Makam Keramat

Makam Keramat
Tidur Bareng


__ADS_3

"Sudah jam setengah sembilan Mas, ini anak anak geng Hello kity pada rame di WA grup. Mereka sedang perjalanan menuju makam kyai Pamenang."


"Ayoo aku antar kamu kumpul - kumpul sama geng mu," kata Damar,


"Aku juga mau ke makam kyai Pamenang."


"Baiklah, nanti mampir ke butik ya, beli jubah dan jilbab juga mukena. Masak ziarah pakai rok mini gini."


"Di mobil banyak jubah dan jilbab. Lusa Sabrina juga Ita dan Jessica beli banyak lalu di tinggal di mobil."


"Beli saja Mas, biar aku punya sendiri. Itu kan punya teman - teman."


"Iya iya.


Repot sama anak - anak pengusaha kaya ini. Baju milik teman saja gak mau makai, padahal baru.


Cakno, Intan, ayoo jalan."


"Iya Tuan."


****


Tak lama kemudian mobil Fortuner melaju pelan - pelan keluar parkiran cafe Ayu satu menuju jalan raya.


"Intan...


Bagaimana tanah yang ada di jalan Ahmad yani..?"


"Tadi siang sudah beres semua bos."


"Besok senin kamu urus surat ijin membangun perkantoran Pt Podomoro Real Estate. Karena, Dimas besok senin sangat sibuk."


"Baiklah bos."


"Cakno, mampir ke butik baju muslim."


"Iya Tuan."


Setelah membeli beberapa stel baju muslim jubah juga mukena dan jilbab, mobil pun meluncur kembali.


*****


"Sudah sampai Tuan," kata Cakno Driver,


$Saya akan cari tempat parkir dulu Tuan, Ini parkirnya agak sulit. Area parkir penuh hinga ke badan jalan."


Setelah mendapatkan tempat parkir, Cakno driver keluar begitu juga Intan.


"Intan, biasa ya, beli nasi untuk di teras masjid."


"Siap Bos."


"Kamu ganti baju dulu, aku tunggu di luar mobil."


"Disini saja Mas, sebentar kok ganti jubah saja,* ujar Firda sambil mengambil baju baru,


"Ini bajumu, tadi aku belikan juga."


"Iya..."


Setelah ganti baju, Damar keluar mobil lalu berjalan menuju arah makam,


"Hemmm...


Area makam ini di penuhi oleh teman geng mu."


"Iya Mas, Sari ketua geng Hello kity ngajak nongkrong di area makam wali," jawab Firda,


"Katanya sekali - kali wisata religi."


"Baguslah.


Berarti acara dugem malam minggu libur ya?"


"Iya Mas."


"Damar, Firda," sapa Sari yang duduk bersama kelompok Hello kity.


"Aduuuuh... Firda, kamu cantik sekali pake jubah pink jilbab hitam," kata Jessica.


"Kamu juga cantik banget Jessica."


"Assalamualaikum," sapa Damar.


"Waalaikumsalam."


"Shinta," sapa Damar kemudian damar mencium pipi Shinta.


"Sama Firda kamu Mas."


"Iya, tadi ada perlu di rumah Firda. Lihat Mama nya sakit."


"Jessica," sapa Damar kemudian damar mencium pipi Jessi.


"Sini Mar, duduk sini," ajak Tedy teman sekelas damar.


"Tedy, kamu juga ikut..?"


"Iya, ngantar Wina."


Malam itu di teras warung langganan sangat rame oleh teman - teman Damar dan anggota Hello kity.


"Sari... Anak Hello kity ikut semua, kok tempat parkir penuh," tanya Damar.


"160 anggota, yang ikut kesini 130 an. Jadi ada 130 mobil di parkiran.


Kan kemarin aku dah bilang, muat gak tempat parkir nya?"


"Makanya mobil ku parkir di ujung jalan masuk.


Sudah jam 10 malam, ayo zirah dulu, habis ini kita santai makan - makan."


"Ok, siaap!


Selasa ujian biar dapat barokah nya Mbah wali Pamenang. Biar lulus," kata Sari.


"Samsul, kamu pimpin tahlil ya," ujar Damar.


