
Jam istirahat sekolah SMA pancasila. Tiga kantin penuh dan rame canda tawa.
Gosip putusnya hubungan Damar dan Shinta semakin panas dan selalu jadi gosip besar di sekolahan Elit.
Tiba - tiba Inna unggah screnshot foto Damar sedang Ngopi di grup gosip Pena.
*"Lelaki sederhana sekarang lagi sendiri alias JOMBLO. Barang kali anggota geng Hello Kity mau daftar. Barangkali cewek -cewek kelompok bojois mau daftar"
Ita:
Aku mau daftar. Yang mau bersaing ayo silahkan.
Rey:
Jalan sama dia, mau naik motor butut?
Ari:
Jalan sama dia, paling makan nasi pecel doang ikan peyek
Inna:
Buruan kirim pertemanan facebook lelaki sederhana ini. Edisi terbatas"
"Hemmm Inna itu iseng saja, bikin panas grup gosip," kata Erik.
"Emang grup kalau gak ada Inna gak rame tau," sahut Sari,
"Inna kan kompornya."
*****
"Sudah jam 12 siang, lebih baik aku jalan - jalan beli laptop," ujar Damar,
"Aku butuh laptop untuk menyimpan berkas dan untuk pembukuan bisnis ku biar enak."
Siang itu Damar memacu motornya pelan - pelan menuju arah tengah kota Surabaya di kawasan Bratang.
Setelah memarkir motor di Galeri Eiger, Damar kemudian masuk dan memilih tas.
"Bisa di bantu Mas," tanya seorang karyawan.
"Mau cari tas buat laptop Mbak."
"Sebelah sini Mas, silahkan."
"Baiklah Mbak, terimakasih."
Setelah membeli dua tas dan dompet, Damar meluncur ke Marina Plaza.
Ketika berada di dalam mall dan melihat lihat laptop, tiba - tiba mendengar suara perempuan memanggil nya.
"Mas Damar..."
"Ehh, kamu Ita. Pulang sekolah..?"
"Iya Mas Damar."
"Sama siapa ke sini..?"
"Sendiri Mas, mau beli HP, barusan HP ku jatuh pecah di toilet sekolah.
Aisah mana..? Kok gak di ajak."
"Hemmmm, hehehehe
Sudah gak bersama lagi."
"Oh, iya iya.
Kalau gak keberatan, mau aku temani, biar ada temannya."
"Boleh boleh, lagian kita kan satu sekolah."
"Mas Damar mau beli apa kesini..?"
"Mau beli laptop."
"Sebelah sini Mas, laptop keluaran terbaru. Sekalian aku beli iPhone."
"Baiklah," jawab Damar kemudian berjalan bersama Ita di sebuah konter.
Setelah agak lama memilih, akhirnya Damar membeli satu laptop keluaran terbaru dengan harga 46 juta.
"Bayar pakai kartu kredit ini Pak," kata Ita anak pengusaha batu bara.
"Ita... Aku bayar sendiri saja, aku ada uang kok," kata Damar,
"Udah Mas, sekalian bayar."
"Semua totalnya 116 juta ya Mbak, ini bukti pembayaran bank Asia."
"Iya Pak, terimakasih.
Ayo mas Damar, kita santai istirahat sambil makan siang di restoran masakan jepang," ajak Ita.
"Aduuh ngerepotin kamu aja Ita."
Setelah duduk di dalam restoran, Damar hanya diam saja karena bingung mau makan apa.
"Mas... Sudah pernah belum makan masakan jepang..?"
"Belum pernah Ita."
"Hemm, baiklah, aku pesankan seafood ya, udang bakar, cumi open dan kerang rebus. Sama kentang saja."
"Nurut sajalah hehehehe," ujar Damar,
"Ita, kok tadi belanja habis 116 juta, berapa harga Hp iPhone ini?"
"Harganya HP iPhone keluaran terbaru murah kok Mas, 35 juta. Kalau beli dua kan 70 juta tambah laptop 46 juta, jadi semua totalnya 116 juta.
Oh iya, hampir lupa. Ini iPhone aku beli untuk Mas Damar. Yang ini untuk ku."
"Terimakasih Ita, kamu pakai saja, aku sudah punya HP ini," ujar Damar terkejut denger harga iPhone satu bijinya 35 juta,
"Ini aku sudah punya Hp oppo."
"Ganti iPhone saja Mas Damar, Lebih nyaman."
Sambil menikmati makan siang, Damar berkata dalam hati,
"Mengapa sikap Ita berubah 190 derajat ya, tiba - tiba baik sekali sama aku.
Gak seperti biasanya suka membuly ku bersama Sherly juga Wina.
Coba aku tanya.
Kamu sudah sehat Ita, kok masuk sekolah?"
"Sudah kak, sudah sehat sekali."
__ADS_1
"Kalau boleh tau... Hari ini kamu aneh deh, kok tiba - tiba baik sama aku, gak seperti biasanya, sering membuly ku," tanya Damar,
"Kalau kita makan semeja, bisa bisa, jadi gosip besar di SMA pancasila.
