
"Aduuuh, aduuuh aduuuh, sakit sekali..!" teriak Damar sambil memegang betis nya.
Setelah duduk agak tenang, Damar sangat terkejut melihat betisnya tidak terluka atau berdarah.
"Kemana perginya harimau putih itu..?
Aneh..!!! Kaki ku tidak ada yang terluka. Padahal jelas - jelas aku di gigit dan di cakar.
Sepi lagi malam ini. Lebih baik aku pulang, sudah jam dua dini hari."
Sambil berjalan pincang - pincang, Damar berkata lirih,
"Tidak terluka tetapi kok sakit kaki ku di buat jalan."
Setelah menyalahkan mesin motor, Damar memacu motor nya pelan -pelan hingga tiba di rumah.
Setelah berada di kamar lewat pintu samping, Damar melepas baju lalu memakai sarung.
"Buk, buk," panggil Damar di depan pintu.
"Iya Mas Damar... Ada apa. Ibu masih wirid sebentar," sahut Ibu Farida.
"Mau minta kerokin Buk," pinta Damar.
Kemudian Ibu Farida menyudahi wiridnya lalu mengambil minyak urut di atas kulkas,
"Masuk angin ya?
Makanya jangan pulang tengah malam terus. Naik motor itu pakai jaket, biar gak masuk angin."
"Iya Buk, besok Damar beli jaket," kata Damar.
"Oh iya, tadi sore ada orang dari showroom mengirim mobil Alpahrd warna putih untuk mu. Katanya kiriman dari keluarga Jhoni," tanya Ibu Farida.
"Iya Buk, Damar sudah tau, tadi Om Jhony sudah bilang sama Damar."
"Buat apa kamu beli mobil sebanyak itu. Bagus - bagus dan mahal - mahal," ujar Ibu Farida.
"Damar gak pernah beli mobil Buk.
Damar hanya beli motor Scupy untuk Lesty dan beli motor honda supra x yang jelek itu.
Damar kan gak bisa nyetir mobil, jadi buat apa beli mobil."
"Lah itu yang ada di garasi baru di belakang rumah, mobil siapa. Ada pajero, Fortuner ada BMW, apalagi gak tau namanya," ujar Ibu Farida.
"Itu memang milik Damar, tetapi di kasih Buk," kata Damar.
"Dikasih siapa..? Kok banyak banget ngasih nya. Gak mungkin orang ngasih mobil sebanyak itu."
"Namanya juga rejeki anak soleh Buk," ujar Damar.
"Gitu saja jawabnya kalau di tanya ibu. Di kasih siapa..?"
"Di kasih Erik Buk sama di kasih Aldy," Jawab Damar jujur.
"Erik dan Aldy teman sekolah mu yang biasa main kesini itu," ujar ibu Farida.
"Iya...
Yang Alpahrd tadi itu, di kasih Pak Jhoni pengusaha batu bara."
"Pasti ada sebabnya orang itu ngasih mobil bagus. Jangan - jangan, kamu bisnis narkoba..?"
"Enggak Buk, Damar belajar bisnis buka usaha cafe. Rencana nya mau buka usaha sewa ruko. Makanya tadi Damar gak sekolah. Itu ngurus surat ijin."
"Ya sudah kalau begitu. Nanti ajak ibu ke cafe mu, biar ibu tidak penasaran."
"Iya, siaaap!"
Setelah kerokin punggung Damar, ibu Farida memijitnya,
"Mas... Badan mu panas sekali. Ayooh minum obat dulu. Ibu ambilkan obat."
"Ini obatnya ini airnya," ujar Ibu Farida.
Setelah minum obat, Damar tertidur lelap.
******
Pagi jam 6, ibu Farida masuk ke kamar Damar. Setelah memegang pipi Damar, ibu Farida berkata lirih,
"Suhu badannya bertambah panas.
__ADS_1
Panasnya luar biasa.
Lesty..!
"Iya Buk."
"Kamu pergi ke rumahnya Mas Samsul ya, bilang suruh ibu ngantar Mas Damar ke rumah sakit Harapan," ujar Ibu Farida panik.
"Iya Buk, jawab Lesty kemudian bergegas pergi.
Tak lama kemudian, Samsul yang berpakaian seragam sekolah memarkir mobilnya di depan rumah Damar.
"Sul," sapa Ibu Farida.
"Iya Bu lek," sahut Samsul.
