
"Mas... Mau pasang no togel ya, kok buka aplikasi Naga 505," tanya Shinta
"Hehehehe, iya," ujar Damar,
"Semalam mimpi Harimau, mau aku pasang. Siapa tau keluar.
Lumayan buat ngopi sama beli rokok."
"Hemmm, pancet ae Mas. Kok senang judi togel," ujar Shinta,
"Jangan banyak - banyak pasangnya, katanya seribu dua ribu, buat hiburan."
"Iya iya, paling banyak juga 10 ribu," kata Damar berbohong.
"Mandi sana Mas, air hangat."
"Bentar, habis ini mandi," sahut Damar.
Setelah pasang no 08 - 500 juta, dan 108 - 500 juta, Damar menutup Aplikasi Naga 505, kemudian mandi.
Sambil mandi Damar berkata lirih,
"Dengan keberkahan kyai Pamenang, semoga dapat hadiah nomer togel. Ini sejarah dalam hidupku sedekah ke bandar togel terbanyak untuk kedua kalinya.
*****
Selesai mandi Damar keluar kamar rawat inap.
"Serius amat ngobrol nya," sapa Damar,
"Kang Mamat, belikan bubur ayam sama jus jambu merah ya. Sama Nasi padang dua bungkus. Pakai lauk kikil 4 biji.
Ini uangnya."
"Iya Mas Damar."
"Samsul, kamu ikut kang Mamat sekalian makan nasi padang sama kang Mamat," ujar Damar.
"Iya, lapar aku," Sahut Samsul senang.
*****
Jam enam lewat, sambil menikmati makanan nasi padang, kang Mamat membuka aplikasi Togel Naga 505
Begitu melihat yang angka 6108, kang Mamat mengucapkan,
"Alhamdulillah... Dapat 700 juta. Alhamdulillah... Bisa bayar uang pendaftaran sekolah anak - anak, dan biaya persalinan ke rumah sakit.
Baru kali ini aku punya uang sebesar ini, 700 juta. Bisa bayar hutang."
Setelah mengetahui yang keluar no 6108, Samsul berkata lirih,
"Bener kata Damar, aku ini kalau pasang nomer togel penakut. Aku hanya dapat 402 juta. Kalau tau yang keluar 108, aku pasang 300 juta.
Goblook goblok..!
Tetapi lumayan lah, dapat rejeki banyak, 402 juta.
Ternyata Damar itu hebat juga, sudah 3 kali ini menjebol kan bandar togel.
Berteman baik sama Damar itu membawa barkah ternyata."
Selesai makan, Samsul dan kang Mamat mampir ke indomaret, kemudian langsung menuju rumah sakit.
*****
Tingtung..! WA Damar berbunyi:
*Aisah:
Assalamualaikum.
Mas di mana?
*Damar:
Waalaikum salam
Lagi di rumah sakit internasional jenguk Shinta.
*Aisah:
Shinta yang katanya temannya Mas, pacar Mas Damar itu?
*Damar:
Iya.
*Aisah:
Jujur Amat!
*Damar:
__ADS_1
Ya, harus jujur apa adanya. Walau itu pahit rasanya.
*Aisah:
Yaa sudah. Ibu sudah enakkan badannya. Sekarang sudah bisa ke dapur
*Damar:
Alhamdulillah
Pak RT apa sudah ke rumah
*Aisah:
Sudah Mas, surat KK dan KTP sudah jadi. Buku tabungan juga sudah ada di Aisah.
*Damar:
Ya Sudah, Mas Damar habis ini pulang. Kamu makan duluan ya.
*Aisah:
Iya Mas, hati - hati di jalan.
Kalau pulang, bawain Aisah sate kambing ya sama es jeruk.
*Damar:
Siaaaap, agak malam yaah.
*Aisah:
Iya Gak apa apa
Assalamualaikum.
*Waalaikumsalam.
Setelah membuka aplikasi judi online naga 505, Damar mengucapkan,
"Alhamdulillah... Keluar 6108. Dapat Hadiah 205 milyar.
"Mas Damar..."
"Iya kang Mamat."
"Ini pesanannya.
Ini rokok untuk Mas Damar."
"Dari saya 3 slop sampoerna Mill Mas Damar. Dari Mas samsul 3 slop surya 16" ujar Kang Mamat.
"Ya sudah, terimakasih."
"Suster..." sapa Damar.
"Iya Mas."
"Tolong infusnya mbak Shinta di lepas ya," ujar Damar.
