
Assalamualaikum," sapa Damar sambil masuk rumah.
"Waalaikumsalam," jawab Lesty.
"Ibu mana kok sepi?"
"Ibu lagi keluar sama Bapak dan Tio, ke rumah Nenek.
"Jessy masuk sini," ajak Damar kemudian masuk kamar,
"Kamu mandi dulu ya, aku ambilkan baju di lemari.
Ini handuk nya.'
"Iya Mas," kata Jessica sambil melihat isi kamar, lalu masuk kamar mandi.
Sambil mandi, Jessica berkata lirih,
"Rumah Mas Damar ini aneh..! Dari depan dan luar nampak sederhana. Bahkan jelek sekali. Teras tidak di keramik, meja kursi juga sudah usang, tembok juga kasar.
Tetapi... Begitu masuk kamarnya, serba mewah. Ada Ac, kamar mandi dalam, air panas dingin, lemari meja sofa kelas hotel semua.
Lelaki misterius..! Dulu aku sering membuly nya miskin, Ternyata aku sendiri yang miskin. Aku hidup mapan karena kedua orang tua ku. mas Damar itu mandiri, tidak seperti teman teman sekolah lainnya, mengandalkan kekayaan orang tuanya.
Dulu aku gak suka sama sekali sama Damar, sekarang kok bisa aku senang sama Damar.
Aneeh,..!!
Tiba - tiba... Ita, Shinta, Novita, Sabrina dan banyak cewek SMA pancasila jalan sama Mas Damar, senang sama Mas Damar.
Bahkan, aku rela mengeluarkan uang ratusan juta untuk menyenangkan mas Damar.
Hemmm..?"
*****
Selesai mandi, Jessica mendapati Damar tidur di spring bet.
"Mas...
Mas..?"
"Hemmm... Iya Jessica."
"Gak mandi kamu?"
"Iya, bentar.
Sayang dulu..."
"Gak ah, kamu belum mandi gitu.
Buruan mandi, kata nya mau ke ziarah ke kota sidoarjo."
"Iya," jawab Damar kemudian menuju kamar mandi.
Setelah mandi, Damar mengenakan sarung dan baju lengan panjang,
"Jessica... Cantik sekali dirimu pakai jubah putih jilbab merah."
Tanpa sepatah kata, Jessica memeluk Damar kemudian mencium pipi kiri kanan,
"Ayo berangkat.
Dari tadi kok minta di sayang aja."
"Hahahaha," Damar terbahak-bahak sambil berjalan keluar kamar.
"Ayo kang, jalan.
Intan ayo."
"Baiklah Tuan."
*****
Di dalam mobil, intan asisten Damar berkata,
"Tuan... Tadi ada seorang pelayan cafe memberikan 44 daftar merk sepeda motor. Katanya dari Tuan. Maksudnya saya tidak tau, karena tidak ada penjelasan dari pelayan cafe tersebut."
"Itu catatan merk motor untuk karyawan cafe Ayu.
__ADS_1
Besok, sebelum kamu Kuliah, atau kamu bangun pagi, beli motor sebanyak 44 unit merk motor seperti yang tertulis di catatan itu.
Kamu bayar cas ya."
"Baiklah Tuan."
"Nanti biar sales datang ke cafe dan mendata sendiri nama karyawan cafe, untuk urusan surat motornya.
Cakno... Gak pingin punya motor baru..?
Aku lihat motornya Cakno supra fit model lama."
"Pingin Tuan, tetapi tidak punya uang buat beli."
"Pingin motor merk apa Cakno..?"
"Pinginnya Nmax Tuan."
"Intan, besok kamu belikan Cakno dan kang Mamat motor Nmax ya."
"Baiklah Tuan."
"Cakno, motor Nmax itu aku kasih ya, buat kerja, dan bisa buat jalan jalan sama anak istri.
Nanti Cakno foto copy KTP nya, lalu kirim ke mbak Intan. Habis ini Cakno WA kang Mamat, minta foto KTP untuk data surat motor."
"Iya Tuan.
Alhamdulillah... Terimakasih banyak Tuan."
"Sama - sama Cakno.
Intan gak ambil motor sekalian..?"
"Sudah ada mobil honda jazz Tuan, aset milik PT Podomoro."
"Mbak Intan, ambil sekalian, jangan malu malu," ujar Jessica,
"Barang kali buat ke Indomaret atau kemana.
Mumpung bos kamu membelikan."
"Baiklah Non."
"Sudah sampai Tuan," ujar Cakno sambil memarkir mobil nya.
"Intan, biasa ya, beli nasi 150 bungkus."
"Iya Tuan.
Ayoo Jessi, turun. Bawa mukena nya."
Damar dan Jessica berjalan mesra menuju masjid.
