Makam Keramat

Makam Keramat
CLBK


__ADS_3

Motor Damar melaju pelan - pelan menuju jalan raya, setelah parkir di depan indomaret hendak beli rokok... Damar terkejut melihat Aisah duduk seorang diri sambil memainkan HP.



"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam...


Eh... Mas Damar, apa kabar..!


Tambah ganteng saja nih..!"


"Alhamdulillah, kabar ku baik - baik saja. Kamu sendiri bagaiman kabarnya?


Lama gak ketemu, kamu semakin cantik saja."


"Hehehehe..!


Alhamdulillah Mas, baik - baik juga."


"Hendak kemana malam - malam gini, kok bawa tas segala?"


"Mau ke kota Mojokerto Mas, mau kembali ke sekolah.


Kemarin pulang ada keperluan."


"Lah sekarang, kok masih ada disini?"


'Lagi nunggu teman, sudah aku WA kok belum di balas, aku telpon juga gak aktiv. Sudah setengah jam aku menunggu."


"Hemmm, kalau gak keberatan... Mau aku ajak makan sambil nunggu di cafe?"


"Hemmm, boleh - boleh!"


"Sebentar ya, aku beli rokok dulu."


"Iya Mas Silahkan," kata Aisah tersenyum lalu berkata lirih,


"Hemmm, kok bisa kebetulan ketemu mantan pacar cinta pertama ku ya..?


Sekarang Damar kelihatan lain, tambah ganteng, tutur bicaranya juga gak kayak dulu, kasar.


Kelihatannya... Damar banyak perubahan. Sepatu, baju juga celananya bermerek.


Makannya di cafe."


"Aisah ayo, naik motor butut ku, mau gak," ajak Damar.


"Boleh, mau saja."


Tak lama kemudian...


Setelah memarkir motor, Damar duduk di ruang terbuka di depan cafe.


"Selamat malam Mas, mbak," sapa seorang pelayan.


"Malam juga," jawab Aisah.


"Silahkan pesan, ini buku menunya."


"Mas mau makan apa," tanya Aisah.


"Terserah Aisah saja."


"Kok gitu..?


Baiklah, pesan bebek goreng 2, udang saus 2 porsi sambel tomat yang agak pedas ya!


Minumnya es jeruk dua, aqua dingin dua."


"Kopi hitam agak pahit ya Mbak, satu," sahut Damar.


"Aisah, lama ya kita tidak bertemu."


"Iya Mas Damar, setelah lulus SMP, aku di kirim sekolah perawat di kota Mojokerto sama Ayah ku.


Jadi, aku kos di sana. Jarang pulang ke desa Agung."


"Kapan - kapan, kalau aku lewat Mojokerto, aku tak mampir hehehehe."


"Boleh boleh, nanti aku WA alamatnya.


Masukin no WA mu, ini HP ku."


Setelah nulis no WA, Damar berkata,


"Aisah... Apa kamu sudah punya kekasih..?"


"Belum Mas, masih jomblo. Banyak yang naksir sih sama aku, tetapi aku nya yang gak cocok.


Apa kamu mau CLBK sama Aisah..? Hehehehe."


"Boleh kalau kamu gak keberatan."


"Beneran nih," goda Aisah.


"Iya beneran," ujar Damar.


"Ya sudah, kita tos kalau gitu, tanda kita jadian," kata Aisah.


"Permisi, ini pesanannya," kata dua orang pelayan cafe, sambil meletakkan pesanan di meja.


Selamat menikmati."


"Terimakasih Mbak," Jawab Aisah,


"Ini tip buat kalian ya, terimalah."


"Terimakasih Mbak."


"Mas... Duduk sebelah ku sini loh, biar mesra."


"Iya siap," jawab Damar kemudian duduk di samping Aisah.


Sambil makan, Damar berkata,

__ADS_1


"Aisah, kenapa kamu sudah hampir lulus sekolah kok belum punya kekasih..?"


"Sebenarnya banyak Mas, yang suka sama aku.


Tetapi... Sejujurnya, aku masih sayang kepada mu. Jadi aku tolak semua.


Aku berharap bisa menjalin hubungan asmara bersama mu lagi.


Karena kamu cinta pertama ku, dan cinta ku pada mu masih seperti dulu."


"Gitu ya," kata Damar sambil santai makan,


Tetapi... Kira - kira, apa setuju kedua orang tua mu, terutama Ayah mu?"


"Yaah itu yang jadi masalah Mas, terutama Ayah.


Ayah itu sangat membenci mu sekali. Karena, kamu di kampung terkenal senang mabuk dan judi. Sedangkan Ayah anggota dewan masjid, sering imami solat di masjid.


Makanya, kalau kamu bener - bener mencintai ku, sayang sama aku, kamu berusaha bagaimana menaklukkan hati kedua orang tua ku."


