Makam Keramat

Makam Keramat
Meramal nomer togel


__ADS_3

Setelah kepergian Pintu Bumi... Damar menghisap rokok sampoerna Mild dalam - dalam sambil berfikir,


"Hemmmm, kok bisa kebetulan ya..!


Dulu di makam kyai Ali Wafa kenal sama orang gila bernama Pintu Langit.


Sekarang di area makam kyai Pamenang kenal dengan orang gila namanya Pintu Bumi?


Aneeeh.. ! Sama - sama gilanya nama depannya juga sama.


Pintu langit pintu Bumi.


Pintu Bumi bilang bisa memberiku kekayaan yang lebih dari pada pintu langit.


Maksudnya apa ya..?


Aku di suruh cari cara sendiri.


Jangan - jangan... Itu kode alam seperti pintu langit.


Dulu waktu aku dapat undian nomer togel 1 milyar lebih dari Pintu langit."


"Mar..! Jam berapa ini..? Gak pulang, besok sekolah."


"Masih jam dua lebih seperempat, tidur aja dulu, aku carikan nomer togel."


"Mendengar nomer togel, Samsul langsung duduk.


Setelah menyeruput kopi milik Damar, Samsul berkata,


"Dapat no berapa..!!!"


"Beluuum, masih - mikir ini. Rokok dulu habis ini kita pulang.


Banci saja pulangnya subuh."


"Hemmmm..!


Ya sudah kamu ramal dulu nomer nya, kalau sudah ketemu kasih tau aku."


"Kamu mau enak nya saja.


Dalam hati Damar berkata,


"Pintu Bumi minta uang 5rb buat naik gojek.


Berarti kode alam nomer uang itu 33.


Tetapi kalau mau membuat ku kaya, gak mungkin kasih nomer dua angka, pastinya 4 angka.jangan h jangan... Nomernya nya uang 5 ribu yang di minta tadi."


"Udah ketemu Mar..?" kata Samsul.


"Kamu itu bikin konsentrasi ku buyar," sahut Damar,


"Diam dulu sebentar."


"Iya iya, galak banget."


"Jadi... Nomer nya 5000, di balik 0005.


Iya iya faham aku sekarang."


"Sul..!"


"Iya Mar, udah ketemu no tegel yang jitu."


"Besok kamu pasang no 5000- 100 juta. 0005 - 100 juta.


Berani gak pasang no togel 200 juta..?"


"Siaap berani. Kan aku kemarin dapat 3,5 milyar.


Pasang 1 milyar pun aku berani."


"Hahahahaha gaya mu, pasang 100 juta aja mikir mau pasang 1 M.


Berani gak pasang 200 juta..?"


"Iya besok aku pasang 200 juta.


Kalau kamu pasang 100 juta satu nomer, kamu dapat 250 milyar.


Ini sudah aku hitung pakai kalkulator."


"Belum juga tentu dapat sudah di hitung pakai kalkulator, kamu itu lucu.


Emang sedikit apa 250 M.


Emang kalau dapat segitu di bayar apa sama bandar..?"


"Di bayarlah. Kan pernah ada yang dapat 950 M juga di bayar.


Kalau gak di bayar, bakal sepi gak ada yang mau pasang.


Kamu WA Erik dan Aldy. Suruh pasang 100 jutaan itu.


Bilang wajib pasang.


Bilangin, niatnya sedekah jagan niat judi."


"Iya... Sudah hafal niatnya. Kayak mau solat saja pake niat."


"Ayoo pulang."


*****


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab ibu Farida,


$Kok pulang hampir subuh sih Mas, apa mau bolos lagi sekolah nya.


Ayo buruan tidur..!"


"Iya Buk.


Buk... Damar doain ya, biar dapat hadiah sedekah."


"Iya ibu doakan. Walau Mas Damar gak minta, ibu juga doakan setiap hari."


*****


Pagi jam 06 yang mendung semendung hati seorang istri di selingkuhin suaminya.


Seperti biasanya, ibu Farida sibuk dengan kegiatan pagi membangunkan anak - anaknya juga menyiapkan sarapan dan seragam sekolah.


"Damar... Ayoo bagun, sudah jam enam. Buruan mandi lalu sarapan."


"Iya," jawab Damar malas.