Apa kamu gak malu bila bersama salah satu kelompok duafa?"
"Iya kak Damar, aku minta maaf, karna aku sering membuly mu.
Setelah aku sembuh dan selamat dari overdosis itu, Papa Mama ku menasehati ku. dan aku sadar. Selama ini aku telah banyak melakukan kesalahan, dan kelakuan ku sering membuat cemas orang tua ku. Sekarang aku ingin menjadi orang yang baik."
"Baguslah kalau kamu ingin menjadi orang baik," kata Damar menyudahi makan siangnya.
"Oh iya, waktu pulang dari rumah mu... Papa Mama ku ngomong di dalam mobil, katanya ingin merenovasi rumah kak Damar. Malah Papa ingin membelikan mobil untuk keluarga kak Damar."
"Bilang sama Papa mu, gak usah renovasi. Biar gitu saja rumah ku. Karena banyak kenangan masa kecil ku. Dan bilang jangan beli mobil untuk ku, aku sudah punya mobil."
"Hemmm, gak percaya aku kak Damar punya mobil.
Gang masuk rumah saja satu meter. Kedua, kalau sekolah gak pernah naik mobil."
"Aku bayar dulu ya Kak, makan nya. Habis ini kak Damar tak ajak main ke rumah ku. Biar tau rumah Ita."
"Aduuhhh..!
Ada saja Ita ini," ucap Damar dalam hati,
"Aku mau belajar kerja, malah diajak main ke rumah nya.
Lama - lama aku Bisa jatuh cinta sama Ita."
"Ayo kak, sekali - kali main ke rumah, biar tau rumah Ita."
"Aku bawah motor Ita, aku parkir di belakang."
"Nanti biar di ambil sama orang suruhan ku ya."
"Iyalah kalau memaksa, biar tau rumah mu."
Di dalam mobil, Ita berkata,
"Kak... Selvi dulu ya, entar di bikin status, biar gempar anggota geng Hello Kity dan kelompok borjois pancasila."
"Iya gak apa - apa," jawab Damar kemudian menyulut rokok sampoerna mill.
Setelah merekam sebentar dan selvi, Ita melajukan mobil Honda jazz nya pelan - pelan.
Tak lama kemudian mobil memasuki gerbang perumahan Elit Galaxi The Lux.
"Disini rumah mu..?"
"Iya Kak."
"Sering lewat sini, tetapi gak pernah masuk Perumahan Galaxi. Karena keamanan nya ketat.
Besar - besar ya rumah nya."
"Iya Kak, rata rata 500m persegi," ujar Ita,
"Galaxi The Lux surabaya adalah perumahan elit terbesar no dua di indonesia. Hunian konglomerat indonesia. No satu Galaxi The Lux jakarta.
Dah sampai, ini rumah Ita cat warna putih."
"Semua rumah sini gak ada pagarnya ya?"
"Iya Kak, gak ada pagarnya.
Ayo turun, masuk sini."
"Selamat siang Non," sapa seorang lelaki setengah tua yang duduk di gasebo.
"Siang juga semuanya," balas Ita,
"Duduk sini Kak, di teras samping rumah, ngopi rokok an, sambil lihat taman dan air mancur.
Bibik..! Buatkan kopi inggris ya, satu cangkir. Aku buatkan capuchino kanada."
"Baiklah Non."
Sambil menunggu Ita ganti baju, Damar berkata dalam hati,
"Ternyata keluarga Ita benar - benar konglomerat. Rumahnya sangat besar, indah dan bagus. Banyak pengawal dan keamanan di depan rumahnya.
Semua pada hormat dan menyapa Ita sambil menundukkan kepala nya.
"Ini kak kopinya," kata Ita kemudian meletakkan di meja.
"Loh...! Ada tamu ya," ujar ibu Maya.
"Selamat siang Tante," sapa Damar.
"Loh Mas Damar, siang juga Mas Damar. Sering - sering main kesini ya."
"Insyallah Tante," jawab Damar
"Bentar lagi Pak Jhoni Papa nya Ita pulang kok. Masih di jalan."
"Emang Papa gak ngantor Ma," tanya Ita.
"Dari Kalimantan Papa mu, kunjungan kerja. Tadi WA Mama sudah ada di bandara Juanda.
Ya sudah, ngobrol - ngobrol saja dulu, Mama mau ke dapur."
"Ita, ada kabel olor gak, buat ngecas Hp dan laptop."
"Siaaap, ada Kak."
******
"Ini kak, aku juga mau ngecas Hp baru.
Lihat di status WA ku kak, sama di facebook."
"Hehehehe bisa saja kamu itu."
"Ita..!" Panggil pak Jhoni Papa nya yang baru masuk rumah.
"Iya Pa."
"Mama bilang Mas Damar main di rumah?"
"Tuh anaknya, sedang lihat - lihat bursa pasar saham di internet."
"Siang Mas Damar."
"Siang juga Om."
