
Bel pulang sekolah berbunyi. Siswa - siswi SMA Pancasila berhamburan.
Shinta berjalan pelan - pelan keluar sekolah menuju mobil jemputan nya.
Damar yang mengendarai motor butut nya, berhenti di samping Shinta lalu menyapa,
"Shinta...?"
Namun Shinta tetap berjalan walau mendengar panggilan Damar.
"Shinta... Tunggu!
Hemmm dia bener - bener marah pada ku," ujar Damar lirih,
"Yaah sudahlah."
Inna yang sedang nyetir Honda Jazz merah melihat Damar yang di cuekin Shinta, lalu berhenti di samping motor Damar.
"Hai Lelaki sederhana..!
Jangan menjadi pengemis cinta.
Masih banyak stok cewek yang lebih cantik dari pada Shinta. Kamu lelaki, kamu bisa memilih cewek model apa saja. Semangaaat
Aku dulu ya, dada..!"
"Iya Inna."
Mobil Honda jazz kuning berhenti di samping motor Damar, lalu berkata,
"Kalau kamu masih sayang dan masih mencintai Shinta... Kejarlah dia hingga kamu mendapatkan cintanya," ujar Niken,
"Berjuang lah demi cinta mu, agar kamu tak menyesal di kemudian hari.
Damar, semangat ya..!"
"Makasih Niken..."
"Damar..!
Aku pulang dulu ya," teriak Ita sambil menyetir Honda jazz warna putih,
"Kapan - kapan kita kencan lagi walau kita bukan pacar!" 😅
"Iya Ita... Hati - hati."
Suara Dentuman House musik terdengar menggelegar dari dalam mobil Honda jazz warna pink milik Sari. Lalu Sari menghampiri Damar yang duduk di motor bututnya,
"Damar..!
Cinta di tolak, dukun bertindak.
Kalah rupo menang dupo
Kalah duit menang wirid
Buka Hp mu, aku barusan WA kamu!"
"Iya Sari," jawab Damar kemudian melajukan motornya.
Tak lama kemudian Damar memarkir motornya di halaman kantor Notaris.
****
"Selamat siang Pak Beni," sapa Damar.
"Siang juga Mas Damar," balas Pak Beni,
"Baru pulang sekolah ya, kok masih pakai seragam?"
"Iya Pak Beni.
Pak Beni, saya mau minta tolong di urus kan beli tanah dan sekalian balik nama sertifikat tanahnya jika sudah saya beli. Lokasi alamatnya dan nomer telepon pemilik tanah saya kirim lewat WA Pak."
"Iya Mas Damar, siaaap!
Ini tanah nya ada dua tempat ya mas Damar?"
"Iya Pak Beni. Saya mau beli dua - duanya.
Nanti, tanah yang luasnya 500m itu di pakai alamat domisili PT Kontraktor.
Kalau bisa, Pak Beni urus sekarang ya. karena, kabar nya sudah ada yang nawar. Takutnya keduluan orang lain."
"Baiklah Mas Damar, saya dan team akan berangkat sekarang.
Nanti kalau sudah deal, akan saya hubungi Mas Damar untuk melakukan transaksi pembayaran."
"Baiklah Pak Beni, saya tunggu kabarnya di cafe Ayu. Atau nanti ketemuan di cafe Ayu.
Kalau begitu saya permisi dulu."
"Baiklah Mas Damar."
*****
Damar memacu motornya agak kencang. Setiba di rumah, Damar langsung mandi dan ganti celana jean merk Lea biru dongker dan kaos warna putih susu, kemudian menuju dapur.
"Mau kemana kok ganteng banget anak ibu ini," sapa Ibu Farida.
"Mau kerja Buk, cari uang.
Masak apa buk..? Lapar perut ku."
"Masak sayur terong ikan teri dan opor ayam.
Ini piringnya.
Sudah solat duhur belum..?"
"Belum Buk, habis makan Damar solat."
*****
Siang itu, Damar memarkir motornya di cafe Ayu miliknya.
Lalu Damar berjalan ke arah pekerja proyek.
"Pak Suep," sapa Damar.
"Kamu Mar..."
"Iya Pak lek. Sudah mulai pembangunan ruko nya..?"