"Bagaiman caranya..?"


"Yaah kamu harus berubah menjadi orang baik h baik. Atau kamu sering solat di masjid walau pura - pura ikut solat hehehehe."


"Gak mau ah kalau aku solat di masjid gara - gara hanya ingin memiliki mu.


Pura - pura baik Itu efeknya gak baik, itu sama dengan menipu diri kita sendiri dan menipu orang lain.


Kita jalani saja hubungan ini apa adanya, masalah selanjutnya dengan orang tuamu, apa kata nanti ya, aku akan cari cara yang lebih baik."


"Terserah Mas Damar sajalah.


Mas...


Apa Mas Damar bener mencintai ku..?"


"Iya Aisah, kamu adalah wanita yang aku cintai sejak dulu, kamu adalah cinta pertama ku. Apa kamu masih ingat waktu SMP dulu, kita pernah berjanji untuk selalu bersama."


"Hehehehe iya ya Mas, kita dulu waktu SMP pacarannya lucu. Setiap pulang sekolah aku kamu bonceng naik sepeda angin. Kita menyanyi bersama sepanjang jalan pulang. Kita beli jajan bersama di pinggir jalan."


"Dan kamu yang selalu mentraktir ku," sahut Damar tersenyum.


"Oh iya, sebentar lagi lulusan sekolah, Mas Damar mau kuliah apa kerja nanti..?"


"Aku terlahir dan di besarkan dari keluarga miskin, kemungkinan aku kerja Aisah, kuliah juga tidak ada biayanya."


"Ya gak apa - apa Mas, nasib seseorang tidak di tentukan dari kuliah atau ijazah.


Yang penting itu hidup sejahtera tentram dan bahagia.


Kaya dan miskin itu hanya cerita hidup di dunia. Semua tergantung yang manjalani nya.


Aku pribadi tidak pernah memandang status seseorang.


Buktinya... Walau Mas Damar suka mabuk, suka judi, nakal gak pernah solat, aku toh gak pernah mempermasalahkan. Bahkan aku tetap sayang sama kamu dari dulu."


"Mengapa kamu tidak pernah peduli dengan keburukan ku," tanya Damar,


"Bahkan kamu masih saja sayang pada ku seperti dulu?"


"Yaah... Pandangan ku, pada dasarnya manusia itu makhluk yang mulia. Begitupun dengan mu. Pasti suatu saat, kamu ada perubahan.


Masak selamanya kamu nakal terus. Kan gak mungkin.


Siapa tau Tuhan mentakdirkan diri mu dari anak nakal dan pemabuk, menjadi orang yang alim dan soleh.


Kan manusia gak ada yang tau jalan takdir Tuhan."


"Iya ya, bener sekali diri mu. Manusia tidak ada yang tau jalan takdir Tuhan.


Ternyata dirimu pinter banget..!"


"Ya pinter lah, kan sekolah hehehehe.


Mas, kamu ganteng baget, boleh aku memeluk mu seperti dulu aku memeluk mu saat berteduh dari badai hujan dan petir..?"


"Boleh," jawab Damar menggeser duduknya lebih dekat, kemudian Aisah memeluk erat - erat, lalu meneteskan air mata.


"Mengapa kamu menangis..?"


"5 tahun aku memendam rasa rindu ini kepada mu Mas.


Hampir setiap hari aku selalu ingat kisah cerita cinta di antara kita. Walau kita tak bersama, aku selalu mengingat mu dalam bayang - bayang semu.


Malam ini... Tuhan menjawab doa - doa ku, hingga Tuhan mempertemukan kita malam ini."


"Sudahlah jangan menangis lagi, hapus air mata mu, ini tisunya. Yang penting kita sudah bersama lagi.


Aku pun selalu merindukan mu."


"Terimakasih ya Mas."


"Sudah jam 10 malam, apa teman mu tidak mengabari mu..?"


"Tidak ada kabar Mas, entah kenapa temen ku ini. HP nya tidak aktif."


"Bagaimana kalau aku antar..?"


"Janganlah Mas, jauh kalau naik motor, malam - malam lagi."


"Paling Sidoarjo Mojokerto satu setengah jam lah," kata Damar.


Besok sajalah Mas, aku pulang lagi aja."


"Aku pinjamkan mobil ya, aku antar kamu ke kota Mojokerto pakai mobil," ujar Damar kemudian menelpon Samsul.


Tak lama kemudian mobil Honda Jazz milik Samsul terparkir di area parkir Cafe.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Damar.


"Loh, Aisah..!"


"Kamu Sul..?"

__ADS_1


"Iya, barusan Damar telpon ngajak ke kota Mojokerto.


Tumben di cafe bareng mantan hahahaha."


