Makam Keramat

Makam Keramat
Ziarah Bersama teman - teman


__ADS_3

"Kamu gak makan Mas," tanya Sarah.


"Barusan makan, tetapi aku temani kamu," jawab Damar.


"Hemmm...


Romantis banget kok ngaku teman," ujar Inna.


"In, kamu cantik kok mau jadi pacar Samsul," tanya Damar iseng.


"Ya mau lah, Samsul kan penyabar dan penyayang sama aku.


Jelek - jelek begini dia setia tau, gak kayak kamu suka selingkuh!"


"Hahahaha..!" Damar tertawa riang,


"Kamu mendapat berkah Sul punya pacar secantik Inna.


Inna yang kena musibah hahaha!"


"Gimana makan malam nya sama Sabrina," tanya Tiyas,


"Sabrina mau di jadiin pacar ke berapa nih?'


"Sabrina cuma teman saja."


"Damar, nih dapat salam dari Jessica, bidadari nya Hello kity. Kapan di ajak makan malam katanya?"


"Bilangin, besok sepulang sekolah aku ajak makan siang di mall Tunjungan Plaza."


"Lihat wajah cantik, langsung weeer sat set," ujar Inna,


"Emang Sarah kurang cantik?"


"Sudah jam 9 malam, aku mau ziarah ke makam wali. Kalau ikut gabung, Ayoo!"


"Masak ziarah pakai rok mini gini," ujar Inna.


"Tuh, pacar mu suruh beliin jubah dan kerudung di butik sebelum alun - alun Sidoarjo.


Sull, Inna beliin jubah sama kerudung."


"Siaaap!"


"Sari, Tiyas, ikut ya," ajak Inna.l,


"Sekali kali ziarah makam wali, jangan ke diskotik aja, biar beda gitu."


"Ok, mampir ke butik dulu, beli jilbab dan jubah, masak pakai celana pendek gini."


"Ok, ok, berangkat," ujar Samsul.


*****


"Loh, kok ganti mobil Fortuner semua.? Tumben gak bawah honda jazz."


"Iya kita bertiga beli Fortuner, biar sama kayak kamu."


Empat Mobil Fortuner warna putih meluncur ke arah kota Sidoarjo.

__ADS_1


Setelah membeli jubah dan kerudung juga sarung, rombongan Fortuner kembali meluncur ke makam kyai Pamenang yang tak seberapa jauh lagi.


Setelah memarkir mobil, Damar dan teman teman turun dari mobil.


"Sul, kamu imami tahlil ya," ujar Damar.


"Siaaap!"


"Mari kita ziarah dulu, setelah itu kita santai di warung kopi."


*****


Setelah ziarah, Damar dan teman - teman duduk santai di warkop yang tak jauh dari makam.


"Aku tinggal ke masjid solat isak dulu ya," ujar Damar kemudian pergi bersama Sarah,


"Kang..?"


"Iya Tuan."


"Beli nasi 150 bungkus ya, sama air aqua 150 botol tanggung.


Terserah nasi campur atau pecel ikan ayam.


Uangnya ada di dasbor mobil kang, di dalam amplop.


Biasa ya kang bagikan ke masjid."


"Baiklah Tuan."


*****


"Sari, Tiyas, ayoo lihat & lihat makam, tadi aku kurang puas liatnya, hanya dari depan saja," ajak Inna.


Tak lama kemudian, Sari, Tiyas dan Inna kembali duduk santai di atas keramik warung kopi lesehan.


"Baru kali ini seumur umur ziarah makam wali," ujar Inna.


"Aku juga," sahut Sari dan Tiyas,


"Ternyata enak juga ya, ziarah wali itu. Adem rasanya di hati dan pikiran."


"Adem lagi di dalam diskotik Dragon hahahaha," timpal Samsul.


"Hemmmm.


Kamu itu Mas, ngelawak saja," sahut inna.


"Sul, kamu kan sekampung sama Damar oblik.


Apa Damar itu sering kesini," tanya Sari.


"Gak tau, kalau bareng sama aku, empat kali kesini. Kalau dia sendirian, aku gak tau."


"Damar itu aneh orang nya, siwa paling miskin, tiba - tiba kaya raya. Murid paling nakal, tiba - tiba alim hahahah!" kata Inna,


"Tau tau punya mobil Fortuner. Tau tau punya cafe.


Gak pernah punya pacar, tiba - tiba sama Shinta dan Aisah, sekarang Sarah."

__ADS_1


"Paling pakai pesugihan," sahut Samsul.


"Gosip saja kamu itu Mas," ujar Inna,


"Kamu juga gitu, kayak Damar. Tiba - tiba punya honda jazz, tiba - tiba punya mobil Fortuner, tiba - tiba bikin kos kossan 500 kamar.


Dapat duit dari mana lu.


Pesugihan..?


Tiba - tiba, inna sayang, aku kasih modal buat usaha permata."


"Hahahaha!" Aldy terpingkal - pingkal,


"Kalau panggil sayang apalagi kasih modal usaha, pasti ada maunya, minta jatah hahahaha!"


"Hemmmnn.


Masalah jatah, jangan tanya, tanya dia tuh yang sering ngrasain!'


"Jatah apaan sih," sahut Sari.


"Kamu Sari, berlagak Bego, apa kamu gak kasih jatah sama Erik ha," ujar Inna.


"Jatah apaan, bercanda ajah lu In."


"Lah kamu, sepulang dari diskotik Top Ten, nginep hotel sama Erik..?


Emang aku gak tau apa..?"


"Hahahahaha!


Jangan kenceng - kenceng ngomong nya, kedengaran Tiyas. Dia bidadari Hello kity yang masih suci."


"Suci apanya," sahut Inna tertawa,


"Cewek SMA pancasila mana ada yang perawan, apalagi anggota Hello Kity, hehehehe."


"Ha, ngelawak aja lu In," ujar Tiyas.


"Shinta masih perawan walau dia anggota Hello kity," sahut Damar yang duduk di belakang Inna.


"Dapat jatah berapa kali lu Mar, sama Shinta," tanya Inna.


"Gak mau aku di kasih jatah. Entar kalau dah menikah, baru tak ambil jatahnya Hahahahaha!'


"Sok alim lu Mar."


"Sudah jam 12 malam, ayo pulang, besok sekolah," ajak Damar.


"Bentar, kita selvi selvi dulu buat kenang kenangan," ujar Sari.


Setelah selvi, Damar dan teman - teman nya pulang ke rumah masing - masing.


*****


Sesampai di rumah, Damar mengajak Sarah masuk kamar lewat pintu samping. Sementara kang Mamat langsung pulang dengan mengendarai mobil Fortuner.


"Sarah, ini baju tidur, kamu pakai. Pakai kipas boleh pakai ac juga boleh.

__ADS_1


Aku mau mandi dulu."


"Iya Mas."


__ADS_2