Makam Keramat

Makam Keramat
Suara Hati


__ADS_3

"Mas...


Assalamualaikum," sapa Jessica kemudian mencium pipi Damar dan pipi Bilqis.


"Waalaikumsalam," jawab Damar


"Tambah mesrah aja sama Bilqis."


"Kenal emang sama Bilqis..?"


"Kenal dong, yakan Bilqis. Kita kenalan di acara peresmian cafe ini."


"Kok bisa tau aku di sini..?"


"Kebetulan saja, pas aku lewat sini jadi pinggin mampir bentar.


Kebetulan ketemu kamu mas, mau ada yang ingin aku omongin."


"Intan... Malam ini gak ada kerjaan, kamu boleh pulang istirahat. Minta antar sama Cakno ya untuk ambil mobil mu."


"Iya tuan.


Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Mas... Semenjak dukun pesugihan itu mati, 4 perusahaan Papa Mama ku kolep dan bangkrut. Pertunangan ku juga di batalkan.


Papa Mama sekarang bayak berdiam diri di rumah bersama adikku."


"Lalu... Kalau perusahaan Papa Mama mu bangkrut, dari mana dapat uang untuk biaya kehidupan sehari hari..?"


"Papa Mama ku masih punya simpanan uang di bank. Yaa... Kalau buat makan dan kebutuhan sehari hari cukup lah mas. Gak bakal habis di Makan dua generasi. Hanya saja... Papa Mama ku gak bisa bergaya hidup mewah kayak dulu lagi, yang sering bepergian ke luar negri. Mereka harus berhemat."


"Katanya keluarga mu punya banyak perusahaan..?"


"Iya, dua atas nama adikku. Dan dua lagi atas nama ku.


Perusahaan milik ku yaa aku kelola sendiri sejak kelas dua SMA."


"Hemmm, jadi masih kaya kelurga mu?"


"Sebenarnya bangkrut Mas, setelah aku ikut membantu Papa ku, ada yang terselamatkan. Dua perusahaan milik ku dan dua perusahaan milik adikku. Semua itu berkat bantuan mu.


Yang aku heran... Semua orang penagih hutang pada takut dan nurut sama aku.


Hanya saja..."


"Hanya saja apa?" sahut Damar.


"Minta rokok nya sebatang mas," ujar Jessica kemudian mengambil rokok lalu menyulutnya.


"Mas... Sini," panggil Damar.


"Iya tuan Damar."


"Minta rokok sampurna mild dan jus Apucat."


"Iya tuan."


"Kamu gak kepingin tidur berdua kayak dulu..?"


"Kamu itu mas, di ajak ngobrol serius kok malah ngajak tidur bareng aku," sahut Jessica,


"Malu di dengerin Bilqis.


Apa kurang cantik Bilqis itu..?


Bilqis... Dengar sendiri kan pacar mu barusan bicara, ngajak aku selingkuh."


"Ya gitu itu Jess, mas Damar kalau ngomong. Biarin saja suka suka dia."


"Untung Bilqis sabar, gak kayak Inna.


Mas... Sejak kematian dukun itu, di kamar kosong lantai dua, aku sering mendengar suara kakak - kakak ku menanggis. Bagaimana solusinya..?"


"Besok aku hubungi kamu ya, nanti aku carikan solusinya."


"Iya mas.


Oh iya, semenjak lulus sekolah, rasanya sepi hidup ini. Grup geng Hello kity di bubarkan. Teman - teman pada kuliah pada jauh jauh, biasanya hampir tiap malam nongkrong bareng di cafe kadang dugem di diskotik rame h rame. Sekarang... Aku jalan sendirian."


"Kan ada aku..?"


"Hehehehe mulai genit. Mas, Shinta kuliah di Bandung. Sabrina kamal di jakarta. Sari kabarnya kuliah di london inggris, Tiyas di Australia, Firda kabarnya kulia di jakarta . Maunya kuliah di Amerika, tetapi gak boleh sama Papa Mamanya."


"Kamu mau kuliah di mana..?"


"Aku kulia di surabaya saja sambil ngurus perusahaan. Lagian ngapain juga kuliah jauh - jauh, kalau di Surabaya banyak universitas. Toh mata pelajaran nya sama saja.


