Makam Keramat

Makam Keramat
Berkunjung ke PT Nirwana


__ADS_3

"Assalamualaikum," sapa Dimas asisten.


"Waalaikumsalam," jawab Bilqis kemudian ke depan,


"Masuk mas Dimas."


"Iya Non.


Ini makanan pesanan tuan Damar."


"Sini Dimas," kata Damar.


"Iya tuan.


Ini sopir dan PRT untuk keluarga pak Anjar. "


*****


#Rumah kediaman ibu Latifah.


"Kok tumben kamu kesini sendirian," tanya ibu Latifah


"Latifah... Aku minta maaf yang sebesar besarnya atas kelakuan Damar anakku."


"Ada apa, kenapa Damar..?"


"Sarah mana..?"


"Sarah gak ada, belum pulang beberapa hari ini. Tadi telpon katanya lagi di ajari kerja sama Damar anak mu. Sarah bilang di ajari cara mendirikan perusahaan."


"Hemmm alasan saja Damar itu," gumam ibu Farida,


"Latifah... Apa benar Sarah hamil..?"


"Hamil..?


Gak mungkin lah Sarah berbuat begitu. Sarah itu anak baik - baik, rajin solat juga rajin ngaji."


"Tadi Damar pulang dan bilang sama aku, kalau Sarah hamil satu bulan.


Makanya aku langsung kesini nemuin kamu."


"Kok bisa sampai hamil ya..?!


Keterlaluan sekali Sarah itu kalau pacaran.


Terpaksa kita harus menikahkan mereka Farida, sebelum perut Sarah membesar.


Bagaimana sampai orang kampung tau, jadi malu rasanya.


Coba aku telpon Sarah dulu ya?"


"Sarah..."


"Iya Buk..?"


"Apa kamu hamil sama Damar..?"


"Enggak...


Siapa yang bilang aku hamil..?!


Tadi Damar pulang, dan bilang sama ibunya, kalau kamu hamil satu bulan. Ini sekarang ibu Farida ada di rumah."


"Paling mas Damar bercanda kali.


Ya sudah ya Buk, Sarah lagi ngobrol masalah kerja, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Sarah bilang katanya gak hamil. Mungkin Damar bercanda sama kamu..!"


"Kurang ajar Damar itu, ngerjain ibu nya saja.


Tadi bilang, ingin nikah siri sama Sarah."


"Ya kita nikahkan siri saja mereka, nanti rame - rame nya nunggu lulus sekolah kan gak masalah."


"Anak jaman sekarang, pacaran keterlaluan. Aku takut kalau Sarah hamil di luar nikah. Namanya setan, itu pinter menggoda manusia, apalagi seumuran Damar dan Sarah."


"Ya nanti apa besok kita rembuk bersama bapaknya Sarah. Gimana baiknya."


*****


Setelah mendaftar di universitas UIS, jurusan Tafsir Al qur'an Damar mengantar Bilqis mendaftarkan kuliah di US universitas Surabaya jurusan manajemen bisnis. Setelah itu mobil meluncur di arah Juanda.


Selang satu jam, mobil pun memasuki perumahan Elit di perumahan Mutiara indah, dan berhenti di jalan Semanggi nomer satu.


"Rumah siapa mas..?"


"Ini rumah milik istrinya pak Dirman," jawab Damar kemudian turun dari mobil,


"Sore mas..."


"Sare juga," jawab dua orang pemuda gondrong yang keluar dari pos penjaga,


"Dengan siapa dan ada perlu apa..?"


"Saya Damar Ahmad pemilik rumah ini."


"Silahkan masuk mas Damar, mobilnya di masukkan saja."


"Iya mas.


kalian orang suruhannya pak Beny..?"


"Iya mas Damar."


"apa rumah pintunya di kunci?"


"Tidak mas."


"Ok kalau begitu.


Ayo Bilqis masuk," ajak Damar kemudian berjalan.


"Rumah ini sangat bagus mas, mewah."


"Iya Bilqis, sesuai dengan harganya 34 milyar. Aku tau setelah membaca dokumen pembelian rumah ini. Dalam dokumen itu tertera tanggal dan tahunnya.


Rumah ini di beli enam bulan yang lalu oleh istri pak Dirman."


"Apakah harga segitu sudah termasuk perabotan rumah..?"


"Iya Bilqis.


Kamu lihat kulkas itu masih terbungkus kardus. Piano juga tertutup kain putih. Ada meja bilyar."


"Iya mas, semua perabotan di tutupi kain putih. Beberapa barang baru juga masih tertutup kardus."


