
Setelah pak Beni kembali ke kantor, Damar membuka Hp dan mendapati beberapa chat WA yang masuk.
*Sabrina:
Mas Damar, ntar malam ada acara apa enggak¿
*Damar:
Acaranya mau cari pinjaman uang 😕.
*Sabrina:
Mas Damar butuh uang?!! Buat apa?
*Damar:
Buat usaha cafe.
*Sabrina:
Nanti Malam mau gak nemani aku makan malam di mall Garden Plaza.
*Damar:
Hemmm jam berapa?
*Sabrina:
Jam 18:30.
*Damar:
Baiklah.
*Sabrina:
Ok, aku tunggu.
*****
"Bos Damar," sapa Dimas.
"Iya Mas Dimas."
"Semua pesanan mobil nya sudah ada di parkiran cafe."
"Besok, semua surat & surat kendaraan itu, kamu balik nama. Atas nama PT Podomoro.
Yang mobil Terios kamu pakai ya, yang honda jazz biar di pakai Mbak Lusi.
Yang innova dan dua motor itu, kamu atas namakan cafe Ayu.
Kalau begitu, aku mau pulang dulu."
"Baiklah bos."
*****
Damar memacu motornya agak cepat. Setelah sampai di rumah, Damar memarkir motornya lalu masuk rumah,
"Assalamualaikum..."
"Salam," sahut Tio.
Setelah mandi dan ganti baju, Damar pun melaksanakan solat asar sendirian di pasolatan dapur.
Setelah solat, Damar pun pamit sama ibu nya.
"Buk, suami ibu mana kok gak kelihatan? "
"Hemmm, bapak gitu aja, kok pakai kata suami ibu.
Ada di kebun belakang rumah.
Lagi kasih makan ayam."
"Apa bapak sudah sembuh total kakinya?"
"Alhamdulillah sudah Mas."
"Syukurlah.
Apa Ita tadi kesini nemuin ibu?"
"Iya, tadi siang."
"Damar mau pergi dulu ya Buk."
"Mau kemana lagi, baru saja pulang sekolah sekarang pergi lagi.
Akhir - akhir ini, kamu jarang di rumah, sering pulang subuh - subuh. Apa kamu gak ingin makan bareng ibu dan adik - adik mu. Ngopi bareng bapak mu sambil ngobrol - ngobrol .
Perasaan, sejak punya uang banyak, kamu berubah."
__ADS_1
"Damar kan sudah besar Buk, sudah mulai dewasa. Masak harus di rumah terus.
Damar kan laki - laki, harus belajar kerja mencari uang."
"Iya sih, tetapi ya masak segitunya, sampai pulang subuh - subuh. Kadang ibu itu cemas kalau kamu gak pulang."
"Ibu WA saja ke Damar, tanya.
Ya sudah Buk, Damar ada janji sama temen jam 18:30. Ini sudah jam 17:15."
"Iya Mas, hati - hati di jalan. Jangan lupa solat dan berdoa."
"Siaaap!
Salim dulu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
Setelah memacu motornya menuju tengah kota surabaya, Damar kemudian memarkir motor nya di Alfamart yang buka 24 jam yang tak jauh dari Garden Plaza.
Sambil berjalan di atas trotoar, Damar berkata lirih,
"Ini pertama kali aku main dan masuk di Mall Garden plaza. Mall terbesar di kota surabaya, dan katanya semua barang yang di jual sangat mahal - mahal dan kebanyakan barang impor dari luar negri."
Ketika hendak masuk gerbang Mall, mobil Fortuner menepi lalu berhenti di depan Damar.
"Damar," sapa Sabrina kemudian turun dari dalam Mobil
"Kamu Brina,"ujar Damar.
Setelah memeluk dan mencium pipi Damar, Sabrina mengandeng tangan Damar kemudian masuk gerbang mall.
"Mau makan dulu apa jalan jalan di mall dulu?"
"Jalan - jalan saja dulu, setelah itu kita makan malam ya," jawab Damar.
"Boleh, ayo kita ke lantai dua, kita lihat."
Setelah membeli kacamata hitam, juga beberapa stel baju lengan panjang dan celana kain, Damar kemudian menikmati makan malam di restoran cina.
Sambil makan seafood, Sabrina berkata,
"Mas Damar butuh uang berapa, dan untuk usaha apa..?"
"Gak Sabrina, hanya bercanda saja."
"Terimakasih Sabrina, aku punya uang."
"Aku tau, Mas Damar sekarang bisnis usaha buka cafe Ayu. Tiga kali aku makan minum di cafe mu. Aku juga tahu, mas Damar sedang membangun ruko di samping cafe."
Mendengar pengakuan Sabrina, Damar terkejut, namum Damar tetap tenang dan santai,
"Kok bisa tau kamu..?"
"Ya tau kebetulan saja," ujar Sabrina,
"Sebelum tanah itu kamu beli, orang ku sudah menawar tanah itu. Sayang sekali, orang suruhan ku itu bodoh dan melakukan kesalahan. Hingga tanah itu di beli oleh orang lain.
Setelah aku sendiri turun tangan, baru aku mengetahui, bahwa kamu lah pembelinya. Dan kamu juga membeli cafe Ayu itu juga.