Kamu kuliah di mana mas..?x


"Kuliah di surabaya. Sebenarnya aku gak tertarik untuk kuliah. Karena semua pelajaran kuliah ada di google dan yuotube. Bedanya hanya... Kalau kuliah dapat ijazah dan di akui gitu ajah. Kalau belajar di google dan yuotube gak ada ijazah nya.


Aku bisa ngerti ilmu manajemen bisnis saja dari google dan yuotube. Bedanya aku praktek setiap hari. Kalau kuliah kan teori saja. Magang juga sebentar.


Dalam waktu tiga bulan aku sudah mengerti ilmu manajemen bisnis."


"Ya lainlah mas, kamu kan owner, pemilik perusahaan. Jadi kamu enak tinggal praktek tiap hari. Kamu juga di bantu staf tenaga ahli. Jadi... Dalam beberapa bulan kamu pasti pinter ngurus perusahaan dan bisnis lainnya. Aku saja kalah pinter sama kamu kalau masalah ngurus perusahaan."


"Jessi, sudah jam 10 malam, aku mau pulang dulu ya, mau ngelonin Bilqis."


"Hemmm...


Iyaaa. Enak hidup mu itu, kesana kemari ngelonin anak orang. Makannya Shinta pergi ke Bandung dan Sabrina pergi ke jakarta. Anak orang habis di kelonin di cemek cemek di campakkan, di buang kayak bungkus rokok hehehehe, dosa kamu mas. Aku juga pernah jadi korbanmu hehehehe."


"Jadi korban..?


Kamu nya itu yang nyeksek kalau sama aku," sahut Damar,


"Lagian kenapa cewek cewek Hello kity pada seneng sama aku. Yaa namanya lelaki normal, ya mau saja hahahaha. Sayang kalau di biarin, mumpung ada kesempatan.


Ya udah, jangan bercanda, aku balik dulu. Besok tak ajak tidur bareng."


"Iya..."

__ADS_1


"Ayoo Bilqis."


****


"Cakno ke rumah Elizabet."


"Iya tuan."


"Cakno, habis ini kamu pulang saja. Mulai besok pagi Cakno jadi sopir nya Nona Bilqis ya."


"Iya tuan."


"Kerja masuk jam 07:30 pulang jam 5 sore. Bayaran ikut Nona Bilqis. Habis ini aku kasih nomer telpon Nona Bilqis."


"Iya tuan."


"Motor Cakno kan ada di cafe ayu satu, nanti ke cafe bawah mobil Alpahrd saja, biar di pakai Nona Bilqis kerja dan kuliah."


"Iya tuan."


"Bilqis, besok mobil BMW di rumah Papa mu dan motor vario itu, kamu suruh Cakno bawa ke rumah pondok Mutiara. Bisa kamu buat pakai kerja dan kuliah."


"Iya mas."


"Sudah sampai tuan," kata Cakno kemudian memarkir mobil BMW X6.


Setelah masuk kedalam rumah, Damar melihat kang sukardi PRT sedang solat,


"Aku mandi dulu habis ini kita solat isak."


"Iya mas."


*****


Selesai solat, Damar duduk di kursi di teras belakang menghadap taman dan kolam renang.


"Malam tuan," sapa Mbak Nur.


"Malam juga Mbak Nur."


"Mau di siapin sarapan dan kopi tuan..?"


"Iya Mbak Nur, kopi saja, kopi hitam sama capocino.


Kang Sukardi, duduk sini sebentar."


"Iya tuan."


"Ini rokok surya 16 buat kang Sukar. Ayoo rokok an sambil ngopi. Tu masih di buatin kopi."


"Mas, aku renang bentar," kata Bilqis.


"Iya. Gak dingin apa..? Cuaca mendukung lagi.


Tolong ambilkan tas slempang ku dulu di kamar."


"Iya...


Ini..!!


"Ini kopi nya tuan."


Kang Sukar apa pernah tinggal di surabaya sebelum tinggal di sini..?"


"Pernah tuan, tiga tahun yang lalu kerja ikut kuli bangunan selama setahun."


"Kalian gak kangen sama anak kalian yang ada di desa..?"


