
Setelah makan siang bersama, Firda berkata,
"Mas Damar... Mama ku sakit sudah 8 bulan gak sembuh - sembuh. Sudah berobat ke Amerika, jerman, prancis tidak ada hasil nya.
Semua dokter bilang, tidak ada penyakit nya. Mama ku di vonis normal.
Lalu... Papa ku mendatangkan beberapa paranormal, juga gak ada hasilnya. Papa juga sudah mendatangi beberapa kyai minta doa, dan syarat, Juga tidak ada hasilnya.
Waktu aku kumpul - kumpul sama geng Hello kity di cafe, Inna bercerita tentang keanehan kamu. Jessica juga cerita katanya kamu punya ilmu goib. Ita juga cerita, Mama nya bisa hamil karena kamu kasih syarat. bahkan Erik ini juga cerita, Erik bisa sukses dan mapan lantaran dari kamu. Sabrina juga cerita tentang diri mu.
Kalau mas Damar gak keberatan... Firda minta tolong kamu obati atau kamu beri syarat apa gitu, supaya Mama ku sembuh.
Kasihan, sudah 8 bulan lebih hanya berbaring saja. Umur Mama ku juga masih 40 tahun."
"40 tahun seumuran ibu ku berarti," kata Damar,
"Tetapi... Aku ini, Sejujurnya, tidak punya ilmu kesaktian atau ilmu pengorbatan. Aku juga bukan paranormal, kyai atau Gus.
Hanya saja... Beberapa bulan ini, aku sering solat walau bolong - bolong. Itupun aku solat sebab sering di omelin ibuku.
Kedua dalam beberapa bulan ini, aku sering ziarah ke makam wali, itu pun aku di suruh.
Jadi... Kalau teman - teman cerita aku ini punya ilmu goib itu salah lah. Itu hanya gosip.
Aku hanya bisa berdoa dan wirid yang di ajarkan ibu ku saja."
"Kalau begitu... Mas Damar wirid kan dan doakan saja Mama ku, siapa tau bisa sembuh lantaran doa Mas Damar.
Aku kasihan sama Papa ku. Aku sendiri juga sedih melihat keadaan Mama ku."
"Baiklah, kalau itu mau mu," kata Damar.
"Kalau begitu, ikutlah ke rumah ku," ajak Firda,
"Sari, Erik, aku tinggal dulu ya sama Mas Damar.
Sopir ku sudah datang dari tadi."
"Baiklah Firda.
Semoga sembuh Mama mu."
"Aamiin.
Dada..."
*****
Di dalam mobil, Damar menelpon kang Mamat,
"Kang di posisi di mana?"
"Ada di perumahan Elizabet Tuan."
"Waktu Kang Mamat cuci mobil dan bersih - bersih jok mobil, lihat botol kaca warna putih bening gak di mobil Fortuner?"
"Ada Tuan, ada di saku jok belakang."
"Kalau begitu kamu antar ya, sekalian jemput aku.
Alamatnya aku WA, agak cepat ya kang kesini nya."
"Baiklah Tuan."
"Firda, mana alamat rumah mu.
Perumahan Garden The Lux jalan Merpati no 5."
"Loh, satu perumahan dengan Ita Hello kity?"
"Iya Mas, cuma Ita blok barat aku blok selatan."
Tak lama kemudian mobil Alpahrd milik Firda memasuki halaman rumah yang luas nan megah.
Setelah turun dari mobil, Firda mengandeng tangan Damar sambil masuk rumah.
"Selamat siang Non," sapa seorang satpam.
"Siang juga pak.
Papa apa ada di rumah?"
"Ada Non, barusan datang."
"Baiklah.
Papa..?"
"Iya Firda...
Kok kelihatan seneng banget sore ini?"
"Hehehehe."
"Siang Om," sapa Damar.
"Siang juga.
Tumben kamu bawah teman laki - laki."