Ternyata di balik penampilan yang sederhana, bahkan di bilang miskin, dirimu adalah seorang Milyuner.
Teman sekolah yang sering membuly mu anak duafa, anak miskin, ternyata mereka lah sesungguhnya yang miskin.
Aku sendiri kaget setelah mengetahui kenyataan diri mu seorang milyuner."
Setelah mengakhiri makan malamnya, Damar kemudian menyeruput kopi lalu menyulut rokok,
"Setelah tau aku seorang milyuner, apa yang kamu inginkan dari ku?"
"Gak ada yang aku inginkan Mas, karena aku merasa berkecukupan. Aku mempunyai 4 perusahaan besar dan memiliki uang Triliunan," jawab Sabrina,
"Aku hanya ingin berteman dengan mu dan bersenang - senang saja."
"Ya sudah kalau begitu. Sudah jam 9 malam, aku mau pamit dulu.
Kapan - kapan, kalau aku bener - bener butuh uang, aku akan menghubungi mu.
Terimakasih telah membelikan beberapa stel baju. Dan Terimakasih makan malam nya.
Selamat malam," ujar Damar kemudian berdiri lalu membalikkan badan dan pergi.
"Mas Damar, tunggu..!
Hemmmm..
Kacau makan malam hari ini.
Apa ucapan ku telah menyakiti perasaan nya," ujar Sabrina lirih.
*****
__ADS_1
Sambil menikmati sebatang rokok, Damar memacu motornya pelan - pelan menuju pinggiran kota.
Sambil berkendara, Damar berkata lirih,
"Walau dirimu putri dari seorang konglomerat, jangan pernah berharap kamu bisa membeli cinta ku.
Sabrina memang cantik dan anak konglomerat, tetapi aku tidak mencintai nya."
Jam 10 malam, Motor Damar masuk area parkir rumah sakit harapan.
Setelah itu Damar berjalan menuju ruang rawat inap vip dan mendapati Sarah tidur di bangku ruang tunggu.
Setelah meletakkan dua kantong plastik, Damar duduk di sebelah Sarah.
Terasa ada tubuh yang menempel di badannya, Sarah pun terbangun dan terkejut melihat Damar duduk di sampingnya.
"Kamu Mas, bikin kaget saja!"
"Bagaimana kondisi bapak mu?"
"Alhamdulillah dalam beberapa hari ini semakin membaik. Bapak sudah dapat berdiri dan berjalan walau pelan - pelan."
"Ibu mu mana, kok gak kelihatan?"
"Ibu istirahat di rumah Mas, besok jualan sayur di pasar Krempyeng. Yang menjaga bapak di kamar Juli adikku.
Mas...
Sarah minta maaf ya, atas sikap sarah yang tidak baik pada mu," ujar sarah kemudian memeluk Damar,
"Sarah juga berterimakasih atas pengobatan bapak ku. Dan terimakasih telah mengembalikan senyum dan kebahagiaan ibu ku."
"Sama - sama Sarah, justru aku yang berterimakasih. Karena, sebab bapak mu, aku bisa belajar berbuat baik pada sesama.
Ayo makan malam, kamu kan belum makan malam..?"
"Iya Mas, aku belum makan sedari siang tadi."
"Ayo, jangan lama - lama memeluk ku, nanti aku bisa jatuh cinta pada mu."
"Hehehehe.
Jatuh cinta pada ku juga gak apa - apa," ujar Sarah kemudian berdiri lalu mendekati pintu kamar rawat inap,
"Juli... Mbak mau keluar sebentar, mau beli makan."
"Iya Mbak, aku bungkus kan makan malam ya?"
"Iya.
Ayo Mas,"ajak Sarah kemudian mengandeng lengan Damar.
*****
Setelah makan malam di pinggir jalan, Damar dan Sarah kembali ke rumah sakit.
"Sarah... Kapan bapak di perbolehkan pulang?"
"Dua hari lagi Mas."
"Nanti kalau pulang, kamu telpon aku ya?"
"Aku gak punya HP mas."
"Di rumah ada HP oppo punya ku. Masih bagus, baru di pakai dua bulan. Besok aku suruh orang antar ke rumah sakit. Biar kamu pakai ya?"
"Iya Mas, terimakasih."
"Kalau begitu aku pulang dulu, Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Jam 11 malam, Damar memacu motornya agak kencang.
Setelah memasuki Desa Sani, Seperti biasanya Damar memarkir motornya di area makam, kemudian berjalan menuju mushollah, untuk melaksanakan solat isak dan solat sunnah malam.
Selesai berdoa, Damar menuju depan makam untuk ziarah.
Setelah membaca yasin dan tahlil, Damar melihat harimau putih itu keluar dari makam, lalu duduk di samping Damar.
"Assalamualaikum Gus..?"
"Waalaikumsalam."
"Bacaan Gus di surat yasin tadi ada yang salah."
"Iya kyai, memang aku tidak pintar baca qur'an. Aku belajar ngaji qur'an waktu kecil saja.
Makanya aku memakai yasin terjermah."
"Sekarang Gus Damar ambil al qur'an, dan belajar baca qur'an. Kyai ajari cara baca qur'an yang benar."
"Baiklah kyai. Tetapi jangan lama - lama."
__ADS_1