
Sesampai di rumah, Damar langsung masuk kamar, lalu mandi. Setelah mengenakan sarung, Damar memanggil ibunya,
"Ibu..."
"Ibu..?"
"Ada apa Mas Damar teriak - teriak."
"Ibu lagi ngapain sekarang?"
"Habis solat isak, mau tidur istirahat."
"Masak masih sore mau ngelonin bapak..?"
"Hemmm, ibu mau rebahan di kamar sambil buka Facebook dan instagram juga Youtube."
"Hemmm.
Mau promosi kosmetik Marvis ya Buk."
"Iya, sambil lihat - lihat jualan orang lain.
Ada apa panggil - panggil ibu?"
"Mau minta kerokin Buk, sama minta pijitin kaki Damar."
"Iya, ibu ambil minyak kayu putih dulu.
Sinian dikit. Tumben kamu pulang sore?"
"Iya Buk, pulang sekolah langsung kerja.
Buk... Damar kan lagi ngurus surat ijin bikin PT. Damar minta saran, di beri nama PT apa Buk yang bagus?"
"Kamu bikin PT..?
Emang gampang apa ngurus perusahaan itu?"
"Ya gak gampang sih Buk, Damar bikin PT kecil kecilan. Iseng - iseng saja, buat nambah - nambah wawasan dan buat ngisi waktu, biar ada kegiatan."
"Kasih nama PT Podomoro juga bagus.
Emangnya PT bergerak di bidang apa Mas?"
"Di bidang kontraktor Buk."
"Berarti PT penyedia jasa Kontruksi bangunan atau pemborong bangunan?"
"Ibu kok tau?"
"Ya taulah, kan ibu dulu juga pernah sekolah. Jadi taulah Mas, istilah kontraktor, konsorsium dan Kontruksi.
Saran ibu... Kamu gandeng insiyur pembangunan. Juga kamu gandeng pemborong - pemborong kecil."
"Iya Buk, Dalam beberapa hari ini, Damar mempelajari ilmu Kontruksi dan cara - cara mengatur manajemen PT.
Insyallah mulai besok sore Damar akan ikut kursus manajemen bisnis ekonomi."
"Kok bisa Mas Damar punya pemikiran mendirikan PT..?"
"Pak Sueb awalnya yang nyuruh. Setelah Damar pelajari berhari - hari... Kok kelihatannya enak, ya akhirnya Damar putuskan mendirikan PT."
"Ya sudah, ibu doakan Mas Damar sukses.
Pesan ibu, Mas Damar harus rajin solat lima waktu."
"Ibu...
Kalau ibu punya mantu, pilih siapa, antara Aisah dan Shinta. Atau pilih dua duanya hehehehe?"
"Hemmm..!
Istri satu saja belum tentu bisa membahagiakan, apalagi dua.
Masalah hubungan mas Damar sama Aisah dan Shinta, kan mas Damar yang lebih tau. Mas Damar yang merasakan.
Ibu terserah sama mas Damar pilih siapa."
__ADS_1
"Damar ingin tau saja jawaban dari ibu. Kan ibu perempuan, lebih tau hati dan perasaan perempuan..!
Apalagi ibu pernah makan bareng dan pernah ngobrol bareng Aisah dan Shinta."
"Menurut ibu... Shinta itu tipe wanita setia, dan sayang pada pasangannya. Shinta itu orangnya rela berkorban demi kebahagiaan orang yang di cintai nya.
Dan, dia penurut juga manja, juga mandiri."
"Kalau Aisah..?"
"Kalau Aisah, tipe wanita kurang setia, cerdas, suka mengatur dan keras kepala. Juga boros.
Kalau ibu di suruh milih, ya pilih Shinta."
"Tetapi... Hubungan ku dengan Shinta telah putus Buk. Shinta meninggalkan Damar karena cemburu."
"Apa kamu masih mencintai Shinta..?"
"Iya Buk, masih."
"Percayalah, Shinta tidak meninggal kan mu. Dia pasti akan kembali pada mu.
Shinta itu hanya marah. Nanti kalau marahnya sudah redah, dia akan mencari mu.
Ya sudah, mas Damar istirahat tidur. Ibu mau istirahat juga."
*****
Pagi jam 8 Damar bolos sekolah lagi. Di jalan Tidar sedati, Damar dan Pak Sueb lagi berbincang - bincang.
"Pak lek, tolong carikan orang untuk mengerjakan kantor kecil kecilan PT Podomoro di sini.
Tanah ini luasnya 500mx500m. Aku ingin secepatnya di bagun."
"Jangan kecil kecilan Bos, sekalian yang bagus dan besar kalau buat kantor. Karena, kantor adalah ikon PT. Jika kantor bagus, maka perusahaan akan di perhitungkan dan di segani pebisnis lainnya, akhirnya PT mendapat nilai."
"Iya lah Pak Lek, jangan besar - besar. Sedang saja ya, yang penting bagus dan nyaman."
"Apa sudah ada surat ijin membangunnya?"
