Makam Keramat

Makam Keramat
Damar sembuh


__ADS_3

"Selamat Malam Non Ita," sapa Asisten Ermi.


"Malam juga Mas Ermi.


Gimana Pa, kata gus Farid," tanya Ita.


"Damar gak apa - apa, besok sembuh katanya."


"Besok Mas Damar masuk hari ke 7 tak sadarkan diri," kata Ita.


"Apakah ibu nya Mas Damar ada disini," tanya ibu Maya.


"Ada Ma, itu di dalam lagi tidur istirahat, bareng Damar."


"Gak apa - apa, tanya saja.


Ya sudah, Mama dan Papa mau pulang dulu. Besok pagi Papa dan Mama mau ke vietnam, ada peresmian cabang perusahaan baru."


"Perusahaan siapa lagi," ujar Ita.


"Ya perusahaan keluarga kita lah.


Kamu gak pulang apa..? Besok kan sekolah."


"Ita tidur sini sama Samsul sama teman - teman sekolah lainnya."


"Ita..! Sini bentar."


"Apa sih Pa, pakai mepet - mepet segala."


"Apakah kamu senang sama Damar," tanya Pak Jhoni.


"Hehehehe Papa ini bisa saja. Aku hanya ingin berteman dan berbuat baik sama Damar Pa, gak lebih dari itu.


Karena hampir tiga tahun, Ita selalu membuly Damar dan 3 temannya."


"Gitu ya...


Kalau kamu senang sama Damar, dan Damar juga senang sama kamu, Papa dan Mama dukung 100%."


"Aaah..! Pasti Papa Mama pasti dapat omongan dari Gus Farid, tentang Damar, Iya kan..!"


"Ya sudah, Mama balik dulu."


*****


Jam dua malam, setelah wudhu di kamar mandi, ibu Farida melaksanakan solat tobat solat hajat dan solat tahajjud di samping Damar yang masih terbaring.


Selesai berdzikir, ibu Farida memanggil gurunya yang sudah wafat,


"Kyai Mustajab...


Kyai Mustajab..."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam kyai.


Kyai...


Berapa lama Damar anak saya terbaring begini..?"


"Damar anak mu baik - baik saja. Dia sedang mengalami fase proses yang rumit akibat doa mu.


Taruh lah dompet Damar di bawah bantalnya.


Nanti pagi atau nanti siang, Damar akan siuman dan sembuh dengan sendirinya.


Assalamualaikum."


"Baiklah

__ADS_1


Waalaikumsalam."


*****


"Sudah jam 3 dini hari. Lebih baik aku pulang dulu untuk menengok suami dan anak - anak di rumah," kata Ibu Farida dalam hati.


Setelah keluar kamar, ibu Farida membangunkan Samsul,


"Samsul... Samsul."


"Iya Bu lek, ada apa?"


"Antar kan ibu pulang ya."


"Iya Bu lek."


Sesampai di rumah, ibu Farida berkata,


"Sul... Ingat pesan ibu baik - baik ya. Taruh dompet ini di bawah bantalnya Damar.


Dan ini HP nya Damar juga cas nya.


Ibu tidak ikut ke rumah sakit, karena ibu harus merawat bapaknya Damar dan adik - adiknya."


"Baiklah Bu lek, ada Erik dan Aldy yang menjaga Damar. Bu lek tenang saja.


Kalau begitu Samsul jalan dulu."


"Iya Sul, hati - hati."


Samsul memacu mobil Fortuner dengan kencang. Setelah memarkir mobilnya, Samsul langsung menuju kamar Damar, dan meletakkan dompet di bawah bantal Damar tidur.


*****


Adzan subuh menggema.


Teman dan sahabat Damar masih tertidur nyenyak. Sementara... Dari dompet Damar mengeluarkan cahaya terang, dan cahaya itu menyelimuti tumbuh Damar. Walau dokter keluar masuk berkali - kali, tidak bisa melihat sinar cahaya yang membalut tubuh Damar.


Dokter yang kala itu sedang memeriksa sangat terkejut dengan perkembangan kesehatan Damar.


Tak lama kemudian, Damar duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat beberapa dokter yang berdiri di hadapannya.


"Dokter Lii, apa yang anda katakan dua hari yang lalu benar adanya.


Pasien ini sembuh dengan sendirinya."


