
Jam pulang sekolah, beberapa teman Damar berdatangan ke rumah sakit. Setelah melihat Damar yang masih tak sadarkan diri, teman teman Damar kembali duduk di ruang tunggu depan kamar ruang inap.
"Suuul..!" panggil Sari.
"Damar sakit apa sih, kok belum siuman dari pagi..?"
"Biasaaa, sakit rindu."
"Kamu itu gak tau temen sakit, ngelawak aja."
"Hahahaha..!
Kata dokter ya sakit tipes. Kalau kataku ya sakit kangen."
"Hehehehe.
Bisa bener kata Sul sepatu ini. Karena... Hubungan Damar dan Shinta sudah berakhir luka, seperti serial drama korea."
"Sok tau lu Sherly," sahut Tiyas.
"Bukan sok tau bawel. Tetapi kemarin lusa itu, Shinta telpon aku. Dia tanya tentang cewek yang menggandeng lengan Damar yang viral di medsos . Siapa tuh cewek namanya?"
"Aisah," sahut Sari.
"Iya Aisah. Yaah aku bilang gebetan nya si Damar. Kan Damar bilang Aisah yayang nya. Shinta mengatakan akan mengakhiri hubungan nya dengan Damar.
Shinta mengatakan sakit hati telah di selingkuh i."
"Shinta juga telpon aku," sahut Inna, "Menanyakan siapa Aisah. Dia juga bilang mau mutusin Damar.
Ya aku bilang, tanya dulu sama Damar, jangan main putus aja. Bicarakan baik - baik. Entar menyesal.
Aku juga bilang, kalau kamu bener - bener mencintai Damar, walau bagaimana keadaan si Damar kamu harusnya tetap setia. Bukan ninggalin gitu aja."
"Tuuh dengerin omongan Inna, kalian harus setia kayak Inna sama aku," sahut Samsul.
"Hemmm..!
Untung kamu punya yayang kayak Inna, berarti kamu mendapatkan berkah. Dan inna punya yayang kamu, Inna mendapatkan musibah," celetuk Winda.
Ita yang diam santai sambil menikmati kepulan asap rokok sampoerna mill berkata,
"Sok tau kalian semua, bilang bisa jadi Damar sakit kangen sakit rindu.
Yang sakit kangen sakit rindu itu jelas Shinta. Kayak gak tau Shinta aja kalian. Berteman sudah tiga tahun gak hafal saja sama sifat Shinta."
"Kok bisa gitu say," sahut Winda,
"Apa kalian gak tau, dari kelas satu SMA hingga kelas tiga, Shinta tergila - gila sama Damar, ngejar - ngejar Damar. Damar nya saja gak mau. Baru kelas tiga mau ujian, Damar baru mau menerima Shinta.
Gila gak tuh..!
__ADS_1
Tiga tahun berjuang. Masak baru 4 bulan jadian sudah bubar, Shinta lagi yang ninggalin."
"Iya iya," celetuk Reza Borjois cowok Winda,
"Hebat juga si Damar itu. Tiga tahun di kejar - kejar bidadari Hello Kity tetapi di tolaknya.
Padahal, banyak cowok Borjois ngejar Shinta, tetpi Shinta ngejar Damar."
"Bukannya hebat," sahut Samsul,
"Aku ini sahabat nya Damar sejak kelas satu SD, jadi aku tau sifatnya Damar."
"Coba sayang, ceritakan sedikit," celetuk Inna.
"Hahahahaha!
Sul sepatu dapat panggilan sayang, bisa lapar dia. Bebek goreng bebek goreng," ujar Sari.
"Iya Sayang, aku akan cerita sedikit, kata Samsul.
"Bilang sayang tuh menghadap Inna, bukan menghadap wajah ku," sahut Sherly,
"Dasar buaya!"
"Rokok dulu rokok an dulu," celetuk Erik.
Setelah menyulut rokok, Samsul menceritakan tentang Damar,
"Sebenarnya... Damar menolak cinta Shinta itu sebab Damar sadar diri dan tau diri.
Sebab Damar dari keluarga fakir miskin, Damar menolak Shinta.
Empat bulan yang lalu, Damar menerima cinta Shinta dengan keterpaksaan, karena desakan Shinta.
Dalam perjalanan menjalin hubungan selama 2 bulan... Damar tiba - tiba menjadi seorang milyuner. Di situlah Damar benar 7 benar tulus mencintai Shinta setulus hati.
Tetapi sayang...
Ketika hubungan asmara Damar dengan Shinta menginjak usia 4 bulan, keluarga Shinta tidak setuju. Dan Damar di katain anak kere anak miskin dan anak gak jelas, oleh Pak Darwin Papa nya Shinta. Yang menyakitkan Damar adalah, mengatakan keluarga miskin yang tak tau diri dan akan berurusan dengan hukum jika masih mendekati Shinta.
Sejak saat itulah, kontak dengan Shinta terputus.
Disaat Damar kehilangan kontak dengan Shinta, Damar bertemu dengan Aisah, cinta pertama nya waktu SMP dulu. Teman satu desa lain RT.
Disitulah Damar dan Aisah kembali menjalin hubungan CLBK cinta lama bersemi kembali.
Tapi sayang...
Baru berjalan seminggu, Aisah meninggal kan Damar, karena Aisah cemburu dengan Shinta dan merasa di selingkuhi dengan Shinta.
Begitulah ceritanya teman - teman."
__ADS_1
"Iya teman - teman," sahut Winda,
"Sungguh mengharukan ceritanya, bagus kalau di buat sinetron.
Lalu, maksudnya gimana Damar jadi Milyuner, kok gak nyambung diri ku?"
"Maksudnya Kehidupan nya Damar mulai mapan sayang," jawab Samsul.
"Inna..! Dengerin yayang mu, panggil aku sayang," kata Winda.
"Gampar aja Win, aku rela kok.
Hahahahaha,
Makan dulu makan dulu."
"Ita... Minta uangnya buat beli makan," ujar Samsul bercanda.
"Pesan gojek aja, entar aku yang bayar.
Pesan makanan McDonald's saja. Sama minuman nya."
"Ok, ok, ok."
"Kejam banget tuh ya, Papa mama nya Shinta," kata Ita lirih,
"Apa perlu aku bikin bangkrut perusahaan nya!"
"Sabar... Sabar," kata Sari agak terkejut mendengar omongan Ita. Sari tau kalau keluarga Ita dan keluarga Winda adalah salah satu konglomerat di indonesia.
*****
Sementara dua orang dokter ahli keluar ruangan setelah memeriksa keadaan Damar.
"Dokter..." panggil inna.
Bagaimana keadaan pasien bernama Damar?!!"
"Ada keanehan dalam kasus ini dan kami akan mempelajari lebih lanjut.
Kami juga akan memprioritaskan pasien bernama Damar."
"Aneh bagaimana dokter," sahut Ita.
"Suhu tubuh nya 43 drajat, pada pasien normal hanya 37, 38 saja. Dan normalnya 36. Jadi ini gak masuk akal dalam ilmu kedokteran."
"Lalu bagaimana langkah selanjutnya," tanya Sari
"Langkah selanjutnya kami harus menunggu perkembangan selanjutnya. Jika tidak ada perubahan, kami akan memanggil tim dokter dari rumah sakit internasional."
"Baiklah dokter, tolong di usahakan yang terbaik. Berapa pun biayanya saya akan tanggung semuanya," ujar Ita.
__ADS_1
"Baiklah nona, kami akan kembali bekerja."
*Bersambung.