
"Sul..! Sepi amat di dalam mobil ini, coba kami bunyikan lagu house musik yang agak keras dikit," ujar Damar.
"Ok," sahut Samsul kemudian menyalahkan Youtube dari hp nya, lalu di sambungkan ke salon mobil.
Lain rasanya mas brow naik Fortuner sama naik Avanza."
"Mampir ke cafe Ayu ya!"
"Ok," sahut Samsul sambil menggoyangkan kepala nya."
*Grup WA 4 sekawan.
*Damar:
Sekarang makan malam dan Ngopi di cafe Ayu. Samsul yang traktir
*Aldy:
Siap meluncur sama Tiyas.
*Erik:
Otw bareng Sari.
Alamat?
*Damar:
Cek Lokasi
"Damar:
Inna ajak sekalian.
"Erik:
Ok, sudah di kontak sama Sari.
*****
Tingtung..!
WA pribadi Damar berbunyi.
*Shinta:
Damar... Besok tidak usah ke rumah sakit. Aku sudah pulang.
Mulai saat ini, jangan lagi berharap kehadiran ku.
Selamat berbahagia bersama kekasih baru mu.
Terimakasih.
Setelah membaca pesan chat Shinta, Damar mematikan HP nya.
Sambil menghisap rokok mill dalam -dalam... Damar berkata dalam hati,
"Aisah cemburu, sakit hati dan pergi meninggal kan aku.
Yaah dengan cara itu... Aisah dapat meringankan beban sakit hatinya.
Baru saja beberapa hari janji selalu bersama, tetapi aku di tinggal pergi.
Shinta juga begitu.
Dia telah tau aku menjalin hubungan dengan Aisah. Shinta cemburu, sakit hati dan pergi meninggal kan ku.
Semua memang salah ku. Aku harus sadar diri dan tau diri.
"Sudah parkir juragaaaan..!
Melamun saja," teriak Samsul,
"Ayooh turun."
"Iya iya...
Itu Aldy sama Tiyas dah datang.'
Setelah turun dari mobil, Damar dan Samsul berjalan menuju meja samping taman.
Tak lama kemudian sari berjalan bersama Inna dan Erik.
*****
"Selamat malam Mas Damar," sapa seorang pelayan.
"Malam juga Mas. Sebentar ya..?
Mau pesan apa kalian..?"
"Hemmm, aku gurami bakar sama kerang saus tiram," kata Sari.
"Bebek goreng, bebek goreng," teriak Samsul pelan.
"Hemmmm, beeeebek saja kamu itu Sul," teriak Sari,
"Sekali kali pesan steak daging domba."
"Hahahaha," Samsul terbahak - bahak.
"Aku pesan bebek bakar saja sama gurami bakar," kata Damar,
"Buatkan kopi luwak 4 ya...
Tolong kopi dan minumannya di dulu kan ya Mas."
"Iya Mas Damar."
Tak lama kemudian dua pelayan mengantar kopi luwak dan minuman lainnya.
"Mantaaaap kopi luwaknya," kata Erik setelah menyeruput nya.
"Damar, Aisah yayang mu mana, kok gak ikut," tanya Inna.
"Sudah kembali ke Mojokerto, besok masuk sekolah."
"Pantesan, sendirian."
"Gak ngajak yayang cadangan," sahut Sari.
"Siapa yayang cadangan nya," ujar Tiyas.
"Shinta," celetuk Inna.
"Shinta lagi sakit," jawab Damar.
"Makanya kamu sendirian," kata Erik.
"Permisi..." sapa dua orang pelayan cafe, sambil meletakkan pesanan.
*****
Malam yang dingin, sedingin hati istri yang di madu. Bintang - bintang bertaburan di langit gelap menambah indahnya gemerlap sinar cahaya.
__ADS_1
4 sekawan menikmati makan malam bersama kekasih hatinya.
Hanya Damar sendiri tanpa kekasih.