"Mari kita pergi," ajak Damar kemudian keluar rumah,


"Mas, ini ada uang buat beli makan dan rokok ya. Besok saya kesini lagi."


"Baiklah mas Damar, terimakasih telah di beri uang."


"Sama sama mas.


Kang Mamat, ke PT Nirmala raya sepanjang ya."


"Baiklah tuan," jawab kang Mamat kemudian melajukan mobil BMW X6 keluar perumahan,


"Bilqis... Apa Papa Mama mu punya uang?"

__ADS_1


"Punya mas, tadi pagi Papa aku ajak ke bank Asia untuk membuat nomer rekening. Dan aku kasih uang 100 juta seperti perintah mu.


Mas...


Kamu telah menghabiskan banyak uang untuk membantu keluarga ku, khususnya mengembalikan dua perusahaan Papa ku. Aku merasa jadi tidak enak sama kamu."


"Kang... Kaca depan buka sedikit, aku mau merokok."


"Iya tuan."


"Kamu merokok saja, jangan sungkan sungkan."


"Iya tuan."


"Bilqis, aku mengambil dua perusahaan dan rumah Papa mu, aku hanya mengeluarkan uang 10 milyar saja untuk membayar pengacara dan notaris Beny Abraham.


Tetapi, aku tak sengaja mendapatkan cek dari pak Dirman sebesar 2 triliun dan aku menemukan 6 cek di berkas dokumen sebesar total 650 milyar.


Belum lagi rumah tadi dan tanah. Sebenarnya uang 2 triliun, rumah dan tanah itu aku serahkan kepada Papa mu, tetapi Papa mu tidak mengakui itu miliknya. Malah aku di suruh ambil, di kasihkan ke aku."


"Yah Papa memang jujur orang nya, dan tidak serakah, mengakui yang bukan milik nya.


Menurutku, semua uang dan tanah juga rumah dan mobil mewah milik pak Dirman dan istrinya, itu di beli dari uang keuntungan dua perusahaan milik Papa yang di rampok nya.


Ambil saja mas, kan Papa sudah merelakan. Lagian Papa Mama sudah bahagia dengan rumah nya sekarang dan perusahaan nya.


Dalam waktu singkat, Papa juga memiliki banyak uang dari keuntungan perusahaan nya."


"Kalau begitu, aku akan memberikan uang itu kepada mu."


"Mas pakai saja untuk usaha, toh aku nanti bakal menjadi istri mu mas."


"Iya sih, tetapi... Aku ingin berbagi kepada mu."


"Begini saja. Kan uang itu dari pak Dirman 2 triliun, kita bagi saja, mas 1 triliun, aku 500 milyar dan Sarah 500 milyar. Bagaimana..?


Kalau Sarah gak di kasih, aku juga jangan di kasih. Kan Sarah itu jodoh nya mas."


"Iya, nanti aku aku transfer ya uangnya."


"Sarah itu anak cerdas loh mas, kalau lihat YouTube hampir semua chanel nya bahasa inggris. Dia sabar, periang, baik hati, rajin solat, lucu, pinter masak dan..."


"Cerewet," sahut Damar.


"Lah... Benar!"


"Padahal dulu waktu pertama ketemu, Sarah pendiam kayak kamu, Jarang ngomong.


Sekarang kok banyak omongnya, cerewet."


"Enak loh mas, punya istri cerewet. cerewet itu tandanya sayang sama orang yang di cereweti.


Tetapi sarah gak cerewet cerewet amat."


"Tuan, apa depan itu PT nya?"


"Iya kang, sama persis yang ada di video kiriman pak Beny. Langsung masuk saja."


"Baiklah tuan, kemudian kang Mamat berhenti karena ada palang pintu.


"Selamat sore pak, ada keperluan apa?"


"Saya presiden direktur yang baru PT Nirmala," kata Damar,


"Tolong kasih tau direktur nya ya."


"Maaf pak, saya tidak tau, baiklah, silahkan masuk," jawab seorang satpam sambil membuka palang pintu.


Setelah memarkir mobil, Damar dan Bilqis lalu turun.


"Selamat sore presiden direktur Nyonya Bilqis," sapa direktur perusahaan dan beberapa staf,


"Silahkan ikuti kami."


Setelah berjalan melewati ruangan perkantoran, direktur perusahaan berhenti di depan pintu,


"Saya Damar Ahmad.


Siapa direktur nya disini?"


"Saya tuan. Perkenalkan saya Anton wijaya dan ini ibu Made selaku direktur keuangan dan ini pak Mandra manajer Marketing pemasaran, dan ini pak Bambang HRD merangkap personalia dan ini pak Fikri kepala gudang dan pengadaan barang."