"Ini teman spesial Pa."
"Hemm, sudah punya pacar anak Papa sekarang?"
"Bukan pacar Pa, dia bernama Damar. Mas Damar aku suruh mengobati Mama."
"Oh... Begitu.
Bagus, kalau Mama mu sembuh, mas Damar minta apa saja Papa kasih."
"Selamat sore Non," sapa seorang satpam rumah,
"Ada seorang sopir Fortuner mencari Tuan Damar."
"Suruh masuk saja Pak, tolong telpon Bibik suruh bikinin kopi sama beliin rokok," perintah Firda.
"Baiklah Non."
Setelah mengambil air keramat di dalam mobil, Damar dan Firda juga Pak Alex papanya Firda, masuk ke kamar utama untuk melihat ibu Sisi yang terbaring.
Setelah menuangkan air keramat ke dalam gelas, Damar berkata,
"Firda... Tolong minumkan ke Mama mu, sesendok - sesendok ya, minumkan hingga habis."
"Baiklah Mas," jawab Firda kemudian meminumkan perlahan - lahan hingga habis.
Tak lama kemudian, ibu Sisi berteriak menangis menahan rasa sakit.
Damar melihat ada asap hitam keluar dari tubuh ibu Sisi.
Setelah asap tidak lagi keluar dari tubuh ibu Sisi... Ibu Sisi langsung pingsan tak sadarkan diri.
"Mas Damar...!
Bagaimana ini, Mama nya Firda habis kesakitan lalu pingsan?"
"Gak apa - apa Om, ini hanya proses. Setelah sadar, Tante ini akan sembuh," jawab Damar berbohong juga agak bingung,
"Saya tunggu di teras samping rumah dulu."
"Mari Mas, aku temani," ujar Firda kemudian pergi ke dapur,
"Mbak, bikinin kopi Netsscafe hitam satu dan capocino satu."
"Baik Non."
******
Sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok, Damar berkata dalam hati,
"Mama nya Firda kok bisa berteriak kesakitan ya, pakai nangis lalu pingsan?
Waduh...!! Kalau mati bagaimana...?!!
Bisa di penjara aku. Tadi itu asap apa ya..? Yang keluar dari dalam tubuh Mama nya Firda. Banyak sekali asap hitam yang keluar!"
"Firda... Aku ingin solat asar, di mana tempat nya?"
"Ayo, aku antar Mas, di teras belakang rumah ada tempat pasolatan dekat taman."
"Baiklah."
Setelah wudhu Damar kemudian solat Asar. Karena takut ibu Sisi mati, setelah solat Damar memanggil temannya bernama kyai Ndaru, bangsa jin penjaga makam kyai Ali Wafa.
"Kyai Ndaru...!
Kyai Ndaru...?"
__ADS_1
"Assalamualaikum Gus," sapa kyai Ndaru berwujud harimau putih duduk di depan Damar.
Kyai, aku mengobati ibu Sisi Mama nya Firda teman ku. Aku beri minum air keramat dari makam kyai Pamenang, lalu ibu sisi berteriak kesakitan dan pingsan.
Aku takut kalau ibu Sisi mati."
"Ibu Sisi tidak sakit Gus.
Tidak apa - apa Gus. Ibu Sisi sebentar lagi sadar, dan langsung sembuh.
Karena... Ajian guna - guna kembang bayang telah keluar dari tubuh ibu Sisi.
Asap hitam yang kamu lihat itu,
adalah ajian guna - guna kembang bayang, yang membuat ibu Sisi lumpuh tak bisa bergerak.
Keluar nya ajian ilmu guna - guna kembang bayang itu, membuat ibu Sisi kesakitan dan pingsan.
Itulah proses nya."
"Kyai Ndaru, kalau boleh tau...
Mengapa ibu sisi di guna - guna..?"
"Karena, ibu Sisi habis memarahi dan mengancam memecat direktur keuangan pabrik kaca milik nya.
