
"Sudah jam tiga malam kok belum tidur mas?" tanya Bilqis kemudian duduk di samping Damar.
"Ini lihat kiriman video dari pengacara ku.
Kamu tidur sana sama Sarah, biar seger badannya. Besok siang kan luar kota."
"Iya Mas."
****
"Beny Abraham :
PT Nirmala dan PT indo plastik sudah kami kuasai. Ini video sebagai bukti.
Saya menempatkan beberapa preman bayaran untuk menjaga perusahaan hingga waktu aman.
Dan rumah milik pak Dirman sudah kami kuasai di jam 9 malam tadi.
Pak Dirman sekeluarga telah pergi kami usir tanpa membawa apapun dari rumah kediaman."
"Iya Pak.
Tolong di pastikan hingga kondusif.
Besok senin, tolong sertifikat rumah di balik nama atas nama Bilqis Elisa.
Dan tolong di cek surat surat kepemilikan dua perusahaan itu ya pak.
Kalau atas nama pak Dirman, sekalian di balik nama atas nama Bilqis Elisa.
Juga semua mobil dan motor di rumah di balik nama Bilqis Elisa."
***
"Alhamdulillah...
Penjahat juga penipu itu telah pergi keluar dari rumah keluarga Bilqis.
Dulu kamu buat keluarga Bilqis hidup sengsara menderita, hingga tinggal di rumah gubuk bantaran sungai Sumorejo.
Sekarang giliran mu Dirman, yang hidup sengsara menderita. Semua aset perusahaan dan rumah mu sudah aku kuasai, dan akan aku kembali kan pada keluarga nya Bilqis.
Uang mu sebesar dua triliun di bank besok akan menjadi milikku. Uang mu hasil menipu keluar bilqis, akan aku kembali kan juga pada keluarga bilqis, tapi sebagian akan aku bagikan pada orang orang fakir miskin.
Sementara aku atas namakan Bilqis dulu. Biar tidak ada perselisihan rebutan warisan dengan Dewi kakak nya.
Karena... Menurut cerita Bilqis, Dewi sangat nakal dan serakah. Tidak mau tau kesusahan orang tua juga adik - adiknya. Tidak pernah menjenguk orang tuanya.
Kalau aku atas namakan pak Anjar Papa nya, jelas Dewi akan menggugat di pengadilan. Minta jatah warisan."
Adzan subuh terdengar berkumandang, Damar pun membangunkan Sarah dan Bilqis untuk menunaikan solat subuh berjamaah.
****
Jam 9 pagi di kamar utama.
"Kak, Kak... Bangun. Katanya jam 10 berangkat ke villa Batu.
Bilqis... Ayo bangun."
"Iya...
Masih ngantuk," jawab Damar.
"Sudah jam 9 lebih.
Enak ya kak, habis solat subuh tidur bertiga, sampai malas bangun."
"Lama - lama kamu cerewet juga kayak ibu ku," ujar Damar kemudian bangun.
*****
Jam 10 pagi, setelah siap - siap dan sarapan bersama, Damar dan sahabat sahabat nya juga intan Asisten pergi meninggalkan perumahan Elizabet.
Setelah berada di kota sidoarjo, Mobil Damar berhenti di depan SMA Buana sekolah nya Bilqis.
"Bilqis, suruh Fuji bareng Aldy dan Yuli bareng sama Erik," kata Damar
"Iya Mas, jawab Bilqis kemudian turun dari mobil.
"Fuji, Yuli..!" sapa Bilqis kemudian saling berpelukan dan saling cium pipi,
"Dah lama nunggu nya?"
"Barusan paling lima menitan."
"Fuji, kamu ikut mobil yang nomer dua ya, bareng sama Aldy. Yuli kamu bareng sama Erik, mobil nomer tiga.
Jangan lupa kenalan dan ngobrol yang mesra."
"Iya..."