"Ya gitu main - main kesini, biar Ita ada teman nya."
"Insyallah Om."
"Kata Ita, Mas Damar lagi lihat perkembangan bisnis di bursa pasar saham ya?"
"Iya om, cuma lihat - lihat saja."
__ADS_1
"Minta ajarin Ita Mas Damar.
Ita sudah pinter tuh main saham. Ita sekarang sudah memiliki beberapa saham di perusahaan."
"Iya Om."
"Kalau dah bisa main saham, enak Mas Damar. Ita itu dah punya penghasilan sendiri."
"Papa..!
Makan dulu siang dulu, ngobrol nya nanti lagi ya," ujar Bu Maya,
'Ita, ajak Mas Damar makan bersama."
"Iya Ma...
Ayooh kak, di suruh Mama makan bareng."
"Gak Ita, malu."
"Kalau gak mau, nanti Mama tersinggung loh," kata iIa berbohong.
"Iya iya," sahut Damar kemudian berdiri lalu menuju ruang makan.
*****
"Mas Damar, ayo makan bareng," ajak Ibu Maya.
"Iya Tante," kata Damar kemudian mengambil nasi dan lauk.
"Ini kak lauknya," ujar Ita lalu menaruh rendang di piring Damar.
Sambil makan, Pak Jhoni berkata,
"Mas Damar, kalau di ijinkan, Om punya rencana mau renovasi rumah Mas Damar."
"Gak usah om, biarkan rumah saya seperti itu. Karena rumah itu banyak menyimpan kenangan."
"Oh iya iya.
Kalau begitu om mau kasih Mas Damar mobil saja."
"Tidak usah om, Damar sudah punya mobil."
"Bohong Pa, kak Damar belum punya mobil. Punya nya hanya motor butut yang biasanya untuk sekolah."
"Kalau begitu Om kasih mobil Alpahrd, biar bisa di pakai sekeluarga."
"Terima saja ya Mas Damar, biar Papa nya Ita tidak kecewa," ujar ibu Maya.
"Baiklah Tante, akan saya terima."
"Sore ini, Mobil akan di kirim ke rumah Mas Damar," kata Pak Jhoni,
"Om tinggal telpon dan mobil langsung di kirim."
"Iya Om, terimakasih banyak."
"Om yang seharusnya berterimakasih kepada Mas Damar. Karena mas Damar, Ita bisa di selamatkan nyawanya."
*****
Pertemanan Damar dan Ita semakin akrab.
Canda tawa terdengar riang di teras samping rumah Ita.
Waktu terus berlalu, tak terasa sudah jam 4 sore. Damar pun akhirnya pamit.
"Ita, aku mau pulang dulu ya, sudah sore."
"Ok kak, itu Papa dan Mama di ruang keluarga. Ayooh aku antar pamit."
"Om, Tante, Damar mau pamit pulang dulu."
"Oh iya Mas Damar, kalau ada waktu, main kesini lagi yaah. Om dan Tante sangat senang kalian di rumah bersama."
"Iya Om, insyallah.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Pak Edi, tolong antar Tuan Damar ke parkiran Marina Plaza ya," perintah Ita kepada sopir keluarga.
"Baiklah Non.
Silahkan masuk tuan Damar."
*****
Di dalam mobil BMW milik Pak Jhoni, Damar berkata dalam hati,
"Keluarga Ita sangat baik sekali, sampai - sampai mengajak makan bersama. Malah aku di suruh sering - sering main ke rumah nya. Tidak kayak keluarga Shinta dan keluarga Aisah."
"Pak Edi..?"
"Iya Tuan Damar."
"Berapa lama kerja di keluarga Pak Jhoni?"
"Lama Tuan, sejak Non ita sekolah SD kelas 6."
"Pak Edi tau, Pak Jhoni itu usaha apa ya, kok sangat kaya raya?"
"Coba Mas Damar cek di majalah online bisnis indonesia, nanti Tuan akan tau lebih lengkap."
"Kalau yang saya tau hanya pengusaha batu bara, emas dan minyak."
"Iya Tuan, Pak Jhoni memang sangat kaya raya. Masuk dalam daftar 100 orang terkaya di indonesia.
Tetapi sayang, Pak Jhoni hanya mempunyai anak satu. Non Ita itu saja sebagai pewaris tunggal."
"Gitu ya pak."
"Apa Tuan Damar ini kekasihnya Non Ita?"
"Saya teman sekolah nya pak."
"Katanya Ita habis overdosis Pak," ujar Damar iseng.
"Iya Tuan, malam minggu kemarin.
Kasihan Mama nya, nangis terus sepanjang malam. Pak Jhoni yang ada Amerika malam itu langsung pulang ke Surabaya."
"Gitu ya pak.
Berarti Ita itu sering main narkoba ya?"
"Setau saya, seminggu dua kali biasanya pulang tengah malam dalam keadaan ngeflay akibat narkoba.
Sudah sampai Marina Plaza Tuan."
"Turun depan ya Pak. Makasih."
__ADS_1
*Bersambung.