"Sekarang bukan manatan lagi Sul, sekarang sudah jadian lagi. Kamu itu dari sd tetap saja gak berubah, selalu ngelawak."


"Lah iya kok tumben gitu loh..!


Apa CLBK, cinta lama bersemi kembali, hahahaha."


"Kebetulan tadi gak sengaja ketemu di indomaret, Akhirnya, ya sayang - sayangan di cafe, hehehehe."


"Dulu waktu SMP, aku naksir kamu loh Aisah. Sayangnya kok keduluan garangan ini."


"Hus..!


Ganteng - ganteng kok di bilang garangan."


"Lah iya, aku itu heran dengan mu, kamu cantik, rajin solat, cerdas, kok bisa bisanya senang sama Damar.


Sedangkan Damar ini tukang judi, pemabuk bakal juga suka main perempuan," goda Samsul.


"Hehehehe, ada kelebihan pada diri Mas Damar yang tidak ada pada mu Sul."


"Apa itu..?"


"Mas Damar itu pendiam dan pemberani, juga romantis, jawab Aisah,


"Dulu pernah, waktu SMP aku di goda anak sekolah lain, hemm, sama Mas Damar langsung di pukul. 4 lawan satu, dan Mas Damar yang menang."


"Romantis gimana si Damar, ngomong saja jarang, sekali ngomong sangat menyakitkan hati hahahaha.


Jangan senyum - senyum saja lu Mar."


"Sudah pesan dulu sana, mau makan apa," sahut Damar,


"Kamu kan senang makan - makan."


"Sudah pesan tadi kopi sama bebek goreng."


"Permisi, ini Mas pesanannya."


"Aduh, cantik sekali yang ngantar pesanan, jadi betah disini.


Makasih ya Mbak cantik," ujar Samsul.


"Sama - sama Mas, selamat menikmati."


"Sul, Mas Damar itu sangat romantis, aku saja dulu di buat klepek - klepek."


"Aisah, Damar itu sering lihat dan baca status mu Facebook dan instagram," kata Samsul sambil makan,


"Damar bilang kamu tambah cantik, tambah seksi.


Dia jua bilang ingin tidur berdua sama kamu."


"Cangkemu Sul," sahut Damar.


"Hahahaha..!


Kok tau facebook ku juga instagram ku?"


"Kan kita pertemanan di Facebook dan instagram. Waktu itu Damar belum punya HP, dia sering lihat lewat Hp ku."


"Beneran Mas Damar..?"


"Kok percaya sama omongannya pelawak ini kamu," jawab Damar.


"Gak ngaku gak ngaku," timpal Samsul sambil makan,


"Kalau lihat foto mu di facebook, Aduuuuh tambah cantik saja, kapan bisa ketemu dan tidur bareng hahahaha."


"Kamu lucu Sul, kalau bicara asal nyeplos.


Ya biarin loh Sul, kalau Mas Damar mau tidur sama aku, ya gak apa apa loh Sul. Kan aku ini kekasih nya. Lagian aku dan Mas Damar sama - sama sudah dewasa."


"Tuh Mar, dengerin omongan Aisah, dia mau tidur dengan mu. Mumpung ketemu, ajak sana, ngapain juga ke Mojokerto malam - malam.


Titut titut titut..!


HP Samsul berbunyi.


"Mar, Aldy telpon, kamu jawab telpon nya."


"Ada apa..?"


"Kamu Mar yang akat telpon?"


"Iya, Samsul lagi makan."


"Aku tunggu di diskotik Dragon, ini mau meluncur."


"Iya siap," jawab Damar kemudian mematikan telponnya,


"Sul, kamu janjian sama Erik dan Aldy ke diskotik Dragon..?"


"Iya tadi habis isak, rencana aku ke sana sama kamu, eeeeh ternyata dirimu sama Aisah."


"Mau Dugem kalian..?"


"Iya sih, tadi rencananya. Tetapi gak jadi deh, karena Damar ketemu dirimu dan mau antar kamu ke Mojokerto."


"Gak apa - apa, dugem saja. Apa perlu aku ikut..?"


"Emang kamu sering dugem," tanya Samsul.


"Ya gak sering sih, kadang kalau malam minggu gak ada acara sekolah suka nongkrong saja, rombongan teman sekolah.


Bukan diskotik, tetapi Night Club. Semacam cafe tertutup tetapi ada house musiknya, di kota Mojokerto.


Kalau ke diskotik belum pernah."


"Kalau begitu kamu ikut saja, bareng Damar yayang mu. Kalau mabuk biar ada yang merawat. Kan kamu sekolah perawat Hahahahaha."


"Iya boleh, asal sama Mas Damar."

__ADS_1


*Bersambung.


~bersambung


__ADS_2