Makam Keramat

Makam Keramat
Memberi Hadiah


__ADS_3

Di dalam mobil, Damar diam saja sambil menikmati kepulan asap rokok.


"Damar..."


"Iya Novi."


"Baru kali ini aku jalan sama cowok anak SMA Pancasila, yaitu kamu.


Ternyata kamu itu orang nya dingin sekali ya! pendiam dan cuek," ujar Novi.


"Perasaan aku biasa biasa saja, kayak pelajar lainnya," kata Damar,


"Mungkin kamu belum pernah dekat sama aku, hingga kamu belum mengetahui sifat sifat ku."


"Bisa jadi," sahut Novi sambil mengemudikan mobil.



"Apa kamu itu termasuk anggota kelompok Hello Kity," tanya Damar.


"Enggaaak!


Aku gak ikut geng apapun di sekolah. Menurut ku gak ada gunanya. Dan gak manfaat bagiku.


Kalau boleh tau, katanya hubungan mu dengan Shinta berakhir..?"


"Hahahahaha!"


"Malah ketawa," ujar Novita.


"Lucu sih pertanyaan nya.


Iya benar, Shinta telah meninggalkan ku. Dia cemburu dan sakit hati setelah dia tau kalau aku menjalin hubungan dengan cewek lain."


"Hemm begitu ceritanya.


Ternyata kamu selingkuhi Shinta. Pantesan Shinta marah dan meninggalkan mu."


"Iya benar.


Memang salah ku


Makanya, aku tidak pantas untuk di cintai oleh perempuan mana pun," ujar Damar,


"Tetapi...


Yang aku sesali adalah, sikap Shinta yang terlalu baik kepada ku juga pada keluarga ku. Aku ingin membalas kebaikan Shinta, agar aku tidak punya hutang budi."


"Hutang budi bagaimana maksudnya," tanya Novita.


"Kamu tau kan, bahkan semua siswa SMA Pancasila juga tau, kalau aku adalah siswa paling miskin di sekolah.


Shinta beberapa kali membelikan barang - barang yaah lumayan mahal pada ku juga keluarga ku.


Ini HP iPhone juga di belikan Shinta. Walau aku menolak, Shinta memaksa memberi ku.


Kamu tau kan, siapa Shinta. Walau kamu tak seberapa akrab pasti kamu tau siapa Shinta."


"Iya, aku tau.


Shinta adalah putri pertama dari pengusaha susu dan farmasi. Sedangkan ibu nya pemilik saham terbesar di PT Marvis kosmetik. Mamanya memiliki 75% saham. Dan mamanya Shinta adalah Direktur Utama PT Marvis kosmetik.


Aku tau, karena Papa ku kenal sama pak Darwin Papa nya Shinta.


Papa ku memiliki bisnis di bidang Real Estate juga kontrakotor. Jadi... Papa pernah menjalin kerja sama dengan Papa nya Shinta.


Sudah sampai, ayo keluar."


"Ok."


******


Siang itu, Damar membeli celana pendek dan celana kain juga baju - baju yang bagus dan mahal - mahal.


Dalam hati Novita berkata,


"Damar membeli baju satunya seharga 4 hingga 5 juta. Celana seharga 7 hingga 8 juta. Belum yang lainnya.


Hemmm..!


Siswa yang terkenal paling miskin di sekolah, belanja baju menghabiskan puluhan juta.


Kalau lihat gayanya, Damar tenang dan santai dalam berbelanja. Berarti Damar memiliki banyak uang."


"Novita... Ayo pilih baju sini, jangan diam saja. Aku yang bayarin," ujar Damar.


"Beneran nih..!


Aku beli baju seharga 10 juta loh..?"


"Ok, ambil saja, aku yang bayar," sahut Damar.


Selesai belanja di galeri D'D, Damar menuju kasir.


"Total semua 298 juta Mas," kata seorang kasir.


"Bayar pakai ATM bank Asia ini Mbak."


