Makam Keramat

Makam Keramat
Berteman Saja


__ADS_3

"Selamat siang Bos," sapa Dimas.


"Siang juga, Dimas, kamu belikan Hp tiga buah yang bagus ya, terus, kamu belikan Motor vario satu, beat satu dan scupy dua. Kamu kirim ke rumah ibu Latifah.


Beli motor yang baru ya," perintah Damar.


"Siap Bos."


"Kamu catat lagi.


Kamu bawa uang cas 800 juta ya. kamu kasihkan sama ibu Latifah.


Sementara itu saja dulu, nanti kamu telpon jika sudah di rumah ibu Latifah."


"Baiklah Bos, siap di kerjakan."


"Ini uang 5 juta buat kamu, Semalam aku dapat rejeki uang. Jangan lupa beli baju untuk kerja, Biar tambah ganteng kamu."


"Siap bos, terimakasih banyak."


******


Selesai makan siang, Damar menikmati secangkir kopi luwak dan kepulan asap rokok.


"Kak, mengapa kamu kok mau belikan HP motor dan memberi ibu ku uang 800 juta," tanya Sarah.


"Ibu ku tadi pesan ke aku, aku di suruh membantu kesulitan ibu mu. Karena, dulu, ibu mu sering membantu ibu ku di masa - masa sulit, di kala masih muda dulu.


Jadi,, ibu ku ingin balas budi kebaikan ibu mu.


Hanya saja, aku anaknya yang di suruh."


"Terimakasih ya Mas, kamu dan keluarga mu sangat baik."


"Kalau ibu ku memang baik Sarah, kalau aku anak nakal, kurang baik. Jangan anggap aku anak baik. Karena kamu baru mengenal ku."


"Tetapi, menurut perasaan ku, kamu anak yang baik, dan dermawan. Pemberani juga berwibawa."


"Oh iya, kamu jangan kerja lagi menjadi penjaga toko emas. Di rekening baru mu, ada uang 300 juta. Pakailah uang itu untuk kebutuhan sekolah mu.


Kalau bisa, kamu kursus bahasa inggris dan mandarin. Juga kursus ilmu manajemen bisnis.


Aku belikan kamu motor scupy untuk kamu beraktivitas."


"Iya Mas, terimakasih atas saran dan dukungan nya. Semua nasehat mas Damar akan aku jalani."


"Mengapa aku menyuruh mu kursus bahasa inggris dan mandarin. Dan kursus ilmu manajemen bisnis.


Karena, kalau kamu kuliah tahun depan, kamu sudah matang kamu sudah siap.


Sebab dalam waktu setahun itulah kamu menyiapkan dirimu dengan belajar."


"Iya Mas."


"Aku berpikir, dengan aku memberi uang 800 juta pada ibu mu. Agar ibu mu bisa menguasai tanah warisan itu, menjadi hak milik keluarga mu. Dan kamu juga adik mu bisa hidup tenang, belajar dengan tenang, solat wirid ngaji pun bisa tenang dan ikhlas."


"Iya Mas Damar."


"Untuk uang kursus, biar Dimas asisten ku yang ngurus keuangan nya."


"Mas Wawan," panggil Damar.


"Iya Mas Damar."


"Sedang sibuk ya?"


"Hanya menyambut pelanggan datang saja.


Ada yang bisa saya bantu Mas Damar?"


"Ini ada amplop 44 buah. Isinya satu jutaan. Tolong kamu bagikan pada semua karyawan cafe ya. Termasuk satpam.


Yang ini isinya 5 juta, untuk kamu sebagai manajer dan 5 juta untuk wakil manajer."


"Alhamdulillah...


Terimakasih banyak Bos Damar."


"Sama - sama Mas Wawan, aku juga berterimakasih pada kalian semua.


Berkat kalian, aku bisa begini."


"Sarah, ayo ikut aku," ajak Damar sambil mengulur tangannya.

__ADS_1


"Iya Mas," jawab Sarah kemudian menyambut uluran tangan Damar.


Sarah berjalan sambil mengandeng lengan Damar menuju proyek sebelah cafe.


Tak lama kemudian,


"Bos, pacar nya cantik sekali," ujar Pak Seub manager lapangan PT Podomoro General kontraktor.


"Bukan pacar Pak lek, teman tapi mesra.


Gimana proyek nya?"


"Itu sudah jadi 6 Ruko. Siap pakai. Tinggal pasang paving untuk halaman parkir. Besok sore juga selesai.


Sama tinggal pasang meteran listrik dan pasang sanyo saja."


"Alhamdulillah.


Pak lek, semalam aku dapat rejeki uang. Dapat komisi banyak. Ini ada amplop 100 lembar. Isinya uang 300 ribu. Kan pekerja proyek ada 100. Tolong Pak lek bagikan pada mereka."


"Siaaap, Bos!


Aku mana bagiannya? Hahahah!"


"Ini buat Pak lek, 5 juta," ujar Damar.


"Alhamdulillah...


Semoga bos Damar banyak rejekinya aamiin."


"Ya sudah Pak lek, aku mau solat dulu. Sudah adzan asar."


"Iya Bos, terimakasih sekali. Pasti senang para pekerjaan proyek ini."


*****


Di mushollah Damar melihat pegawai ship malam sedang ngaji surat yasin.


