
"Shinta minumlah air barokah ini satu sendok, biar badan mu cepat pulih kesehatannya," ujar Damar.
"Air apa ini Mas?"
"Ini air ajaib dari makam kyai Pamenang. Minum satu sendok saja ya, barangkali orang lain juga butuh."
"Iya Mas, lama - lama kamu bisa jadi paranormal loh hehehehe.
Sini aku minum airnya."
"Sudah jam 9 malam Shinta, aku mau pulang dulu ya?"
"Mas... Peluk dulu."
"Hemmm, manjanya."
"Aku ingin pulang saja Mas, besok sekolah.
Lagian aku gak sakit kok"
"Baiklah, aku akan bilang sama Papa Mama mu dulu."
Di depan pintu kamar, Damar berkata,
"Om, Tante... Shinta ingin pulang sekarang."
"Baiklah Mas Damar, akan tante urus administrasi nya."
"Tante... Ini surat perjanjian tadi, ambillah. Damar tidak tertarik memiliki saham secara gratis. Apalagi dengan cara melukai hati Om dan Tante.
Jika tante ingin Menjual saham itu... Damar bersedia membelinya."
"Baiklah Mas Damar, Tante berterimakasih sekali atas kebaikan mu."
*****
"Membeli saham PT Marvis 20%, emang murah apa. Orang miskin saja berlagak sok kaya pakai mau beli saham 1,6 T," gumam pak Darwin 0apa nya Shinta sambil berjalan
“Sudah lah Pa, nama nya juga anak - anak, khayalannya masih tinggi."
"Mas Damar...
Sudah beres administrasi nya, sekarang Shinta boleh pulang."
"Baiklah Tante."
"Ayo naik kursi roda, aku dorong."
"Iya Mas.
Mas, itu banyak amplop berisi uang. Kamu bawa saja, untuk ngopi dan beli rokok."
"Gak shinta, aku punya uang kok."
"Sudah, bawah saja, itu uang di kasih pegawai Papa dan pegawai Mama.
Juga di kasih partner bisnis Papa dan Mama. Juga di kasih saudara.
Lumayan loh Mas, banyak nominal nya, ratusan juta..!
Dulu waktu kamu menjenguk ku waktu sakit, kamu aku suruh bawah gak mau.
Tau gak jumlah uangnya berapa..?
1,2 milyar, bentuk cek dan uang tunai."
"Dah nyampai pintu keluar. Kamu bareng aku, apa bareng Papa Mama mu?"
"Bareng kamu saja lah."
"Ok, aku telpon dulu sopir ku."
Tak lama kemudian, mobil BMW berhenti di depan Damar berdiri. Lalu kang Mamat membuka pintu, silahkan Mas Damar
"Kang Mamat kok ada disini..?!" tanya ibu Heni.
"Kang Mamad adalah sopir baru saya Tante," jawab Damar kemudian menuntun Shinta masuk mobil.
Tak lama kemudian, mobil BMW meluncur pelan pelan.
*****
" Pa, lihat, Damar memakai mobil BMW keluaran terbaru. Di iklan yang Mama baca, harga BMW itu berbandrol 2,1 M.
Mobil Papa kalah bagus. Mobil Papa hanya seharga 1,2 M."
"Siapa tau itu mobil pinjaman. Namanya bajingan, pasti banyak akalnya," ujar pak Dawrin.
*****
"Bahagia rasanya bisa bersandar di bahu mu Mas. Sayang sekali, sekarang kita tidak punya hubungan spesial," gumam Shinta,
"Kita sekarang hanya sebatas teman.
Memang semua salah ku, terlalu egois dan cemburu. Juga salah Papa dan Mama, yang tak merestui dari awal."
__ADS_1
"Sudah Sampai Mas Damar," kata kang Mamat.
"Ayo Shinta turun, nempel terus kayak perangko."
"Iya iya.
Ini amplop untuk Mas," ujar Shinta sambil meletakkan di jok mobil.
"Om, Tante, Damar permisi dulu."
"Iya Mas Damar."
"Shinta balik dulu ya, dada."
"Iya Mas, sampai jumpa besok."
*****
Mobil BMW pun meluncur pelan - pelan.
Kang Mamat, kita langsung ke Desa melati Sidoarjo ya, ke makam kyai Pamenang."
"Siap Mas Damar.
Saya tau tempat makam itu."
"Apa kang Mamat pernah ziarah ke makam kyai Pamenang..?"
"Pernah Mas Damar. Kadang rombongan sama teman - teman satu RT."
"Rumah kang Mamat mana?"
"Daerah Sedati Mas Damar, jalan tembusan ke pergudangan gedangan."
"Wah gak tau itu di mana, hehehehe.
Kapan - kapan tak main kalau ada waktu."
"Silahkan Mas, dengan senang hati."
"Kang, tolong buka sedikit jendelanya, aku mau merokok. kang Mamat kalau ingin merokok, merokok saja, jangan sungkan sungkan."
"Iya Mas Damar."
Sambil merokok, Damar membuka situs judi online,
"Alhamdulillah... Barokah nya ki Rekso Jagad, aku mendapatkan hadiah undian nomer togel 15 Triliun," gumam Damar lirih,
"Coba aku cek nomer rekening ku. Apa 15 bandar togel membayar ku?
