
"Sul, sudah pesanan ku tadi," tanya Damar kemudian duduk.
"Ini sampai dingin," sahut Samsul.
"Assalamualaikum," sapa Erik dan Aldy.
"Waalaikumsalam,"jawab Damar,
"Duduk sini Erik, Aldy.
Mbak..?"
"Iya Mas Damar," sahut pramusaji cafe.
"Ini buatkan kopi luwak dua, sama bebek bakar dua, dan air aqua dua," pesan Damar.
"Iya Mas," jawab pramusaji cafe.
"Tumben sore - sore gini pada ngumpul di cafe," ujar Erik.
"Ada berita gembira," kata Damar sambil makan nasi krengsengan.
"Kabar apa," tanya Aldy.
"Aku punya nomer togel, siiip," ujar Damar,
"Tetapi aku gak boleh pasang nomer ini."
"Berapa Mar," sahut Samsul bersemangat.
"Sekarang jam 4 sore, kalian pasang 4099. Kalian pasang 300 juta. Kalau keluar, kalian dapat hadiah uang 750 milyar. Bisa buat tambahan usaha kalian," kata Damar.
"Wiiih..! Pasang 300 juta," sahut Samsul, "Banyak amaaat..!"
"Kalau kamu pasang 10 ribu pasang saja Sul, " ujar Damar,
"Tetapi jangan menyesal kalau keluar nomer nya."
"Iya iya, aku pasang 300 juta," kata Samsul bimbang.
"Erik, Aldy, gimana," tanya Damar.
"Siap, aku akan pasang 300 juta!
Kenapa kamu gak pasang Mar," sahut Aldy.
"Aku sudah janji gak akan pasang nomer ini.
Kalian saja yang pasang. Kalau dapat aku minta komisi saja.Hahahahaha."
"Permisi, ini Mas, pesanannya," kata pramusaji cafe.
"Makasih Mbak," kata Aldy.
*****
"Gini saja Rik, kamu tambahi 100 juta pasangnya. Aku juga dan kamu juga Aldy," kata Samsul,
"Nanti, tambahan nya, kita buat komisi ke Damar.
Jadi kita berempat, kalau dapat sama 750 milyar. Gimana..?"
"Ok, ok," sahut Erik dan Aldy.
"Awas kalau gak keluar, aku jual mobil Fortuner ini buat ganti rugi," ujar Samsul.
"Hahahahaha...!
Tega banget kamu Sul," sahut erik.
"Jangan lupa niat pasangnya. Niat sedekah ya, jangan niat judi," pesan Damar.
__ADS_1
"Sudah hafal," sahut Samsul kemudian membuka situs judi online Naga 505.
"Gila sore ini, pasang no togel 400 juta," gumam Aldy,
"Tetapi aku percaya sama Damar, 4 kali tembus, ini yang ke lima."
*****
Sementara di rumah sakit Harapan, ibu Latifah duduk di samping pak Rahmat suaminya yang terbaring di ruang rawat inap Vip. Sementara Sarah duduk termenung di ruang tunggu sambil melihat lantai.
"Aku terlalu menghina Mas Damar tadi. Aku terlalu sombong dan egois.
Pada kenyataan nya... Mas Damar lah orang yang rela berkorban demi kesembuhan bapak ku," gumam Sarah pelan,
"Banyak teman cowok ku yang notabene anak orang orang kaya, tetapi mereka bergeming atas kesedihan ku, mereka hanya mengagumi kecantikan ku saja.
Sejujurnya... Aku sendiri belum ada rasa sama Mas Damar. Atau aku belum mengenalnya lebih dalam.
Biarlah semua berjalan seperti air yang mengalir. Tetapi... Mas Damar begitu tulus."
*****
Waktu terus berlalu, Adzan Magrib terdengar berkumandang. Damar pun diam - diam melaksanakan solat magrib di dalam ruang cafe tanpa sepengetahuan teman - temannya.
Setelah solat Damar berkata lirih,
"Ku coba mencari pengganti Aisah dan Shinta, ternyata sangat sulit.
Sudah beberapa kali aku jalan sama perempuan cantik, tetapi tidak bisa sama seperti Shinta atau Aisah.
Sarah yang aku anggap gadis baik, ternyata dia egois, dan sok cantik.
Baru jalan bersama sudah menghina ku.