"Lesti, buruan mandinya, gantian sama Kakak mu."


Setelah sarapan, Damar pamit sama Bapaknya juga sama Ibu nya.


Dengan motor supra butut, Damar melajukan motornya agak ngebut.


Setelah berada di parkiran... Damar gak sengaja menabrak bemper belakang mobil Honda jazz milik Sherly yang sedang parkir.


Setelah melihat lampu riting pecah dan bemper lecet - lecet, Sherly marah - marah.


"Gimana sih kamu naik motor, lihat lampu riting pecah, body lecet - lecet.


Apa bisa kamu gantiin..?"


"Sori Sherly, aku gak sengaja, ngantuk."


"Terus bagaimana ini urusannya..?"


"Ya aku gantiin, habis sekolah aku bawa ke bengkel mobil di sebrang jalan. "


"Apa kamu ada uang mau ganti rugi..!"


"Ada Sherly."


"Ok..!


Aku tunggu kabar dari mu ya.

__ADS_1


Awas kalau bohong."


"4 sekawan mana punya uang," sahut Ita yang berdiri di samping Sherly,


"4 sekawan kelompok kaum duafa."


'Aku ada uang kok, nanti jam istirahat atau jam pulang sekolah ya!"


"Ok," sahut Sherly kesal kemudian pergi meninggalkan Damar sendiri.


*****


Di kantin utara saat jam istirahat, Shinta membaca Gosip di grup WA pena pancasila,


"Kok rame baget gosip pagi ini, gosip apaan sih.


Loh..! Ini foto mas Damar, ada lagi foto Sherly dan ita.


*Damar anggota 4 sekawan menabrak bemper Honda jazz milik Sherly anggota geng Hello Kity*


*Habis Nabrak mana mungkin kaum Duafa mana bisa ganti rugi*


Hemmm sombong amat sih Iwan ini, dasar anak manja kelompok borjois ini. Sok paling kaya saja di sekolah ini,"gumam Shinta.


*4 sekawan lagi mengadakan rapat darurat dalam rangka mengalang donasi untuk ganti rugi*


Hemmm Dewa ini lagi sok kaya anak kontraktor. Anak OKB, orang kaya baru.


Anggota Borjois rata h rata sok kaya memang.


*****


Titut titut, Hp Sherly berdering.setelah tersambung,


"Sherly...?"


"Iya Shinta, ada apa?"


"Kamu dimana..?"


"Ada di kantin selatan."


"Aku mau minta kontak mobil mu."


"Mau apa kamu?"


"Sopirku mau membawa mobil mu ke bengkel sebrang jalan. Mau betulin Bemler mu yang lecet dan pasang riting baru."


"Emang bisa selesai dalam Waktu yang singkat..?"


"Bisa, ini kota surbaya bukan di desa. Dengan alat yang canggih, sejam juga udah selesai," jawab Shinta


"Baiklah, aku ke kantin utara sekarang."


"Ok aku tunggu."


Di kantin tengah, Damar lagi asik menikmati es kelapa muda bersama kelompok 4 sekawan.


"Damar... Apa no 0005 dan 5000 baka keluar nanti sore," tanya Erik.


"Pasang saja 100 jutaan, siapa tau rejeki kita, lumayam dapat 250 M," jawab Damar.


"Nih..! Baca gosip di grup pena, rame banget.


Kamu habis nabrak mobil Sherly Mar..?"


"Hehehehe iya, ngantuk aku tadi pagi."


"Nih ada Foto Shinta di bengkel. Shinta yang unggah status:


*Buat anak OKB dan kelompok geng Borjois, jangan sok kaya jika makan minum saja masih minta orang tua*


"Hemmmm, ternyata Shinta galak juga ya hahahaha," kata Aldy.


"Tuh Mar, pacar mu marah kamu di buly di grup wa pena," sahut Samsul.


Shinta langsung pasang badan. Padahal jarang banget Shinta bikin status di grup pena."


*kapan ya kira kira geng kelompok Borjois kelompok Hello Kity dan 4 sekawan ngopi bareng di cafe. Atau Dugem bareng di Dragon* tulis Inna.


"Hemmm..!


"Sul..! Baca tuh status Inna yayang mu."


"Biarin saja, namanya juga grup bebas berpendapat."