Setelah solat berjamaah dengan Sarah, Damar keluar mushollah yang terletak di samping cafe.


Banyak karyawan yang berpapasan dengan Damar mengucapkan terimakasih atas pemberian uang.


Setelah berbicara via telpon dengan Dimas Asistennya, Damar dan Sarah pergi meninggal kan cafe.


*****


"Kak... Siang ini Mas bagi - bagi uang begitu banyaknya. Semalam sedekah nasi juga banyak.


Apa Mas gak rugi bisnis nya?"


"Aku semalam dapat komisi uang dua milyar. Uang cuma - cuma. Ya aku bagikan lah pada orang - orang yang sayang sama aku, yang membantu ku.


Paling bagi - bagi uang untuk karyawan cafe dan pekerja proyek gak sampai 100 juta.


Semua, sama yang aku kasih uang ke ibu mu, juga kamu, paling juga habis satu milyar. Aku kebagian satu milyar.


Kan masih banyak."


"Oooh gitu, iya iya."


"Pesan ibu ku, sering - sering sedekah berbagi pada sesama. Pesan kyai Ndaru teman ku juga gitu, di suruh sering sedekah. Biar hidup banyak rejekinya."


"Iya Kak, betapa senangnya kalau di beri uang. Jangankan satu juta, di beri 100 ribu saja, senang nya minta ampun.


Ya begitulah kehidupan orang fakir miskin kaya aku.


Aku kamu beri HP saja, senangnya minta ampun.


Kita mau kemana Kak?"


"Ke Tunjungan plaza. Aku ingin potong rambut sekalian cuci muka."


"Apa kurang ganteng pakai cuci muka?"


"Ganteng sih, ya cukupan, hahaha, sering kena debu di jalan, jadi biar bersih dikit.


Kamu sekalian potong rambut dan perawatan biar tambah cantik. Kalau cantik, kan aku senang melihat mu."


"Pinter kamu kalau mengambil hati wanita."


*****


Setelah dari salon kecantikan kelas atas, Damar dan Sarah jalan bergandengan tangan pergi ke butik baju.

__ADS_1


Sebelum meninggal kan Tunjungan Plaza Damar membeli dua buah laptop.


"Sarah, Ayo pulang, sudah hampir magrib."


"Iya kak."


Sambil berjalan, Damar berkata,


"Kamu terlihat sangat cantik sekali Sarah."


"Iya Kak, kamu juga terlihat sangat tampan.


Tetapi sayang...


Di antara kita tidak ada hubungan spesial."


"Iya Sarah, kita berteman saja dulu ya, kita jalani pertemanan ini apa adanya. Jika kita menjalin hubungan asmara, kita akan terikat dengan kesetiaan. Aku tidak mau mengatur mu, begitu juga aku tidak mau kamu atur.


Kalau kita berteman, kita memiliki kebebasan, tanpa ada rasa cemburu dan sakit hati."


"Iya Kak."


"Biarlah cinta akan menemukan sendiri jalannya, di mana rasa itu akan berlabuh.


Jika kita berjodoh, bagaimana pun jalan nya, kita akan bersatu, bersama selamanya."


"Iya Kak."


"Ayo naik."


*****


Motor Damar melaju menembus keramaian kota Surabaya.


Tak lama kemudian, motor Damar berhenti di halaman rumah Sarah.


Setelah memarkir motornya di teras, Damar masuk rumah menuju ke kamar Sarah, lalu merebahkan badannya.


"Kak, gak mandi, habis ini magrib."


"Iya Sarah, sebentar. Kaki ku capek rasanya, jalan - jalan muter muter mall."


"Sini aku pijitin kakinya," ujar Sarah kemudian mengambil minyak kayu putih lalu memijit kaki Damar.


Adzan magrib terdengar samar dari masjid desa.


"Sarah, ayo solat Magrib. Ajak Nak Damar solat."


"Iya Buk, tetapi kak Damar tidur."


"Ya sudah, kamu solat sendiri saja, biarkan Damar tidur."


*****


Setelah solat, Sarah membantu ibu nya masak di dapur.


"Sarah..?"


"Iya Buk."


"Kamu tambah cantik saja malam ini. Rambut mu juga pendek sebahu. Biasanya juga suka rambut panjang. Baju mu juga baru?"


"Iya Buk, di poles sama kak Damar. Mas Damar ingin melihat ku cantik dan anggun.


Makanya Sarah di belikan banyak baju dan kosmetik. Tadi juga di ajak ke salon kecantikan."


"Kalau Damar sudah berbuat begitu sama kamu, berarti Damar itu mencintai mu.


Tidak mungkin Damar berbuat begitu kalau gak ada rasa cinta.


Lelaki sih biasanya, kalau mau berkorban banyak pada seorang perempuan, pasti ada maunya."


"Iya Buk, itu benar. Tetapi kak Damar bukan orang tipe seperti itu. Dia orangnya ikhlas dan baik.


Damar malah ingin menata masa depan ku, biar hidup ku mapan.


Dan di antara Sarah dan kak Damar tidak ada hubungan spesial Buk. Kami hanya berteman saja.


Sudah isak Buk, Sarah mau solat dulu."


*****


Setelah solat isak, Sarah merebahkan badanya di samping Damar.

__ADS_1


Karena kelelahan, maka Sarah pun tertidur juga.


__ADS_2