"Sudah, kemarin - kemarin masih beli bahan bangunan, dan mencari tukang juga kuli."
"Berapa orang Pak lek yang kerja?"
__ADS_1
"Masih 30 orang, yang lain nyusul. Semua ada 60 orang. Ini juga masih pondasi belum apa + apa."
"Pak lek, kalau makan ayo di cafe situ," ajak Damar.
"Barusan makan Mar, kapan - kapan ajalah."
"Ok Pak lek, aku ke cafe dulu ya, mau ngopi.
Kalau Pak lek mau ngopi, datang saja ke cafe."
"Siaaaap Bos!"
*****
Setelah duduk di kursi sebelah taman, seorang pelayan cafe mendekat, lalu berkata,
"Siang Mas Damar..."
"Siang juga Mas.
Bikinin kopi luwak saja ya, sama pisang goreng dua."
"Siap Mas," jawab pelayan kemudian berlalu.
"WA apa sih Sari tadi," gumam Damar kemudian membuka WA.
Sari,
*Ada salam dari Sabrina anak SMA Mariana."
*Damar:
Kok tau sama aku dia?
*Sari:
Dia anggota Hello Kity. Setelah melihat vidio mu yang viral, dia naksir sama kamu.
*Damar:
Masak lelaki sederhana berkendara motor jelek masih ada yang naksir? ☺
*Sari:
Itu tandanya, Sabrina matanya rabun 😃
Sabrina bilang, kamu entar malam di ajak makan malam di restoran italia di J-strit lantai bawah. Jama 19:30.
*Damar:
Aku gak punya uang buat bayar makan malam di restoran italia.
Kalau Sabrina mau makan nasi pecel ikan peyek dan telor ceplok, aku bisa bayar.
*Sari:
😆😆😆😆😆 bego lu.
Datang saja, Sabrina yang undang dia yang akan bayar. Dia keluarga pengusaha kaya raya.
Kekayaan Keluarga Shinta tidak ada seperempat nya.
*Damar:
*Sari:
Ok.
"Ini Mas, kopi nya dan pisang gorengnya."
"Makasih Mas," jawab Damar kemudian memakan pisang goreng.
Adzan Asar terdengar samar - samar.
HP Damar berdering. Setelah tersambung, Damar berkata,
"Iya pak Beni..?"
"Alhamdulillah, sukses Mas Damar. Semuanya sudah deal. Ini saya lagi bersama para pemilik tanah.
Sekarang tinggal transaksi pembayaran."
"Baiklah pak Beni. Sekarang Pak Beni meluncur saja ke cafe Ayu yang ada di Rungkut. Kita makan bersama sambil ngopi dan transaksi."
"Baiklah Mas Damar, sebentar lagi kami akan sampai."
Tak lama kemudian...
Dua mobil Avanza dan mobil kijang innova putih parkir di halaman cafe.
Setelah menikmati makan bersama dan menikmati kopi, Damar membayar uang tanah sebesar 230 milyar dan tanah satunya lagi 400 milyar via transfer Mbanking.
"Mas Damar, tolong ini di tanda tangani berkas jual belinya.
Saya minta uang tip untuk para saksi dan tanda tangan RT RW dan Pak Lurah setelah pembayaran."
"Baiklah Pak Beni, akan saya transfer sekalian uang jasa Pak Beni."
"Kalau begitu, saya permisi dulu Mas Damar."
"Ok Pak Beni, kalau sudah selesai masalah tanah ini, Pak Beni urus ijin mendirikan PT ya."
"Siap Mas Damar, besok langsung saya kebut, sesuai permintaan Mas Damar. Besok sore saya akan ke Jakarta untuk mengurusnya."
***
Jam 19:00, setelah solat isak di salah satu ruang cafe, Damar meluncur menuju Moll J-strit Plaza lantai 7 di pusat kota.
Setelah memarkir motornya di lantai satu, Damar berjalan menuju lantai dasar untuk mencari keberadaan restoran italia.
Di saat berjalan, Sari menyapa Damar,
"Hai lelaki sederhana...?"
"Hai Sari.
Erik, kamu juga ada di sini?"
"Ini ngantar yayang makan malam," jawab Erik.
"Kamu itu di WA gak di buka, di telpon gak di angkat," sahut Sari.