"Enak banget makanan di sini ya," celetuk Sari.
"Iya enak banget," timpal Tiyas.
Setelah makan... Damar menikmati secangkir kopi luwak dan kepulan asap rokok sambil bercanda dan ngobrol dengan teman - temannya.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 01 dini hari.
"Ayo kita balik, dah jam satu dini hari. Besok sekolah."
"Ok," sahut Samsul,
"Mas... Sudah, mana kasirnya?"
"Maaf, semua gratis, gak boleh bayar sama pemilik cafe Ayu."
"Oh, begitu, kalau gitu, bilangin terimakasih ya Mas, sama pemilik cafe Ayu," ujar Samsul yang belom tahu, kalau pemilik cafe ayu adalah Damar.
"Iya Mas."
"Selamat malam..."
"Malam juga."
*****
Sesampai desa Agung, Damar turun pinggir jalan. Sementara, mobil Fortuner milik Damar di bawa pulang oleh Samsul.
setelah berada di dalam kamar, Damar mengenakan sarung dan kaos, lalu berjalan ke dapur.
Melihat ibunya sedang wirid... Damar membuka kulkas, lalu membuat minum dingin es susu dancow coklat.
Kemudian Damar membawa es susu ke teras kamar.
Sambil menikmati kepulan asap rokok, Damar membuka Facebook nya yang masih kosong,
"Hemmm, banyak sekali anak SMA pancasila yang mengirimi pertemanan.
Ini Aisah mengirimi pertemanan beberapa hari yang lalu.
Lebih baik aku Add saja. Biar banyak temannya.
Coba iseng iseng nulis status, biar ada isinya.
*Salah ku*
Saat ini kita tak lagi bersama.
Dalam kesendirian yang terasa sepi ini
Ku raba rasa yang perlahan ; lahan mulai hilang
Sejenak paksakan diri tuk menggapai
Namun...
Tatapan kebencian melukai rindu ini.
Kusadari...
Memang tak layak aku mendapatkan cinta mu
Nb: Damar Ahmad.
#kolom komentar
Ita:
How are you.
*Damar:
Pagi juga
Faint
*Ita:
Sampai jumpa besok di sekolah
Selamat tidur
Damar:
👍
Samsul:
😴😴😴😴
Besok sekolah
Damar:
😆😆😆
Windi:
Tumben bikin status, jadi 😰😰😰
Damar:
😰😰😰😰
Setelah membalas beberapa komentar, Damar tertidur di sofa teras kamar.
***
"Mas Damar... Sudah jam 6, ayo bangun sekolah."
"Damar libur dulu ya buk, nanti bangunkan jam 9. Damar mau ngurus surat ijin bangunan."
"Iya Mas."
***
"Mas... Bangun, sudah jam 9 pagi."
"Iya Buk," jawab Damar kemudian bangun lalu mandi.
Setelah ganti baju, Damar menuju dapur.
"Mau kemana kok ganteng amat anak ibu ini?"
"Damar mau pamit ngurus surat IMB, surat ijin membangun Buk. Doakan bisnis Damar sukses ya."
"Iya Mas, ibu doakan.
Mas mau membangun apa?"
"Mau membangun ruko dan gudang juga kos kos san Buk."
"Makan dulu ya Mas..?"
__ADS_1
"Gak usah buk Damar berangkat dulu ya, sayang dulu Buk.
Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam...
Dari nada bicaranya... Damar anakku sedang sedih sekali. Sepertinya dia menahan kesedihan yang sangat dalam.
*****
"Selamat pagi pak Beny."
"Pagi juga Mas Damar. Gimana kelanjutan kasus dengan Pak Elsa..?"
"Alhamdulillah sudah clear Pak, kita menang.
Saya kemari ingin di dampingi mengurus surat ijin membangun ruko dan gudang."
"Baiklah Mas Damar, segera akan saya urus kan," ujar Pak Beny,
"Silahkan duduk. Saya hanya ingin melihat dan mencatat beberapa hal penting yang di butuhkan."
