Makam Keramat

Makam Keramat
Pemalsuan Kosmetik


__ADS_3

"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab ibu Latifah,


"Dari mana saja kok gak pulang tadi siang?"


"Dari ziarah ke makam kyai kholil Bangkalan Buk, sama menantu ibu," jawab Sarah bercanda,


"Kak masuk, Shinta ayo masuk dulu."


"Assalamualaikum Buk," sapa Damar dan Shinta kemudian salim cium tangan.


"Duduk Nak Damar. "


"Iya Buk, di teras saja."


"Buk, Sarah mau ke makam kyai Pamenang dulu ya, sama kak Damar dan Shinta."


"Iya Sarah, hati hati ya.


Pulang apa nginep?"


"Nginep di rumah kak Damar Buk."


"Iya, Kalau sama Damar, ibu izinin."


"Sarah pergi dulu ya Buk, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam.


Nak Damar, hati hati ya, Sarah di jaga."


"Iya Buk, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam.


Salam sama ibu ya?"


"Iya Buk, nanti saya sampaikan."


Mobil Fortuner meluncur ke rumah Damar di desa Kebon Agung.


Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan halaman rumah Damar.


"Cakno, Intan, tunggu di teras rumah bentar ya."


*****


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," sahut ibu Farida yang sedang duduk di ruang keluarga sambil nonton tv.


"Malam Buk," sapa Shinta dan Sarah kemudian salim cium tangan.


"Nak Shinta lama gak main kesini."


"Iya Buk, baru sembuh dari sakit."


"Sarah, mandi dulu di kamar, mandi air hangat biar seger badannya."


"Iya Kak."


*****


"Shinta, Bagaimana kabar kamu?"


"Alhamdulillah, sehat dan baik Buk."


"Mau kemana ini, kok rombongan?"


"Mau ziarah ke makam kyai Pamenang Buk."


"Memangnya besok gak sekolah, kok malam malam ziarah ke makam?"


"Sekolah Buk kalau gak ngantuk."


"Nanti tidur sini saja sama Sarah, besok pagi berangkat sekolah bareng Damar."


"Iya Buk, seragam sekolah saya ada di mobil nya Damar. Tadi ganti baju pas ziarah di makam kyai Kholil Bangkalan."


"Jauh banget ziarah nya."


"Shibta, ayo mandi dulu, Sarah dah selesai mandinya," kata Damar kemudian merebahkan badannya di atas karpet depan ibunya,


"Buk, pijitin punggung Damar bentar ya, capek."


"Iya Mas.


Apa Sarah gak pulang sama sekali?"


"Pulang tadi sama aku, pamit ziarah.


Ibu Latifah titip salam sama ibu."


"Waalaikumsalam


Ibu lihat - lihat, kamu setiap malam ke makam mbah wali Pamenang..?"


"Iya Buk, Damar ke makam kyai Pamenang selama 40 malam gak putus. Sekarang masih dapat separuh."


"Mengapa kok sampai 40 malam. Apa gak menganggu sekolah mu?"


"Yaah sebenarnya sih menganggu, kan ngantuk kalau di kelas.


Damar di suruh kyai Ndaru teman ku ziarah ke makam kyai Pamenang selama 40 malam gak putus. solat tobat dan solat hajat juga 40 malam gak boleh putus Buk.


Katanya biar usaha bisnis Damar sukses dan lancar."


"Hemmm, begitu.


Siapa kyai Ndaru teman mu itu?"


"Rahasia Buk.


Kyai Ndaru berpesan supaya Damar tidak boleh membocorkan identitas nya sama siapa saja, tanpa ijin dari kyai Ndaru."

__ADS_1


"Hemmm, pakai rahasia segala.


Kamu itu kok bisa bisanya, ziarah ngajak teman wanita, dua lagi.


Anak orang malam - malam di ajak ziarah!"


"Tadi hanya makan bersama, aku ajak ke makam ternyata mau, ya sudah akau ajak saja."


"Mas Damar, sudah jam 9 lebih," ujar Sarah.