"Makasih Mas."


"Sama - sama Mbak," jawab Damar,


"Novi... Ini baju mu."


"Makasih Damar.

__ADS_1


Gak nyangka banyak duitnya.


Kendaraan nya motor honda jelek, sekali belanja 298 juta. Mobil honda jazz ku saja 246 juta harganya."


*****


Setelah duduk di sebuah cafe lantai dasar, Damar menikmati ikan bakar gurami dan bebek bakar. Sementara Novita menikmati udang cumi saus tiram.


Selesai makan, Damar menikmati secangkir kopi luwak hitam.


"Damar...! Novi..!" sapa Ari dan Faris yang hendak masuk mall.


"Ari, Faris, ngopi sini. Novi yang traktir nih."


"Ok," sahut Faris.


Setelah pesan kopi, Damar dan teman - teman satu sekolah ngobrol gak jelas sambil bercanda.


Setelah selvi dan berfoto ria, Damar dan teman - teman akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Sudah aku bayar tagihan makan dan minumnya," ujar Ari,


"Aku mau masuk dulu ya?"


"Ok Ri, aku cabut dulu ya, sama Damar."


"Ok, sampai jumpa lagi."


*****


"Damar... Boleh aku mengandeng tangan mu..?" kata Novi.


"Boleeeh, siapa yang gak senang kalau di gandeng cewek secantik kamu," goda Damar.


"Bisa aja lu Mar nge gombal!"


Ketika berjalan di parkiran, mobil Honda jazz putih berhenti di samping Damar dan Novi.


"Haiiii Novi, kak Damar..!" sapa Ita.


"Kamu Ita, dari mana," tanya Damar.


"Biasa Kak, Main, jalan - jalan sama teman - teman, lihat - lihat baju.


Novi..! Kelihatan nya mesra banget, pakai gandeng tangan kak Damar..?"


"Biasa Ita, menjajaki cinta lelaki sederhana, hahahaha. Mumpung jomblo dia."


"Bagus bagus, lanjutkan, yang penting asik," kata Ita,


"Bentar Novi aku foto, buat status biar Shinta panas dingin jantungnya."


"Boleh boleh," ujar Novi,


"Damar selvi dulu ya?"


Setelah mengambil beberapa foto dan video pendek, Ita berkata,


"Aku cabut dulu ya..!


Selamat bersenang & senang kalian.


Novi..! Jangan lupa, di sayang lelaki sederhana itu!


Dada..!"


****


Setelah menghidupkan mesin mobil, Novita mencium Damar lalu berkata,


"Makasih ya Damar, di belikan baju."


"Iya Novi, sama - sama," jawab Damar,


"Yang sering h sering saja kalau cium pipi ku."


"Hahahahaha..!


Maunya," ujar Novita kemudian melajukan mobilnya menuju SMA Pancasila


*****


Sesampai di sekolah, Damar mengambil motor di parkiran, lalu Damar memacu motornya untuk kembali pulang.


Sesampai di rumah, Damar meletakkan barang belanjaannya lalu merebahkan badan.


Adzan magrib terdengar berkumandang, ibu Farida mengetuk pintu kamar anaknya,


"Damar...


Damar..!


"Iya Buk."


"Bagun, magrib ini, ayo solat dulu."


"Iya..."


Setelah mandi dan memakai sarung, Damar melaksanakan solat di dalam kamar.


*****


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Pak Yasin,

__ADS_1


"Masuk pak Ilham."


"Iya pak Yasin, terimakasih.


Damar nya ada pak?"


"Ada, lagi di kamar. Bentar aku saya panggilkan."


***


“Masuk pak Ilham," seru Damar,


"Sudah selesai semua pak?"


Setelah duduk, Pak ilham berkata,


"Sudah semua Mas Damar."


"Cepat ya pak selesainya."


"Ya cepatlah Mas Damar, kan ada orang dalam yang membantu.


