Makam Keramat

Makam Keramat
Air Barokah


__ADS_3

Siang sepulang sekolah, setelah membaca pesan singkat di Wa dari Damar, Sarah menunggu Damar di depan sekolah.


Tak lama kemudian Damar menghentikan motor vario putih nya di depan Sarah, dan sarah pun langsung naik motor, kemudian motor pun melaju.


"Sarah, nanti motor mu datang, besok kamu sekolah gak usah naik angkutan umum," ujar Damar.


"Iya Mas, makasih ya, telah di belikan motor.'


"Dimas asisten ku beli 4 motor, biar di pakai keluarga mu, biar gak jalan kaki atau naik sepeda angin kalau mau kemana."


"Kita mau kemana kak, kok arahnya ke pusat kota?" tanya Sarah.


"Mau ke rumah Ita temen ku, tadi aku sudah janjian sepulang sekolah.


Kita solat duhur dulu ya."


"Ok, siaap!"


******


Motor Damar memasuki perumahan elit Garden The Lux. Tak lama setelah itu motor Damar berhenti di depan rumah Ita.


"Selamat siang Tuan Damar," sapa seorang satpam penjaga dan pak Edi sopir.


"Siang juga Pak."


"Ita sudah pulang Pak Edi?"


"Sudah Tuan, semua keluarga ada di rumah hari ini.


Silahkan masuk Tuan."


"Iya Pak Edi, Sarah, ayo masuk," ajak Damar,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Ita,


"Waaaah, Kakak sama pacar baru nya ya?


Cantik bangeeet kak, Shinta kalah cantik nih.


Pinter kamu kak, cari penggantinya Shinta."


"Cerewet banget kamu, boleh masuk gak nih?"


"Boleh lah, ayo masuk," ajak Ita,


"Mbak, kenalkan, Ita."


"Sarah."


"Pa, Ma...!


Ada anak laki - laki Papa dan Mama datang nih..!"


"Eee. Nak Damar, ayo masuk sini."


"Iya Tante."


"Duduk di samping rumah saja Ma, lihat taman dan air mancur sambil ngopi dan merokok," sahut Ita.


"Ini siapa," tanya ibu Maya.


"Ini Sarah tante, teman Damar."


"Sarah kelas berapa sekarang?"


"Kelas dua SMAN 04 Tante."


'Sama dong kayak Ita, masih kelas dua."


"Permisi, ujar Ita,


"Ini kopinya Papa, kopi hitam Palembang, teh madu punya Mama.


Ini kopi luwak kesukaan kak Damar. Sarah dan aku Capochino australia.


Nih Jak, rokok surya 16 dan sempurna mild. Ini rokoknya Papa Marlboro."


"Tumben bikin kopi," ujar Damar.


"Calon seorang istri ya harus pintar bikin kopi, hehehehe.


Jadi harus belajar dari sekarang.


Kepo amat Kakak ini!"


"Kamu terlihat cantik pakai jubah dan kerudung siang ini."


"Ya cantik lah, cewek.


Ita dan Sarah sama cantik nya."


Setelah ngobrol gak jelas dan bercanda, Damar berkata,


"Tante... Kata Ita, Tante pingin punya anak lagi ya?"


"Iya Mas Damar, tetapi belum juga bisa hamil."


"Ini aku bawa kan air ajaib dari makam kyai Pamenang untuk om Jhoni.


Om Jhoni yang harus minum air ini.


Ini Om air nya.


Tadinya penuh air nya saya ambil separuh dan aku simpan di kamar."


"Di minum ini saja mas Damar, gak pakai apa - apa..?"


"Di campur madu juga baik om biar kuat hehehe!"


"Mulai mulai," sahut Ita.


"Baiklah Mas Damar, semoga dengan barokahnya air dari makam kyai Pamenang, Mama nya Ita bisa hamil."


"Aamiin," sahut Damar.


"Nyonya... Makan siang sudah siap," kata Bibi pembantu rumah tangga Ita.

__ADS_1


"Makasih ya Bik.


Ayo kita makan siang bersama," ajak ibu Maya.