Di pabrik kaca milik ibu Sisi, telah terjadi korupsi, penggelapan uang dalam jumlah besar. Direktur keuangan dan manajernya juga kepala pengadaan barang, telah bersekongkol Gus."
"Jadi... Yang membuat guna - guna itu tiga orang ya kyai?"
"Iya Gus. Kesepakatan bersama. Mereka menyuruh seorang dukun aliran hitam dari wilayah Blambangan Banyuwangi."
"Kalau benar begitu, Alhamdulillah kyai. Saya bingung tadi.
Terimakasih kyai telah sudi menemui ku."
"Sama - sama Gus.
Assalamualaikum."
*****
Damar kembali bersama Firda duduk di teras samping rumah.
Hujan tiba - tiba deras membuat suasana di teras dekat taman bertambah dingin
"Firda..!" panggil pak Alex berteriak.
"Iya Pa," jawab Firda kemudian berlari kecil menuju kamar utama.
"Mama..!" panggil Firda kemudian memeluk Mama nya yang sudah bisa duduk.
"Alhamdulillah... Mama sudah bisa duduk," ucap firda sambil meneteskan air mata.
"Mama, berdiri Ma, berdiri."
"Mama ini sehat Firda, gak sakit medis. Gak lumpuh. Hanya badan Mama ini seperti di rantai saja. Jadi gak bisa bergerak. Mau bicara juga gak bisa.
Setelah rantai yang melilit tubuh Mama itu hancur... Mama bisa bicara dan sehat kembali."
"Sebentar ya Ma, Pa," kata Firda kemudian berjalan cepat mendekati Damar yang duduk sendiri.
Tiba - tiba Firda memeluk dan menciumi pipi Damar,
"Alhamdulillah Mas, Mama sembuh. Sudah bisa duduk dan berdiri."
"Iya Firda, aku sudah tau. Sudah sudah, lepaskan pelukan mu. Malu kalau di lihat Papa mu.
Nanti saja meluknya kalau sepi gak siapa siapa!"
"Hemmm...
Gak apa - apa," kata Firda kemudian melepas pelukannya,
"Kamu cowok pertama yang aku peluk dan aku cium. Karena hati ku senang Mama ku sembuh."
"Firda," panggil ibu Sisi.
"Iya Ma..?"
"Mana Mas Damar teman mu itu..?"
"Ini lagi sama aku di teras samping. Ngopi sambil rokok an."
"Ya sudah, kita ngobrol di situ saja."
"Tante Sisi tidak sakit medis Om, tetapi kena ajian guna - guna kembang bayang, yang di kirim oleh seorang dukun aliran hitam, dari wilayah Blambangan Banyuwangi.
Tujuan nya hanya membuat Tante Sisi lumpuh seumur hidup."
"Kejam sekali..!
Lalu, siapa pelakunya, maksudnya yang memerintah kan dukun itu..?"
"Direktur keuangan, manajer keuangan dan kepala biro pengadaan barang pabrik kaca milik Tante Sisi.
Karena... Tante Sisi habis memarahi dan mengancam memecat direktur keuangan."
"Benar Mas yang Mas Damar katakan," sahut ibu Sisi,
"Tante habis memarahi direktur keuangan.
Karena... Di pabrik kaca milik Tante, terjadi kebocoran dana. Banyak laporan keuangan yang tidak wajar.
Mas Damar kan tau hal goib. Apakah ada penggelapan uang di perusahaan Tante..?"
"Iya Tante. Korupsi dalam jumlah yang besar.
Pelakunya adalah tiga orang.
Direktur keuangan, manajer keuangan dan kepala biro pengadaan barang.
Saran saya, segera Tante adakan pengecekan ulang data keluar masuk keuangan perusahaan.
Jika ada unsur penggelapan, maka Tante lapor polisi, dan mengambil fasilitas perusahaan juga menyita uang atau barang hasil penggelapan."