"Baiklah.


Buk udah dulu pijit nya. Damar mau berangkat dulu ya, salim.


Assalamualaikum."


Waalaikumsalam.


*****


Mobil Fortuner meluncur ke Desa Melati kota Sidoarjo.


Setelah sampai dan mobil terparkir, Damar turun di ikuti Sarah dan Shinta.


"Cakno, kamu kalau mau ziarah dan ke masjid ya monggo silahkan.


Kalau gak, makan malam sama ngopi saja di warung pecel itu."


"Iya Tuan."


"Minta saja, biar Intan yang bayar. Sekalian minta rokok."


"Iya Tuan."


"Intan, ambil uang di dasbor mobil. Kamu belikan Nasi 150 bungkus, dan air aqua tanggung 150 botol."


"Nasi apa Tuan..?"


"Terserah kamu nasi apa, nasi goreng boleh, nasi campur, sate atau pecel terserah.


Nanti, nasi dan air aqua nya kamu taruh di teras masjid itu ya."


"Iya Tuan."


"Aku belikan laptop dan HP iPhone baru tadi, sebagai aset milik perusahaan.


Jadi, HP itu untuk kerja ya, khusus untuk kerja, kamu pakai.


Kamu kerja sebagai Asisten pribadi ku, kamu harus cerdik dan pintar.


Kamu harus mengetahui ilmu bisnis manajemen, harus tau tentang saham dan pergerakan pasar saham. Harus tau ilmu Kontruksi, harus tau detail tentang perusahaan, real Estate juga bisnis kuliner.


Kamu harus tau segalanya seperti Dimas Asisten ku yang satunya.


Itu laptop sama Hp iPhone kamu pakai belajar. Kamu belajar dari Youtube dan internet.


Sambil menunggu sambil belajar.


Kalau kamu gak pinter dan gak cerdik, aku ganti orang lain."


Setelah mengarahkan Asistennya, Damar dan Sarah juga Shinta berjalan menuju masjid.


"Shinta, Damar..!" sapa Sari yang duduk di warkop tak jauh dari makam.


"Hai Sari, Inna," sahut Shinta kemudian mendekat lalu mencium pipi sahabat sahabatnya.


"Shinta, aku gak di cium," ujar Samsul.


"Apa bosen sama Inna,kok minta sayang aku.


Kok ada di sini..?


Kamu dan Inna kalau pakai jilbab dan jubah terlihat cantik sekali!"


"Iya, aku kok ingin kesini lagi," jawab Sari,


"Kamu juga sangat cantik Shinta. Makanya Damar tergila gila sama kamu!"


"Hemmm, mulai ngegosip," sahut Damar,


"Besok, malam minggu, geng Hello kity ajak nongkrong ke makam sini. Ke diskotik libur dulu, sementara ganti wisata religi.


Kamu kan ketuanya."


"Iyaaaa, siaap! Besok aku umumin di grup WA."


"Aku tak ke masjid dulu ya," pamit Damar, "Setelah itu santai ngopi bareng.


Ayo Shinta, Sarah."


"Ok, ok."


"Hemmmm.


Gandeng dua sekaligus," kata Inna,


"Senggol kanan senggol kiri.


Kalau kurang, entar tak telpon kan Ita sekalian!"


******


Setelah solat Isak, solat sunnah berjamaah dan wirid, Damar pergi ziarah di makam kyai Pamenang.


Ketika memimpin baca yasin dan tahlil, tiba tiba ki Rekso si macam kumbang hitam keluar dari makam, lalu duduk di depan.


Selesai tahlil dan berdoa... Ki Rekso berkata,


"Gus, besok pergilah ke ziarah ke makam sunan Drajat."


"Iya Ki.


Kalau begitu, aku permisi dulu, mau menemui teman - teman ku di warkop."


"Baiklah."

__ADS_1


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


*****


Setelah duduk di warung kopi lesehan, Damar memesan kopi hitam,


"Kalian mau makan nasi pecel..?"


