Makam Keramat

Makam Keramat
Diskotik Dragon


__ADS_3

Setelah menitipkan motor di indomaret yang tak jauh dari mall, Damar kemudian naik lift menuju parkiran lantai 5.


Ketika Damar berjalan melewati parkiran... Damar membaca stiker mobil Fortuner yang parkir berjejer,


"Doraemon Mariana"


Setelah membeli tiket, Damar duduk di kursi pojok belakang.


Sambil menikmati coca cola kaleng, dan kepulan asap rokok, Damar melihat orang - orang yang dugem dengan asik. Dentuman House musik menambah angker suasana diskotik.


Para pengunjung pun malai berdatangan masuk.


"Hemmm.... Makan malam di restoran italia, jadi pingin ketawa saja.


Maklum anak orang - orang kaya, banyak duitnya. Kalau aku mending makan nasi pecel atau soto ayam atau rawon. Murah dan cocok untuk lidah orang jawa, apalagi orang kampung kayak aku," gumam Damar,


"Yaah namanya juga gaya hidup..! Mumpung kaya raya punya uang.


Kalau bangkrut, lalu miskin, paling juga makannya nasi pecel ikan tempe hahahaha..!


Paling bagus juga nasi putih, sambel tomat telor ceplok hahahaha!


Kayak orang gila diriku tertawa sendiri.🙃


Sabrina memang cantik sekali dan ****. Cocok dengan dandanan nya.


Tetapi..


Sejujurnya hati ku kurang tertarik. Atau, belum tertarik ya? Hahahaha..!


Kalau aku ajak ke rumah, pasti ibu ngomel - ngomel. Anak siapa lagi yang di pacari.


Hemmm, dasar ibu ku orang kuno.


Emang gampang apa mendapatkan cinta Shinta dan Aisah. Aku saja yang nasib nya baik, dan beruntung hahahaha!


Sayang hubungan ku dengan mereka seumur jagung." 😔


***


Mobil Fortuner putih melaju pelan - pelan untuk mencari tempat parkir.


Setelah berhenti, Sabrina keluar dari dalam mobil Fortuner,


"Mas Bayu..."


"Iya Non."


"Ini uang buat ngopi dan beli rokok di parkiran."


"Baiklah Non, terimakasih," jawab Bayu sopir keluarga Sabrina.


Setelah membeli tiket, Sabrina masuk ke dalam Diskotik.


Di bawah lampu remang - remang, Sabrina menemukan Damar yang duduk sendiri sambil menikmati kepulan asap rokok.


"Maaas..!"


"Loh, kamu Sabrina. Sama siapa," tanya Damar.


"Sama sopir ku," jawab Sabrina kemudian mengangkat tangannya, lalu menyalahkan korek.


Tak lama kemudian seorang waitres mendekati Sabrina.


"Mbak nya mau pesan apa?"


"Inex dua butir, air aqua dingin 4 botol, permen karet 4, rokok sempurna mild 2 bungkus, dan susu beruang 4."


"Baik lah Mbak, tunggu sebentar."


*****


"Ini Mbak pesanannya."


"Berapa semuanya?"


"1,5 juta."


"Ok, ini uangnya, dan ini tip untuk mu.


Bilang sama salah satu keamanan, aku anggota Hello Kity."


"Baiklah Non, segera aku sampaikan. Terimakasih."


"Mas Damar, ini untuk mu dan ini rokoknya."

__ADS_1


"Terimakasih Sabrina," ujar Damar kemudian menenggak sebutir narkoba jenis extasi.


Malam itu... Akibat pengaruh inex, Damar dan Sabrina dugem bersama di dekat meja.


Dua orang keamanan berdiri tak jauh dari meja Sabrina dan selalu memantau kondisi Sabrina dan Damar. Karena, anggota Hello Kity adalah member besar atau pelanggan yang banyak menguntungkan pihak diskotik maupun karyawan.


"Damar..." bisik Sabrina.


"Apa say..?"


"Ada 20 an anggota kelompok Doraemon Mariana di dalam sini. Mereka ada di hol depan.


"Siapa Doraemon Mariana itu?"


"Mereka kelompok anak - anak Borjois SMA Mariana, sekolah ku.


Mereka yang pernah baku hantam dengan mu di parkiran ini dulu."


"Ooh, gitu. Tenang saja," kata Damar sambil dugem.


*****


Malam semakin asik, tak terasa sudah jam dua dini hari.


"Sabrina, aku mau cabut dulu ya! Sudah jam dua. Nanti pagi aku sekolah soalnya."


"Ok Mas, minum dulu susu beruangnya, biar hilang pengaruh narkoba di tubuh mu. Aku juga mau balik."


"Siaaap!" jawab Damar kemudian menghabiskan dua kaleng susu beruang.


"Mari keluar," ajak Damar kemudian mengulur kan tangannya.


"Baiklah Mas," sahut Sabrina kemudian menyambut telapak tangan Damar, lalu ber berjalan menuju parkiran.


