Makam Keramat

Makam Keramat
Mendirikan PT


__ADS_3

Jam 9 pagi, Damar dan ibunya juga pak Yasin bapak nya, pergi naik motor ke bank Aisa dan Bank BRI.


Setelah selesai, Damar langsung mengajak kedua orang tuanya untuk pergi ke cafe Ayu.


Jam 10:30 Damar dan kedua orang tuanya memarkir motornya, lalu menuju meja samping cafe depan taman.


Setelah duduk di kursi, seorang pelayan mendekati dan berkata,


"Selamat siang Mas Damar. Mas Damar mau di pesan apa..?"


"Kopi Luwak dua ya Mas, sama jus Apucat satu. Tiga air aqua," ujar Damar,


"Makannya gurami bakar tiga dan cumi goreng sambel tomat."


"Baiklah Mas Damar, kalau gitu permisi dulu."


"Ayooh Buk aku ajak lihat - lihat dalam cafe ku dan keliling area cafe. Bapak duduk sini saja ya, biar gak capek," ujar Damar.


"Iya Mar," jawab pak Yasin.


"Selamat siang Mas Damar," sapa beberapa karyawan.


"Semua karyawan cafe, ini ibu saya. Barang kali ibu saya makan minum di sini, tolong di layani ya dengan baik ya.


Sama pak Yasin yang duduk itu. Itu bapak saya."


"Iya Mas Damar, siap."


*****


Setelah duduk kembali, sambil menikmati makan siang, ibu Farida berkata,


"Enak banget makanan disini.


Sekarang ibu percaya kalau Mas Damar punya usaha cafe."


"Bapak... Barusan aku transfer uang 25 milyar. Bapak pakai usaha. Damar berharap, bapak rajin ibadah. Damar juga berharap bapak menyayangi dan membahagiakan ibu dan Adik - adik," ujar Damar,


"Ibu... Damar transfer uang 50 milyar. Ibu pakai untuk usaha jual beli online, dan keperluan di rumah juga untuk keperluan dapur.


Ibu kan pintar, belajar sebentar di yuotube dan google pasti bisa.


Semoga uang pemberian Damar berkah untuk usaha."


"Aamiin..


Kamu punya uang milyaran dari mana Mar, kok tiba - tiba punya ini itu, beli ini beli itu," tanya Pak Yasin.


"Dari doa ibu pak. Semua ini berkat ibu yang rajin solat malam mendoakan Damar.


Makanya bapak yang rajin solat malam, doain anak - anaknya, jangan ngelonin ibu aja tiap malam."


"Hehehehe, gak boleh gitu sama bapak mu," sahut Ibu Farida.


"Becanda Buk, biar bapak awet muda.


Ibu dan bapak pulang dulu ya, Damar mau ngurus surat usaha."


"Baiklah, kalau begitu bapak sama ibu langsung balik."


"Pak, jangan lupa ajak ibu ke salon, cuci muka, potong rambut dan perawatan. Biar terlihat cantik, dan bapak betah di rumah.


Jangan lupa juga, belikan cincin berlian."


"Iya iya, sekarang banyak omongannya kamu itu."


"Hahahaha, pakai malu segala sama Damar.


Ya udah, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


*****


Siang yang panas, sepanas hati istri tua yang kesepian, di tinggal suaminya pergi ke rumah istri muda.

__ADS_1


Dengan santai Damar memacu motor butut nya menuju kantor Notaris end pengacara.


Tak lama kemudian, Damar memarkir motornya di samping kantor Notaris.


"Selamat siang pak Beni..?"


"Eh Mas Damar, selamat siang juga. Ayo Silahkan duduk.


Ada perlu apa siang ini?"


"Mau minta tolong mengurus PT pak Beni," ujar Damar.


"Siaap..!!!


PT bergerak di bidang apa ya Mas?"


"Bergerak di bidang pembangunan pak, kontraktor."


"Oh iya iya.


Apa alamat kantor nya sudah ada," tanya Pak Beni.


"Belum pak Beni, ini mau cari rumah kontrak kan dulu untuk alamat kantor sementara."


"Mas Damar harus menyiapkan dokumen


1- Fotokopi KTP pendiri perusahaan


2- Fotokopi KK penanggung jawab perusahaan atau Direktur


3- Foto penanggung jawab perusahaan, ukuran 3x4


4- Fotokopi PBB tempat bakal di jadikan domisili perusahaan


5- Fotokopi surat kepemilikan tempat, atau surat kontrak atau surat sewa kantor.