"Pakai mobil Fortuner milik Damar saja ya, lebih besaran. Honda jazz mu kamu taruh di garasi belakang. Sekalian ambil Fortuner nya," kata Ibu Farida,
"Pilih sendiri kontaknya ibu gak tau yang mana milik Fortuner."
Tak lama kemudian, Damar yang tak sadarkan diri, di bopong oleh Samsul dan Lesti juga ibu Farida masuk kedalam mobil Fortuner.
"Lesti sekolah nya libur dulu ya, ikut mas Samsul ngantar Mas Damar ke rumah sakit," kata ibu Farida dengan tenang,
"Jangan lupa bawah hp sama cas, biar ibu bisa hubungi nanti."
"Iya Buk," jawab Lesti.
Kemudian Samsul melajukan mobil pelan - pelan.
"Hemmm, mulai macet - macet.
Lesty," ujar Samsul
"Iya Mas," sahut Lesti.
"Sudah punya cowok belum," goda Samsul.
"Belum Mas," ujar Lesti.
"Gak nyari pacar kamu," goda lagi Samsul iseng.
"Nyari sih, tetapi belum ada yang cocok," jawab Lesty.
Dua orang perawat membawa Setretcer atau tempat tidur dorong mendekat ke pintu mobil.
Dengan cekatan kedua perawat itu memindahkan tubuh Damar ke Setretcer lalu di dorong masuk ke ruang UGD.
"Keluarga pasien mohon masuk," panggil seorang suster.
Samsul langsung masuk ruangan
Setelah tanda tangan, Samsul kembali ke ruang tunggu.
*****
Setelah mendapat penanganan di UGD, Damar di pindah kan ke ruang rawat inap VIP kelas satu.
"Lesti," panggil Samsul.
"Iya Mas."
"Kamu kan belum sarapan, belilah sarapan ya, dua sama aku," ujar Samsul,
"Aku belikan nasi pecel saja. Sama air aqua dan kopi pakai gelas plastik.
Ini uangnya."
"Iya Mas," jawab lesty kemudian menerima uang lalu pergi.
Setelah memfoto Damar yang terbaring dengan tangan di infus, Samsul membuat status di WA dan di Facebook.
*Sang Arjuna tertikam cinta
Kini terluka dan terkulai di Rumah sakit Harapan.
Klutik..!
WA Samsul berbunyi.
*Inna:
Kenapa sih Damar?
__ADS_1
*Samsul:
Okname.
*Inna:
Sakit apa?
*Samsul:
Tipes.
*Inna:
Otw. Lokasi kamar inap.
*Samsul:
Vip no 26.
*****
"Mas, ini nasinya," kata Lesti.
"Makasih, ayok makan bareng sama Mas Samsul sini."
"Iya Mas.*
Tingtung..!
Hp Lesti berbunyi.
"Iya Buk..?"
"Bagaiman keadaan kakak mu," tanya ibu Farida.
"Sudah di tangani dokter, sekarang ada di ruang inap Vip. Mas Damar masih tidur," ujar Lesti.
"Ya sudah, kamu jaga dulu ya, ibu belum bisa ke sana. Karena ibu harus merawat bapak dan Tio."
"Iya Buk," ujar Lesti
*Denpasar Bali*
Jam 9 pagi Shinta sarapan di cafe hotel kuta Beat yang terletak di tepi pantai.
Setelah sarapan, Shinta membuka HP sambil menikmati secangkir kopi capochino kanada.
Setelah melihat status inna, Shinta berkata lirih,
"Lelaki sederhana lagi sakit, semoga lekas sembuh."
"Bukankah ini foto Damar..!
Sakit apa dia..?
Hemmmm... Semua telah berubah. Cerita cinta di antara kita berakhir luka.
Sulit rasanya untuk melupakan kenangan itu, walau semua telah berlalu," ujar Shinta lirih matanya berlinang air mata.
*Kota Mojokerto
Jam istirahat di kantin sekolah perawat, dengan seragam putih Aisah duduk di kursi paling pojok. Sambil menikmati secangkir jus Apucat, Aisah membaca status Facebook Samsul:
Semoga lekas sembuh.
"Sakit apa Mas Damar ini..?
Semoga saja lekas sembuh," ujar Aisah,
"Entah, rasanya sakit hati ini, ketika aku di selingkuhi.
Orang yang aku cintai, dia telah menyakitkan hati ku.
Pada lara mana harus Kusnandar kan rasa ini.
Kukira bersama mu aku bahagia.
Yaah sudah lah, di jalani saja."
__ADS_1
*Bersambung.