Makam Keramat

Makam Keramat
Balas dendam


__ADS_3

"Selamat siang ibu Farida.


Saya pak Heru direktur pemasaran."


"Siang juga pak Heru."


"Ibu mau ambil produk apa saja, dan berapa jumlahnya?"


"Ini pak Heru catatannya."


"Baiklah bu Farida, mari ke ruangan kantor saya. Kita membuat perjanjian kontrak kerjasama dulu ya Buk. Nanti kalau sudah ada kontrak perjanjian, ibu Farida tidak usah datang ke perusahaan ini. Ibu tinggal telpon pesan apa nanti akan di kirim."


"Oh iya pak Heru, itu lebih baik."


"Mari Buk."


Setelah tanda tangan kontrak perjanjian kerjasama, ibu Farida langsung pulang.


Dan barang pesanannya tak lama kemudian di kirim ke desa Agung.


"Siapa ibu Farida itu ya, kok sampai Direktur Haris turun tangan. Sampai belusukan ke gudang. Bahkan sampai ngatur minuman dan makanan ringan yang di suguhkan ke ibu Farida," gumam pak Heru direktur pemasaran,


"Aneh, gak biasanya.?"


****


"Selamat siang Nona Sarah."


"Siang juga pak Beny."


"Ini surat dokumen ijin usaha dan ijin membangun perusahaan. Atas nama Pt Angkasa Podomoro raya Sepanjang Sidoarjo.


Sekarang Nona Sarah bisa melanjutkan hubungan degan perusahaan kontraktor."


"Baiklah pak Beny, saya ucapkan terimakasih."


"Siang Nona Sarah," sapa direktur Angga.


"Siang juga pak Angga, silahkan duduk."


"Terimakasih."


"Non Sarah, kalau begitu saya permisi dulu."


"Baiklah pak Beny terimakasih banyak atas bantuan dan kerja samanya."


"Sama sama Non Sarah."


"Pak Angga, ini gambar denahnya, aku dapat dari seorang insyur."


"Baiklah Non Sarah, akan saya pelajari dulu gambar ini dan saya akan mengadakan meting untuk membahas waktu berapa lama di kerjakan, dan berapa biaya total keseluruhan nya.


Selambat - lambatnya dua hari. Karena tim kami akan melakukan survai lokasi dulu."


"Iya pak Angga saya tunggu kabar selanjutnya."


"Kalau begitu saya permisi dulu, karena banyak perkerjaan."


"Silahkan pak Angga."


Tingting Tingting Hp Sarah berdering. Setelah terhubung,


"Dimana saja kak, kok HP nya gak aktif..?"


"Lagi ujian, aku matikan, kadang sampai lupa aktifin. Ini ada di rumah Elizabet sendirian."


"Apa sudah selesai ujiannya?"


"Sudah, tadi terakhir. Ini baru sampai rumah."


"Kamu gak kangen aku..? Gak kangen pijitan ku?"


"Hehehehe.


Yang kangen itu kamu apa aku sih..?"


"Hehehehe.


Aku yang kangen kak."


"Nanti malam tak jemput. Sekarang aku lagi ada perlu sama pengacara Beny."


"Ok, aku tunggu telpon nya."


****


Jam satu sing, Damar naik ke lantai atas kemudian mengetuk pintu kamar kosong.


Tok tok tok..!


"Iya Gus, silahkan masuk."


Setelah masuk ke kamar pojok lantai dua, Damar terkejut melihat jin Hirbalah yang terlihat cantik.


"Hirbalah... Kamu terlihat sangat cantik sekali."



"Iya Gus...


Gus Damar yang membuat ku cantik. Gus telah memberi banyak baju."


"Hirbalah... Aku mau minta bantuan mu. Apa kamu mau membantu ku?"


"Mau Gus, kan kamu adalah teman ku yang baik. Aku kamu ijini tinggal di rumah mu. Kamu obati, kamu kasih baju, kamu kasih makan. Aku kamu ajak ngobrol kala Gus sendiri."


"Apa kamu mempunyai ilmu kesaktian?"

__ADS_1


"Iya Gus, punya.


Tetapi...


Kalau sama orang yang suka solat dan rajin ngaji, aku takut dan kalah Gus."


"Begini Hirbalah....


