
"Bilqis, apakah Papa mu dulu seorang pengusaha," tanya Damar.
Mendengar pertanyaan Damar, Bilqis sangat terkejut sekali, lalu berkata.
"Kok kamu bisa tau Mas..?"
"Yaaa karena kamu memanggil orang tua mu Papa dan Mama.
Kedua, dari wajah dan penampilan mu.
Ketiga dari foto keluarga yang ada di kamar orang tua mu. Tadi pas menuntun Mama mu, aku melihat dua foto yang tertempel di dinding kayu."
"Iya Mas, benar yang kamu duga itu.
Dulu... Papa ku seorang pengusaha plastik dan baja. Papa ku mempunyai perusahaan pengolahan plastik hingga menjadi alat - alat kebutuhan dapur. Dan mempunyai pabrik baja," ujar Bilqis,
"Pada waktu aku Awal kelas satu SMP, dan Desi kakak ku kelas dua SMA, Dodik masih umur kira - kira 6 tahun, terjadi prahara di keluarga ku.
Papa tiba - tiba bangkrut dan jatuh miskin. Rumah di sita pihak bank, Papa Mama tidak punya uang tabungan.
Dalam kebingungan itu... Sopir Papa mempunyai kenalan seorang pegawai irigasi.
Dengan kebaikan sopir Papa dan pegawai irigasi itu, Papa di izini tinggal di bantaran sungai, hingga sekarang.
Kakak ku Desi ketika kelas tiga, hamil di luar nikah, karena pergaulan bebas. Dan akhirnya dia menikah dengan teman sekolah nya, dan tinggal di daerah sekitar bandara juanda.
Papa ku lalu kerja rongsokan, mencari barang bekas juga botol sisa minum juga kardus, untuk menyambung hidup.
Ayah ku... Dari seorang presiden direktur turun pangkat menjadi seorang pemulung.
Pada awalnya Mama ku stres, aku juga stres. Dari awal hidup mewah serba kecukupan, tiba - tiba miskin, hidup susah serba kekurangan. Semenjak itulah Mama kepikiran lalu sering sakit sesak.
Tetapi... Lama - lama kami sekeluarga terbiasa dengan keadaan serba kekurangan.
Aku bisa sekolah itu berkat pertolongan kyai Mustofa. Aku juga membantu Papa memilah milah barang bekas, dan aku bercocok tanam di tanah sekitar sungai."
"Apa yang menyebabkan papa mu bangkrut?"
"Menurut cerita Mama ku...
Pertama Papa di tipu sama Asisten Papa bernama Dirman.
Papa di guna - guna hingga Papa seperti orang linglung. Lalu Papa di suruh tanda tangan yang isinya perpindahan tangan hak milik perusahaan. Yang melakukan itu adalah Dirman.
Papa juga mempunyai hutang di bank. Karena Papa tidak sanggup membayar, akhirnya rumah di sita sama pihak bank.
Semua aset Papa hingga sekarang di kuasai oleh Dirman."
"Apa nama pabrik Papa mu dulu..?"
"PT indo plastik dan PT Nirmala.
Sekarang... Kedua perusahaan masih berdiri dan beroperasi. Kedua perusahaan itu tambah besar dan maju.
Alamat perusahaan itu berada di jalan raya sepanjang Sidoarjo."
"Orang mana Dirman itu..?"
"Orang Surabaya."
"Mana fotonya kyai Mustofa," tanya Damar.
"Aku kirim lewat WA Mas."
Setelah melihat wajah kyai Mustofa, Damar sangat terkejut sekali.
Bilqis... Di mana rumah guru mu ini..?"
"Di ujung desa Sumorejo dekat sungai. Beliau wafat sekitar 6 bulan yang lalu.
Beliau lah yang mendidik ku dalam pengetahuan ilmu agama.
Aku bisa ngaji baca qur'an, solat dan wiridan, kyai Mustofa yang ngajarin.
Sejak kelas satu SMP hingga kelas tiga, setiap sore aku ngaji di mushollah beliau," ujar Bilqis,
"Kyai Mustofa pernah bilang kepada ku. Istiqomah lah solat sunah malam. Maka kamu akan hidup mulia dunia akhirat.
Sejak kelas satu SMA, aku mulai mengerjakan solat malam.
Seminggu sebelum kyai Musthofa wafat. Pada waktu itu selesai ngaji, teman - teman membubarkan diri. Melihat aku duduk sendiri bersandar dinding mushollah, kyai Mustofa berkata:
Bilqis... Tidak usah sedih dengan keadaan mu. Akan datang seorang pemuda yang akan membuat mu tersenyum bahagia selamanya.