*****


Sepulang sekolah, Damar, Shinta dan Sherly ada di bengkel untuk melihat mobil.


"Sudah selesai Mas," tanya Shinta.


"Sudah Mbak, semua jadi 600 ribu."


"Aku bayar pakai kartu ATM bank Asia Mas," ujar Damar.


"Silahkan ke kasir ya Mas."


Sherly heran melihat Damar membayar kerugian yang di kira Shinta yang bayar.


"Sherly, kamu ambil mobil mu, sudah aku bayar.


Aku minta maaf ya, tadi gak sengaja, aku ngantuk sekali."


"Iya Damar sama - sama, aku juga minta maaf telah meremehkan mu."


"Shinta, ayo, makasih tadi kamu urus di jam istirahat."


"Sama - sama Mas.


Aku bareng kamu saja naik motor. Aku mau main ke rumah mu."


"Iya gak apa - apa, ayo naik," kata Damar,


"Pegangan yang kenceng..!"


"Hemm, maunya..!


Genit amat," sahut Shinta,


"Bang Mamat, duluan ke rumah mas Damar, aku mau jalan - jalan dulu."


"Iya Non."


Motor pun melaju dengan pelan - pelan.


Tin Tin..!


Klakson mobik Sari berbunyi.


Heeee mesra amat, bikin iri saja."



"Mas mampir ke toko ku bentar ya..! Pas pertigaan ituloh."


"Iya siap."


Ketika berada di pertigaan... Pak Darwin Papanya Shinta yang mengendarai mobil BMW, tak sengaja melihat Shinta berboncengan dengan Damar sambil memeluk pinggang Damar.


Dengan rasa marah, Pak Darwin memerintah kan sopirnya mengikuti kemana motor Damar


Ketika Damar memarkir motornya... Mobil Pak Darwin juga parkir di sebelah Damar lalu keluar.


Tanpa banyak bicara... Pak Darwin langsung menampar Shinta,


'Selesai sekolah bukannya pulang, malah keluyuran sama orang gak jelas.


Ayoo pulang..!"


"Pa..!"


"Jangan banyak bicara, ayo pulang..!!!"


"Kamu lelaki kere gak jelas..!


Jangan lagi mendekati Shinta anakku. Dasar miskin.

__ADS_1


Ingat pesan ku, sekali lagi berani mendekati Shinta, kamu akan berurusan dengan keluarga Darwin. Aku bisa bawah


ke ranah hukum


Ingat itu," kata Oak Darwin kemudian menarik lengan Shinta untuk naik mobil.


Damar diam seribu bahasa atas kejadian yang menimpanya.


Damar merasa kasihan sama Shinta.


Setelah pak Darwin pergi... Damar melajukan motornya dengan kencang.


Sesampai di perbatasan desa Agung, Damar membelokkan motornya di warung kopi pak Tarjo.


“Kopi Pak Tarjo."


"Siaaap, baru pulang sekolah."


"Iya Pak Tarjo."


"Tuh mobil Samsul lewat, dia juga baru pulang sekolah."


Di warung Pak Tarjo, Damar menjadi perhatian orang - orang kampung yang sedang ngopi.


Karena Damar bisa membeli motor juga membangun kamar baru. Apalagi Damar habis memberi nomer togel jitu pada Pak Tarjo.


Gosip Damar memiliki kekasih anak pengusaha kaya raya pun tersebar di desa Agung khususnya area se RT/RW dengan Damar.


Walau Damar punya uang milyaran, orang kampung tidak ada yang tau kecuali Samsul sahabat dekatnya. Bahkan bapak ibu nya Damar juga tidak tau.


Namun... Damar tetap hidup sederhana seperti biasanya.


Tetapi, walau begitu, keluarga Damar tetap di pandang rendah. Karena, semenjak Damar SD, keluarga Damar adalah keluarga paling miskin di desa Agung.


*****


"Mar... Punya no togel berapa," tanya kang Solikin.


"Iya Mar, punya berapa sekarang no nya," sahut Pak Tarjo juga Pak Didik.


"Ini kopinya, gratis," kata Pak Tarjo.


Damar yang lagi pusing mikirin nasip Shinta diam saja.


