
Jam 9 malam, Fortuner milik Damar meluncur ke arah Desa Melati kota Sidoarjo.
"Mas Samsung, eh, Mas Samsul, berhenti di warung masakan Padang," ujar Damar.
"Siaaap Gus," jawab Samsul tak lama kemudian berhenti di warung masakan padang.
Setelah membeli 200 bungkus, Mobil Fortuner meluncur lagi.
"Buat apa Guss bungkus nasi padang 200 bungkus itu?"
"Yaah di bagi - bagi sama orang musafir dan orang - orang yang tirakat juga riyadhoh, yang ada di mesjid kyai Pamenang."
"Berapa harga sebungkus nya nasi padang ini?"
"20 ribu. Semua 4 juta. Tadi dapat rejeki cek dari Papa nya Ita."
"Hemmn, enak sekali nasib mu Guuuuss gus.
Kemarin tak kasih komisi 2 milyar. Tadi siang di kasih cek berapa sama Papa nya Ita?"
"Rahasia..."
"Hahahaha!
Pakai rahasia segala.
Alhamdulillah, sudah sampai. Ayo turun. Jangan lupa Gus, cari kan nomer togel yang siiip. Kalau bisa 4 angka!"
"Cangkem mu Sul, togel aja yang di pikirin.
Ini yang 50 bungkus, kamu bagikan sama para pedagang di sekitar sini. Yang tiga kantong plastik akan aku bawah ke masjid."
"Siaaaap," jawab Samsul.
*****
Setelah solat isak dan solat sunnah malam, jam 23:00 Damar baru keluar dari masjid, kemudian menuju makam kyai Pamenang.
Setelah duduk di bawah pohon kamboja, Damar pun mulai membaca yasin dan tahlil.
Selesai membaca Tahlil dan hendak berdoa, Damar melihat ki Rekso Jagad si Kumbang hitam keluar dari makam.
Setelah keliling area makam dan masjid, Ki Rekso Jagad duduk di samping Damar, tanpa uluksalam.
Selesai berdoa, Damar uluksalam,
"Assalamualaikum Ki Rekso."
"Waalaikumsalam Gus."
"Ki, mengapa Ki Rekso setelah keluar dari dalam makam, terus berkeliling memutari makam dan masjid?"
"Aku mendapat tugas dari kyai Pamenang, untuk membantu orang - orang yang ikhlas saat ziarah makam dan yang ikhlas solat sunnah malam di masjid."
"Maksudnya membantu bagaimana?"
"Membantu kesulitan dan masalah orang - orang yang ziarah di sini. Karena, orang tersebut bersandar pada Allah lewat keberkahan dan kewalian kyai Pamenang.
Jadi... Kyai pamenang merasa memiliki tanggung jawab pada orang - orang yang datang ziarah kemari."
"Mengapa kok pilih kasih..?
Hanya orang - orang yang ikhlas saja..?
Lalu... Bagaimana dengan orang - orang yang tidak ikhlas, entah karena terpaksa entah ingin usaha nya lancar kayak aku ini."
"Semua yang datang ziarah ke makam kyai Pamenang, ikhlas atau sebab terpaksa. Orang alim atau orang mursal, kyai atau bajingan. Semuanya pasti mendapatkan barokah. Tetapi barokah itu sifatnya umum.
Orang yang mendapatkan barokah yang sifatnya khusus, adalah orang yang ikhlas hatinya, orang yang istiqomah ziarah kesini, juga orang yang rendah hati yang sopan santun, baik kelakuannya maupun omongan nya ketika berada di area makam ini."
"Apakah itu berlaku hanya di makam kyai Pamenang saja..?"
"Tidak, berlaku di makam wali siapa saja.
Ingat - ingat itu Gus."
"Iya Ki, akan aku ingat ingat.
Berarti, aku kesini tidak ikhlas ya Ki, Ada maksudnya?"
"Iya Gus.
Tetapi... Kelebihan mu, tidak minta apa - apa saat ziarah di makam kyai Pamenang. Hanya minta barokah saja. Walaupun kamu membawa misi tertentu di hatimu. Misi mu adalah, kamu ingin bisnis mu lancar dan sukses
Bukan begitu Gus..?"