*****


Sambil makan, Pak Jhoni bertanya,


"Mas Damar... Apa sudah di kasih cek sama Ita..?"


"Sudah Om, uangnya sudah saya belikan tanah di jalan merdeka, dekat dengan Mall H&R plaza."


"Loh, mahal banget loh tanah di situ, apa gak kurang uangnya?"


"Tidak Om, terimakasih sekali telah di beri modal usaha."


"Berapa harga tanahnya," tanya ibu Maya.


"Tadinya minta 15 milyar Tante. Tetapi aku tawar kena 13,5 milyar Tante."


"Lah iya kan, mahal sekali. Kalau gak salah, permeter nya 500 ribu. Om kasih cek 5 milyar, jadi kamu nombok 8,5 milyar.


Habis ini Om tambahi lagi untuk modal."


"Gak usah Om, Damar masih punya uang kok."


"Udaaah, terima aja Kak, buat tambah modal. Kamu kan banyak hutang nya?"


"Benar banyak hutang nya Mas Damar ini," sahut ibu Maya.


"Benar Ma, Kak Damar kemarin beli saham ku saja katanya uang dari hutang," jawab Ita.


"Loh, Mas Damar juga main saham to?" kata Pak Jhoni.


"Iya Om, di ajarin Ita."


"Apa benar mas Damar beli saham milik Ita," tanya ibu Maya.


"Iya Tante. Saham PT Marvis kosmetik."


"Bukannya itu perusahaan milik keluarga Darwin," kata ibu Maya,


"Dan ibu Heny yang menjabat presiden direktu PT Marvis itu."


"Iya benar Tante. Ibu Heny pemegang saham terbesar di PT Marvis, 65%.


Saya beli dari Ita 20%."


"20% dengan harga berapa?"


"956 milyar Tante."


"Oh iya iya.


Itu PT Marvis, bagus banget keuangan nya. Perusahaan sehat, dan banyak menghasilkan uang.


Perusahaan lumayan besar dengan lebih dari 1000 karyawan."


"Kok Tante tau tentang ibu Heny," tanya Damar.


"Kalau pelaku bisnis di kalangan Elit Surabaya, hampir semua saling kenal.


Jadi, Tante kenal sebatas rekan bisnis saja, tidak lebih.


Mas Damar banyak uangnya bisa beli saham dengan harga fantastis dari Ita."


"Kak Damar pinjam uang Ma, pinjam ke temannya."


"Oh gitu...


Ya gak apa - apa. Dalam bisnis masalah hutang ,pinjam meminjam itu sudah hal lumrah.


Asal bertanggung jawab mau membayar tanggungan hutang nya.


Kalau tidak, ya bisa ke pengadilan ujung ujungnya."


*****


Selesai makan siang, Damar kembali santai di teras samping rumah Ita, sambil menikmati kepulan asap rokok dan bercanda.


"Sarah... Jangan mau kamu di pacari sama kak Damar.


Dia banyak pacarnya."


"Hemmmm," gumam Damar.


"Hemmm, apanya, Emang gitu kenyataan nya.


Aku ngomong gini ini, biar Sarah selamat dari terkaman buaya."


"Emang aku cewek yang ke berapa di pacari Mas Damar,x tanya Sarah.


"Setelah Shinta, Aisah, Sabrina, Novita dan kamu Sarah nomer 5.


Sekarang nih... Kayak nya mau mendekati Jessi kelas tiga D.


Kemarin pas pulang sekolah, terlihat mesra di parkiran."


"Hahahaha!" Damar tertawa terpingkal pingkal,


"Kalau cewek lagi duduk bersama, pasti ada saja yang di gosip kan.


Jessica itu kasih kabar ke aku, kalau Shinta sakit gak masuk sekolah."


"Terus ngapain pakai pegang pegang tangan," sahut Ita.


"Jessica aja ngajak tos."


"Gak mungkin, anak SMA Pancasila alim - alim," ujar Ita,


"Apalagi Jessica anggota Hello kity.


Paling - paling bentar lagi akan ada gosip, lelaki sederhana makan malam dengan bidadari Hello kity."