"Kamu saja Mar, teman - teman kesini ini karena ada kamu. Kalau gak sebab kamu gak mungkin temen Hello kity kesini."


"Baiklah."


Jam 10 malam, Damar memimpin ziarah dengan membaca surat yasin dan tahlil.


Selesai ziarah, Damar mengajak teman temannya untuk solat isak di masjid.


Keberadaan teman - teman Damar yang begitu banyak, menjadi perhatian orang - orang yang berada di area makam. Bahkan membawa berkah bagi para pedagang.


Dalam beberapa minggu... Nama Damar sering jadi perbincangan di area makam oleh para pedagang juga oleh orang - orang yang menetap lama di area makam atau Musafir.


Karena... Damar di kenal Dermawan, setiap malam membeli nasi dalam jumlah banyak, dan di bagikan pada orang yang nginap di teras masjid.


Bahkan Damar sering memberi amplop berisi uang pada orang orang yang susah di area makam.


Selesai solat di mesjid, rombongan Damar kembali ke warung langganan, sambil menikmati makan malam reme - reme.


"Sabrina," panggil Damar.


"Iya bos Podomoro."


"Kamu terlihat cantik malam ini."


"Hehehehe


Rayuan klasik model kuno," sahut Jessica.


"Yaah gitu sukanya mas Damar," timpal Shinta,


"Semua cewek di bilang cantik."


"Eeeh Nona Shinta, duduk sini dekat aku," ajak Damar.


"Gak mau, aku duduk dekat Firda saja.


Firda... Jangan terlalu dekat sama mas Damar. Takut di gigit."


"Hehehehe.


Mantan mu itu, pemalu dan pendiam.

__ADS_1


Tetapi kalau berdua, agak nakal," kata Firda santai sambil makan nasi sate.


"Hehehehe.


Baru tau ya," sahut Shinta.


"Tadi kan satu mobil sama aku, duduk saja di suruh mepet," ujar Firda.


"Berarti sama dong," sahut Sabrina,


"Hehehehe.


Sabrina, duduk mepet sini hehehehe."


"Mulai, mulai, ngegosip," kata Damar.


"Besok, hari minggu, pasti ganti cewek lagi," sahut Inna.


"Ya biarin saja, kan Damar ini jomblo, gonta ganti cewek juga gak apa - apa," ujar Tiyas,


"Barangkali lagi cari yang cocok.


Iya gak bos Marvis?"


"Tumben kamu baik bela aku, biasanya juga jadi musuh."


"Hehehehe."


"Sudah jam 12, aku mau balik dulu," kata Damar.


"Kita juga balik Mar, kita balik bareng," jawab Sari kemudian mengajak anggota Hello kity pulang.


Tak lama kemudian, satu persatu mobil honda jazz keluar parkiran menuju jalan raya.


Ketika masuk kota surabaya, Damar bertanya,


"Firda... Aku antar kamu pulang ya, setelah itu aku juga pulang istirahat."


"Kamu balik lagi ke arah sidoarjo?"


"Gak, aku mau pulang ke rumah ku sendiri. Tidak pulang ke rumah ibu di waru."


"Kalau begitu, aku nginep saja di rumah mu ya, boleh gak?"


"Gak di cari Papa Mama mu?"


"Semenjak kelas tiga SMA, aku di beri kebebasan sama orang tua ku. Jadi, gak pulang gak apa - apa, asal kasih kabar telpon atau WA."


"Ya sudah, nanti temani aku tidur," goda Damar,


"Langsung ke Elizabet Cakno."


"Iya Tuan."


"Hemmm.


Kalau hamil gimana..?


Aku gak pernah tidur sama cowok, aku juga gak pernah punya pacar."


"Tidur juga gak ngapa ngapain, mana mungkin hamil..?"


"Gak mungkin lah gak ngapa ngapain. Lelaki dan perempuan tidur sekamar kok gak ngapa ngapain, gak mungkin lah. Apalagi perempuan itu cantik dan ****. Kecuali lelaki itu gak normal."


"Kenapa gak cari pacar..?"


Kan muda bagimu. Selain cantik, kehidupan mu juga sangat mapan."


