Makam Keramat

Makam Keramat
Benci tapi rindu


__ADS_3

Minggu pagi jam 09, bangun tidur, Damar mandi. Setelah memakai sarung warna hijau dan baju takwa, Damar melaksanakan solat duha 4 rokaat. Setelah itu, Damar membaca wirid Habusnallah wanikmalwakil 450. Lalu membaca wirid ya Ghony ya Mughni 100x dan baca wirid ya Hasib ya Muqit 100x. Kemudian Damar menutup dengan doa sapu jagad. Tak lama kemudian, Damar kembali tidur.


*****


*Keluarga Elsa.


Sejak kepulangan Aisah di rumah, Pak Elsa berangsur angsur sehat.


Di meja makan siang, Pak Elsa berkata,


"Aisah... Ayah dan ibu mu sekarang merestui hubungan mu dengan Damar.


Sekarang kamu sudah dewasa, sebulan lagi kamu lulus dan akan kuliah.


Jadi, Ayah dan ibumu memberi kebebasan dalam menentukan pilihan mu."


"Iya Ayah, terimakasih.


Tetapi, hubungan Aisah dan Mas Damar sudah berakhir. Aisah ingin fokus kuliah dan mengejar cita - cita."


"Kamu memakai kalung berlian dan cincin berlian juga anting berlian itu dapat dari mana," tanya ibu Elsa,


"Kan harganya itu milyaran?"


"Di belikan Mas Damar. Perhiasan ini, semua nilainya 1 milyar 900 juta," jawab Aisah,


"Mas Damar juga membelikan Aisah mobil baru Honda jazz."


Mendengar pengakuan Aisah... Pak Elsa dan istrinya sangat terkejut sekali.


"Uang dari mana Damar itu..? Jangan - jangan dia bandar narkoba kok punya uang segitu banyak nya," ujar ibu Elsa,


"Keluarga kita saja tidak pernah memiliki uang sebanyak itu."


"Gak tau buk, yang Aisah tau, Mas Damar banyak uangnya."


"Desas desus di kampung ini kehidupan Pak Yasin sekeluarga banyak perubahan. Ibu Farida sekarang sudah tidak kerja menjadi tukang cuci baju. Dia menjadi ibu rumah tangga alias nganggur. Pak Yasin juga pengangguran, setelah kecelakaan. Damar dan adik - adiknya masih sekolah.


Lalu, uang dari mana coba, untuk kebutuhan hidup sehari hari," ujar pak Elsa,


"Apa kamu gak curiga Aisah..?


Takutnya, Damar dapat uang dari melakukan kejahatan atau pesugihan. Kalau dari kejahatan, dan Damar tertangkap polisi, kamu bisa kena Aisah. Karena kamu juga ikut menikmati hasil kejahatan nya.x


"Iya Ayah, ayah ada benarnya. Kalau begitu, habis ini akan aku kembali kan semuanya pemberian Mas Damar."


"Iya Aisah, demi keselamatan mu," ujar ibu Elsa,


"Aku heran dengan Damar itu, kok bisa memiliki uang sebanyak itu ya..?


Padahal, keluarga Damar itu keluarga paling miskin di kampung ini. Jangankan bisa beli mobil honda jazz, motor butut saja gak punya.


Untuk makan sehari hari saja, ibu nya harus kerja keras menjadi pembantu panggilan. cuci baju milik warga yang mampu, kadang bersih bersih rumah orang punya."


*****


*Keluarga Ita.


Minggu siang keluarga Ita sedang istirahat libur. Beberapa saudara datang untuk berkunjung.


Di ruang tamu, Om nya berkata,


"Maya..?"


"Iya Mas."


"Itu Ita kok bisa berubah ya?"

__ADS_1


"Berubah bagaimana?"


"Aku lihat Ita sekarang solat, tadi aku melihat lagi solat duhur. Sekarang juga mau memakai jubah, kayak wanita arab."


"Hehehehe.


Iya Mas. Aku Mama nya saja juga heran. Biasanya juga pakai celana pendek dan singlet. Kalau hari minggu gini, sudah gak ada di rumah. Biasanya jalan - jalan di mall, ngabisin duit. Ada saja yang di beli. Kalau malam minggu juga biasanya pulang subuh, mabuk lagi. Semua tiba - tiba berubah Mas. Makan saja biasanya rewel banget, sekarang yang ada di meja makan, ya di makan tanpa banyak protes seperti biasanya. Sekarang kamarnya juga di rapi'in sendiri."


"Kok bisa aneh gitu ya?


Biasanya kalau ada aku, Om nya, selalu nodong, om minta uang dua juta, tiga juta.


Hari ini salim lalu pergi, gak minta uang."


"Sejak berteman dengan Damar kakak Kelas nya, Ita banyak berubah sikap nya."


