Makam Keramat

Makam Keramat
Cerita Ita Mayangkara


__ADS_3

Selesai solat isak dan solat Sunnah malam berjamaah, Damar dan ita duduk ziarah di depan sebelah samping makam.


Selesai membaca yasin,tahlil dan di tutup dengan doa, Damar langsung menuju warung langganan.


"Intan, pesan makan ya, nasi pecel dua sama kopi dan teh hangat."


"Siap bos."


"Assalamualaikum Ita..."


"Waalaikumsalam," jawab Ita kaget,


"Sama siapa Inna..?"


"Biasa, sama yayang Sul sepatu, dan Tiyas."


"Hai ita, lama gak kumpul - kumpul," sahut Tiyas, kemudian saling mencium pipi.


"Kok kamu ada di sini, tumben bagaeeet! Gak nyangka ketemu di sini," kata Tiyas.


"Iya, ikut pacar sementara, bos Damar hehehehe."


"Hehehehe.


Damar itu, keterlaluan sekali," ujar Inna kemudian duduk di sebelah Ita,


"Kemana mana, pasti ada perempuan cantik.


Lihat status nya Sabrina di instagram.


Tadi siang ke Lamongan berdua sama Damar. Duduk nya mesra banget, nempel kayak perangko.


Sekarang sama Ita."


"Gosip terusss," sahut Samsul,


"Ayo ziarah dulu, habis ini santai ngopi."


"Ok," jawab Inna.


***


Selesai makan, Ita duduk mepet di sebelah Damar, lalu bertanya,


"Kak Intan itu asisten kakak ya?"


"Iya."


"Kamu lihat apa di yuotube?"


"Lihat chanel PT Podomoro. Perusahaan yang baru Kakak dirikan."


"Hebat sekali diri mu Kak, kelas 3 SMA sudah bisa mendirikan perusahaan."


"Aku bisa begini, pertama dari doa ibu ku. Kedua dari kebaikan Shinta. Ketiga, dari barokahnya kyai Ali Wafa dan kyai Pamenang.


Dan juga dari dua teman baikku, yaitu kyai Ndaru dan ki Rekso Jagad.


Makanya Kakak sering ke makam kyai Ali Wafa dan makam kyai Pemenang.


Tanpa mereka, Kakak gak punya apa - apa, masih miskin kayak dulu."


"Iya Kak.


Memang, nasib seseorang tidak ada yang tau. Itu rahasia Tuhan.


Yang miskin, tiba - tiba bisa menjadi kaya raya. Yang kaya raya, tiba - tiba jadi miskin.


Ada teman Papa, punya 10 perusahaan lebih. Tetapi, habis semua, hingga rumah saja ngontrak!


Setelah berteman dengan mu, ita mulai sadar, dan mengerti sedikit sedikit.


Kata ibu mu, waktu aku berdua di ruang tamu, begini ;


Hidup di dunia hanya sementara, semua yang kita miliki adalah titipan Tuhan. Kelak kalau kita mati, semua harta tidak di bawah. dan orang yang kita cintai juga kita sayangi, tidak ikut menemani kita di alam kubur.


Yang bisa menolong kita di hari akhir, dan di alam kubur, adalah amal ibadah dan kebaikan kita waktu di dunia.


Ibu mu cerita tentang perjalanan di alam kubur dan perjalanan di akhirat.


Sejak itu... Aku selalu kepikiran nasehat ibu mu.


Aku banyak berdiam diri di rumah, dan mengerjakan solat 5 waktu.


Nasehat ibu mu, mampu merubah gaya hidup ku, dan membuat aku bisa berpikir jauh ke depan tentang arti hidup.


Padahal...


Gus Farid yang seorang kyai, beberapa kali menasehati ku, aku anggap mobil lewat, dan gak ada pengaruh sama sekali di hati ku.


Tetapi...

__ADS_1


Ibu mu yang hanya orang biasa, seorang ibu rumah tangga. Sekali menasehati ku, bisa merubah gaya hidup ku, dan bisa membuat hatiku bergejolak.


Itulah salah satu sebabnya aku menjual saham PT Marvis kepada mu kak.


Aku mulai malas mikirin bisnis.


Kadang....


Papa mama ku bingung melihat ku yang sering sendiri di teras samping taman."


"Kamu cerita apa curhat," tanya Damar.


"Kamu itu Kak, di ajak ngomong malah ngelawak," sahut Ita,


"Ya curhat ya cerita lah sama anaknya ibu Farida."


"Hahahaha..!


Serius amat.


Oh iya, ingat aku sekarang.


Mengapa saham PT Marvis kamu jual ke aku dengan harga 956 M. Sedangkan harga aslinya 1,6 T..?"


"Loh, kok kakak tau..?"


"Ya taulah."


"Iya kak, Ita hanya ingin sedekah saja ke kakak. Karena, sebab kamu dan ibu mu, aku bisa berubah.


Bahkan... Papa Mama pernah bilang, aku di suruh menikah sama kamu kak, setelah selesai kuliah."


"Kamu mau gak menikah sama aku," tanya Damar iseng.


"Gak mau Kak, aku sudah punya pacar."


"Baguslah kalau gak mau. Aku juga gak mau punya istri cerewet." 😅


"Hemmm...