Aku ikut senang, tiga sahabatku kaya raya. Semoga berkah dan bahagia.
Kasihan mereka. Dari sejak kelas satu, selalu di hina oleh teman sekolah.
Shinta mengapa memaksa kasih amplop ini.
Ini kan uang besuk untuk Shinta.
Coba aku cek.
Manajer PT Marvis kosmetik, cek 10 juta
Direktur susu Inka 100 juta.
Ini uang ces 5 juta, 1 juta, 5 juta.
Hemmm, banyak sekali.
Begini ya, kalau anak pengusaha sakit, menjenguk saja kasih hadiah cek ratusan juta, minimal ces satu juta.
Lain dengan orang kampung yang miskin.
Menjenguk tetangga sakit, paling! paling bawa roti seharga 25 ribu plus aqua. Kadang kasih amplop uang itu juga urunan. Mentok jumlahnya nya 300 ribu."
"Sudah sampai Mas."
"Kang, ini ada uang 3 juta untuk beli susu sama pempres buat si kecil ya, sama buat saku sekolah anak - anak.
Yang ini tolong belikan Nasi goreng 50 bungkus dan Nasi campur 50 bungkus. Lalu beli sate 50 bungkus sama nasinya. Sekalian beli air aqua ya.
Nanti nasinya tolong di berikan ke orang yang ada di teras mesjid. Taruh saja kang, nanti sudah pada tau kok, bakal ambil sendiri."
"Iya Mas Damar, terimakasih banyak."
*****
Setelah solat isak dan solat sunnah malam, Damar duduk di teras Mesjid.
Hemmm ngantuk sekali mata ku ini.
Jam 12:15 Lebih baik tidur sebentar, habis ini Ziarah ke makam.
Waktu terus merambat, tak terasa sudah jam 01:30.
Melihat Damar tidur... Ki Rekso Jagad si macan kumbang mendekati Damar, lalu menempelkan cakar nya di paha Damar.
__ADS_1
Damar yang tertidur pulas terkejut lalu seketika bangun.
"Ki Rekso, bikin kaget saja!"
"Kalau tidur, di rumah saja. Di makam ini bukan tempat tidur, tetapi tempat orang tirakat."
"Iyaaa, sudah tau. Aku capek dan ngantuk sekali. Aku hanya ingin istirahat sebentar.
Mengapa ki Rekso Jagad ini selalu mendatangi ku, selalu menemani ku selama aku di sini.
Kok tidak orang lain gitu. Kan banyak orang ziarah di sini?"
"Karena kamu pemuda yang di senangi kyai Pamenang. Jadi, kalau kyai Pamenang senang pada seseorang, maka aku juga senang."
"Ki Rekso, apa kamu tau, siapa jodoh ku..?" tanya Damar iseng - iseng.
"Jodoh mu kelak, bernama Bilqis Elisa."
"Yang bener kamu Ki," sahut Damar
"Apa kamu mau aku cakar lagi..?
Tanya, di jawab tidak percaya. Lagian apa untung aku berbohong kepada mu?"
"Iya iya, percaya. Main cakar saja, emang gak sakit apa!
Bilqis Elisa.
Orang mana dia..?"
"Orang sidoarjo.
Pulanglah, istirahat. sudah jam dua sekarang.
Besok siang pergilah ke kota Gresik. Jangan pulang sebelum adzab magrib."
"Iya Ki.
Kalau begitu aku pulang dulu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
Mobil BMW meluncur pelan - pelan ke arah Surabaya.
"Kang, gak ngantuk..?"
"Tidak Mas, barusan bangun tidur."
"Apa kang Mamat bisa bangun pagi nanti?"
"Bisa Mas Damar."
"Kalau begitu, jam 6 pagi, Kang Mamat harus ada di rumah ya. Antar aku pergi sekolah, lalu kita ke kota Gresik."
"Baiklah Mas."
"Kita pakai mobil Fortuner saja.
Mobil BMW ini di bawa pulang saja. Kan motor kang Mamat ada di cafe."
"Baiklah Mas."
Sesampai di rumah, Damar mandi air hangat. Setelah itu Damar pergi ke dapur lalu solat tahajjud di samping ibu nya.
***
Jam 06 pagi, kang Mamat sedang memarkir kan mobil BMW di belakang rumah. Lalu menghidupkan mesin mobil Fortuner.
*****
*SMA Pancasila.
Setelah mengikuti beberapa pelajaran, denting bel istirahat terdengar.
Para siswa siswi berhamburan keluar kelas.
Begitu juga dengan Damar dan anggota 4 sekawan menikmati bakso daging sapi dan es kelapa muda.
"Mas Damar," sapa Shinta.
"Sini Shinta, duduk sini dengan ku. Jangan dekat dekat Samsul, takut rabies."
"Hahahaha!"
"Hemmm, yang balikan nih..! Mesrah amat," sahut Ita di depan pintu kantin.
"Ita sayang, sini," panggil Damar.
"Pakai sayang segala, bikin aku jatuh cinta saja.
Aku duduk sama Sul sepatu saja, mumpung Inna gak ada."
*Bersambung.
__ADS_1