Ke empat mobil Fortuner kembali melanjutkan perjalanan menuju arah kota wisata Batu Malang.
Setelah melakukan perjalanan dua jam...
Seorang satpam membukakan pintu gerbang sambil menyapa.
Kemudian keempat mobil fortuner memasuki halaman parkir villa di daerah Batu Malang.
"Bagus banget kak pemandangan nya," ujar Sarah kemudian turun.
"Baguslah, harganya saja mahal, baru lagi," sahut Damar.
"Villa Abadi," ujar Bilqis sambil membaca papan tulisan di depan villa.
"Selamat siang Tuan Damar dan semuanya," sapa pak Hadi.
"Siang juga pak Hadi."
"Silahkan masuk Tuan. Saya dan Istri saya hendak pulang.
Kalau tuan butuh sesuatu, tuan telpon saja."
"Baiklah pak Hadi," jawab Damar kemudian masuk ke dalam villa,
"Loh loh, langsung renang kalian.
Bilqis, kamu gak ikut renang sama Sarah dan lainnya?"
"Gak Mas, aku mau solat dulu, sudah duhur.
Kamu gak solat dulu?"
"Iya, ayok aku imami."
"Baiklah."
****
Setelah puas renang... Damar dan sahabat sahabatnya menikmati makan siang yang sudah di sediakan oleh istri pak Hadi penjaga villa.
"Aldy, kamu gak keluar habis ini..?"
__ADS_1
"Iya, mau ke mall sebentar, beliin baju untuk Fuji."
"Aku titip bir bintang ya, sama vodca, buat hangat - hangat. Dingin hawanya."
"Iya Mar."
"Kamu gak keluar Rik..?"
"Iya, bareng mobil nya Aldy."
"Aku ingatkan, kalau tidur jangan berhubungan badan sebelum kalian resmi menjadi suami istri," ujar Damar sambil makan,
"Kasihan masa depannya Fuji dan Yuli kalau sudah kalian gauli.
Karena, kalian masih tahap saling mengenal. Belum tentu kalian akan menjadi suami istri.
Kalau laki - laki nya sih enak saja. Kalau perempuan, sangat rugi banget. Enaknya sebentar, sakit hati dan penyesalan bisa puluhan tahun."
"Iya Mar, terimakasih di ingatkan," jawab Erik.
"Ubah lah gaya hidup kalian. Di kurangi senang - senang di hiburan malam. Jangan boros - boros.
Punya uang banyak, kalian pakai usaha. Usaha kecil - kecilan dari nol kayak aku.
Kalian sudah lulus sekolah, sebentar lagi kuliah.
Jangan lupa solat lima waktu walau bolong bolong. Jangan lupa solat malam dan wirid.
Aku sendiri juga masih belajar menjadi orang baik dan belajar ibadah.
Jangan kita punya uang banyak, lalu lupa sama Tuhan yang memberi kita rejeki, jangan lupa asal usul. Asal usul kita dari keluarga miskin dan susah, jadi... Kalian harus berbuat baik pada orang miskin dan orang susah. Bersedekah lah, berbagi pada sesama.
Kalau kalian suka berbagi dan sedekah, kalian akan maka kalian akan banyak rejekinya.
Jangan lupa sering - sering berkunjung ziarah ke makam wali - wali, biar mendapatkan berkah hidup.
Aku bisa punya uang banyak dan bisa usaha, salah satunya dari berkah ziarah kubur makam para wali, dan sedekah."
"Iya Mar, benar yang kamu katakan," sahut Samsul,
"Aku gak nyangka, dulu kamu tidak pernah solat, tidak pernah ziarah. Setiap hari mabuk, mencuri dan judi online, buat makan merokok susah, jarang punya uang.
Setelah kamu ziarah di makam, kehidupan mu berubah drastis.
Karena aku saksi hidup.
Kami bertiga bisa naik mobil Fortuner, punya banyak uang, juga karena kamu."
"Tuan Damar...