"Iya Mas Damar. Habis ini Tante akan suruh orang untuk mengaudit keuangan perusahaan."
"Sudah jam 4 sore Om, Tante. Damar mau pamit, karena ada janji."
"Karena mas Mas Damar telah menyelamatkan nyawa Tante Sisi... Sebagai rasa terimakasih Om, Mas Damar bilang minta apa ke Om. Jangan malu - malu, Om akan kasih."
"Tidak Om, terimakasih atas tawarannya.
Saya ikhlas membantu Firda."
"Pa, belikan mas Damar mobil Rolls Royce Phantom coupe saja."
"Hemmm... Baiklah, besok pasti akan di kirim.
Mas Damar, minta foto KTP nya ya, untuk keperluan surat - suratnya."
"Gak usah Om, terimakasih."
"Sini KTP nya, aku foto. Kalau gak di kasih, kamu gak boleh pulang."
"Iya iya...
Ini..."
"Sebentar ya mas Damar," kata pak Alex kemudian menulis cek 500 M."
"Firda...
Apa kamu mau jalan - jalan sama mas Damar..?"
"Iya Pa, ini malam minggu, biasa, acara anak muda.
Aku ada acara kumpul - kumpul sama teman teman di kota sidoarjo jam 9 malam.
Firda mau keluar sekarang bareng mas Damar, sekalian makan malam.
Boleh ya Mas?"
"Boleh boleh."
"Kalau begitu, Papa titip cek ini. Kasih sama mas Damar ya."
"Baiklah Pa."
"Damar permisi dulu Om, Tante
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Pa, Na, jalan dulu."
__ADS_1
"Iya Firda, hati - hati.
Jangan main narkoba loh ya.
Mas Damar, nitip Firda ya?"
"Iya Om."
*****
Mobil Fortuner yang di tumpangi Damar dan Firda Lolita meluncur ke arah cafe Ayu satu di raya rungkut.
Sambil duduk mepet, Firda menyodorkan selembar cek.
"Ini Mas, titipan Papa tadi untuk kamu."
"Gak ah, kembalikan ke Papa mu."
"Sudahlah terima saja. Pemberian ini bentuk rasa syukur dan terimakasih Papa sama kamu.
Gak boleh sombong menolak rejeki."
"Baiklah.
Nanti uang di cek ini bisa buat amal sedekah," jawab Damar sambil mengambil selembar cek,
"Hemmm, banyak banget Papa mu kasih cek, 500 M."
"500 M itu, sedikit bagi Papa Mama ku. Jual kapal satu saja laku 1,5 T. Papa punya 100 kapal lebih untuk expor impor.
Anaknya juga aku doang."
"Jadi, kamu pewaris tunggal bisnis papa mu ya?"
"Iyalah Mas, siapa lagi. Kan aku Anak tunggal."
"Bagus bener nasib calon suami mu," sahut Damar,
"Sudah punya istri cantik, kaya raya."
"Hehehehe
Kamu saja jadi suami ku kelak."
"Kata Sari, kamu cewek paling cantik di grup geng Hello Kity."
"Iya, itu katanya teman - teman.
Tetapi... Menurut ku, yang cantik itu Shinta."
"Sudah sampai Tuan," kata kang Mamat kemudian berhenti di tempat parkir cafe.
"Tak bawa kaos dan celana dulu, mau mandi di cafe.
Ayoo turun,x ajak Damar sambil memegang tangan Firda,
"Oh iya, kalau Papa mu jadi beli mobil Rolls Royce, di kirim ke alamat perumahan Elizabet jalan camar no 10."
"Iya Mas, kamu WA saja alamat nya. Nanti aku kirim ke Papa."
"Selamat sore Tuan,* sapa angga direktur PT Podomoro General kontraktor, juga Ratna direktur keuangan."
"Sore juga direktur Angga direktur Ratna.