"Iya Ki, benar.
Kok bisa tau kamu Ki?"
"Aku bisa mengetahui hal yang goip walau tidak semuanya Gus.
Bukankah kamu kesini di suruh sama kyai Ndaru..?"
"Iya Ki."
"Kamu sedekah makanan tiap hari kan juga di suruh kyai Ndaru..?"
"Iya Ki, benar."
"Kamu membantu orang - orang susah, orang miskin dan orang - orang menderita itu kan juga di suruh kyai Ndaru."
"Iya Ki, benar."
"Perintah kyai Ndaru itu adalah jalan kesuksesan-mu. Jadi, jangan pernah kamu berhenti berbuat kebaikan pada sesama."
"Ki... Bolehkah aku minta no togel 4 angka," tanya Damar.
Tiba - tiba ki Rekso Jagad menempelkan cakarnya di paha Damar.
"Aduh aduh Aduuuuh, sakit Ki!"
"Kamu sudah kaya raya kok masih saja minta nomet togel.
Sudah punya cafe sudah punya PT, sudah punya mobil dan uang milyaran, masih saja minta nomer togel..!"
__ADS_1
"Lepasin dulu cakar mu Ki, sakit sekali," teriak Damar.
"Baiklah."
"Hemmm, main cakar saja kamu itu, emang gak sakit apa..?!
Nomer togel bukan untuk ku. Tetapi untuk teman ku yang sering membantu ku."
"Membantu bagaimana maksudnya?"
"Aku punya tiga sahabat. Dari kelas satu SMA hingga kelas tiga, aku sering di traktir makan, di ajak main, di kasih rokok di ajak ngopi, juga di kasih uang. Karena aku lah teman paling miskin.
Bahkan bayar sekolah pun pernah di bayari. Itu tiga tahun ki, gak sebentar.
Aku minta nomer togel itu, untuk teman - teman ku, aku ingin balas budi kebaikan teman - teman ku.
Bukan untuk aku."
"Alasan saja kamu itu Gus..!
Berkat barokah kyai Pamenang, kamu jadi pinter ngomong dan tidak punya takut.
Dengan ku saja kamu tidak takut minta nomer togel..!
Tetapi baiklah, aku beri. Tetapi jangan pernah minta nomer togel lagi..!"
"Iya Ki, sekali ini saja."
"Nomer nya 4257."
"Baiklah Ki, terimakasih.
Apa nomer ini pasti keluar Ki..?"
"Apa kamu ingin aku cakar lagi paha mu..!"
"Jangan Ki jangan, sakit tau.
Ya sudah aku mau nemuin teman ku di warung."
"Gus Damar, pergilah ke samping teras masjid sebelah kanan. Di situ ada orang duduk sendiri bersandar tiang. Orang nya memakai baju putih dan sarung merah.
Bantulah orang itu. Itu orang ikhlas, Dia sedang kesusahan."
"Baiklah Ki, kalau begitu aku pamit dulu.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
******
Setelah melihat orang setengah tua bersarung merah dan berbaju putih duduk sendiri, Damar mendekatinya, lalu uluksalam,
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
"Sendiri saja Pak, kok terlihat sedih?"
"Mikirin apa pak..?"
"Mikirin hutang di bank Mas. Besok jatuh tempo dan rumah saya akan di sita."
"Buat apa Bapak hutang uang di bank..?"
"Buat usaha percetakan Mas, tetapi baru berjalan beberapa bulan bangkrut akibat kebakaran.
Jadi, gak bisa bayar bank hingga 7 bulan."
"Berapa pak hutangnya di bank beserta bunganya.
Barangkali saya bisa bantu bapak."
"Banyak Mas, 400 juta."
"Baiklah Pak, akan saya bantu untuk melunasi hutang bapak.
Dengan bapak siapa ini..?"
"Pak Ridoh.
Mas ini siapa namanya?"
"Saya Damar pak.
Saya minta nomer rekening nya ya pak."
"Beneran mas Damar ini..?"
"Iya pak, beneran."
"Alhamdulillah ya Allah...
Barokahnya kyai Pamenang.
Alhamdulillah...
Ini Mas, nomer rekening saya."