Ada telfon dari direktur Angga," ujar Intan sambil menyodorkan Hp.
"Erik, Aldy, ya sudah kalau mau jalan - jalan."
"Ok bos."
"Mas, aku kepengen makan mangga dan apel," kata Inna yang hamil satu bulan.
"Iya beli, ayo aku antar," ajak Samsul.
*****
"Iya Mas Angga..?"
"Untuk proyek pabrik kaca mulai senin di mulai tuan. Karena proyek ini bersamaan di lima tempat berbeda, PT Podomoro kontraktor membutuhkan dana operasional yang aman.
Saat ini, dana sangat tidak mencukupi."
"Berapa nilai proyek pabrik kaca satu lokasi?"
Untuk yang di jakarta... Nilainya 950 M, dan di kerjakan selama 5 bulan selesai. Dari 950 M, kita memiliki keuntungan bersih 400 M."
"Baiklah, habis ini aku akan menghubungi Asisten ibu sisi pemilik pabrik, agar mentransfer sejumlah uang.
Apa kantor Real Estate Podomoro sudah di kerjakan..?"
"Sudah tuan, di mulai hari jum'at kemarin."
"Mas Angga....
Karena permintaan proyek semakin banyak, kamu naikkan gaji pegawai kantor PT Podomoro kontraktor. Biar semangat bekerja.
Oh iya, dua sopir ku, gaji bulanannya ikut aku pribadi ya, mulai sekarang tidak ikut PT."
"Baiklah tuan.
Terimakasih banyak."
*****
"Hemmm... Sarah tidur Bilqis tidur," gumam Damar kemudian mengambil laptop di kamar, kemudian duduk di teras dekat kolam renang.
"Maaf tuan, saya renang," kata Intan asisten.
"Iya gak apa - apa, renang saja.
Apa kamu sudah punya pacar..?"
"Belum tuan."
"Masak, kamu mahasiswi cantik dan ****, gak punya pacar..?"
"Hehehehe.
Belum minat pacaran tuan. Masih ingin membantu orang tua di desa."
"Kenapa orang tua mu..?"
"Gak apa apa tuan, hanya saja... Hidup pas passan di desa. Masih menanggung adik - adik sekolah SMA kelas satu dan SMP kelas satu juga."
"Ya kamu bantu saja keuangan nya. Kamu transfer tiga juta tiap bulan untuk biaya sekolah adik - adik mu.
Pakai saja uang operasional."
"Iya tuan, terimakasih banyak atas kebaikan nya."
"Apa pekerjaan orang tua mu..?"
"Bapak ku mencari pasir di sungai, ibu ku buruh tani di sawah tuan."
"Apa tidak punya ladang kebun atau sawah sendiri..?"
"Tidak punya tuan."
"Apa keluarga mu punya motor..?"
"Tidak tuan."
"Lalu, kalau adik adik mu sekolah, naik apa..?"
"Naik sepeda angin tuan."
__ADS_1
"Kamu tadi, mencairkan cek hadiah pemberian dari para tamu undangan cafe ayu dua berapa?"
"Ada catatannya tuan, saya simpan di tas.
Yang saya ingat dari Ita Metta grup sebesar 100 M, dari Sabrina Inka grup 100 M, Jessica 100 M. Dari Shinta 10 M, dari Sari 1 M dan dari Novita 1 M tuan.
Hanya itu yang saya ingat. Oh iya, Samsul Inna 100 M.
Pokoknya ada 140 cek di dalam amplop tuan."
"Banyak banget ya..!
Apa begitu adatnya para keluarga pengusaha kalau menghadiri undangan..?
Padahal undangan itu tidak resmi. Maksudku aku undang hanya untuk makan makan sambil memperkenankan cafe cabang baru.
Waduuuh. Jadi gak enak sendiri, di kira aku sengaja cari uang dari acara undangan.
Intan...
Apa di desa mu itu, harga tanah murah..?"