Papa itu seneng loh kak, sama kamu. Bahkan Papa berharap, kamu bisa menjadi menantunya.


Makanya Papa Mama itu baik sama kamu. Kakak bilang apa saja pasti di kasih.


Kakak kepinggin saham PT Inka saja, langsung di kasih."


"Ita, gak makan?" tanya Inna kemudian duduk di teras warung kopi.


"Sudah tadi sama yayang baru.


"Buat apa lama - lama," sahut Samsul,


"Iya kalau Gus Damar, lama duduk di masjid sama di makam, karena butuh nya banyak hahahaha!"


"Cangkem Sul," sahut Damar,


"Kamu tumben tiga hari berturut turut ada di makam sini."


"Itu, Inna yang ngajak kesini. Katanya senang main di sekitar makam."


"Inna, jangan lupa kamu solat tobat, sebelum kiamat."


"Iya Gus Damar... Buaya darat!


Makanya aku kesini cari barokahnya mbah wali. Biar jadi cewek baik - baik.


Biar gak kayak Tiyas!"


"Hemmm, aku lagi," sahut Tiyas.


"Sul, ajak tuh Inna nikah siri," ujar Damar tersenyum,


"Gak kasihan apa kamu sama Inna, dia hamil tuh.


Anak orang di bawah pulang tiap hari, gak di nikahin!"


"Siaaap," jawab Samsul,


"Besok ya yang, kita nikah siri?"


"Emang kamu berani bilang sama Papa Mama ku. Kalau berani ya gak apa - apa."


"Lah lah," ujar Ita,


"Terus sekolah nya gimana lu in, kalau menikah sama Sul sepatu?"


"Ya tetep sekolah aja.


Lagian sekolah gitu gitu aja. Gak tambah pinter, nakal iya hehehehe.


Mana ada, anak SMA Pancasila yang gak nakal..?"

__ADS_1


"Iya sih, ada benernya juga," jawab Ita,


"Karena pergaulan bebas. Apalagi di dukung materi yang wah.


Aku saja dua kali overdosis, gara - gara pergaulan bebas."


"Kalau gak berani, aku besok yang bilang sama Papa Mama mu," kata Damar,


"Dari pada kalian kumpul kebo tiap hari."


"Boleeeh," kata Inna.


"Asal, apapun yang terjadi antara aku dan Papa Mama mu, kamu harus di pihak aku, dan nurut sama aku," ujar Damar.


"Beneran kamu Mar..?!"


"Iya benar."


"Ok, aku akan berada di pihak mu."


"Besok sore aku ke rumah mu. Kamu WA alamat dan nama Papa Mama mu," kata Damar,


"Sudah jam 10 malam, aku mau pulang dulu ya, aku capek, ingin istirahat, tadi dari luar kota.


Sul, kamu bayar ya makan dan kopi ku."


"Siap..!"


******


Mobil pun meluncur ke arah Surabaya.


Setelah berhenti di halaman rumah Damar, sopir dan asisten damar langsung pulang.


Sementara Damar dan Ita masuk kamar lewat pintu samping.


*****


22:30 di Kediaman keluarga Darwin.


"Gak tidur Ma," tanya pak Darwin yang melihat ibu Heny istrinya duduk sendiri di teras kamar sambil mengoperasikan HP.


"Belum ngantuk Pa. Lagi emosi Mama ini."


"Kenapa Ma..? Apa ada masalah di perusahaan?"


"Iya Pa. Berat masalah nya."


"Apa masalah kasus pemalsuan produk kosmetik..?"


"Bukan Pa, masalah saham.


Sekarang Mama tidak bisa mengendalikan perusahaan, Mama sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden direktur PT Marvis."


"Loh, kok bisa Ma..?


Bukankah Mama memegang saham 45%..?"


Yang 55% kan di bagi oleh 4 orang."


"Iya Pa, tadinya begitu. Ternyata ada yang menyerobot Mama dari belakang. Mama di bodohi sama Damar bajingan itu."


"Bentar bentar.


Apa hubungan nya Damar yang miskin dengan saham dan PT Marvis..?"


"Damar itu tidak miskin 0a, dia itu milyuner ternyata. Dia hanya pura - pura miskin saja.


Saham yang Mama lepas, di beli oleh Damar.


Damar juga mengadakan pertemuan dengan pemilik saham gabungan, lalu dia membeli semua saham mereka.


Jadi...


Damar sekarang memiliki saham PT Marvis sebesar 55%.


Jadi...


Damar lah yang sekarang menjadi presiden direktur nya, dan yang mengendalikan perusahaan."


"Bukankah 20% saham pt Marvis di kuasai oleh Ita keluarga jhoni..?!


Bagaimana bisa Damar menjadi pemegang saham mayoritas?"


"Ita anaknya pak Jhoni menjual saham itu kepada Damar. Mama tadi sore menelpon nya."


"Kok bisa jadi ribet begini ya urusan nya," ujar pak Darwin,


"Bajingan benar si Damar itu. Anak kemarin sore bisa mengacak - acak PT Marvis.


Satu 6 satunya jalan adalah, membeli kembali saham yang di kuasai Damar."

__ADS_1


"Iya Pa, tetapi kalau Damar mau menjualnya..?"


"Coba saja Mama batalkan..?"


__ADS_2