"Untung kita pulang duluan. Aku khawatir ketemu anggota Doraemon aja, bisa kembali ribut Entar," guman Sabrina,


"Mas Bayu, ayo pulang!"


"Baiklah Non," jawab Mas Bayu kemudian menyalahkan mesin mobil.


"Aku turun di depan indomaret samping mall ini ya," ujar Damar.


"Baiklah Tuan," jawab mas Banyu.


"Motor mu kamu parkir di indomaret kah?"


Tak lama kemudian,


"Sudah sampai di depan indomaret Tuan."


"Baiklah terimakasih.


Sabrina, aku pulang dulu ya!"


"Sayang dulu Mas," kata Sabrina kemudian mencium pipi Damar kanan kiri,


"Hati hati ya, dada! Sampai jumpa."


"Ok, Sabrina. Sampai jumpa kembali."


*****


Jam dua lebih, jalan raya sangat sepi. Damar memacu motornya lumayan kencang.


Setelah membeli es kelapa hijau di bungkus, Damar kembali memacu motornya sambil minum es kelapa hijau.


Tak lama kemudian Damar tiba di rumah. Setelah masuk kamar, Damar merebahkan badannya lalu tertidur.


*****


Jam istirahat di SMA Pancasila.


Seperti biasanya, siswa siswi pada ramai bincang - bincang dan canda tawa.


Di WA grup gosip pena, Foto Damar dan Sabrina muncul dengan tulisan:


*Lelaki sederhana lagi bersama bidadari Borjois Mariana yang juga anggota Hello Kity*


*Makan malam yang mesra di restoran italia*


*Cowok Borjois Pancasila, kalah sama lelaki sederhana*


Tiba - tiba, Ita mengunggah foto dirinya sedang duduk mesra bersama Damar ber tuliskan:


*Makan malam di area kuburan bersama lelaki sederhana*

__ADS_1


*Inna:


Perawan memang menawan


Tetapi mantan lebih menggoda


😝😝😝


*****


Shinta yang lagi menikmati es jeruk, terkejut melihat foto Damar dan Sabrina berpelukan mesra.


Shinta juga terkejut melihat foto Ita duduk mesra dengan Damar.


"Hemmm...


Mengapa aku emosi melihat foto - foto ini ya?


Padahal aku sekarang tidak punya hubungan dengan Damar.


Apakah aku cemburu..? Tidak tidak!" gumam Shinta,


"Sejak aku putus dengan Damar... Ita dekat dengan Damar, Sabrina juga dekat sama Damar."


"Shinta..!


Ngelamun apa dirimu," tanya Niken,


"Hayooo! Lihat gosip grup pena ya?"


"Hehehehe iya."


"Damar si lelaki sederhana, menjadi bahan gosip hari ini di grup WA pena.


Kok bisa - bisanya Sabrina memeluk Damar, di foto lagi.


Sherly itu bagaimana sih, unggah foto gak menjaga perasaan mu.


Ita juga gitu. Unggah foto makan malam bersama Damar, mesra lagi!"


"Udah, biarin saja. Lagian aku sudah keluar dari grup WA pena."


*****


Jam 12:20, bel berbunyi tanda pulang sekolah. Siswa SMA Pancasila berhamburan Keluar kelas.


Suasana parkiran ramai dengan dengan mobil yang hendak keluar sekolah.


Damar berjalan pelan menuju parkiran. Dengan langkah gontai lesu, Damar menundukkan kepalanya tak bersemangat.


"Damar..." sapa Novita yang berjalan di belakang Damar.


"Hai Novi," balas Damar sambil menoleh.


"Kok gak semangat sekali kelihatannya..?


Lesu dan tak bergairah sama sekali."


"Iya Novi, belum makan dari pagi, dan banyak yang aku pikirin."


"Mikirin Shinta,x celetuk Novi.


"Hehehehe, enggak. Ngapain mikirin Shinta. Aku sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi sama Shinta.


Aku tak layak memang bersama Shinta."


"Damar... Mau aku traktir makan siang..?


Katanya kamu belum makan dari sejak pagi."


"Terimakasih Novi, aku bisa beli sendiri."


"Ayolah, gak apa - apa. Sekali kali jalan - jalan dan makan bareng lelaki sederhana," kata Novi.


"Hemmm, baiklah. Bagaimana kalau kita jalan jalan ke Mall Tunjungan Plaza. Aku juga ingin beli celana pendek, celana dan baju."


"Boleh, setuju. Sekalian kita makan siang di sana.


Motor mu kamu parkir di sekolah an saja. Nanti sore kamu ambil.


Naik mobil ku saja."


"Siaap!" sahut Damar.


Tak lama kemudian, Novi mengemudikan mobil Honda Jazz warna putih ke Arah jalan Darmo menuju arah jalan Tunjungan plaza.

__ADS_1


*Bersambung.


__ADS_2