Makam Keramat

Makam Keramat
Obrolan di cafe ayu


__ADS_3

Minggu siang, selesai solat Duhur Aisah mencuci baju Damar di sumur yang terletak di dapur.


Tiba - tiba ibu Lusi bertamu,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," sahut Damar yang sedang ngopi di dapur,


"Masuk Bu Lusi, ini ibu lagi bikin donat di dapur."


"Iya Damar," kata ibu lusi langsung nyelonong ke dapur,


"Bikin apa bu Farida, kok sedap banget baunya."


"Bikin donat sama roti gulung bu, buat anak - anak ini loh," jawab Ibu Farida.


"Loh, Mbak Aisah, rajin banget," tanya Ibu Lusi.


"Iya Bu," sahut Aisah.


"Bu Farida, kalau ibu nganggur, ibu nyuci di rumah ya, sekalian masak," tanya Ibu Lusi.


"Maaf bu Lusi, gak bisa, saya lagi merawat bapak nya Damar yang masih sakit," ujar Ibu Farida.


"Loh, belum sembuh to Bu," kata Ibu Lusi.


"Belum Bu, masih proses sembuh," ujar Ibu Farida.


"Ya sudah Bu kalau begitu, saya permisi dulu, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Orang paling kaya di kampung ini ya Buk..? Bu Lusi itu," tanya Damar.


"Iya kayaknya Mas. Mobilnya saja ada 4 di parkir di depan rumah. Barang - barangnya semua serba mewah.


Tetapi kita gak tau, bagaimana kondisi ekonomi mereka," ujar Ibu Farida,


"Sawang sinawang. Yang enak itu yang melihat Mas."


"Mas..?"


"Iya Aisah," sahut Damar.


"Ibu belikan mesin cuci, biar gak capek kalau nyuci. Belikan sanyo baru yang lebih besar. Sumur ini waktunya menguras dan di bersihkan biar airnya jernih," ujar Aisah.


"Iya habis ini kita beli ya, sekalian beli spring bet dan lemari," kata Damar,


"Ibu, kamar ibu sudah selsai ya?"


"Sudah Mas, tadi siang sudah beres semua.


Bagus kamarnya, sirkulasi udaranya sejuk, enak ada terasnya. Biar bapak mu enak kalau merokok di teras. Merokok di kamar asap nya kayak obat nyamuk," ujar Ibu Farida.


"Habis ini Damar belikan tempat tidur spring bet untuk kamar ibu, biar ibu sama bapak betah di kamar."


"Iya Mas, terserah Mas Damar," kata Ibu Farida.


Selesai menjemur baju, Damar berboncengan dengan Aisah menuju pasar Gedong.


Selesai membeli lemari dan tempat tidur, Damar pun beranjak pulang.


Dalam perjalanan pulang, Aisah bertanya,

__ADS_1


"Mas... Di belakang dapur tanah yang luas itu milik siapa? Kok tadi waktu aku jemur baju, ibu ngantar donat dan roti lapis ke para pekerja?"


"Itu tanah ku, baru ku beli, tetapi aku atas namakan bapak dan ibu. Maksudnya aku beli itu, biar dipakai bapak sama ibu untuk usaha ternak ayam kampung, ternak kelinci juga bercocok tanam.


Orang tua kalau ada kegiatan kan senang, dan betah di rumah."


"Memang mau di tanami apa," tanya Aisah.


"Pisang, mangga jambu, atau pohon yang berbuah," jawab Damar.


"Terus orang - orang itu ngerjain apa di belakang tadi?"


"Aku suruh bikin pagar keliling, dan buat garasi mobil," ujar Damar.


"Oh gitu to, baguslah, perbuatan anak soleh itu."


"Hemmmm..."


Tingtung Tingtung..!


HP Damar berbunyi.


"Aisah, kamu jawab telponnya, itu Samsul yang telpon."


"Iya Mas Samsul yang ganteng, ada apa," ujar Aisah.


"Damar mana Bu dokter," tanya Samsul.


"Lagi nyetir motor."


"Aku tunggu di cafe Ayu, bilang penting."


"Siaaap..!


Mas, di tunggu Samsul di cafe Ayu, penting katanya."


"Ya putar balik aja Mas, kan gak jalan kaki."


"Iya."