"Lagi di jalan, HP juga ada di dalam tas," jawab Damar.
"Malam Sari, Erik," sapa Sabrina
__ADS_1
"Hai Damar, apa kabar..?"
"Alhamdulillah sehat luar dalam."
"Hehehehe...
Kenalkan Sabrina Kamal."
"Damar Ahmad."
"Mari, aku sudah pesankan meja dari tadi sore," ajak Sabrina
Ketika masuk restoran italia, seorang manajer langsung menghampiri Sabrina lalu berkata,
"Selamat malam Nona."
"Malam juga."
"Apa Nona sudah memesan meja?"
"Sudah Pak, atas nama Sabrina Kamal."
"Silahkan Nona ikuti saya.
Ini meja pesanan Nona Sabrina Kamal."
"Terimakasih."
Setelah duduk, Sabrina berkata,
"Sari, mau pesan apa..?"
"Gnocchi, pizza pisang dan Gelato."
"Erik mau pesan apa?"
"Steak Daging Sapi dan kentang goreng. Gelato coklat dan air putih."
"Mas Damar, mau pesan apa," tanya Sabrina.
"Mau pesan Nasi Rawon dan es teh."
"Hehehehe...
Jangan bercanda, ngelawak saja kamu itu," ujar Sari.
"Di sini Nasi rawon gak ada Mas Damar, ini restoran Italia," kata Sabrina tersenyum.
"Kalau begitu pesan steak daging domba, kentang goreng dan air putih saja. Sama Es krim vanilla."
"Aku pesan spaghetti ya Mas, tolong tambahin daging sapinya.
Lalu pizza keju dan air putih.
Aku minta anggur merah satu botol serta gelas nya 4."
"Baiklah Non," kata pelayan kemudian bergegas.
"Sabrina, foto sama Damar ya," kata Sari.
"Boleh," jawab Sabrina.
"Damar..n Duduknya agak mepet ke Sabrina, aku foto buat kenang kenangan," kata Sari kemudian mengarahkan camera HP.
"Permisi," kata beberapa pelayan kemudian meletakkan pesanan di meja.
Setelah semua tertata rapi, salah satu pelayan menuangkan anggur merah kedalam 4 gelas.
Silahkan Tuan dan Nona. Selamat menikmati
"Terimakasih Mas," jawab Sabrina,
"Mas Damar, ayo di makan."
"Siaaap," jawab Damar kemudian menikmati makanan walau canggung.
Selesai makan, Sari dan Sabrina juga Damar dan Erik menikmati minuman sambil ngobrol santai gak jelas.
"Sabrina... Kalau ada waktu, aku traktir makan di restoran ini lagi ya," kata Damar.
"Hemmmm...
Bersambung ceritanya," sahut Sari.
"Boleeeeh," jawab Sabrina.
"Steak daging dombanya enak bangeeet," ujar Damar,
"Ini pertama kali aku masuk dan makan di restoran italia."
"Mas Damar gak merokok," tanya Sabrina.
"Emang boleh rokok disini..?"
"Boleh," ujar Sabrina.
"Siap siap," ujar Damar mengeluarkan sebungkus rokok sampoerna Mild.
"Erik, tolong fotoin ya, pakai HP aku," ujar Sabrina kemudian duduk mendekat Damar. Lalu Sabrina berpose memeluk Damar.
"Damar..! Senyum dong, biar terlihat mesra," ujar Sari yang juga ikut memfoto.
"Sudah jam 10 malam," ujar Sabrina,
"Ini mau pulang apa mau kemana habis ini kalian..?"
"Aku mau santai di diskotik Dragon, di lantai 5. Mumpung lagi disini," kata Damar.
"Besok kamu gak sekolah," tanya Sabrina.
"Sekolah. Nanti jam 2 jam 3 aku pulang."
"Baiklah, aku pulang dulu ya," kata Sabrina pamit.
"Iya Brina," jawab Sari,
"Makasih telah di traktir."
"Ok, sama - sama," kata Sabrina kemudian keluar restoran.
"Damar, kamu gak pulang..?"
"Gak Erik, kamu pulang saja ya, antar Sari pulang."
"Baiklah, nanti aku WA setelah ngantar Sari."
__ADS_1