Ini surat surat STNK dan BPKB nya.


Tinggal ongkos jasanya saja."


"Baiklah Pak Ilham, ini uangnya."


"Terimakasih Mas Damar, kalau begitu, saya permisi dulu.


Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


"Mas, di panggil ibu, di suruh makan di dapur," kata Tio.


"Iya," jawab Damar kemudian berjalan ke dapur.


Selesai makan malam, Damar menikmati secangkir kopi hitam sambil ngobrol gak jelas bersama Bapak, ibu dan adik - adiknya.


"Ada perlu apa Pak Ilham kemari," tanya ibu Farida.


"Ngasih surat - surat motor dan mobil.


Pak, bapak kan bisa nyetir mobil," ujar Damar,


"Besok bapak urus SIM ya, pakai jasa orang dalam saja, biar cepat."


"Buat apa bapak ngurus SIM, mobil juga belum punya. Rencana bapak mau beli mobil pick up untuk muat barang - barang. Biar lebih mudah pekerjaan bapak. Dari pada nyewa mobil terus nanti."


"Baguslah, kalau punya pemikiran maju.


Ini STNJ dan BPKB mobil pajero hitam, untuk bapak. Damar kasih hadiah buat bapak.


Barangkali mau kencan jalan - jalan sama ibu. Atau mau jalan - jalan ke pantai biar keren dikit. Jangan ngajak purel, tetapi ngajak ibu."


"Hehehehe," ibu Farida tertawa pelan,


"Kamu itu ada saja yang di omong."


"Beneran pajero di garasi belakang untuk bapak," tanya pak Yasin gak percaya.


"Iya Pak, aku berikan sebagai hadiah untuk bapak. Lagian buat apa aku punya mobil pajero, mobil besarnya kayak Banteng. Lagian Damar gak bisa nyetir mobil.


Dari pada pajero setiap hari nganggur gak di pakai, mending bapak pakai balapan sana di jalan Tol."


"Hehehehe," ibu Farida tertawa kembali.


"Itu motor vario putih, juga buat bapak. Dari pada gak di pakai, buat bapak saja. Ini STNK dan BPKB nya. Semua sudah atas nama bapak Muhammad Yasin.


Mobil Alpahrd putih hadiah buat ibu Farida, ini STNK dan BPKB atas nama ibu Farida.


Motor beat warna hitam putih itu juga hadiah buat ibu.


Ibu kan sejak gadis kan pinter naik motor. Barang kali mau beli apa ke toko ke warung bisa pakai motor beat."


"Buat apa ibu punya mobil Alpahrd," tanya Ibu Farida.


"Ibu kan bisnis kosmetik online, barangkali COD an, bisa naik mobil Alpahrd. Barangkali belanja kosmetik, dan bepergian dengan klaiyen. Biar berwibawa dan anggun.


Lesty... Mas Damar kasih hadiah mobil Honda Jazz, ini STNK dan BPKB nya. Sudah atas Nama lesty.


Bentar lagi kamu SMA, kamu bisa pulang pergi naik honda jazz."


"Makasih ya kak," balas Lesty.


"Iya sama - sama. Mulai besok kamu kursus mengemudi. Uang yang kakak kasih, ambil buat kursus mengemudi."


"Siaap! Mas."


"Aku mana Mas hadianya," celetuk Tio.


"Itu mobil Terios warna silver, punya Tio.


Kalau mau jalan - jalan, Sopir nya suruh kang Soleh saja.


Pak... Habis solat isak, ajak ibu jalan - jalan sama Tio sama Lesty.


Ajak makan di McDonald's sana. Biar gak di dapur saja ibu. Lama sekali gak pernah jalan - jalan."


"Iya," jawab Pak Yasin.


"Ya sudah, Damar mau ke cafe Ayu.


Ibu... Jalan - jalan ya sama bapak beli makan yang enak - enak Buk."

__ADS_1


"Iya, iya."


__ADS_2