
Selesai makan bersama, Damar dan ita solat asar berjamaah. Setelah itu Damar mengambil laptop dari dalam kamar, kemudian duduk menghadap laptop di meja makan yang terletak di dapur.
"Buk... Mari ke ruang tamu sebentar, Ita ajarin caranya bisnis jual beli online kosmetik," ajak Ita kemudian berjalan ke depan bersama ibu Farida.
"Ini Buk, tadi Ita di antar Mas Damar kulakan kosmetik. Lalu ita ambil untuk ibu 20 kardus saja untuk pemula."
Setelah ngobrol cukup lama hingga magrib, akhirnya ibu Farida mengerti.
"Buk... Ayo solat magrib dulu," ajak Damar,
"Ita, ayo solat bareng. Habis ini kita ke makam kyai Pamenang."
*****
Selesai solat magrib, Damar dan Ita pamit untuk ziarah ke makam kyai Pamenang. Motor pun melaju ke arah kota sidoarjo.
"Ita... Pegangan kak Damar, nanti kalau jatuh kan aku yang di salahin," goda Damar.
"Bilang aja kalau ingin aku peluk dari belakang," sahut Ita.
"Lah kan sudah tau..!"
"Iya iya...
Pacar bukan, suami bukan, minta peluk," kata Ita kemudian memeluk tubuh Damar.
"Kak... Masak aku ziarah ke makam wali pakai kaos dan rok mini gini," ujar Ita,
"Gak pakai jilbab lagi!"
"Iya, aku sudah tau. Habis ini mampir ke butik, aku belikan jubah dan kerudung," sahut Damar.
Setelah membeli jubah dan kerudung juga ruku, Damar kembali melajukan motor nya hingga berhenti di parkiran area makam.
"Pakai dulu jubahnya dan kerudung nya," ujar Damar.
"Iya Kak," jawab Ita kemudian mengenakan jubah warna hitam dan kerudung warna putih,
"Pantes gak kak..?"
"Pantas, terlihat cantik.
Ayo kita solat di masjid dulu, habis itu kita ziarah," ajak Damar.
Selesai solat isak dan solat sunnah... Damar dan Ita ziarah duduk depan makam kyai Pamenang.
Setelah ber tawasul, Damar membaca tahlil dan yasin bersama Ita hingga selesai. Setelah berdoa... Damar berdiri lalu sengaja nyelonong pergi meninggal kan Ita.
"Kak...! Tunggu, nyelonong aja lu. Gak tau orang takut apa!! Malah di tinggal," kesah Ita.
"Iya, di tunggu.
Mau di gandeng bukan pacar, juga bukan istri," goda Damar.
"Hemmm...
Ayo, mau kemana ini?"
"Ngopi di warung itu saja ya, agak jauhan dari makam," ujar Damar.
"Boleeeh," sahut Ita kemudian berjalan disampingnya Damar.
Mobil pajero hitam perlahan - lahan menepi untuk parkir. Tak lama kemudian, lelaki gondrong paruh baya berumur sekitar 35 tahun keluar dari mobil pajero.
Ketika berjalan menuju makam, tiba - tiba lelaki itu uluksalam,
"Assalamualaikum Mayangkara..?"
Ita yang terkejut nama belakang nya di sebut, lalu menatap lelaki paruh baya kemudian membalas salam,
"Waalaikumsalam Gus Farid."
"Sama siapa kemari..?"
"Sama teman Gus," jawab Ita.
__ADS_1
"Mau pulang apa mau kemana nih..?"
"Mau santai ngopi dulu Gus, di warung itu."
"Oh iya iya, kalau begitu aku mau ziarah dulu sebentar," kata Gus Farid.
"Baiklah Gus, silahkan."
*****
Setelah duduk di atas keramik, Damar berkata,
"Ita, mau pesan apa..?"
"Air aqua dingin saja Kak."
"Mau makan rawon, apa nasi pecel," tanya Damar.
"Pecel saja ya..!
lama banget gak makam nasi pecel. Ikan telor ceplok mata anjing."
"Ok."
Tak lama kemudian, Damar menikmati makan malam bersama Ita.
Setelah makan, Damar menikmati secangkir kopi hitam dan kepulan asap rokok sampoerna mild,
"Ita...
Siapa lelaki gondrong itu, yang turun dari mobil pajero?"
"Dia Gus Farid namanya. Dia temennya Papa. Aku kenal, karena beberapa kali Gus Farid main ke rumah.
Gus Farid itu orang sakti loh kak, Dia beberapa kali menolong usaha Papa ketika dalam masalah."
"Gitu ya.
Apa kamu pernah ke makam wali..?"
"Ternyata begini ya suasana di makam wali malam hari.