"Direktur Anton, direktur keuangan dan manajer keuangan, silahkan masuk ruangan kantor Nyonya Bilqis."


"Baiklah tuan," jawab pak Anton kemudian di ikuti ibu Made dan pak Mandra.


"Silahkan duduk, santai saja. Aku selaku pemilik baru perusahaan ini, hanya ingin ngobrol - ngobrol santai saja."


"Permisi," sela offiseboy kemudian menaruh tiga teko dan beberapa gelas, kemudian pergi.


Setelah membuka beberapa jendela kantor, Damar duduk di sofa.


"Tuan Damar, mau minum kopi, teh atau es jeruk atau capocino?"


"Kopi hitam saja dan capocino untuk Nona Bilqis."


"Baiklah tuan," jawab direktur Anton kemudian menuangkan kopi hitam panas dan capocino,


"Silahkan tuan."


"Pak Anton, aku lihat tadi, mengapa bahan baku pada berserakan?"


"Karena gudang penuh tuan, melebihi kapasitas."


"Pak Anton, berapa luas pabrik ini..?"


"Satu hektare tuan."


"Apa ada tanah kosong di sekitar pabrik ini..?"


"Ada tuan, di belakang pabrik ini ada rawa - rawa dan sawah yang sangat luas. Di samping pabrik ini juga ada tanah kosong yang agak luas."


"Berapa karyawan di PT Nirmala ini..?"


"Ada 1200 karyawan sif 3 tuan."


"Pabrik ini selain memproduksi besi apalagi?"


"Kawat dan paku tuan juga seng."


"Pak Mandra, bagaimana pangsa pasar penjualan produk baja di sini..?"


"Per setiap tahunnya meningkat tuan. Bahkan kami kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar."


"Ibu Made, berapa penghasilan bersih perusahaan pertahunnya..?"


"4 sampai 5 triliun tuan."


"Apa perusahaan punya hutang di bank?"


"Tidak punya tuan."


"Ada berapa uang perusahaan yang tersimpan di bank saat ini..?"


"Ada 16 triliun tuan. Itu uang operasional perusahaan dan keuntungan perusahaan."


"Pak Anton, ada berapa pemegang saham di perusahaan ini..?"


"Tidak ada tuan, karena pak Dirman pemilik lama tidak pernah menjual saham kepada siapapun. Jadi, perusahaan ini milik perseorangan."


"Ibu Made, berapa yang bisa ibu Made berikan penghasilan perusahaan pada Nona Bilqis selaku CEO presiden direktur dan sekaligus pemilik perusahaan ini..?"


"Terserah Nyonya Bilqis tuan, minta berapa. Karena perusahaan ini milik nyonya Bilqis. Kalau hitungan saya, saya akan memberi Nyonya Bilqis uang sebesar 4 triliun untuk sementara. Selebihnya uang perusahaan untuk operasional."

__ADS_1


"Sekarang juga ibu Made transfer uang hasil perusahaan ke rekening Nona Bilqis."


"Baikan tuan.


Akan saya perintahkan manajer keuangan untuk mentransfer sekarang juga."


"Bilqis, kasih dua nomer rekening mu ke ibu Made ya. Dan tolong, kirim kontak nomer telpon semua jajaran pegawai kepada Nona Bilqis."


"Baiklah tuan."


"Direktur Anton, tolong kirimkan rincian data perusahaan ke alamat @Mail Nona Bilqis biar di pelajari aktivitas perusahaan."


"Iya tuan"


"Pak Mandra, kirimkan juga hasil pemasaran dan produk harian."


"Baiklah tuan."


"Nyonya Bilqis, manajer keuangan sudah mentransfer di dua rekening milik nyonya sebesar 4 triliun. Silahkan di cek."


"Terimakasih ibu Made."


"Direktur Anton, tolong antar saya dan Nona Bilqis untuk melihat lihat aset, produksi dan kegiatan para karyawan."


"Baiklah tuan. Mari."


*****


"Sudah jam lima, kalau begitu aku dan Nona Bilqis mau permisi dulu."


"Baiklah tuan, silahkan."


"Selamat sore," sapa Damar kemudian berjalan masuk mobil,


"Cafe Ayu dua kang."


"Baiklah tuan," jawab kang Mamat kemudian melajukan BMW X6 keluar halaman PT Nirmala stil baja.


"Bilqis..."


"Iya Mas."


"Duduk mepet sini."


"Iya mas."


"Besok, kamu beli tanah rawa - rawa di belakang PT Nirmala. Lalu kamu beli tanah kosong yang ada di sebelah perusahaan."