Dulu... Bilqis pacarku itu, kan pak Anjar papa nya punya dua perusahaan. Terus di rampok sama Asisten nya sendiri. Dengan cara di tipu."


"Di tipu bagaimana Gus?"


"Pak Anjar itu di guna - guna hingga linglung setengah sadar setengah tidak. Pada saat kondisi linglung tidak sadar, pak Anjar di suruh tanda tangan di selembar surat. Yang isinya surat itu peralihan hak kepemilikan semua aset atau harta pak Anjar beralih ke pak Dirman asisten nya pak Anjar.


Setelah tanda tangan itu pak Anjar sudah tidak memiliki hak atas aset - asetnya. Setelah itu, baru pak Anjar sadar kalau sedang di tipu.


Sekarang pak anjar miskin sekali. Buat makan saja susah. Lah pak Dirman Asisten nya sekarang yang kaya."


"Terus maksudnya Gus Damar bagaimana?"


"Bilqis kan pacarku, calon Istri ku. Aku ingin merebut kembali dua perusahaan itu dengan cara yang sama, kayak pak Dirman lakukan pada pak Anjar papanya Bilqis."


"Gus ingin guna - guna pak Dirman gitu?"


"Iya, tetapi aku gak tau caranya, dan aku gak kenal sama dukun. Makanya aku mau minta bantuan mu.


Kamu kan bangsa jin, pasti punya kesaktian."


"Gampang itu Gus, gak usah ke dukun. Dukun juga pakai jasa bangsa jin jahat.


aku bisa masuk ke tubuh pak Dirman, dan melakukan apa saja.


Apa mau aku bikin pak Dirman mati kecelakaan..?!"


"Jangan suka mencelakai orang. apalagi membunuh, Itu dosa.


Aku hanya ingin pak Dirman tandatangan saja di selembar kertas."


"Iya Gus, aku bantu. Nanti aku akan masuk ke dalam tubuh pak Dirman, dan aku akan tanda tangan.


Dirman itu orang jahat jadi aku bisa masuk ke dalam raganya. Kalau orang baik suka ngaji dan solat aku gak bisa. Malah aku yang gosong kayak dulu."


"Kalau begitu, kamu ikut aku ya. Ingat, kalau di dalam mobil, jangan bicara kalau tidak aku ajak bicara. Nanti sopirku takut."


"Baiklah Gus."


****


"Kang Mamat, ke kantor Notaris pak Beny.'


"Baiklah Tuan."


"Hirbalah, duduk lah di depan, samping sopir."


"Iya Gus."


Mobil pun melaju pelan meninggalkan perumahan Elizabet, menuju kantor Notaris.


"Selamat sore pak Beny."


"Sore juga mas Damar. Gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah sehat pak. Ini sedang menuju kantor pak Beny."


"Oh, iya mas Damar, saya tunggu.


Hemm, mau ngurus surat ijin lagi?"


"Tidak pak, mau minta bikinkan surat kuasa peralihan hak milik."


"Oh iya iya mas Damar. Saya tunggu di kantor ya."


"Iya pak."


*****


Damar iseng - iseng menghubungi direktur PT Nirmala milik pak Darman. Setelah terhubung:


"Selamat siang pak Darman."


"Siang juga. Dengan siapa ini..?"


"Saya Damar Ahmad, presiden direktur PT Podomoro General kontraktor."


"Oh iya iya, PT Podomoro yang beritanya selalu muncul di Berita online Bisnis indonesia itu.


Iya pak Damar, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau menjalin kerjasama dengan PT Nirmala. Saya membutuhkan besi dalam jumlah besar untuk keperluan proyek - proyek saya."


"Iya pak Damar, terimakasih sekali.


PT Nirmala siap menyuplai besi berapa pun yang bapak Damar inginkan."


"Apa bisa saya mendapatkan harga miring?


"Itu bisa diatur pak.


Kira - kira butuh berapa banyak?"


"Saya membutuhkan banyak besi untuk 100 proyek saya.


Dan akan bayar cas untuk pembelian besi."


"Baiklah pak Damar, nanti kita akan adakan pertemuan makan siang atau makan malam, untuk melanjutkan pembicaraan kerja sama ini."


"Baiklah pak Darman, nanti akan saya hubungi. Selamat siang."

__ADS_1


"Selamat siang juga."


"Sudah sampai Tuan."


*****


Setelah masuk kantor, Damar bersalaman dengan pak Beny Abraham.