"Lagian kepo amat sih," sahut Damar,


"Wajar kan kalau aku laki - laki, kencan sama Jessica. Lagian juga gak rugi jalan sama Jessica. Udah cantik **** dan banyak duitnya."


"Hemmm.

__ADS_1


Mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Lalu gimana nasib Sarah ini..?


Kalah jauh kecantikan Jessica sama Sarah. Masih saja selingkuh."


"Hahahaha!


Tanya saja sama Sarah, boleh gak aku selingkuh?"


"Eh, kak. Kata jessica itu beneran loh. Shinta kabarnya okname mulai kemarin.


Sepulang dari diskotik Redpoling, Shinta overdosis.


Kata Sari, gara - gara habis ribut sama kamu Kak. Lalu Shinta minum beberapa inex lagi."


"Biarin saja Ita, aku gak ada urusan sama sakitnya Shinta.


Kemarin waktu di dalam diskotik, aku hanya minta maaf saja. Tetapi Shinta marah - marah dan mengusir ku.


Akhirnya, ya aku pulang lebih awal."


"Gitu ya...


Sari merasa bersalah Kak, karena mengundang mu malam itu. Seandainya kamu gak di undang, mungkin Shinta akan baik - baik saja.


Tetapi...


Shinta pernah bicara pada ku waktu di diskotik Dragon. Pada saat Shinta ngeflay, dia curhat sambil dugem. Dia mengatakan kalau dirinya masih mencintai mu. Hanya saja, Shinta malu untuk memulai menyapa mu."


"Sudah jam tiga sore, aku mau balik dulu ya."


"Ok ok.


Papa, Mama..!


Anak lelakinya mau balik dulu."


"Sebentar," sahut Pak Jhoni.


"Om, Tante. Damar mau pulang dulu."


"Iya Mas Damar," kata ibu Maya. Kemudian Damar salim cium tangan.


"Damar... Ini gantinya beli tanah," ujar Pak Jhoni menyodorkan selembar cek.


"Tidak Om, terimakasih. Damar masih punya uang."


"Sini Pa, cek nya," kata Itaa kemudian mengambil cek yang di pegang Pak Jhoni lalu memasukkan cek itu kedalam jaket Damar,


"Awas hilang Kak, cek nya!"


"Aduuh, ngrepoti saja Om."


"Udah gak apa - apa. Pakai saja."


"Kalau gitu Damar permisi dulu, Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


*****


Setelah solat Asar di mushollah cafe, Damar dan Sarah duduk sambil menikmati secangkir kopi.


"Sore bos," sapa sekretaris Lusi.


"Sore juga Mbak Lusi. Bagaimana ijinnya?'


"Besok siang sekitar jam 11 siang keluar surat ijinnya.


Oh iya, ada dua orang sedang melamar pekerjaan bos.


Itu orang nya sedang duduk. Mereka menunggu dari jam 12 siang tadi."


"Betah amat menunggu nya," sahut Damar,


"Suruh kesini mereka."


"Baiklah Bos."


Tak lama kemudian,


"Ini Bos mereka."


"Selamat sore Bos."


"Sore juga, silahkan duduk.


Lama - lama asing juga telinga ku di panggil Bas Bos. Jadi aneh rasanya.


Mana mas lamarannya."


"Ini Bos."


"Lusi, tolong kamu pelajari sebentar dua lamaran ini.


Duduk sini sebelah Bos Sarah."


"Baiklah Bos."


"Namanya siapa Mas ini," tanya Damar.


"Saya Angga saputra."


"Mau melamar kerja apa Mas Angga ini?"


"Terserah Bos saja."


"Lusi, Bagaimana lamarannya?"


"Lulusan sarjana konsultan Bos. Bidang Kontruksi pembangunan. Universitas Teknologi Surabaya.


Nilai di atas rata - rata."


"Mas Angga apa sudah pernah kerja di mana?"


"Belum pernah kerja Bos. Sudah beberapa bulan saya mencari pekerjaan, dan melamar, tapi tidak ada satu perusahaan yang menerima saya."


*Bersambung. kopinya Habis😇.

__ADS_1


__ADS_2