"Ya syukurlah Maya, semoga saja Ita benar - benar berubah. Kadang aku kasihan sama kamu dan suami mu. Selalu di goda sama Ita. Repot juga sih, punya anak tunggal itu."


"Mau gimana lagi Mas, aku juga ingin punya anak lagi. Sudah berobat ke luar negri hasilnya tetap nihil.


Kata Gus Farid, peluang memiliki anak lagi cuma satu persen. Karena, mani Mas Jhoni lemah."


Ita yang kebetulan lewat, langsung nyamber,


"Mama ingin punya anak lagi..?"


"Iya Ita kalau bisa. Biar kamu ada temannya."


"Nanti aku bilang ke Kak Damar."


"Kok bilang ke Mas Damar, apa hubungan nya?"


"Kak Damar pernah cerita punya teman, dia mengetahui semua kejadian di alam semesta ini. Orang itu bernama Pintu langit. Nanti aku suruh kak Damar minta doa pada temannya itu."


"Boleh," jawab ibu Maya tersenyum.


*****


"Mama, beberapa bulan ini, Shinta jadi pendiam, jarang ngomong dan selalu berdiam diri di kamar.


Makan bersama juga jarang mau. Badannya bertambah kurus."


"Iya Pa, sejak hubungan nya dengan Damar, Shinta berubah drastis. Dari siang pulang sekolah, di dalam kamar gak keluar sampai pagi. Keluar - keluar, berangkat sekolah. gak mau sarapan lagi.


Badannya sangat kurus sekali.


Malam minggu, tadi pulang subuh, dalam keadaan flay, akibat pengaruh narkoba."


"Kata siapa kamu?"


"Kata sopirnya lah, kang Mamat. Aku tanya, Mama ancam akan Mama pecat kalau gak jujur, akhirnya kang Mamat ngaku juga.


Semalam habis dugem sama teman - teman nya di diskotik Redpoling.


Mama takutnya, kesehatan Shinta drop, dan masuk rumah sakit lagi. Apalagi kurang dua bulan ujian kelulusan."


"Coba Mama telpon temen - temennya, tanya apa yang sebenarnya terjadi sama Shinta."


"Sudah Pa, jawaban nya, masalah asmara. Putus dengan Damar. Kata Sari teman akrabnya, Shinta yang mutusin Damar."


"Hemmm, Damar lagi Damar lagi! Berengsek memang anak itu. Bikin aku Emosi saja!"


"Hati - hati Papa, jangan suka emosi ngawur. Walau Damar masih remaja, kelas tiga SMA, dia pinter kalau bicara. Gak ada takutnya, malah santai dia.


Kita bisa kena todong 200 milyar lagi."


*****

__ADS_1


*Desa kebon Agung.


"Aisah..."


"iya Om."


"Itu mobil honda jazz mu, ini kontak nya."


"Terimakasih ya Om, telah mengambil kan mobil jazz di Asrama ku," ujar Aisah.


"Iya Aisah, sama - sama. Om mau balik dulu kalau begitu."


Setelah mengambil BPKB di dalam tas ransel, dan menaruh perhiasan berlian di box aslinya, Aisah pergi ke rumah Damar.


Tak lama kemudian mobil honda jazz terparkir di depan rumah Damar.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab ibu Farida,


"Kamu Aisah, masuk.


Damar lagi ada di kamar sejak pagi tadi, gak keluar sama sekali."


"Apa Mas Damar sakit Buk..?"


"Enggak, gak tau juga kok tumben seharian di dalam kamar saja.


Kamu masuk kamar saja, gak di kunci kok kamarnya."


"Iya Buk," jawab Aisah kemudian masuk ke kamar Damar,


"Hemmm, tidur orangnya.


Setelah menyentuh lengan Damar hendak membangunkan nya, Aisah berkata lirih,


"Suhu badannya agak panas. Kayak nya Mas Damar lagi demam,


"Mas, Mas..?"


"Iya Buk, ada apa," sahut Damar.


"Aku Aisah, bukan ibu mu."


"Loh, kamu Aisah. Duduk sini."


"Suhu bandan mu panas, kamu itu demam. Minum obat biar sembuh."


"Aku gak apa - apa, hanya ingin istirahat tidur saja. Kecapaian paling."


"Ibu," panggil Aisah di depan pintu.


"Iya Aisah..."


"Obat demam sisa ibu apa masih ada?"


"Ada, di atas kulkas. Ibu ambilin, Apa Damar sakit demam?"


"Iya Buk, badannya panas. Aisah minta makan buat Mas Damar."


"Bentar ya, ibu ambil kan.


Tak lama kemudian,


"Ini Aisah, makannya."


*****

__ADS_1


__ADS_2