Makam Keramat

Makam Keramat
Kecemasan bidan Elsa


__ADS_3

Sambil di bonceng, Aisah berkata,


"Aduuuh..!


Naik motor jelek, sekali nawar harga tanah 200 milyar.


Ternyata orang yang paling miskin di desa Agung ini adalah seorang milyader.


Ayah ibu ku saja, waktu masukin kak Maria Kuliah kedokteran masih ngutang, pinjam uang sama saudara.


Gitu banyak yang bilang keluarga ku keluarga kaya."


"Jangan bilang siapa - siapa," sahut Damar.


"Iya...


Lagian apa untung nya bilang sama orang - orang."


Adzan Magrib berkumandang, Damar memarkir motornya di halaman rumah,


"Assalamualaikum..."


"Salaaam," sahut Tio,


"Mas, tadi ada yang nyari."


"Siapa Tio..?"


"Bidan Elsa Kak."


"Ibuknya kak Aisah..?"


"Iya..."


"Ada apa mencari Mas Damar...?"


"Gak tau kak, tanya sama Ibuk.


Tadi sempat ngobrol sama ibu di ruang tamu."


Damar dan Aisah pun pergi ke dapur,


"Masak apa Buk..?"


"Ini panasin sayur lodeh, ayo solat dulu, ibu sudah selesai ini."


"Baiklah, Damar mandi dulu. Aisah, kamu mandi di kamar ya..?"


"Iya Mas."


*****


Selesai solat, Damar makan bersama keluarga di meja makan yang terletak di dapur.


"Bapak sudah bisa jalan," tanya Damar sambil makan.


"Sudah Mar, tetapi pelan - pelan."


"Ini ada perawat, biar nanti dilihat sama perawatnya."


"Hemmm...


Bisa saja kamu itu Mas. Bapak harus minum susu untuk tulang dan CDR, juga madu. setiap pagi dan sore harus latihan jalan.


Obatnya di minum secara rutin sebentar juga pulih."


"Ibu... Tuntun bapak jalan jalan setiap jam 6 pagi dan jam 4 sore ya."


"Iya Aisah."


"Buk, ada apa bidan Elsa mencari ku..?"


"Masalah laporan mu ke polisi.


Pak Elsa di panggil polisi besok. Maksud ibu Elsa, Mas Damar di suruh mencabut gugatan nya.


Kalau tidak kamu cabut, Pak Elsa bisa di tahan 10 tahun atas kasus perampasan hak milik dan kasus pencemaran nama baik.


Habis magrib katanya kesini lagi."


Mendengar jawaban ibu nya, Damar diam saja sambil menikmati makan malam.


"Aisah, makan yang kenyang ya, ayo nambah lagi."


"Iya Buk..."


"Lesti, jangan pulang malam - malam. Habis les langsung pulang."


"Iya Buk..."


"Mas Damar, tadi ada orang dari Dealer kirim mobil honda jazz.


Mobilnya ada di halaman rumah Pakdhe mu.


Kamu itu bagaimana sih. Mobil dua ada di halaman rumah Pakdhe mu. Lagian Shinta itu kenapa mobilnya gak di ambil - ambil..?"


"Besok aku pindahkan ke belakang rumah, biar Ibu gak ribut mobil terus," kata Damar menyudahi makan nya.


"Ibu ngomong gini ini, karena mobil parkir berhari hari di halaman rumah Pakdhe mu. Kalau tanah kita sendiri, ibu bakal diam."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," sahut ibu Farida

__ADS_1


Eh Bidan Elsa, ayoo masuk."


"Iya bu Farida.


Damar ada Bu..?"


"Ada, lagi makan malam sama Aisah. Sebentar saya panggilkan."


"Aisah anak saya Bu..?"


"Iya anak Bu.


Sebentar ya Bu, saya panggil dulu."


*****


"Malam Bu Elsa," sapa Damar kemudian duduk di ruang tamu bersama Aisah.


Melihat Aisah terlihat cantik dengan gaun malam warna putih berkalung berlian warna biru cristal, ibu Elsa diam - diam merasa terkejut.


Apalagi di dua jari Aisah juga melingkar berlian yang harganya mencapai milyaran, dan anting - anting di telinga yang juga permata kelas satu, dengan harga milyaran.


"Damar... Ibu harap Damar mencabut gugatan di kepolisian. Karena... Kalau tidak suami ibu akan masuk penjara dalam waktu yang lama.


Walau keluarga kami melawan secara hukum pun, kami akan kalah.x


"Baiklah Bu, akan saya cabut laporan saya, tetapi dengan syarat.


Pertama, Pak Elsa harus mengembalikan dompet milik Aisah yang berisi identitas KTP kta pelajar, dua atm, sim A, sim C dan beberapa surat - surat penting.