"Loh, emangnya kenapa," tanya Suster.
"Mbak Shinta sudah sembuh. Ini mau makan sama saya," kata Damar.
"Sebentar ya Mas, saya harus konfirmasi sama dokter jaga dulu," ujar Suster jaga.
"Baiklah Suster, saya tunggu," kata Damar.
*****
Setelah mengecek kondisi Shinta, dokter jaga melepas infus Shinta.
Setelan itu, Shinta makan dengan lahap bersama Damar.
Dengan kehadiran Damar... Shinta lambat laut ceria. Beberapa kali makan dan minum bersama Damar, tubuhnya mulai mempunyai tenaga.
"Mas...
Gimana ceritanya kok Papa sama Mama ke rumah Mas Damar," tanya Shinta.
"Yaah karena kamu sakit gak kunjung sembuh. Di tambah kondisi mu bertambah buruk, Papa Mama mu menemu i ku," ujar Damar,
"Awalnya aku gak mau, karena Papa mu galak.
Tetapi Mama mu berharap aku menjenguk mu. Akhir aku putuskan mau menjenguk mu, asal di beri uang bensin sama uang ngopi dan rokok."
"Sama Mama di kasih gak," tanya Shinta.
"Aku di tanya minta berapa," ujar Damar,
"Aku candain minta 100 milyar. Malah Mama mu ngasih cek 200 miliar."
"Hehehehehe..!
__ADS_1
Bagus tuh Mas, sekali - kali di peras Papa Mama ku. Biar buat pelajaran," kata Shinta.
Tingtung..!
HP Damar berbunyi,
*Aisah:
Assalamualaikum
Mas... Aisah pamit pergi ke Asrama dulu ya. Senin pagi Aisah harus sekolah.
Terimakasih atas cinta dan perhatiannya.
Jaga diri baik baik, jaga dan sayangi Shinta.
Satu lagi, jangan lupa solat.
Assalamualaikum.
Setelah mematikan Hp, Damar diam dan santai bersama Shinta.
Waktu terus berlalu, tak terasa jam menunjukkan pukul 10 malam.
Ibu nya Shinta datang menjenguk bersama Pak Darwin Papanya Shinta.
"Permisi," sapa ibu Heni.
"Silahkan masuk Buk, Shinta sudah sehat. Habis makan dua piring," kata Damar,
"Sudah bisa ngomong dan bisa duduk sambil lihat yutub."
"Syukurlah kalau begitu," kata Bu Heni.
"Shinta, aku pulang dulu ya, besok sepulang sekolah, aku kesini lagi.
Kan sudah ada Papa Mama mu."
"Baiklah Mas, hati - hati di jalan ya, sampai jumpa besok."
Setelah Damar pergi... Pak Darwin berkata,
"Shinta... Setelah sembuh, apa kamu masih melanjutkan hubungan mu sama Damar si bajingan itu..?"
"Papa itu mesti ngatain orang seenaknya sendiri," sahut Shinta sewot,
"Damar pemuda yang baik, bukan bajiangan."
"Baik apanya..!
Coba kamu lihat kelakuan Damar itu di yutub videonya viral," kata pak Darwin.
Setelah melihat vidio di yutube sebentar, Shinta berkata,
"Papa dan Mama keluar dulu ya..!
Shinta kepinggin sendirian."
"Baiklah, Papa dan Mama duduk di ruang tunggu."
******
Setelah beberapa kali melihat video baku hantam di parkiran diskotik Dragon... Shinta berkata lirih,
"Siapakah wanita cantik ini ya, yang mengandeng lengan Damar di diskotik Dragon..?
Lebih baik aku telpon anggota geng Hello Kity, untuk cari tau."
Setelah mendapatkan informasi dari beberapa anggota geng Hello kity, Shinta mengetahui, bahwa wanita itu adalah kekasih Damar.
Jadi...
Selama aku sakit, aku di selingkuhi. Damar jalan dengan cewek cantik dari sekolah perawatan. Damar pamerkan di hadapan anggota geng Hello kity.
Hemmmm..!
Sakit rasanya hati ini."
"Mama..!"
"Iya Shinta, ada apa?"
"Shinta ingin pulang sekarang ma. Gak betah disini."
"Baiklah baiklah. Mama akan urus dulu Adminitrasinya rumah sakit.
Kang Mamat, tolong beresin barang - barang yang ada di kamar rawat inap ya."
"Baiklah Nyonya."
"Papa, temani Mama ya?"
__ADS_1
"Baiklah Ma."
*Bersambung.