"Belum menemukan cowok yang cocok. Lagian aku gak ingin pacaran.


Dulu, waktu kelas satu SMA, Papa Mama ku pernah bilang, aku mau di jodoh kan dengan anaknya konglomerat temannya bisnis Papa."


"Lah, itu, sudah ada calonnya. Enak gak usah cari pacar."


"Iya sih. Sudah dua kali lebaran aku ketemu sama dia jodoh ku. Sempat ngobrol - ngobrol.


Tetapi... Aku kurang suka.


Bicaranya terlalu sombong dan sok ngatur. Belum juga jadi istrinya sudah ngatur aku.


Di suruh harus gini gitu. Terlalu egois, susah sendiri diriku nanti jika jadi istrinya."


Tak lama kemudian mobil memasuki halaman rumah mewah.


Bawa saja mobilnya, nanti taruh cafe seperti biasanya.


Besok minggu libur apa masuk Cakno?"


"Terserah Tuan saja."


"Baiklah, besok aku hubungi kalau masuk kerja."


"Iya Tuan."


"Firda, ayoo masuk," ajak Damar kemudian menuju pintu lalu masuk ke kamar utama.


Setelah menyalahkan Ac, Damar langsung merebahkan badannya.


"Mas, gak sikat gigi dulu, gak ganti baju tidur..? Kok langsung tidur!"


"Ngantuk aku Fir, capek juga badan ku.


Itu ada baju tidur cewek di lemari, kalau kamu mau ganti."


"Iya Mas," jawab Firda kemudian ganti baju,


"Hemmm...


Gimana ya rasanya tidur sama cowok ini, aku belum pernah melakukan nya. Jadi canggung rasanya.


Apa mas Damar ini sudah biasa ya, tidur bareng sama Shinta dan Jessica juga cewek geng Hello kity..?"


Setelah ganti baju, Firda duduk di sofa sambil nyetel televisi Wi-Fi.


"Firda..."


"Iya Mas."


"Sini..."


"Iya Mas," jawab Firda kemudian duduk di tepi spring bet.


"Jangan tidur di sofa," kata Damar sambil memegang tangan Firda lalu menariknya untuk naik ke atas ranjang,


"Tidur sebelah ku sini. Kalau malu, ini tutupi betcoper, dan agak jauhan sedikit."


"Iya Mas," jawab Firda kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selimut betcoper yang tebal dan agak menjauh dari tubuh Damar.


Selang satu jam, Damar tertidur lelap, sementara Firda tidak bisa memejamkan matanya.


Sambil duduk di samping Damar, Firda melihat wajah Damar yang lumayan ganteng.


"Ternyata benar juga kata Damar. Tidur juga gak di apa apain. Tak kira aku mau di paksa di ajak berhubungan badan. Sampai kepikiran gak bisa tidur, bagaimana kalau aku di perkosa..?


Ternyata tidak, malah cuek tidur sendiri. Aku nya saja yang bodoh, tidak mempunyai pengalaman dalam hubungan asmara.


Lebih baik aku tidur, ngantuk banget."


Baru saja memejamkan mata... Firda mendengar suara burung derkuku mendekur berulang ulang dari atas pohon yang terletak di taman depan kamar utama.


"Mas... Mas Damar..?


Mas..!"


"Iya Firda, ada apa..?"


"Takut Mas, ada suara burung aneh di atas pohon taman kamar mu. Jadi gak bisa tidur."


"Mendekat sini," kata Damar,


"Peluk aku, itu burung setan penunggu rumah ini."


"Iya Mas, jangan nakut - nakuti, aku ini agak penakut," kata Firda kemudian mendekat.


***


Alaram jam Hp Damar berdering keras di atas meja kamar, tanda jam tiga dini hari.


Setelah bangun, Damar mematikan Alaram. Kemudian mandi air hangat.

__ADS_1


Selesai mandi dan ganti baju, Damar melaksanakan solat tahajjud di pasolatan dekat taman teras belakang rumah.


Selesai solat dan Dzikir 1000x, Damar masuk kamar mengambil laptop yang ada di dalam tas. Lalu duduk di teras kamar sambil menghadap laptop yang nyala.


"Mas...