Sebentar ya, aku tak mandi dulu."
"Baiklah Tuan."
"Firda, tunggu sebentar ya. Kamu duduk dulu.
Mbak Dewi, siapkan makan untuk empat orang ya.
Menu udang saus, cumi dan ikan bakar gurami sama iga bakar.
Sekalian minumnya dua kopi hitam, teh madu dua dan Aqua empat.
GPL. Gak Pake Lama."
"Siap Bos."
******
Selesai mandi dan ganti baju, Damar mendekati direktur Angga,
"Mas Angga, mbak Ratna, duduk sebelah taman sini."
"Iya Tuan."
"Silahkan duduk.
Kenalkan, ini Nona Firda Lolita."
"Malam Non Firda."
"Malam juga."
"Ayo kita makan bersama sambil ngobrol," kata Damar,
"Gimana perkembangan PT Podomoro General kontraktor?"
"Dua hari yang lalu, kami memenangkan tender di kabupaten Pasuruan. Yaitu proyek mendirikan pabrik tepung seluas dua hektare.
Dan
Kemarin ada pesanan dari pengusaha asal Bali, untuk mengerjakan 50 villa di ubud Bali.
Rencana nya akan berlanjut menjalin kerja sama, jika cocok, akan di lanjut mengerjakan apartemen," jawab direktur Angga,
"Setelah team dari PT Podomoro surve lokasinya, kami membutuhkan sekitar 15 alat berat.
Dari pada nyewa mengeluarkan banyak uang banyak, mending kita beli alat beratnya. Masalah tenaga ahli itu kita bisa cari."
"Ya beli saja Mas Angga. Kamu pastikan nominal dananya berapa, nanti aku kasih uang.
Kalau waktu nya mepet, untuk sementara nyewa saja dulu."
"Baiklah Tuan.
Nominalnya 3,4 T."
"Iya Mas Angga, besok biar Dimas yang atur dananya.
Hemmm, apakah 15 alat berat ini akan di gunakan di pulau Bali dan Pasuruan?"
"Tidak Tuan.
Nanti di bagi dengan yang di kota Gresik dan Surabaya."
"Tuan Damar, jumlah uang ini terlalu besar. Lebih baik perusahaan pinjam uang di bank, Dengan pinjaman lunak jangka panjang. Kita bisa menjalin kerja sama dengan pihak bank. Lalu Kita bisa membayar mencicil tiap bulan, dengan memakai uang keuntungan dari perusahaan," kata Ratna direktur keuangan,
"Tuan sebagai CEO PT Podomoro General kontraktor, dan saya selaku direktur keuangan, saya minta persetujuan dari tuan untuk menjalin kerjasama dengan pihak bank untuk memperoleh pinjaman dana segar.
Dan Tuan tidak perlu mengeluarkan dana pribadi. Karena perusahaan ini sudah mulai berjalan dan menghasilkan keuntungan."
"Baiklah, aku setujui.
Besok langsung saja di laksanakan kontrak kerja sama dengan pihak bank."
"Baiklah Tuan."
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan," pamit direktur Angga.
"Baiklah mas Angga, mbak Ratna, semoga sukses."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Mas, besok atau lusa kamu temui Mama ku. Dulu Mama bilang katanya mau buka cabang pabrik kaca di beberapa kota di jawa dan kalimantan.
Barangkali jadi buka cabang, biar di kerjakan oleh perusahaan kontraktor mu."
"Baiklah Firda.
Biar direktur PT Podomoro kontraktor yang menemui Mama mu. Itu salah satu tugas seorang direktur umum."
"Kalau bisa kamu dampingi Mas, karena Mama percaya sama kamu.
Kalau bawahan mu saja, mungkin Mama bisa saja menolaknya."
"Iya, senin ya, sepulang sekolah.
Karena hari selasa kita ujian kelulusan."
Bersambung.
__ADS_1