Makam Keramat

Makam Keramat
Di gigit harimau


__ADS_3

Adzan Magrib berkumandang, Damar berhenti di sebuah masjid pinggir jalan.


Setelah menunaikan solat magrib, Damar melanjutkan perjalanan ke cafe Ayu.


Sesampai di cafe Ayu, seorang satpam menyapa Damar.


Perlahan - lahan Damar di kenal oleh para karyawan sebagai pemilik baru cafe Ayu.


Bahkan, semua karyawan sangat senang dengan cara Damar mengelola cafe. Apalagi gaji dan tunjangan di naikkan cafe tutup jam 12 malam, mendapatkan cuti tahunan dan liburan sekeluarga.


"Selamat malam Mas Damar."


"Malam juga Mas."


"Mas Damar mau minum apa?"


"Mau kopi Luwak ya."


"Siap Mas Damar."


*****


Sambil menikmati kepulan asap rokok, Damar berkata lirih,


"Di meja ini, awal aku dan Aisah merasakan bahagia.


Di tempat ini banyak menyimpan kenangan indah bersamanya. Hingga tak menyangka, tempat ini di beli Aisah sebagai hadiah untukku.


Di sini, lusa masih bersama, berbagi cerita dan canda tawa.


Saat ini sepi, sendiri bersama rindu yang Lara.


Aisah pergi, Shinta juga pergi."


Tak terasa Damar meneteskan air matanya teringat kenangan bersama dua kekasihnya,


"Semua memang salahku, dan aku tidak layak untuk di cintai mereka.


Mungkin ini jalan yang terbaik untuk ku, walau sangat sulit aku melupakan kenangan itu.


Hemmm, aku jadi malas untuk sekolah.


Di sekolah nanti juga bertemu Shinta. Bagaimana perasaan Shinta jika melihat ku di sekolah."


Tiba - tiba sebuah tangan menyodorkan tisu di hadapan Damar,


"Kadang cinta sangat menyakitkan, hingga kita harus meneteskan air mata.


Lelaki pantang menangis untuk wanita yang tidak setia.


Hapus lah air mata mu, terbang lah tinggi dengan sejuta impian mu.


Lupakan dia yang telah melukai hati mu.


Carilah pengganti yang dapat membuat mu tersenyum bahagia selamanya.


Aku selalu mendukung mu."


"Iya Inna, terimakasih," kata Damar sambil mengambil tisu kemudian menghapus air matanya.


"Selamat malam," sapa seorang pelayan,


"Mau pesan apa..?"


"Bebek goreng sambel tomat satu," kata Samsul. Udang cumi saus tiram satu.


Minumnya Es jeruk dua air aqua dua."


"Shinta sekarang ada di pulau Bali," kata Inna.


"Kok tau kamu," tanya Samsul.


"Nih status WA nya, lagi makan malam di restoran hotel kuta beat."


"Mar... Kamu gak pingin liburan," tanya Samsul iseng.


"Hehehehe.


Orang kampung kayak aku, paling jauh liburan nya di kota wisata Malang. Itupun kalau punya uang."


"Sekali - sekali liburan di Hawai Amerika gitu loh.


Paling habis 1 milyar."


"Hemmmm gak cukup Mas," sahut Inna, "Amerika sama indonesia beda. Di Hawai Amerika serba mahal. Lagian ke sana apa yang di lihat, paling juga pantai, lihat air laut.


Mending liburan ke Swiss atau Prancis."


"Memangnya kamu dah pernah ke sana," tanya Samsul.

__ADS_1


"Pernah sekali ke Hawai liburan bersama keluarga. Dua kali ke paris prancis dan ke Swis."


Diam diam, Damar membuat status di WA:


*Kepingin Liburan keliling Eropa.


"Hahahaha..! Tumben - tumbennya bikin status," kata Samsul tertawa,


"Tengah malam bikin status di Facebook."


Tingtung..!


WA Damar berbunyi tanda ada pesan chat masuk.


*Ita:


Aku temani kak kalau liburan keliling Eropa.


Aku punya rumah di London inggris dan di kota paris prancis juga di Swis.


*Damar:


Boleh 😊


*Ita:


Kak Damar urus paspor dulu, paspor turis ya.


*Damar:


Siaaap!


*****


"Damar..."


"Iya Inna..."


"Tadi aku lihat status Ita di WA. Kamu barusan dari rumah Ita ya?"


"Iya."


"Loh loh loh..! sahut Samsul,


"Istimewa sekali.


Salah satu bidadari Hello Kity bisa tunduk sama Mas Damar Ahmad.


"Hehehehe," Inna tertawa terbahak - bahak,


"Kamu itu Mas, ngelawak saja."


"Habis Shinta sekarang Ita. Bisa - bisa Sherly dan Wanda jadi korban berikutnya."


"Kayaknya Ita suka sama kamu Mar," kata Inna.


"Iya, aku tau itu," jawab Damar.


"Jalan sama Ita saja dulu, dari pada sendiri. Barangkali ada kecocokan," kata Inna,


"Ita juga sangat cantik dan ****.


Sudah cantik, ****, kaya banyak uang.