Setelah menyeruput kopi dan menyulut rokok, Damar berkata,


"Nomer nya 50 dan 05."


"Ok ok, aku pasang 100 ribuan," ujar Pak Tarjo.


Beberapa orang yang di warung langsung sibuk pasang nomer togel dari HP nya masing - masing.


Tingtung..!


Bunyi WA masuk, setelah melihat,


"Kak, di suruh ibu cepat pulang. Ada yang Pak Sueb ingin bicarakan."


Setelah mendapat pesan dari Lesty adiknya, Damar pamit pulang.


Setelah berada di depan gang, Damar melihat mobil Innova milik Shinta.


"Bang Mamat..?"


"Iya Mas Damar, Shinta sudah pulang tadi dengan Papanya."


"Iya Mas Damar, kalau begitu saya pamit dulu.*


"Baiklah kang. Kalau ada masalah apa - apa di rumah Shinta, kang Mamat kesini ya, kasih tau aku."


"Iya Mas Damar.


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


*****


Setelah di rumah, Damar mendatangi pak Suep,


"Ada apa Pak lek mencari ku..?"


"Kamu beli keramik ya, sama closed dan pintu juga Jendela. Uang yang kemarin aku belikan batu bata, pasir, semen kayu sama paku dll."


"Beli berapa kardus Pak..?"


"Kalau 4 kamar ini catatannya. Ada keramik lantai, keramik kamar mandi dan keramik lantai kamar mandi.


Karena kamu ingin cepat selesai, aku nambah tukang dan kuli."


"Iya Pak Sueb, atur sajalah. Masalah uang nanti hubungi aku saja."


"Baiklah Mar.


He..! Dengar - dengar tanah pak Mijan yang di belakang dapur mu itu di jual loh Mar. Kalau punya uang, kamu beli saja, lumayan bisa buat ternak atau apa."


"Emang kenapa di jual Pak lek..?"


"Katanya mau pindah ke desa, ikut istrinya. Karena pak Mijan sudah pensiun. Mungkin untuk usaha di desa."


"Minta berapa Pak lek harganya?"


"Dengar - dengar sih 1,2 milyar. Luas loh tanah itu, kalau di bagun rumah, bisa jadi 15 rumah lebih


Sayangnya letaknya di belakang, jalannya agak ribet cuma dua meter saja. Pas satu mobil."


"Ya sudah, aku tak ke toko galangan depan.


Jangan lupa, pasang no 50 sama 05. Mumpung jam setengah tiga.


Pasang yang banyak sekalian. Hahahahaha..!"


"Siaaap," Kata Pak Sueb,


"Kalau kamu punya mobil, kamu bisa parkir di belakang dapur.


Enaknya lagi... Di ujung batas tanah itu ada sungai kecil. Jadi gak usah repot - repot buang air, langsung ke sungai."


******


Setelah memesan barang di toko galangan, Damar duduk di dapur seorang diri sambil menikmati rokok sampoerna Mill.


"Mas... Kok terlihat lesu..?"


"Iya Buk, lagi ada yang di pikirin."


"Emang mikir apa..?"


Damar diam saja tak menjawab pertanyaan Ibunya. Dan ibunya pun sudah faham akan sikap Damar anaknya jika ada masalah berat.


"Buk mau masak apa, kok nyalahin kompor?"


"Mau bikinin indomie suami ibu yang ganteng."


Huk huk huk..!


"Kenapa Mas, batuk - batuk..?"


"Gak apa - apa."


"Kamu mau di bikinin kopi..?"


"Iya Buk boleh, sama indomie telor ya?"


"Iya, siap..!"


Sambil menunggu kopi dan indomie telor, Damar membuka aplikasi judi online Naga 303.


Dengan niat sedekah, Damar memasang nomer 5000 - 200 juta dan 0005 - 300 juta.


Semoga saja nomer nya tembus dan aku bisa mendapatkan hadiah 2.500.000 x 300 juta, jadi dapat hadiah 750 Milyar.


Kalau dapat 750 juta, bapak sama ibu sama Tio aku suruh pergi haji."


"Ini Mas, indomie nya dan kopinya. ibu mau nemenin yayang dulu di kamar," kata ibu Farida mengajak bercanda dengan maksud Damar biar tidak terlihat sedih.


"Iya Buk."

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2