Ketika aku kamu beri hp iPhone dan laptop, malam itu di kamar gubuk aku tersenyum bahagia.
Dan aku langsung ingat omongan kyai Mustofa guru.
Kamu lah Mas orang yang di maksud kyai Mustofa itu."
"Mungkin saja hahahaha," kata Damar tertawa.
"Membuat ku tersenyum bahagia selamanya. Kalau aku tafsiri kalimat kata kyai Mustofa, berarti orang yang membuat ku tersenyum bahagia itu adalah calon suamiku yang kelak akan menjadi suami ku."
"Apa mau kamu menjadi Istri ku..?"
"Mau saja. Karena kamu yang di maksud oleh kyai Mustofa guru ku sebelum wafat."
"Kalau aku besok pingin nikah lagi, punya istri lagi kamu masih mau jadi istri ku..?"
"Tetap mau, aku yakin sekali, yang di maksud kyai Mustofa adalah kamu Mas.
Sejak Papa ku bangkrut jatuh miskin, hanya kamu yang bisa membuat ku tertawa dan hati ku bahagia."
"Apa kamu gak pernah punya pacar..?"
"Gak pernah.
Karena Mama ku pesan, jangan pacaran sebelum lulus sekolah dan bekerja.
Mama takut kayak mbak Desi, di hamili pacarnya.
Belum bisa nyenengin orang tua, sudah menikah karena terpaksa."
"Sekarang kan mau lulus sekolah, mau gak jadi pacarku," tanya Damar.
"Mau."
"Tos dulu tanda jadi," kata Damar menggoda.
"Ok, tos."
"Kalau jadi pacar ku kamu harus nurut ya, sama aku."
"Iya Mas."
__ADS_1
"Kamu bisa naik motor..?"
"Bisalah Mas, kan sering pinjam motornya bapak yang jelek itu, motor RC."
"Aku dapat hadiah motor scupy baru, di belikan temen, besok di kirim katanya. Itu kamu pakai saja.
Bisa kamu pakai sekolah dari pada naik angkutan umum."
"Iya Mas.
Aku sekolah sering pakai sepeda angin Mas. Jarang naik angkutan umum."
"Ayoo kita ke rumah sakit, lihat Mama mu," ajak Damar,
"Sudah sore."
"Iya Mas."
Hp Damar berdering, ada telpon masuk.
*Firda.
Assalamualaikum Mas.
*Waalaikumsalam
Iya Firda...
*Papa bilang, mobil Rolls Roysce mu sudah dikirim siang tadi.
Tinggal pakai saja.
*Iya Firda, bilang sama papa mu, terimakasih banyak.
*Iya Mas.
Aku juga sudah bilang sama Mama soal pabrik kaca. Besok senin siang di tunggu di rumah.
*Iya Firda, siap.
*Ya udah, Assalamualaikum
*Waalaikumsalam.
Sambil berjalan ke ruang rawat inap, Damar menelpon Cakno Driver:
*Iya Tuan.
*Cakno mau lembur hari minggu ini..?
*Mau Tuan, dengan senang hati.
*Cakno bawah mobil Rolls Royce. Kontaknya kamu tanya sama security.
Di dalam mobil BMW X6 itu ada kantong plastik, Cakno ambil semua dan di pindah ke Rolls Royce.
*Baiklah Tuan.
*Aku WA alamat nya.
Aku tunggu cakno.
*Baiklah Tuan.
*****
"Belun mas. Masih tidur."
"Dimas, kamu jemput Pak Anjar dan Dodik anaknya, di rumah gubuk dekat sungai tadi ya.
Habis Asar kamu boleh pulang.
Terus, kamu mampir ATM, ambil uang 5 juta, kasihkan Pak Anjar. Bilang untuk kebutuhan makan minum di rumah sakit."
"Siap Bos."
****
Setelah solat asar, Damar menelpon Ita, putri Pak jhoni konglomerat bos Metta Grup.
Setelah tersambung:
*Met sore kak...
Mau ngajak kencan aku kak?
*Sore juga
Kapan _ kapan saja kencan sama kamu.
Ita....Apa kamu punya kenalan Hakcer yang handal?
*Ada orangnya Papa.
*Apa bisa aku bertemu sekarang¿
*Bisaaaa, rumah nya Surabaya sini. Apa aku telpon sekarang?
*Aku ingin bertemu setelah solat magrib, bisa gak.
*Ok, aku telpon dulu orangnya.
*Nanti kamu ikut ya?
*Siaaap.
*Ya sudah, aku mau Otw surabaya.