"Jessica," sapa Sari juga Tiyas,
"Aduuuuh, mesranya bergandengan tangan."
"Hai Sari, Tiiyas, Inna," sapa jlJessica kemudian saling cium pipi.
"Jessi, aku gak di cium," kata Erik.
"Apa kamu sudah bosan sama Sari, kok minta cium aku," ujar jlJessica kemudian duduk di lantai.
"Aduuuuh, tambah cantik saja dirimu Jes, pakai jubah putih jilbab merah.
Terlihat berbeda dengan pakai rok mini. Lebih anggun pakai jubah dan jilbab," sahut Inna.
"Kamu juga terlihat cantik kalau pakai jilbab.
Kok bisa pada ngumpul di sini sih?"
"Yaah pinggin wisata religi aja. Bosen wisata ke diskotik terus, hehehehe," jawab Sari.
"Jessi, kok bisa kamu jalan sama si Damar," tanya Tiyas.
"Kayak nya aku jatuh cinta deh sama lelaki sederhana hehehehe."
"Mulai, kalau bidadari Hello Kity sudah Ngumpul, ada saja yang di gosipin," ujar Damar.
"Namanya juga perempuan, mulut nya ember hehehehe."
__ADS_1
"Aku mau solat isak dulu ya, sama ziarah. Jessi, ikut Mas Damar solat enggak?"
"Ikutlah Mas, aku kepingin belajar solat dan ziarah."
"Hemmm, panggil Mas sekarang," sahut Inna, "Apa habis minum bir campur inex?"
"Biar romantis say, walau jadi pacar sehari.
Aku tinggal dulu ya!"
"Ok."
*****
Setelah selesai solat isak dan solat sunnah berjamaah, Damar dan Jessica ziarah di makam kyai Pamenang.
Setelah duduk di bawah pohon kamboja, Damar memimpin tahlil dan baca surat yasin.
"Ngantuk Mas," ujar Jessica sambil menguap.
"Tidur di bahuku, bentar lagi selesai," ujar Damar kemudian melanjutkan membaca tahlil.
Tak lama kemudian, Damar pun selesai berdoa.
"Assalamualaikum Gus..."
"Waalaikumsalam Ki Rekso."
"Gus... Ini dua taring macan kumbang, dan dua kumis macan kumbang, juga kuku macan kumbang, terimalah."
"Iya Ki.
Untuk apa dua benda taring ini..?"
"Taring itu, tempelkan di pipi gadis yang sedang tidur di bahu mu itu, sebelah kiri satu dan sebelah kanan satu.
Dan kumisnya kamu tempelkan di bawah hidung sebelah kiri satu dan sebelah kanan satu. Kukunya kamu tempel kan di jempol tangan kanan dan kiri."
"Baiklah Ki.
Maksudnya biar apa Ki..?"
"Biar gadis itu tidak menjadi tumbal keserakahan orang tuanya."
"Maksudnya keserakahan bagaimana Ki..?
Aku tidak faham," kata Damar.
"Baiklah, akan aku ceritakan sedikit rahasia lingkaran syetan.
Jessica ini... Anak bungsu dari empat bersaudara. Kedua kakak nya telah mati di tumbal kan oleh kedua orang tuanya. Yang masih hidup saat ini, adalah Jessica dan kakak laki - laki nya.
Semua ini di lakukan oleh orang tuanya, hanya demi kejayaan bisnis nya, hanya demi kekayaan semata.
Kedua...
Jessica telah di jodoh kan oleh orang tuanya dengan anak pengusaha kaya.
Pengusaha ini, calon mertua Jessica, juga mengunakan pesugihan.
Jika Jessica menikah dengan tunangannya, maka Jessica akan mati setelah tiga bulan menikah. Jessica akan di tumbal kan oleh mertuanya."
Mendengar penuturan Ki Rekso jagad penjaga makam kyai Pamenang, Damar sangat terkejut sekali.
"Lalu, dari mana pesugihan orang tua Jessica itu Ki..?"
"Dari seorang dukun aliran hitam di daerah lereng gunung kelud Kediri, yang berbatasan dengan kabupaten Blitar.
Dukun itu bernama Mbah Juwo Lumut.
Gus...
Kamu harus bantu Jessica teman mu, karena, pada dasarnya, Jessica anak yang baik.
Nanti... Perlahan - lahan semua bisnis keluarga Jessica akan runtuh.
Dengan dua benda pusaka yang aku berikan ini, Jessica bisa menyelamatkan keluarganya juga kerajaan bisnis nya.
Jika Jessica sudah melalui masa sulit nya, dua benda pusaka ini, akan kembali pada ku dengan sendiri nya."
"Baiklah ki, kalau begitu, aku pamit dulu.
__ADS_1
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Ki Rekso kemudian menghilang.