"Sangat murah tuan. Satu hektare hanya 150 juta itupun bisa di tawar."
"Begini saja, biar kamu konsentrasi kerja sama aku.
Kamu transfer orang tua mu uang 400 juta. Kamu suruh beli tanah untuk berkebun. Lalu suruh Beli sawah. Biar gak kerja cari pasir bapak kamu. Dan ibu mu biar gak kerja buruh di sawah orang lain. Sisanya buat modal bertani atau berternak.
Jangan lupa bilang ke bapak, suruh beli dua motor untuk sekolah adik - adik mu. Motor baru yang bagus."
"Iya tuan."
"Adikmu kan dua. Suruh bikin nomer rekening di bank. Lalu kamu transfer setiap bulan satu jutaan. Bilang buat kebutuhan sekolah."
"Iya tuan, terimakasih banyak."
"Sini kamu, kamu telpon sekarang orang tua mu. Lalu kamu transfer sekarang juga. Ini pakai Mbanking milik ku.
Masak aku senang - senang kamu susah. Biar sama sama senang nya."
"Baiklah tuan."
***
"Assalamualaikum," sapa Inna.
"Waalaikumsalam," jawab Bilqis yang baru bangun.
โโBilqis, sini.
Ayo ngupas mangga dan apel.โ
โIya Inna."
"Assalamualaikum," sapa Erik.
"Waalaikumsalam," jawab Bilqis,
"Wik, cantik sekali kalian..!
Apa dari salon kecantikan..?"
"Iya, hehehehe di ajak mas Aldy."
*****
Waktu terus berlalu. Tak terasa sudah dua hari Damar dan sahabat - sahabat nya di villa.
Pada hari selasa pagi... Damar dan Sarah juga Bilqis dan intan asisten meluncur ke Surabaya.
Sementara Aldy dan yang lainnya masih berkeliling ke tempat wisata.
Jam 12 siang, mobil Damar terparkir di halaman parkir rumah sakit kirana untuk menjenguk ibu Hanan Mama nya Bilqis.
"Tante sudah sehat," tanya Damar.
"Kata dokter, empat hari lagi di perbolehkan pulang."
"Iya Tante, sabar ya," kata Damar.
"Bilqis, kamu tunggu Mama mu dulu ya, biar Papa mu bisa istirahat."
"Iya Mas."
"Tante, Om, Damar mau pergi dulu ya, banyak pekerjaan.
Damar akan carikan rumah untuk tempat tinggal.x
"Iya Mas Damar," jawab Om Anjar.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
"Bilqis, aku tinggal dulu ya," kata Damar kemudian mencium pipi Bilqis.
"Iya Mas.
Salim dulu."
"Hehehehe iya, sampai lupa.
Assalamualaikum." ๐
"Waalaikumsalam."
Mobil kembali meluncur pelan + pelan ke arah Surabaya,
"Sarah... Kamu sudah menghubungi pihak showroom kendaraan alat - alat berat..?"
"Sudah kak.
Rencananya aku beli yang baru 50%, yang bekas 50%. Bekas tetapi masih kondisi bagus. Harganya juga separuhnya.
50 damtruk dan 50 truk.
Aku minta uang lagi Kak, untuk pembelian alat berat dan untuk dana operasional awal sebesar 2 triliun."
"Beli alat berat berapa unit..?"
"100 unit untuk tahap awal."
"Apa cukup uangnya segitu?"
"Cukup Kak, masih sisa banyak untuk modal awal perusahaan."
"Kapan PT Angkasa di bangun kantor nya?'
"Katanya direktur Angga nanti sore di kasih kabar.
Kalau kantornya kecil Kak, yang besar itu gudang dan atap untuk parkiran kendaraan.
Paling juga orang kantor yang kerja cuma lima orang.
__ADS_1
Direktur, manajer keuangan, manajer pemasaran Marketing, personalia dan kepala gudang merangkap pengadaan barang."