"Iya mas."


"Nanti, kalau sudah kebeli tanah kosong di sebelah perusahaan itu, kamu bangun untuk kantor, biar kantor nyaman dan bersih tidak berisik, dan biar tempat parkirnya luas. Kantor kok dekat tempat produksi, dan parkirannya sempit.


Kantor lama kamu bongkar biar bisa di pakai untuk tempat produksi."


"Iya mas."


"Kedua, kamu ganti sistem keamanan security. Pakai pagar hidrolisis yang otomatis. Kamu ganti pagar pintu utama keluar masuk kendaraan.


Pabrik biar kelihatan bonavit.


Ketiga. Bongkar pagar depan pabrik, kamu ganti dengan pagar besi yang bagus.


Pagar keliling pabrik sudah banyak yang rusak dan kurang tinggi. Itu rawan pencurian oleh karyawan yang nakal.


Pagar kamu bongkar dan di bangun kembali yang baru dan tinggi. Pinggir pagar tanami pohon bambu kuning biar asri.


Keempat, kamu cek gaji para karyawan bawah, kamu lihat kesejahteraan karyawan bawah. Gaji direksi juga kamu lihat. Kalau tidak mencukupi ya kamu naikkan upah mereka.


Mulai sekarang, kamu belajar ilmu manajemen bisnis di YouTube biar kamu ngerti dan faham menjalankan perusahaan."


"Iya mas."


"Kamu kan pinter matematika, besok kamu audit sendiri pembukuan uang perusahaan.


Sambil santai di kantor kamu audit."


"Iya mas."


"Sudah sampai tuan, saya akan langsung ke cafe ayu satu untuk tukar sif sekalian menjemput Nona Intan."


"Baiklah kang," jawab Damar kemudian turun dari mobil lalu menuju ke meja samping cafe,


"Bilqis, ayo solat dulu, tadi sibuk sampai gak solat asar."


"Iya Mas."


Selesai solat magrib, tiba - tiba gerimis turun di musim hujan, lalu Damar duduk di kursi meja sebelah taman.


"Selamat malam tuan Damar," sapa seorang pramusaji cowok,


"Mau pesan apa..?"


"Bebek goreng, sama kopi luwak hitam dan air aqua satu," kata Damar.


"Aku udang goreng saus, kentang goreng dan stiek. Minumnya oren jus dan aqua satu botol," kata Bilqis.


"Baiklah tuan."


*****


Setelah menikmati makan malam, Damar melihat YouTube di laptop.


Sementara Bilqis melihat laporan rincian perusahaan yang baru di kirim bertahap oleh direktur Anton.


"Selamat malam tuan," sapa Intan.


"Duduk sini," kata Damar,


"Kamu pesan makan dulu sana."


"Sudah makan tuan, barusan di cafe ayu satu."


"Intan... Jika kamu kerja siang hari, apakah mengganggu aktivitas kuliah mu?"


"Tidak tuan, saya bisa masuk jam pelajaran di sore hari dan bisa masuk di malam hari. Itu pun hanya dua tiga jamman."


"Kalau begitu, mulai malam ini, kamu kerja sama Nona Bilqis ya. Menjadi Asisten Nona Bilqis."


"Iya tuan."


"Mulai kerja jam 07:30 hingga sore hari. Kalau mau lembur ya terserah sama kamu dan Bilqis."


"Iya tuan."


"Apa bapak kamu sudah beli kebun dan sawah..?"


"Sudah tuan, seluas satu hektare seharga 180 juta dan sawah seharga 50 juta. Sisa uangnya di belikan tiga motor dan tiga Hp juga untuk modal bertani."


"Ya sudah Alhamdulillah. Semoga manfaat dan kelurga mu bahagia. Dan kamu kerja juga kuliah bisa tenang dan senang.


Kalau butuh uang, kamu bilang saja sama bos baru mu. Banyak uangnya."


"Iya tuan."


"Mbak Intan, carikan PRT ya," kata Bilqis,


"Cari juga 4 orang satpam untuk jaga rumah. Kan security tiga sif."


"Iya Non, akan saya cari di internet sekarang, di info lowongan kerja. Untuk PRT, besok saya akan datang ke agen langsung di yayasan.x


"Kalau bisa, orang sekitar sidoarjo atau Surabaya."


"Iya Non."

__ADS_1


"Mas... Rumah yang di perumahan Mutiara itu aku tempati ya..?"


"Iya, memang itu rencananya untuk kamu. Surat sertifikat nya masih di urus sama Dimas atas nama mu."


__ADS_2