Rame dan ada warung nya."
"Assalamualaikum," sapa Gus Farid.
"Waalaikumsalam," jawab Damar dan Shinta.
"Sudah makan apa belum kalian," tanya Gus Farid.
"Sudah Gus, ini piringnya," jawab Ita.
"Mas, kopi hitam satu ya," pesan Gus Farid.
"Iya pak."
"Gus, sama siapa kesini," tanya Ita.
"Sendirian. Tadi habis dari rumah nya teman, ada acara tahlil. Pulangnya mampir sini.
Bagaimana kabar Damar teman mu yang sakit, tidak sadar selama 5 hari kemarin itu. Apa sudah sembuh..?"
"Ini orangnya Gus, sudah sembuh pas 7 hari."
"Dia gak sakit kok, cuma tidur saja. Papa Mama mu ke rumah nemuin aku. Katanya kamu suruh minta jampi - jampi untuk Damar."
"Hehehehe.
Iya Gus, bener."
Sambil menikmati rokok jie sam sue, diam - diam Gus Farid menerawang Damar yang sedang duduk santai sambil merokok.
Setelah menerawang dengan seksama... Gus Farid berkata dalam hati,
"Pemuda bernama Damar ini anak yang istimewa sekali. Setiap malam mendapat kucuran istigjhfar dan doa khusus dari ibunya.
__ADS_1
Walau dia suka berbuat maksiat, tetapi dia selalu mendapat ampunan berkat istighfar dan doa ibunya.
Calon orang alim dan kaya raya."
"Ita, aku pulang dulu ya, sudah jam 12 malam ini," ujar Gus Farid,
"Makan dan minum nya sudah aku bayar semuanya."
"Iya Gus, terimakasih," jawab Ita.
"Mas Damar...
Belajar solat tengah malam ya, sama belajar wirid," pesan Gus Farid,
"Assalamualaikum..."
"Iya Gus," jawab Damar,
"Waalaikumsalam."
*****
"Ita, ayo aku antar kamu pulang. Besok kamu kan sekolah," ajak Damar.
"Baiklah, ayo," sahut Ita.
*****
Jam 12 malam, Damar memacu motornya agak kencang.
Sementara, Ita dalam keadaan ngantuk, lalu memeluk tubuh Damar erat - erat sambil menyandarkan kepalanya di bahu belakang.
Selang satu jam, Damar masuk perumahan Galaxi The Lux dan berhenti di depan rumah Ita yang mewah.
"Ita... Ayo bangun. Sudah sampai rumah mu," kata Damar.
"Hemmm, iya Kak, ngantuk banget aku, sampai ketiduran. Hati hati di jalan ya kak.
Makasih.. "
"Iya Ta, dada..."
Dan Damar pun memacu kembali motornya.
Tak lama kemudian, setelah masuk desa Sani, dan berada di area makam kyai Ali Wafa, Damar membelokkan motor nya, kemudian parkir tak jauh dari warung Cak Ri.
Damar berjalan langsung menuju mushollah makam.
Setelah mengambil air wudhu, Damar melaksanakan solat tobat dan solat hajat.
Selesai solat malam, Damar mengingat - ingat wirid yang pernah di ajarkan oleh ibu nya. Setelah mengingat nya, Damar membaca istighfar 1000x dan sholawat jibril 1000 kali.
Selesai wirid, Damar membaca doa sapu jagad. Kemudian Damar keluar mushollah lalu duduk di pojok pendopo makam.
Tak terasa sudah jam 02:30 dini hari. Damar duduk bersandar tiang.
"Hemmmm... Mulai awal solat, wirid, hingga selesai, ingat terus wajah Shinta dan Aisah," gumam Damar,
"Mau pulang malas, sekolah juga malas.
Gimanaaaa... Diri ku ini..?
Tanah di depan PT Marvis itu aku beli apa enggak ya enaknya.
Makam sepi sekali, gak ada satu orang pun!"
Setelah menyulut rokok, Damar teringat tentang mimpinya ketika tidak sadarkan diri selama tujuh hari berbaring di rumah sakit,
"Iya iya, aku ingat dengan jelas sekali. Dalam mimpi itu, aku di ajak jalan + jalan sama ki Ageng Ndaru. Jin penunggu makam ini. Jin yang berwujud harimau putih. Aku naik di punggung nya, dan diajak keliling bumi dan langit."
"Assalamualaikum Gus..."
"Waalaikumsalam," jawab Damar kaget yang tiba - tiba melihat harimau yang duduk di depan nya.
"Hemmm, bikin kaget saja kamu itu!"
__ADS_1
"Gus Damar sekarang sudah tidak takut lagi pada ku..?"