"Suster... Lepaskan infusnya, beri dia minum susu, kemudian beri makan bubur dua sendok."


"Baiklah dokter Lii."


Setelah makan bubur dan minum susu Damar pun merebahkan badannya lagi. Untuk menunggu petunjuk dokter.


Jam 12 siang, setelah banyak minum air dan makan bubur sari daging dari dapur rumah sakit, Damar di nyatakan sembuh. Dan di perbolehkan untuk pulang istirahat di rumah.


Sementara, Samsul pergi ke bagian adminitrasi untuk membayar biaya pengobatan. Karena sudah ada yang melunasi, maka Samsul kembali ke kamar Damar.


"Habis berapa Sul biaya pengobatan nya," tanya Damar,


"Sewa kamarnya 14 juta selama 7 hari. Biaya pengobatan 124 juta. total semau 138 juta. Ini HP mu.


Banyak juga uang mu di Bank Asia, 410 milyar."


"Tau saja kamu itu," ujar Damar.


"Ya taulah, kan barusan bayar rumah sakit, pakai Mbanking kamu."


"Itu Dapat hadiah undian togel kemarin waktu di rumah sakit internasional dan di kasih Mama nya Shinta.


"Saya WA temen - temen, biar gak kesini. Tak bilangin kamu dah pulang."


"Emang anak - anak pada kemari?"

__ADS_1


"Iya, Ita saja ampe nginep, Sari dan Inna juga nginep sini.


Yang aku heran, Ita itu kok sayang banget sama kamu?"


"Biasa... Efek wajah ganteng ya gini!"


"Hahahaha..!"


***


"Mas Damar," panggil Dokter


"Iya Dokter."


"Pulang nya, kalau bisa nanti sore saja ya, menunggu tenaga mas Damar pulih 70%."


"Iya Dokter."


Setelah Dokter pergi, Samsul berkata,


"Kamu itu sebenarnya sakit apa sih Mar..?!"


"Sebenarnya aku gak sakit apa - apa, perasaan ku aku hanya tidur semalam saja, seperti biasanya.


Tetapi... Dokter bilang aku koma selama 7 hari. Bahkan tadi kamu bilang gak sadarkan diri selama seminggu."


"Kok aneh ya," ujar Samsul lalu menyulut rokok Marlboro Black,


"Lalu... Apa yang kamu rasakan dalam tidur kalau begitu. Barang kali mimpi panjang kayak sinetron drama korea."


"Aku hanya bermimpi bermain, jalan - jalan sama Harimau putih penjaga makam kyai Ali Wafa.


Tetapi anehnya dalam mimpi itu... Harimau putih itu kadang berubah wujud menjadi manusia seperti seorang kyai.


Itu saja mimpiku."


"Mimpi di ajak jalan - jalan ke mana kamu Mar?"


"Lupa kemana saja, yang aku ingat di ajak jalan - jalan di tengah laut, kadang terbang ke langit."


"Selamat siang Mas Damar..."


"Eh pak Beni Abraham, siang juga pak, silahkan masuk."


"Tadi saya ke rumah Mas Damar, tetapi ibu Mas Damar bilang kamu sakit, dan di rawat di rumah sakit Harapan. Jadi ya aku kemari saja.


Oh iya Mas Damar, ini surat ijin membangun dan surat ijin usaha. Kemarin baru selesai."


"Iya Pak Beni, terimakasih.


Kekurangan pembayaran jasa yang telah kita sepakati, akan saya transfer via Mbanking ya pak.


Bapak WA saja no rekening nya."


"Baiklah Mas Damar, kalau begitu saya permisi dulu. Habis ini, di jalan saya WA ya.


Dan terimakasih telah mempercayai kami sebagai patner."


"Siap pak Beni, sama - sama, saya juga berterimakasih."


"Selamat siang."


"Selamat siang kembali," jawab Damar kemudian membaca surat IMB dan surat usaha.


"Kamu ngurus surat ijin membangun dan usaha, emang kamu mau bagun apa dan usaha apa si Mar?"


"Mau bangun ruko dan gudang juga kos - kossan.


Sudah jam 3 sore Sul, ayoo pulang. Aku gak sakit apa - apa kok."


"Baiklah."

__ADS_1


*Bersambung.


__ADS_2