Setelah menceritakan kronologi kejadian keluarga Bilqis, pak Beny berkata,


"Baiklah mas Damar, akan saya bantu membuat surat peralihan hak kepemilikan semua aset perusahaan, dan aset rumah pribadi. karena saya kenal baik dengan mas Damar. Tetapi... Ini sangat beresiko sekali.


Supaya aman... Saya akan buatkan surat hutang piutang untuk jaga - jaga. Barangkali ada laporan di kepolisian dan gugatan di pengadilan.


Karena perbuatan kita adalah persengkokolan melakukan penipuan."


"Iya pak Beny, saya sadar. Berapun akan saya bayar."


"Baiklah mas Damar. Yang terpenting tandatangan pak Dirman harus di atas materai."


***


"Ini mas Damar suratnya. Jika mas Damar berhasil mendapatkan tanda tangan, mas Damar harap hubungi saya secepatnya."


"Baiklah pak Beny, kalau begitu saya permisi dulu."


"Kang, ke cafe Ayu satu."


"Baiklah Tuan."


Di dalam mobil, Damar kembali menghubungi pak Darma.


"Selamat sore pak Darman."


"Sore juga pak Damar. Bagaimana?"


"Selepas magribsaya ingin mengundang makan malam secara pribadi di restoran hotel Lipo Aloha. Sekalian membicarakan kerja sama."


"Baiklah Tuan Damar, saya akan datang memehi undangan makan malam secara pribadi.


Kalau begitu, saya akan siap - siap, ini sudah hampir magrib."


"Kang, putar balik. Ke hotel Lipo Aloha."


"Baiklah Tuan."


Adzan magrib berkumandang, mobil Fortuner milik Damar sudah terparkir di halaman samping hotel.


Selah solat magrib di mushollah hotel, Damar kembali ke parkiran menemui jin Hirbalah.


"Hirbalah, ini fotonya pak Darman, suruh dia tanda tangan di sini ya, di atas materai. Dan suruh tanda tangan di sini juga ya?"


"Iya Gus.


Gus duduk di kursi makan pojok situ saja. Di bawah pohon."


"Baiklah, ayo kamu duduk di sebelah ku," ajak Damar kemudian berjalan menuju meja lalu duduk di kursi.


"Selamat malam Tuan, mau pesan apa?"


"Makan malam dua porsi. menu sederhana ya, sifut saja. ini uangnya, aku bayar dulu."


"Baiklah Tuan."


****


Tak lama kemudian, pak Darman datang lalu Damar menyambut dengan ramah.


"Permisi tuan, ini pesanannya," kata dua orang pelayan kemudian meletakkan di atas meja,


"Selamat menikmati Tuan."


"Pak Darman, silahkan," ajak Damar kemudian mengambil piring.


Baru makan beberapa sendok, Damar memberi aba - aba kepada Hirbalah.


Hirbala pun langsung masuk kedalam tubuh pak Darman.


"Silahkan Gus, letakkan kertas itu di atas meja," kata Hirbalah.


"Pak Darman.. Ini tandatangani surat kerjasama ini," ujar Damar sambil menyodorkan bolpoin. Lalu Damar memegang Hp untuk merekam.


"Baiklah Tuan Damar," jawab pak Darman kemudian melakukan tandatangan di atas materai di surat hutang piutang dan surat peralihan hak kepemilikan semua aset.


"Sudah Tuan Damar, ini surat perjanjian kerjasama nya."


"Terimakasih pak Darman,


Silahkan nambah pak, santai saja."


"Iya Tuan Damar, masakan enak sekali. Tuan pintar memesan makanan."


"Pak Darman... Aku minta cek sebesar dua triliun."


"Baiklah Tuan," jawab Darman kemudian menulis cek sebesar dua triliun,


"Ini Tuan."


"Terimakasih banyak pak direktur Darman," ujar Damar kemudian menerima cek lalu memasukkan ke saku.


Selesai makan, Damar berkata,


"Pak Darman...


Besok akan saya suruh Asisten saya pergi ke kantor anda untuk melakukan tanda tangan, sekaligus pembayaran. Kalau gitu, saya permisi dulu."


"Baiklah pak Damar. sampai jumpa besok."

__ADS_1


"Kang Mamat bersambung ya."


"Iya Tuan."


__ADS_2