"Kangen sekali tuan, anak lagi lucu - lucunya."


"Kang Sukar, kamu cari kos kossan yang dekat dengan perumahan Elizabet. Lalu, kamu ajak kesini anak kamu. Kasihan anaknya di tinggal sama neneknya. Nanti aku kasih uang."


"Iya tuan."


"Kalian kalau pagi kerja di sini, kalau selesai kalian pulang ke kos kossan. Kan enak di kos kossan, bebas. Kalau disini kan, jauh dari jalan raya, jauh dari keramaian. Disini gak ada temannya. Kalau di kos kossan kan banyak temannya."


"Iya tuan."


"Kang Sukar beli motor metik buat transfortasi kerja kesini dan buat barangkali ada keperluan.


Terus, kang Sukar kursus mengemudi mobil. Cari kursus mobil mewah. Kalau bisa mengemudi, setiap pagi dan sore, kang Sukar bisa memanasi mesin mobil biar gak rusak mobilnya?"


"Iya tuan."


"Kang sukar lulusan apa?"


"SMA tuan. Kalau Istri ini SD."


"Gak masalah lulusan SMA, SD atau Sarjana, Sama saja. Nasib orang tidak ada yang tau. Siapa yang mau belajar, dia akan pintar, siapa yang jujur maka nasibnya akan mujur, dan siapa yang berakhlak baik, dia yang akan memiliki drajat hidup mulia.


Kang Sukar, kursus mengemudi harus sampai ahli. Kalau perlu belajar nyopir sampai seharian biar ahli."


"Iya tuan."


"Mbak Nuraini, berapa lama jadi juru masak restoran di jakarta?"


"Tiga tahun tuan."


"Besok, sepulang kerja, kamu kursus masak makanan Nasional dan internasional. Juga kursus cara membuat mimuman.


Nanti aku semua yang biayai."


"Iya tuan."


"Kang Sukar punya no rekening bank?"


"Ada tuan, bank BRI."


"Aku minta no rekeningnya."


"Iya tuan, sebentar.


Ini tuan."


"Sudah aku kirim 50 juta.

__ADS_1


Untuk kursus mengemudi dan kursus kuliner mbak Nur. Kamu beli motor dua. Beli perabotan untuk kos kossan. Dan untuk beli baju.


Mbak Nur, kursus hingga pintar dan faham ya?"


"Iya tuan."


"Kalau sudah bisa nyetir mobil, kang Sukar ambil anaknya, bawah kesini. Pakai mobil Fortuner milik ku.


Ya sudah kalian boleh istirahat. Besok kang sukar beli motor dulu, baru cari kos kossan. Biar gak jalan kaki. Ini ada Hp OPPO untuk Mbak Nur.


Baiklah tuan, terimakasih banyak atas perhatian dan kepercayaan nya."


"Sama - sama kang."


*****


"Mas, gak nemani aku tidur..?"


"Hemmm, tumben minta di temani, biasanya gak pernah."


"Hehehe, kepenggen tidur tiduran sambil ngobrol."


"Iya, aku juga ngantuk."


Sambil tidur tiduran, Bilqis menyalahkan radio mendengarkan musik slow rokc barat.


Mas....Aku tadi pas renang, dengar mas nyuruh kang Sukardi kursus mengemudi, dan Mbak Nur kursus kuliner. Untuk apa..?!! Kok terdengar aneh..?"


"Gak tau Bilqis, untuk apa. Suara hatiku yang nyuruh, ya aku turuti saja.


Kadang aku juga bingung sendiri dengan suara hatiku. Banyak keanehan yang aku alami dari bisikan suara hatiku."


"Keanehan maksudnya bagaimana..?"


"Dulu... Saat aku hendak ke makam kyai Pamenang lewat desa sumokali, malam itu aku melihat mu menyebrang jalan. Tiba - tiba suara hatiku menyuruh Cakno menghentikan mobil hanya untuk melihat mu saja. Besoknya suara hati ku menyuruh mencarimu. Ternyata, rahasianya aku di suruh membantu kesulitan keluarga mu. Upah nya dapat anak nya hahaha!"