*Iya kak.
*****
"Bilqis," sapa Pak Anjar Papa nya.
"Baru datang Pa."
"Iya, sama temanya mas Damar. Tetapi dia sudah pulang tadi.
Bagaimana kondisi Mama mu?"
"Belum siuman Pa, akibat obat tidur."
"Om, saya akan ke surabaya dulu sama Bilqis. Nanti malam malam kesini lagi."
"Baiklah Mas Damar. Besok kan Bilqis sekolah. Atau langsung saja antar Bilqis pulang."
__ADS_1
"Besok bolos Pa, gak ada pelajaran. Karena selasa ujian kelulusan.
Besok ke sekolah hanya bayar uang ujian saja."
"Ya sudah, terserah Mas Damar dan Bilqis, mau kemana.
Papa percaya sama kalian berdua. Kalian sudah mulai dewasa, dan berhak menentukan hak hidup kalian.
Asal, jangan lupa sama orang tua."
"Baiklah Pa, terimakasih atas kepercayaan nya," kata Bilqis.
"Om, Damar pergi dulu ya, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
Setelah berada di parkiran... Damar dan Bilqis masuk mobil Rolls Royce,
"Arah Surabaya Cakno."
"Iya Tuan."
"Masih jam tiga lebih dikit, kita mampir ke butik sebentar."
"Baiklah Tuan."
****
Setelah ke butik membelikan beberapa baju Bilqis, Damar mengajak Bilqis ke salon untuk potong rambut dan perawatan wajah.
Setelah selesai, Damar kembali melanjutkan perjalanan ke cafe Ayu satu.
"Bilqis... Kamu cantik sekali setelah dari salon.
Kamu sangat pantas memakai baju ini."
"Iya Mas, terimakasih banyak telah merubah Bilqis seperti ini.
Aku jadi teringat masa kecil ku dulu. Dulu... Mama ku sering mengajak ku ke salon untuk merawat wajah.
Waktu itu aku sangat senang ketika naik mobil BMW milik keluarga.
Setelah masa indah itu hilang bertahun tahun... Kini aku kembali ke salon untuk perawatan, dan naik mobil mewah lagi.
Tak ku sangka ini akan terjadi pada diri ku sore ini.
Aku merasa sangat bahagia sekali.
Terimakasih ya Mas...
Kamu sangat baik sekali pada ku."
"Sama - sama Bilqis.
Ayo turun, mobil sudah berhenti di parkiran."
"Baiklah Mas."
Setelah duduk di samping taman, Bilqis menjadi perhatian beberapa karyawan.
Adzan magrib terdengar berkumandang. Damar dan Bilqis menuju mushollah cafe untuk menunaikan solat magrib berjamaah.
Selesai solat, Damar kembali ke meja samping taman.
"Selamat malam Mas bos," sapa Lilik.
"Malam juga Mbak Lilik."
"Pesan capjay daging sapi dua, sama udang goreng dan cumi goreng sambel terasi.
Kopi luwak, oren jus dan dua botol cleo."
"Siap Mas Bos."
"Selamat malam Tuan Damar," sapa manajer Wawan.
"Malam juga Mas Wawan."
"Besok malam ada acara pembukaan cafe Ayu cabang dua Tuan.
Semoga Tuan berkenan hadir."
"Baiklah Mas Wawan, besok aku akan hadir."
"Terimakasih.
Kalau begitu, saya permisi dulu."
"Baiklah Mas Wawan."
***
Setelah pesanan tersajikan, Damar menikmati makan malam bersama.
"Makan yang kenyang Bilqis."
"Iya Mas. Enak sekali masakannya. Apa cafe ini milik mu, kok semua karyawan pada hormat dan memanggil mu bos?"
"Iya, aku direktur nya."
"Hemmm
Pantesan kamu banyak uangnya hehehehe."
"Iya, Alhamdulillah ada saja rejekinya. Ini berkat doa ibu ku."
"Damar..." sapa ibu Farida dan Pak Yasin.
"Loh, ibu bapak kok ada disini..?
Duduk Buk, Pak," Sahut Damar kemudian salim,
"Aku pesankan makan ya..?"
"Gak usah, ibu sudah makan di rumah.
Ini janjian sama partner bisnis Mama di sini."
"Kenalkan Buk, ini Bilqis calon menantu ibu dan bapak.
Bilqis, ini ibu bapak saya."
"Malam Om, Tante," sapa bilqis kemudian salim cium tangan.
__ADS_1
"Ya sudah, teruskan kalian makan, ibu mau duduk di sebelah sana."
"Iya Buk."