6- surat keterangan RT RW."


"Yang belum saya miliki hanya surat kepemilikan tanah dan domisili perusahaan.


Kalau begitu saya permisi dulu pak Beni," ujar Damar,


"Baiklah Mas Damar, selamat bekerja semoga sukses," kata pak Beni pengacara dan konsultan.


*****


Sambil memacu motor nya pelan - pelan, Damar melihat lihat tanah yang strategis di pinggir jalan.


"Hemm, lebih baik solat duhur dulu di mesjid depan sana," kata Damar dalam hati, "Mumpung jam satu siang."


Setelah solat dhuhur, Damar kembali melajukan motor nya pelan - pelan.


Tak lama kemudian Damar berhenti di depan penjual es kelapa muda pinggir jalan raya Sedati juanda.


Setelah memarkir motornya, Damar duduk di bangku yang ada di bawah pohon kresem.


"Pak, es kelapa muda," pesan Damar.


"Siaaaap!"


Tingtung tingtung..!


HP Damar berbunyi tanda telpon WA masuk.


Setelah melihat layar HP, Damar berkata lirih,


"Ita yang telpon.


Iya Ita..?"


"Di mana Mas, kok gak masuk sekolah?"


"Ini lagi di daerah jalan raya Sedati arah juanda. Dekat pasar Gedong.


Ada apa Ita..?"

__ADS_1


"Gak apa - apa, ini aku lagi arah ke Juanda, mau ambil pesanan kosmetik."


"Mampir minum dulu ya, di warung es kelapa muda pinggir jalan. Tak kirim lokasinya via WA."


"Siaaap..!"


*****


Tak lama kemudian, mobil Alprad putih berhenti pelan - pelan di depan kedai es kelapa muda.


"Pak Edi turun dulu ya, minum es kelapa muda," kata Ita.


"Iya Non."


Gadis cantik yang masih pakai seragam sekolah keluar dari dalam mobil, lalu mendekati Damar.


"Siang Kak," sapa Ita kemudian duduk di samping Damar.


"Siang juga Ita, duduklah.


Pak, tambah es kelapa muda satu lagi."


"Siaap Mas."


"Ini es nya."


"Makasih pak," ujar Damar,


"Kamu tambah cantik aja lama - lama."


"Hehehehe, tumben nge gombalin aku. Jangan - jangan kamu naksir sama aku?"


"Hehehehe iya naksir dikit, gak banyak - banyak."


"Naksir dikit itu, biasanya buat pelarian hati yang luka loh," goda Ita.


"Emang luka kenapa hati ku..?"


"Yaah luka di tinggalin Shinta sama Aisah."


"Gaaaak..! Ngapain juga terluka. Aku masih muda sekali, dan masih banyak gadis cantik, Ngapain di pikirin," kata Damar berbohong.


"Lagian wajah ku gak jelek - jelek amat. Masih laku di pasaran hahahaha!'


"Hemmmm, promosi..?"


"Ita, kata Inna, kamu bisnis jual beli kosmetik ya," tanya Damar.


"Iya bener, tetapi buat hiburan doang, iseng - iseng buat wawasan bisnis dan buat nambah - nambah ilmu saja.


Kenapa kak..?"


"Kalau ada waktu, kamu main ke rumah ya. Ibu ku mau bisnis kosmetik online juga. Barangkali bisa gabung sama produk kosmetik mu."


"Oooooh, gitu. Boleh - boleh. Siapa saja boleh gabung. Tetapi daftar dulu sebagai member di kantor pemasaran PT Marvis kosmetik.


Kantornya ada di sedati juanda. Ini tadi kan aku mau ke sana Mas, belanja kosmetik," ujar Ita,


"Habis ini aku tak main ke rumah mu kak.


Kamu dari mana siang siang gini?"


"Dari rumah. Ini mau cari tanah yang luas pinggir jalan. Atau kontrakan rumah," kata Damar,


"Pak... Minta rokok mill satu.


Pak Edi, rokoknya apa?"


"Gudang garam Tuan Damar."


"Jangan panggil Tuan, panggil saja Damar. "


"Ini mas rokok mill nya," ujar pedagang.


"Pak, kasih bapak itu rokok surya ya," kata Damar.

__ADS_1


"Siaaap Mas."


*Bersambung.


__ADS_2