"Ya dapat anaknya, ya dapat cek, dapat rumah dan tanah," sahut Bilqis,


"Rejeki orang yang baik suka menolong orang. "


"Dulu... Waktu aku miskin, malam malam lewat makam kyai Ali Wafa. Lalu suara hatiku menyuruh untuk berhenti singgah di pendopo makam. Yaa aku turuti. Ternyata, rahasianya aku mendapat rejeki banyak hingga aku bisa mempunyai perusahaan.


Tidur tidur sudah malam!"


*****


"Bos Damar baik sekali," ujar kang Sukardi kepada Nuraini istrinya,


"Masak pembantu, baru juga dapat dua hari, di kasih uang 50 juta. Di suruh kos di suruh kursus mengemudi. Kamu di suruh kursus kuliner, di suruh beli motor.


Baru kali ini aku punya uang 50 juta."


"Itu berarti... Bos Damar punya maksud baik sama kita. Pasti bos Damar punya sesuatu rencana untuk kita," kata Nuraini,


"Kita harus membalas kebaikan bos Damar. Mana ada bos kayak mas Damar. Aku ikut pengusaha restoran lima tahun saja, belum pernah di kasih uang sebesar 100 ribu.


Jangan salah gunakan kepercayaan bos Damar, karena kepercayaan itu sangat sulit di dapat.


Memang aneh sih, perbuatan baik bos Damar. Aku sendiri saja gak faham apa maunya. Tetapi kita nurut saja, siapa tau dapat merubah nasib kita yang miskin dan selalu kekurangan."


"Iya, benar. Kita nurut saja."


*****


Setelah solat subuh Damar duduk di kursi meja makan menghadap laptop melihat Youtube chanel Kontruksi. Begitu juga dengan Bilqis mempelajari cara mengelola perusahaan Baja stiel industri.


"Permisi tuan," kata Nuraini kemudian meletakkan beberapa menu makanan untuk sarapan pagi, juga dua cangkir kopi.


"Selamat pagi Nona Bilqis," sapa Intan.


"Sini Mbak, sarapan bareng," kata Bilqis.


"Iya nona, terimakasih," jawab Intan kemudian duduk di kursi meja makan,


"Nona Bilqis... Saya sekarang bersama seorang PRT pesanan nona. 4 orang satpam jam 8-9 akan berada di rumah Mutiara indah."


"Habis sarapan kita jalan," jawab Bilqis.


Setelah sarapan, Bilqis ber pamitan sama Damar untuk pergi bekerja dengan mengunakan mobil Alpahrd yang di kemudikan Cakno.


"Kang Mamat, sudah manasi mesin mobilnya?"


"Sudah tuan."


"Mari jalan, antar aku pulang ke rumah ibu ya?"


"Baiklah tuan."


Mobil BMW X6 meluncur pelan meninggalkan perumahan elit Elizabet.


"Kang..."


"Iya tuan."


"Mulai sekarang, kamu kerja ikut Nona Sarah ya."


"Iya tuan."


"Setelah mengembalikan mobil ini di rumah Elizabet, kang Mamat ambil mobil BMW di rumah Papanya Bilqis. Nanti aku WA alamatnya."


"Iya tuan."


"Mobil BMW itu milik nona Sarah, buat aktivitas sehari - hari. Kalau kang Mamat butuh uang mendadak, kamu telpon aku bisa, bilang sama nona Sarah bisa. Sarah itu calon istri ku."


"Iya tuan."


Tak lama kemudian mobil berhenti di pinggir jalan depan rumah Damar,


"Aku balik dulu kang, selamat bekerja dengan nona Sarah."


"Iya tuan," jawab kang Mamat kemudian melajukan mobilnya.


"Tuan Damar pagi ini tidak seperti biasanya. Wajahnya terlihat sedih sekali dan tidak bersemangat," gumam kang Mamat,


"Cakno di suruh kerja ikut nona Bilqis. Aku di suruh kerja ikut nona Sarah. Aaaneh..!

__ADS_1


Lalu... Tuan Damar siapa yang menyopiri kalau bepergian.


Bos yang misterius dan aneh. Masih muda, banyak uang kaya raya, kemana mana selalu bersama wanita cantik. Baik hati dan dermawan."


__ADS_2