*****


Setelah memarkir motornya, Damar dan Aisah mendatangi meja Samsul yang ada di taman samping cafe.


"Loh..! Tumben 4 sekawan kumpul siang siang!!!


Ada acara apa ini?"


"Duduk dulu, pesan minum dulu, baru ngobrol," sahut Samsul.


"Aisah, kamu pesankan ya?"


"Siaaap," jawab Aisah beranjak.


"Ada apa, katanya penting?"


"Gini Mar, tiga bulan lagi kan lulusan sekolah. Dan kita ini kan memiliki uang milyaran."


"Terus..?" sahut Damar.


"Aku ingin minta pendapat anggota 4 sekawan. Uang sebanyak itu di pakai usaha apa," tanya Erik,


"Soalnya kita juga mau kuliah?"

__ADS_1


"Ini Mas, kopi hitam nya," kata Aisah sambil meletakkan cangkir di meja, kemudian Aisah duduk di sebelah Damar.


"Aisah..."


"Iya Mas."


Usaha apa yang tidak mengganggu kuliah," tanya Damar.


"Banyak lah Mas. Bikin usaha kos kosan saja.


Kalau ada uang, beli tanah di beberapa tempat, lalu bangun kos kosan.


Kalau bisa kos kosan pakai kamar mandi dalam, dan pasang listrik pulsa saja. Jadi setiap kamar ada meterannya sendiri - sediri.


Satu kamar itu sewanya sekarang 500 ribu," ujar Aisah.


"Bener juga ide mu Aisah,"celetuk Aldy.


"Kalau kalian punya 10 kamar saja, sebulan kalian terima uang 5 juta. Itu kalian nganggur gak usah kerja, fokus kuliah. Kalau punya 100 kamar, tinggal kalikan saja," kata Aisah,


"Terus... Usaha jual beli tanah. Kalau ada modal gede, beli tanah saja, lalu di jual lagi.


Karena, semakin lama harga tanah itu naik harganya.


Kalian beli tanah 50 juta, kalian jual lagi 100 juta. Asal jualnya santai. Jangan kita yang butuh, tetapi pembeli yang butuh.


Kemudian... Buka usaha Cafe kayak cafe ayu ini. Kalian suruh manajer mengurusi cafe, kalian sebulan sekali tinggal ngecek omset penghasilan.


Atau... Kalau modal kalian gede, ya beli saham saja. Itu lebih enakkan.


Juga bisa beli tanah di bagun ruko, lalu di sewakan. Kalian akan menerima uang sewa setiap tahun."


"Tuuuh dengerin saran dari Aisah," kata Damar tersenyum,


"Erik... Langkah awal, kamu beli tanah yang banyak, lalu kamu bangun kos kosan. Untuk penghasilan bulanan.


Kalau bisa bangun 500 kamar, setiap bulan kamu punya penghasilan 250 juta."


"Siap lah," kata Erik penuh semangat.


"Lagian kalian ngapain sih pakai bisnis segala.


Erik, Sari pacar mu itu anak nya pengusaha Baja. Punya parbrik stel baja industri. Hartanya gak habis di makan tujuh turunan," ujar Damar,


"Inna juga, pacarnya Samsul, dia anaknya pengusaha sperpat mobil dan motor. Juga punya pabrik sepatu dan garmen.


Pacarnya Aldy, Tiyas. Anaknya pengusaha keramik. Juga punya beberapa parbrik pengolahan ikan. Dan punya pergudangan.


"Hemmmmm..!


Ngelawak aja lu Mar," sahut Erik


"Hahahahaha, Damar tertawa terpingkal - pingkal.


"Kamu tau aja si Mar, usaha bapak nya teman temen, kayak kenal aja luh," kata Aldy.


"Yaah aku tau kan, dari kantin. Ketika anggota geng Hello Kity di kantin cerita tentang keluarganya, aku diam diam mendengar nya," ujar Damar.


"Yang paling kaya keluarga siapa Mar," celetuk Samsul.


"Kalau menurut ku sih, yang aku dengar waktu di kantin itu keluarga nya Ita yang overdosis tadi malam," jawab Damar.


"Emang usaha apa," sahut Aldy.

__ADS_1


"Tambang batu bara, emas dan minyak. Makanya ita itu kadang - kadang sombong kalau bicara.


*Bersambung


__ADS_2