Mas Damar," panggil Firda.


"Iya Firda..."


"Hemm, aku raba - raba kok gak ada, ternyata di teras."


"Tidur sana, gak usah takut, burungnya juga sudah pergi. masih ngantuk gitu."


"Iya," jawab Firda kemudian merebahkan diri di sofa dekat Damar,


"Kamu ngapain sih, tengah malam gini buka laptop. Kan besok masih ada waktu?"


"Lihat video proyek Kontruksi. Sama belajar ilmu manajemen bisnis."


"Ya gini kalau jadi orang pebisnis, gak kenal waktu kalau kerja.


Mau tak bikinin kopi..?"


"Gak takut ke dapur?"


"Gak lah, kan lampunya nyala terang, lagian suara burung itu sudah gak ada," kata Firda kemudian keluar kamar menuju Dapur.


Tak lama kemudian,


"Ini mas kopinya, aku juga bikin kopi capocino."


"Makasih," kata Damar kemudian menyeruput pelan - pelan,


"Kamu gak tidur, gak ngantuk?"


"Gak kamu keloni gitu gak bisa tidur."


"Tadi takut waktu tidur dengan ku, sekarang minta di keloni?"


"Iya, tadinya takut. Ternyata enak juga tidur memeluk mu, ada hangat - hangatnya."


"Hahahahaha!


Dosa ngelonin anak gadis orang, bukan istrinya.


Kalau ibu ku tau aku tidur sama kamu... Subuh - subuh pasti di omelin aku, kayak burung jalak suara ibu ku."


"Yaah nikahi saja aku kalau sudah lulus sekolah, biar gak dosa," kata Firda.


"Aku sudah di jodoh kan sama ibu ku. Di jodoh kan sama anaknya sahabat ibu ku.


Apa kamu mau jadi Istri simpanan hahahaha!"


"Hemmm.


Istri simpanan, kamu yang enak!"


"Kamu tidur sofa sini saja gak apa - apa, aku disini kok."


"Iya Mas, masih ngantuk aku."


Tingtung!


Hp Damar berdenting tanda ada pesan WA masuk,


*Bilqis... Kok gak tidur jam segini?


*Bilqis:


Kok gak tidur mas Damar


*Damar:


Ini lagi lihat iklan jual beli tanah di grup facebook.


*Bilqis:


Makanya facebook nya aktif lalu aku WA kamu.


*Damar:


Kok bisa tau no ku?


*Bilqis:


Tadi sore minta Dodik adikku.


*Damar:


Kamu kok belum tidur


*Bilqis:


Habis solat tahajjud, ini nunggu subuh sambil belajar belajar teori ilmu matematika


*Damar:


Emang suka pelajaran matematika¿


*Bilqis:


Iya, Alhamdulillah pernah juara satu antar sekolah sekabupaten sidoarjo.


*Damar:


Apa kamu sering solat Tahajjud?


*Bilqis:


Alhamdulillah, sejak sekolah kelas satu SMA aku usahakan istiqomah solat malam.


Karena guru ngaji ku yang menyuruh.


Katanya biar bisa dekat sama Allah dan bisa hidup mulia dunia akhirat.


*Damar:


Siapa guru mu¿


*Bilqis:


Kyai Ahmad Mustofa.Tapi sudah enam bulan beliau wafat.


*Damar:


Mana rumah kyai Mustofa itu


*Bilqis:


Di desa Sumorejo sini mas, dekat gubukku.


*Damar:


Bisa minta fotonya?


*Bilqis:


Besok ya mas, aku tak minta ke teman ngajiku. Teman - teman yang punya hp yang punya fotonya. Aku kan baru dua hari punya Hp.


*Damar:


Iya Bilqis.


Apa kamu pernah ziarah ke makam kyai Pamenang?


*Bilqis:


Pernah, beberapa kali rombongan dengan kyai Mustofa. Kan dekat dari desa ku ini.


Mas, nanti siang mancing ya, aku ada perlu sebentar sama kamu.


*Damar:


Iya, agak siang siangan dikit,


Sudah aku mau solat subuh.


Assalamualaikum

__ADS_1


*Bilqis:


Waalaikum salam.


__ADS_2