Walau aku tidak sakit hati... Tetapi ucapan nya membuat ku luka.
Aku berbuat baik sama bapaknya Sarah, itu karena pesan ibuku dan pesan kyai Ndaru. Agar aku sering bersedekah dan menolong sesama, khusus nya orang yang sedih dan menderita.
Ah, sudah lah, buat apa aku mencari pengganti Aisah dan Shinta. Jalani saja hidup ini. Nanti juga ketemu dengan sendiri nya."
*****
"Darimana sih Mar, kok lama amat," tanya Erik
"Dari kamar mandi, perut agak mules," ujar Damar ber bohong.
"Sudah jam 6, waktunya pengumuman nomer togel keluar," kata Samsul semangat, kemudian menyalahkan Hp.
Pelan - pelan Samsul melihat angka di layar Hp. Sambil melihat satu persatu, Samsul berkata,
Sembilan, sembilan.
Waduh Mar..! Jiitu nomer kamu..!
Kosong, empaaat..!!!!"
Samsul langsung berdiri dan joget senang sambil menciumi pipi Damar.
"Sul, apa an sih..! Kayak Inna saja aku ini.
Suul, emang aku banci," teriak Damar.
Erik juga Aldy tak percaya, kemudian melihat sendiri di situs Naga 505.
"Alhamdulillah..! Jebol Mar, nomer mu," ujar Erik,
"Kita mendapat hadiah sangat besar sekali!"
Setelah menyulut rokok, Damar berkata,
"Erik, kamu sudah beli tanah untuk usaha kos kossan..?"
__ADS_1
"Sudah Mar, sudah beli di empat lokasi yang berbeda. Tinggal membangunnya. Kemungkinan dua hari lagi," jawab Erik.
"Kamu Aldy..?"
"Sudah juga Mar, sudah seminggu ini para tukang bekerja. Aku juga telah membeli tanah di lokasi berbeda," jawab Aldy.
"Kamu Sul..?"
"Sudah gituloh, waktu minta pertimbangan kamu seminggu yang lalu," jawab Samsul.
"Jadi beli berapa lahan kamu," tanya Damar.
"Aku beli 6 lahan di tempat yang berbeda.
Rencananya senin besok aku mulai membangun nya."
"Ya sudah kalau begitu, syukur Alhamdulillah. Kalian punya penghasilan bulanan tanpa kerja keras. Bisa untuk biaya kuliah dan kebutuhan keluarga kelak," ujar Damar,
"Aku punya ide. Kita urunan 100 milyar untuk usaha bersama. Kita urus bersama.
Iseng - iseng buat belajar bisnis, biar ada kegiatan. Bagaimana?"
"Ok, setuju," sahut Erik.
"Usaha apa Mar," tanya Samsul.
"Usaha pengadaan bahan makanan pokok.
Kita suplai beras, gula dan minyak goreng di wilayah Surabaya dan sekitarnya," ujar Damar,
"Kita bikin merk sendiri. Kita kulakan barang lalu kita kemas sendiri."
"Berarti kita butuh karyawan dong, kita juga butuh mesin," timpal Aldy.
"Iya, kita juga butuh mobil box untuk kirim barang," kata Damar.
"Lalu, tempat usahanya di mana," tanya Erik.
"Di sebelah cafe ini kita bikin gudang dan kantor nya," ujar Damar.
"Baiklah, kamu atur saja Mar," kata Samsul.
"Sul, ayo pulang, antar kan aku ambil motor di rumah Sarah," ujar Damar,
"Aldy, Erik balik dulu ya..!
Jangan lupa, bayar makan dan minuman nya."
"Ok, nanti aku transfer komisinya," ujar Erik.
Tak lama kemudian Samsul melajukan mobil nya.
"Mbak, mau bayar," kata Erik,
"Berapa semuanya..?"
"Gratis Mas," ujar kasir cafe.
"Loh kok gratis, tidak - tidak..!
Kami kesini bawa uang dan bukan minta minta," kata Erik.
"Maaf Mas, cafe ini milik Mas Damar.
Mas Damar bilang tadi, gratis."
"Cafe ini milik Damar..?"
"Iya Mas, milik Mas Damar. Mas Damar telah membelinya dari pemilik lama."
"Ok, kalau begitu saya permisi."
__ADS_1
"Baiklah Mas, selamat malam."
"Malam juga."