"Bentar ya pak, saya lihat dulu HP nya
Atas nama Muhammad Ridoh. Bank Asia?"
"Iya Mas Damar."
"Sudah masuk ya pak, bapak cek di Mbanking.
Saya tambahi 50 juta pak, buat modal usaha.
Semoga berkah pak."
"Aamiin...
Semoga Allah membalas kebaikan Mas Damar berlipat - lipat."
__ADS_1
"Aamiin, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab pak Ridoh kemudian sujud syukur.
*****
"Sudah jam dua dini hari. Sul, Sul sepatu, bangun!"
"Hemmm.
Iya..!
Lama amat di makam, ngapain saja."
"Ayo pulang!"
"Iya. Jam berapa sekarang?"
"Jam dua."
*****
Sambil nyetir, Samsul menikmati sebatang rokok Marlboro sambil tersenyum.
"Ngapain kamu tersenyum sendiri," tanya Damar.
"Kode alam kode alam.
Dapat nomer berapa Gus..?"
"Hemmmm.
Enak sekali dirimu, tinggal minta.
Gak tau rasanya paha di cakar kukunya Macan kumbang ya..!
Aku yang sakit dirimu yang senang."
"Tenang Gus...
Nanti kalau dapat aku kasih komisi kayak kemarin. Kan lumayan dua milyar buat senang senang masa Sarah, hahahaha!"
"Sama Sarah..?
Sarah itu gadis baik - baik, gak pernah dugem, gak pernah narkoba gak pernah mabuk, dan gak pernah pacaran, juga gak boros kayak Inna pacar mu!"
"Berarti istimewa dong Sarah itu?"
"Iya istimewa.
Makanya aku rawat dia."
"Di rawat, emang ayam bangkok di rawat?
Dah sampai, Mobilnya besok aku kembali kan?"
"Terserah kamu.
Nomer togel nya Nanti aku WA grub."
"Ok."
Jam tiga dini hari, setelah masuk kamar, Damar langsung menuju dapur. Setelah mendapati ibunya wirid, Damar wudhu lalu solat tahajjud.
Setelah dzikir 1000x, Damar pun tidur di samping ibunya yang masih wirid.
*****
*SMA pancasila.
Seperti biasa, setelah bel istirahat sekolah, kantin selalu rame dengan canda tawa, juga siswa yang ribut antri pesan makan dan minum.
Damar dan tiga sahabatnya sedang asik menikmati makan bakso dan es kelapa muda di kantin utara.
"Barusan aku WA grup, no togelnya 4257," kata Damar sambil makan bakso,
"Kalian pasang yang banyak ya..!
Kalau dapat, uangnya buat usaha. Jangan lupa, niatnya sedekah!"
"Siaaaap," sahut Samsul,
"Kalau nomer ini benar - benar keluar, kita pasti kaya raya!"
"Baiklah Mar, akan aku pasang satu milyar," ujar Aldy.
"Aku juga pasang satu milyar,x sahut Erik.
"Terserah kalian pasang berapa. Ini nomer togel terakhir, yang ke 6 kalinya. Aku tidak akan memberi nomer togel lagi pada kalian."
"Iya Mar."
"Kalau kalian pasang satu milyar, kalau dapat, kalikan saja, 2.500.000 x 1 milyar, sama dengan 3 Triliun.
Karena ini jumlah uangnya besar... Kalian pasang di situs yang berbeda - beda. Di situs Naga 303 beli 300 juta, di situs Ramsa 01, pasang 300 juta.
Pokoknya jangan di satu situs. Takutnya gak ke bayar.
Saran ku, beli nomer nya di situs Singapura. Hongkong, Macaou Taiwan dan Amerika
Di negara ini, dapat 5 triliun pun di bayar."
"Siaap Gus," sahut Samsul.
"Ingat Sul, kalau dapat, jangan lupa komisinya untuk ku."
"Siaaaap Gus."
"Pasang satu milyar Sul, jangan takut. Kamu kan punya uang 200 milyar lebih.
Kalau gak dapat kan masih banyak uang mu."
"Siaaap Mar. Ini sejarah hidup ku. Sejarah pasang nomer togel terbanyak.
Gila kamu Mar, main togel level milyaran..!"
__ADS_1
*Bersambung.