Makam Keramat

Makam Keramat
Nasehat Damar


__ADS_3

"Hemmm... Pasti Ki Rekso yang membuat Jessica tertidur," ujar Damar,


"Jessi, bangun!"


"Iya Mas. Tiba - tiba mataku ngantuk sekali. Begitu nempel bahu mu, langsung terpejam."


Setelah berada di warung , Damar memesan secangkir kopi hitam dan capocino.


"Lama amat ziarah nya," kata Inna.


"Mas Damar ini solat dan wirid nya lama," jawab Jessica.


"Intan, lupa mau pesan makan, tolong pesan kan nasi pecel ikan ayam ya, dua," ujar Damar,


"Sul, Bagaimana tadi, ketemu sama Papa mama nya Inna?"


"Iya Mar, ketemu.


Sebenarnya... Inna itu hamil satu bulan Mar.


Aku dan Inna heran, semalam kok kamu bisa tau kalau Inna hamil, dan kamu menyuruh ku menikahi Inna?"


"Dukun ya tau sajalah," kata Damar bercanda,


"Terus, gimana kata Papa Mama nya Inna?"


"Setelah aku minta maaf dan ngomong apa adanya... Keputusan nya, Inna di usir dari rumah.


Sekarang Inna tinggal di rumah ku untuk sementara.


Tadi pagi jam 09 aku dan Inna sudah nikah sirri.


Nanti, setelah lulusan sekolah, aku akan nikah resmi di KUA."


"Ya sudah gak apa - apa, mau bagaimana lagi, sudah terjadi.


Yang penting sudah minta maaf sama orang tua. Selanjutnya ya di jalani saja hidup ini apa adanya.


Inna..?"


"Iya Mas Damar."


"Tumben panggil mas Damar, hahahaha!"


"Iya sekarang sudah tobat Mas Damar. Semua yang kamu katakan itu benar 100%. Aku akui itu benar.


Aku sekarang bakal nuruti sama nasehat mu."


"Inna, kamu Samsul.


Masalah ekonomi kalian Insyallah sudah sangat mapan sekali.


Walau kalian bisa hidup mewah, hidup lah sederhana.


Hati - hati mengunakan uang kalian. Jangan boros, jangan gensi. Karena kalian sudah menikah menjadi suami istri.

__ADS_1


Usaha yang baik dan benar, biar berkah hidup kalian.


Satu lagi pesanku, kalau bisa ibadah semampunya."


"Iya Mas Damar," jawab Inna.


"Beli rumah sendiri, jangan ikut mertua, Biar mandiri.


Beli rumah di kampung saja enak. Kalau bisa, tanah nya agak luas, agar kalian bisa memelihara ayam dan dan ikan buat hiburan."


"Siaaap Gus!


Besok tak beli tanah dan bikin rumah sendiri."


"Sudah jam 12, aku mau pulang dulu ya, mau istirahat, ngelonin Jessica."


"Hehehehe!


Enak sekali Mar hidup mu," ujar Tiyas,


"Habis bubuk sama Shinta, Aisah, sama Ita, sama Sabrina, sekarang sama Jessica."


"Biasa... Rejeki anak soleh hahahaha!


Ya sudah, aku duluan ya.


Ayo Jessi!"


"Ok ok.


Mar, ini hadiah dari kami bertiga," kata Erik.


"Di buka di rumah saja, jangan disini," kata Aldy.


"Ya sudah, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


*****


Mobilpun meluncur ke arah Surabaya, dan tak lama kemudian sampailah di rumah. Begitu Cakno dan Intan Farara pergi, Damar masuk kamar lewat pintu samping.


Setelah berada di kamar, Jessica menyalahkan ac, lalu berkata,


"Mas, gak ada baju tidur untuk cewek?"


"Ada di lemari, ambil sendiri," jawab Damar kemudian duduk di kursi sofa dekat meja dan lampu sambil melihat jessica ganti baju tidur.


"Hemmm, seperti nya menikmati sekali melihat bentuk tubuh ku," kata Jessica,


"Apa Mas ingin bercinta dengan ku..?


Aku masih perawan kok."


"Tidak, terimakasih.

__ADS_1


Aku hanya ingin berteman dengan mu saja, tidak untuk bercinta.


Jessi, duduklah sebentar, aku ingin bicara sesuatu kepada mu, setelah itu, kamu tidur."


"Mau bicara apa mas," tanya Jessica kemudian duduk di kursi depan Damar.


Setelah menyulut rokok sampurna mild Damar berkata,


"Jangan marah dan tersinggung ya Jess kalau aku beritahu masalah keluarga mu juga masa depan hidup mu."


"Iya Mas, aku percaya sama kamu kok. Tadi di warung kopi makam, aku baru tau, kalau kamu pemuda yang alim dan jadi panutan teman - teman."


"Apakah kamu 4 bersaudara..?


Yang meninggal dunia dua..?


Dan kamu adalah anak bungsu.. ?"


"Iya Mas, benar. Dua kakak laki - laki ku meninggal karena sakit. Dan aku anak bungsu.


Kok Mas tau..?"


"Aku hanya bertanya saja, kalau itu benar, berarti kebetulan saja.


Umur berapa kamu ketika kakak - kakak mu mati..?"


"Aku masih SD kelas 4. Kakak ku SMP kelas tiga dan kelas dua."


"Jessica... Apa kamu tau mengapa Papa Mama mu menjadi pengusaha sukses dan kaya raya..?"


"Karena orang tua ku seorang pebisnis Mas, mempunyai 16 perusahaan, juga mempunyai lahan kosong di berbagai wilayah Surabaya Gresik Mojokerto dan Sidoarjo."


"Jessica... Apa kamu pernah melihat hal - hal aneh yang terjadi di dalam rumah mu..?


Atau hal - hal aneh yang terjadi pada orang tua mu..?"


"Kok mas tanyanya aneh sih..?!


Menjurus ke hal privasi keluarga jessica? Itukan sifat nya pribadi."


"Makanya, aku tadi bilang. Jangan marah dan tersinggung. Katanya kamu ingin putus dengan tunangan mu..?"


"Iya, mlMas. Baiklah, akan aku jawab pertanyaan mu.


Iya Mas, benar, ada beberapa hal yang aneh di rumah ku.


Pertama, ada kamar kosong di lantai atas yang selalu tertutup. Hanya Papa ku yang boleh masuk.


Kedua...


Pada siang hari, aku pernah mendengar suara orang laki - laki menangis dari dalam kamar itu.


Karena penasaran... Aku intip dari lubang pintu. Ternyata kamar itu kosong gak ada apa apa.


Habis mengintip kamar itu, badan ku panas, lalu aku okname di rumah sakit hampir sebulan.

__ADS_1


Yang ketiga...


Dulu sewaktu SD, aku sering melihat dua kakak ku yang sudah mati, kadang berjalan dan berlarian menuju lantai atas. Setelah aku kejar, kedua kakak ku menghilang di depan kamar."


__ADS_2