"Boleh boleh," sahut Sari,


"Aku belum makan malam."


Setelah nasi pecel tersaji kan, Damar dan teman - temannya menikmati makan malam sambil ngobrol.


Diam - diam Damar melihat Youtube di chanel pasar saham. Setelah agak lama melihat dengan jeli, Damar berkata dalam hati,


"Harga saham PT Marvis bener - bener anjlok. Kalau PT Marvis sampai kolep dan bangkrut, semua uang ku akan hilang. 1,6 T bukan uang sedikit.


Bagaimana ini cara menangani nya..?


Pemegang saham menarik semua dananya, berarti mereka menjual semua sahamnya sebesar 15% yang di kuasai oleh tiga orang. Masing - masing 5%. Kalau aku beli 15%, aku harus mengeluarkan uang 1,2 triliun, dan aku akan memiliki saham sebesar 35%.


Aku tidak punya kuasa apa apa di PT Marvis.


Tetapi...


Dulu Kyai Ndaru bilang, bahwa PT Marvis akan menjadi milik ku. Apa benar ya..?"


"Intan..." sapa Damar.


"Iya Tuan."


"Duduk sini sebentar.'


"Baiklah Tuan," jawab Intan Farara Asisten Damar, kemudian mendekat lalu duduk di samping Damar.


"Buka laptop mu, buka Youtube chanel BPSS, Bursa pasar saham surabaya.


Iya itu.


Kamu lihat harga saham PT Marvis, itu kan di jual. Kamu borong semua ya.


Kamu hubungi sekarang juga. Adakan janji besok pagi."


"Baik lah Tuan, akan aku pelajari sebentar."


*****


"Damar, lagi ngapain sih sama cewek itu. Apa dia juga simpanan Damar," ujar Sari lirih.


"Dia adalah Intan Farara, mahasiswi universitas surabaya jurusan Akuntasi manajemen Bisnis. Dia Asisten nya Mas Damar. Mungkin lagi ada masalah bisnis."


"Gaya sekarang Damar, punya sopir pribadi, punya Asisten, cantik lagi," gumam Inna lirih,


"Bisa bisa, di ajak tidur hotel lama - lama Hahahahaha!"


"Hus," sahut Samsul.


"Emang bisnis apaan sih, Damar itu," tanya Sari.


"Bisnis kuliner," jawab Shinta.


"Sarah, makannya nambah lagi," ujar Inna.


"Sudah In, kenyang sepiring juga."


"Katanya yayang Samsul, Damar mendirikan perusahaan Kontruksi," ujar Inna.


"Iya," jawab Sarah,


"Masih merintis, lahan PT juga belum ada. Kantor sementara ada di ruko dekat cafe ayu."


"Hebat juga tuh Damar, bisa mendirikan perusahaan Kontruksi dari nol.


Ilmu dari mana dia, padahal masih SMA.


Kita saja bisa memiliki perusahaan juga warisan," ujar Sari,


"Kalau Kontruksi, sama kayak bisnisnya Papa nya Novita si putri malu."


"Hahahahaha!


Putri maluuuu," sahut Erik.


"Damar..."


"Apa Sari sayang?"


"Sayang sayang, sudah punya yayang dua gitu masih saja kurang.


Aku boleh gak nanam saham di PT mu?"


"Boleh, tetapi untuk saat ini, aku gak jual saham."


"Banyak benar duit mu sekarang, sampai bisa bikin PT juga beli cafe."


"Tuh, di kasih uang sama bu Nyai Shinta."


*****


"Tuan, sudah saya hubungi para pemegang saham. Besok jam 10 pagi, mereka mau bertemu di restoran Hotel Hilton.


Dan saya menyetujuinya," ujar Intan.


"Bagus, biar besok Dimas yang urus semua nya," kata Damar.


"Mas Damar, Mama minta nomer telpon mu. Di kasih apa enggak," ujar Shinta.


"Kasih saja gak apa - apa. No HP bisnis saja, jangan no pribadi."


"Baiklah."


*Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2