Tak lama kemudian Damar keluar dari kantor Notaris dan pengacara.
Dengan motor supra x yang butut, Damar menuju cafe miliknya.
Setelah memarkir motornya, Damar masuk ke dalam cafe.
"Selamat pagi Mas Damar.x
"Pagi juga.
Siapa karyawan yang paling lama?"
"Mas Wawan, koki cafe Ayu Mas Damar."
"Tolong panggil kan ya.
Dan suruh karyawan kumpul di sini."
"Baiklah Mas."
"Selamat pagi Mas Damar," sapa Wawan.
"Pagi juga, Mas Wawan.
Setelah semua karyawan berkumpul, Damar berkata,
"Mas Wawan... Kamu aku angkat menjadi manajer cafe Ayu. Karena aku sibuk sekolah dan tidak ada waktu ngurus cafe. Saya harap semua karyawan harus patuh dan menghormati Mas Wawan."
"Iya Mas Damar, terimakasih atas kepercayaan nya."
"Kedua...
Cafe harus buka jam 9 pagi, tutup jam 12 malam.
Kecuali malam minggu bebas tutup jam berapa saja.
Ketiga...
Gaji di naikkan dan tunjangan karyawan di naikkan sesuai pendapatan cafe per tiap bulan.
Ke empat...
Mulai sekarang... Cafe Ayu sistemnya keluarga. Jangan ada jarak antara sesama karyawan. Kita harus membantu kesusahan dan masalah karyawan.
Biar karyawan semangat kerja tanpa harus di perintah.
Kelima...
Ada cuti liburan 6 hari setiap tahun untuk satu karyawan beserta keluarga nya. Semua biaya liburan akan di tanggung oleh pihak cafe.
Atau rekreasi bersama semua karyawan. Nanti biar mas Wawan yang atur.
Ke enan...
Ada bonus bulanan juga bonus tahunan.
Ketujuh...
Mas Wawan.... Tolong buatkan mushollah untuk solat. Beserta kamar mandi juga tempat wudhu ya.
Biar karyawan solat dengan nyaman. Dan barangkali pengunjung cafe juga mau solat.
Mas Wawan... Cari wakil Manajer juga ya. Karena saya akan buka cabang 3 di kota Surabaya."
"Baiklah Mas Damar."
"Sekarang, kalian bisa kerja kembali," ujar Damar kemudian duduk di kursi samping taman.
"Mas Damar mau di buatkan kopi Luwak, atau sarapan..?"
"Belikan nasi pecel ya Mas, ikan tahu tempe sama peyek. Sama buatkan kopi luwak hitam.
Ini uang nasi pecel nya. Suruh pak satpam saja yang beli."
"Baiklah Mas Damar."
*****
"Ini Mas kopinya."
"Terimakasih Mas."
Sambil menikmati secangkir kopi luwak, Damar membaca berita informasi di grup facebook jual beli tanah dan rumah juga bangunan.
Damar juga mencari informasi harga saham di pasar bursa saham di Facebook Bisnis. Dan WA bisnis.
"Selamat pagi Mas Damar."
"Pagi juga Pak."
"Ini nasi pecel nya, ini kembaliannya."
"Terimakasih Pak, kembaliannya untuk bapak beli rokok ya."
"Terimakasih Mas Damar."
"Sama - sama Pak."
*****
Selesai makan, Damar menikmati secangkir kopi hitam sambil merokok.
"Mas... Tolong foto kan ya, sebentar."
"Siap Mas Damar."
Jepret jepret jepret!
"Sudah Mas."
"Makasih..."
"Habis foto enak nya iseng iseng bikin status lalu unggah fotonya," ujar Damar lirih.
*Menikmati pagi bersama kesendirian, berteman secangkir kopi Luwak dan kepulan asap rokok"
__ADS_1
Maklum JOMBLO 😑.
*Bersambung.