"Sudah Pak lek, nanti aku ambil di kantor notaris."
Kamu transfer uang 20 milyar dulu."
"Baiklah Pak lek.
Kalau begitu, Damar jalan dulu ya."
"Ok Bos."
Setelah Damar pergi, Pak sueb ayahnya Samsul berkata lirih,
"Hemmm, gila si Damar ini, banyak banget uangnya. Bikin ruko juga baru di mulai, sekarang sudah di suruh bikin kantor.
Dapat duit dari mana si Damar ini ya?
Beberapa bulan ini, Samsul dan Damar terlihat aneh. Tiba - tiba beli mobil, tiba - tiba beli tanah.
Tetapi... Damar memang anak tau balas budi. Di saat aku nganggur gak ada kerjaan, dia menyuruh ku kerja. Bahkan aku di percaya mengurus semua proyek nya. Gak kayak Samsul anakku, setiap hari pacaran saja. 😅
Kalau ingat dulu... Kasihan Damar itu. Jarang punya uang. Makan saja kadang sehari sekali. Dia sering makan di rumah sama Samsul.
Walau sekarang banyak uangnya Damar tetap sederhana. Punya mobil banyak juga masih saja naik motor jelek."
*****
Damar memarkir kan motornya di pelataran rumah sakit Harapan, lalu Damar berjalan menuju ruang rawat inap Pak Rahmat.
"Assalamualaikum Buk..."
"Waalaikumsalam Nak Damar."
"Pak Rahmad mana loh Buk?"
"Bapak lagi di operasi Nak Damar. kata Dokter jam 12 san akan selesai."
"Iya Buk, Alhamdulillah kalau begitu. Ibu sudah sarapan?"
__ADS_1
"Sudah nak Damar."
"Kalau begitu, Damar ke kantin dulu ya Buk, mau ngopi."
"Iya Nak Damar, silahkan."
*****
Sambil ngopi di meja kantin, Damar membuka facebook. Setelah membuka grup lowongan kerja, lalu Damar menulis status mencari Asisten dan sekretaris.
Damar juga mengunggah foto dirinya di cafe Ayu bertuliskan:
Alhamdulillah, semoga cafe Ayu sukses dan rame pengunjung
Tak seberapa lama, unggahan status Damar mendapat respon banyak dari anak - anak muda yang mencari pekerjaan.
*****
Siang jam 12:30, Damar kembali ke ruang rawat inap dan mendapati Pak Rahmat tidur terbaring.
"Dokter, bagaiman operasi nya pak Rahmat," tanya Damar.
"Operasi berjalan lancar Mas, dan tim dokter telah sukses mengembalikan beberapa urat yang terjepit di jalur semula.
Kemungkinan dalam waktu tujuh hari, Pak Rahmat akan pulih dan bisa berjalan kembali."
"Baiklah dokter, terimakasih."
"Sama - sama Mas."
"Ibu Latifah..."
"Iya Nak Damar."
"Ini ada uang buat pegangan ibu, selama proses pak Rahmat di rumah sakit. Sekarang saya akan bayar semua biaya rumah sakit. Seminggu lagi pak Rahmat bisa pulang. Dan ibu tidak usah memikirkan biaya lagi."
"Iya Nak Damar, ibu ucapkan beribu ribu terimakasih. Semoga amal kebaikan Nak Damar di balas oleh Allah berlipat lipat."
"Aamiin," sahut Damar,
"Kalau begitu, Damar akan ke ruang administrasi dan langsung kerja.
Salam sama Sarah saja ya Buk."
"Iya Nak Damar, nanti akan ibu sampaikan."
Setelah melunasi pembayaran sewa kamar 7 hari dan membayar obat, Damar pergi berlalu meninggalkan rumah sakit.
*****
Sementata Di cafe Fafa milik Shinta, Shinta duduk termenung sendirian di kursi meja samping taman.
Ketika membuka facebook... Shinta terkejut melihat foto Damar duduk di cafe Ayu sambil minum ko
"Lama gak buka facebook, pas buka facebook kok lihat foto nya Damar..?" gumam Shinta,
"Semoga cafe Ayu sukses dan ramai pengunjung.
Tambah ganteng saja Mas Damar. Apa mas Damar kerja di cafe Ayu ya?
Hemmm sudah sebulan lebih aku tidak berhubungan dengan Mas Damar. Dari status teman tamannya, Mas Damar tetap hepy saja bersama temah - temannya.
Apa aku yang terlalu cemburu ya..?
Seharusnya aku minta penjelasan ke Mas Damar, bukan langsung meninggal kan Mas Damar.
Informasi tentang Mas Damar sedikit sekali. Karena Mas Damar tidak pernah membuat status di instagram facebook maupun WA.
Ada status di facebook hanya satu foto saja. Dan ini pun baru di unggah dua jam yang lalu.
Entah mengapa...
Walau aku cemburu dan sakit hati, aku masih saja mencintai Mas Damar.
Aku tidak bisa membohongi hati ku sendiri."
__ADS_1
*Bersambung.😪ðŸ˜