Ita salah satu pemegang saham 20% PT Marvis Kosmetik, milik keluarga Darwin."


Mendengar kata - kata Inna... Damar terkejut, namun Damar diam,


"Kok tau kamu, Ita punya saham 20% di PT Marvis milik mama nya Shinta?"


"Kan aku dan aita anggota Hello Kity, sering ngobrol masalah keluarga, masalah bisnis juga masalah pribadi.


Gara - gara bisnis kosmetik Merk Marvis, akhirnya Ita membeli saham 20% PT Marvis.


Waktu itu Ita cerita, menghabiskan uang sekitar 985 milyar kalau gak salah.


Kalau Ita beli saham segitu sih, yaah biasa - biasa sajalah, tidak ada artinya. Kan keluarga Ita keluarga konglomerat."


"Aku pulang dulu ya, cafe mau tutup, sudah jam 12 malam," kata Damar.


"Ok, aku juga mau ngantar inna pulang," ujar Samsul.


"Damar..! Yang semangat ya,"ujar Inna.


"Iya Inna, makasih."


*****


Jam 12 malam, Damar keluar cafe lalu melajukan pelan pelan motornya ke jalan raya.

__ADS_1


Di perjalanan, tak terasa Damar meneteskan air matanya lagi.


Setelah masuk desa Sani, dengan pikiran kalut dan hati yang sedih... Damar membelokkan motor nya menuju tempat parkir Makam kyai Ali Wafa.


Setelah parkir, Damar duduk di pendopo samping makam pinggir pojok sendirian. Lalu Damar meletakkan tas Eiger di atas keramik.


Sambil bersandar tiang kayu, Damar mengeluarkan Hp iPhone baru pemberian Ita.


"Hemmm, malas pulang. Lebih baik aku buat Gmail baru.


Bagus juga HP iPhone ini, warna putih. Kepingin tau gimana hebatnya nya HP yang harganya 35 juta.


HP ini, aku buat khusus untuk kerja saja, untuk bisnis."


Setelah membuat Gmail dan mendownload berbagai aplikasi, Damar berkata lirih,


"Ternyata canggih juga iPhone ini."


Tingtung..!


HP Damar yang hitam berbunyi. Tanda chat WA masuk.


*Ibu:


Mas Damar gak pulang dah jam 12:30.


*Damar:


Masih di makam kyai Ali Wafa Buk.


*Ibu:


Ya sudah, cepat pulang ya, besok pagi sekolah.


*Damar:


Damar sementara, beberapa hari gak ingin sekolah dulu buk. Gak semangat sekolah.


*Ibu:


Jangan menghindari masalah dan jangan lari dari kenyataan.


Jadilah seorang yang tabah dan kuat dalam segala hal, agar tidak di katakan pengecut.


Selalu tersenyum walau hati penuh luka.


Tuhan memberi seseorang berbagai masalah, pada hakekat nya telah memberikan pelajaran hidup, agar kita mempunyai pemikiran yang dewasa.


sujud dan mendekat lah pada Tuhan, agar Tuhan mengenal mu lebih dekat, hingga Tuhan meletakkan cintanya di hatimu.


*Damar:


Iya Buk.


******


Setelah mamasuk kan hp di dalam tas, Damar mengambil dompet baru merk Eiger. Ketika memindahkan KTP juga beberapa lembar uang, Damar terkejut melihat benda plastik tipis berisi cabe pemberian pengemis tua.


"Bukankah cabe dalam plastik ini pemberian pengemis tua di area makam kyai Pamenang..? Tetapi mengapa dua cabe ini tidak busuk berada berhari hari di dalam dompet ku ya? Aneh..!!!!


Ku simpan saja cabe ini di dalam dompet, besok aku tanyakan pada Ibu.


Lebih baik, sekarang aku ziarah ke makam kyai Ali Wafa."


'Makam sepi sekali, tidak ada satu orang pun," ujar Damar kemudian berjalan menuju depan makam sambil membawa buku yasin dan tahlil.


Setelah ber tawasul, Damar membaca surat yasin perlahan - lahan. Karena harus mengeja pelan - pelan.


Ketika hampir selesai membaca surat yasin, Damar terkejut melihat seekor Harimau Putih keluar dari makam, lalu duduk agak jauh di depan Damar.



Damar menghentikan bacaannya lalu melihat harimau sambil berkata,


"Duduk yang baik ya, aku tau kamu penunggu makam kyai Ali Wafa.


Ndasku ngeluh iki pikiran sumpek, aku gak wedi blaaas!


Aku lagi pusing ada masalah, hati ku lagi galau, jadi aku sekarang tidak takut sama siapapun!"


Tiba - tiba Harimau itu mengerang.


"Diam kamu," bentak Damar pelan,


"Aku mau tahlil.


setelah menyelesaikan baca tahlil, Damar menutup dengan doa.


Begitu Damar berdiri hendak pulang, tiba - tiba harimau putih itu melompat dan menyerang Damar.

__ADS_1


Dengan gerakan reflex Damar menendang harimau itu. Namun Damar berteriak kesakitan melihat betisnya di gigit harimau, dan pahanya terkena cakar tajam kaki harimau.


*Bersambung.


__ADS_2