saja kang, barangkali aku bisa bantu."
"Empat hari yang lalu, aku di pecat dari pekerjaan Mas Damar. Karena saya berbohong pada ibu Heny.
Aku berbohong itu, karena melindungi Non Shinta yang pulang dari diskotik.
Di tanya sama Nyonya Heni, saya bilang Non Shinta dari undangan ulang di rumah temannya.
Ternyata ibu Heny telpon teman non Shinta. Akhirnya tau kalau aku berbohong.
Aku berbohong itu karena Non Shinta yang nyuruh.
Sudah empat hari ini saya nganggur Mas Damar, cari kerja belum dapat.
Barang kali teman Mas Damar butuh jasa sopir, saya siap.
Kan teman mas Damar kaya kaya, rata - rata anak pengusaha
Bingung ini Mas, buat beli susu anak dan biaya sekolah." 😞😔😢😥😪ðŸ˜
__ADS_1
*Lho kopi ku mana?