Kedua...


ijinkan Aisah mengurus kartu keluarga untuk mengurus surat - surat penting. Agar Aisah memiliki identitas jelas di indonesia.


Ketiga...


Saya minta ijazah tk, smp sma juga akta kelahiran di berikan pada Aisah yang sekarang bukan lagi bagian dari keluarga besar Elsa.


Ke empat...


Saya minta Bapak Elsa meminta maaf kepada Aisah secara langsung.


Karena Aisah bukanlah seorang pelacur.


Sekarang hari sabtu, saya tunggu hingga hari senin.


Jika hari senin tidak ada kejelasan dari keluarga Elsa... Maka pengacara saya yang akan bertindak menangani kasus ini."


Mendengar cara bicara Damar yang berwibawa, tegas dan lancar, ibu Elsa tak mengira, kemudian berkata,


"Baiklah Nak Damar, akan ibu bicarakan dengan suami saya.


Kalau gitu, ibu permisi dulu," kata bidan Elsa kemudian keluar menuju halaman rumah Pakdhe nya Damar untuk mengambil motor.


"Eeeh, bu Lutfi. Dari rumah nya ibu Farida.


Tambah makmur saja ibu Lutfi ini, mobilnya dua terparkir di depan rumah."


"Heheheh...


Itu mobilnya Aisah Bu Bidan, putri ibu. Tadi Aisah baru beli. Ini juga baru di kirim jam 4 sore tadi. Yang satunya milik teman nya Damar keponakan saya."


"Oh... Begitu Bu. Kalau gitu saya permisi dulu ya, mau yasinan rutinan sabtu malam minggu."


"Iya bu bidan, nanti saya menyusul."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


******


Tingtung..!


WA grup 4 sekawan berbunyi, setelah melihat:


Aldy:


Malam minggu acara kemana nih?


Samsul:


Diskotik Katana gimana?


Erik:


Ok siap meluncur bareng Sari ketua geng Hello Kity


Damar sedang mengetik...


Aldy:


Emang udah jadian sama Sari lu


Erik:


Udah, pakai jasa dukun Lamongan 😃


Samsul:


😆😆😆


Damar:

__ADS_1


Brisik aja kalian


Samsul:


Hahahahaha


Kyai nya lagi sibuk sama mantan CLBK.


Damar:


Hemmmmm


Aldy:


Tiyas ikut katanya


Sul, ajak Inna sekalian


Samsul:


Ini aku sudah sama Inna, lagi makan malam di cafe Ayu.


Damar:


Jam 9 aku meluncur


Samsul:


Siaaaaap kyai.


"Serius amat bacanya, senyum senyum sendiri lagi," kata Aisah di ruang tamu.


"Ini baca WA grup 4 sekawan. Malam minggu temen - temen ngajak nongkrong ke diskotik Katana.


"Hemmm dugem lagi..!"


"Iya," jawab Damar.


"Gak bosan apa, lusa kan sudah dugem?"


"Belum bosen.


Kamu ikut ya..?"


"Iya..."


Klingkung klingkung..!


Telpon WA Damar berbunyi, setelah tersambung,


"Iya, dengan siapa ini..?"


"Saya Pak Bowo Mas Damar, pemilik tanah cafe Ayu."


"Oh iya Pak.


Bagaimana, jadi di jual 200M..?"


"Iya Mas, semua keluarga sepakat, karena Mas Damar pembeli dengan tawaran tertinggi."


"Apa sekarang Pak transaksi nya?"


"Boleh kalau gak keberatan. Kita akan bertemu di cafe Ayu saja ya, saya akan ngajak orang Notaris sebagai saksi dan ke Absahannya.


Saya tunggu setengah jam lagi ya Mas Damar."


"Ok Pak Bowo," jawab Damar kemudian mematikan telpon nya.


"Ayo Aisah, kita nongkrong ngopi di cafe Ayu. Ada Samsul sama lainnya di sana."


"Baiklah Mas, aku ambil celana pendek dulu sama kaos."


"Buat apa..?"


"Buat ganti nanti. Masak dugem pakai gaun gini," jawab Aisah.


"Iya gak apa - apa."


*****


Aisah melajukan Mobil Honda Jazz baru pelan - pelan. Sambil nyetir mobil, Aisah berkata,


"Mas... Besok kamu kursus mengemudi ya Lalu ngurus sim A."


"Iya..."


"Masak cewek nya yang nyetir, kan gak pantas."


"Gitu ya..?"


Setelah memarkir mobilnya, Aisah menuju meja Samsul yang ada di halaman cafe,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsayang," jawab Samsul tersenyum.


"Malam Mbak," sapa Aisah.


"Malam juga," jawab Inna.


Damar... Siapa nieh..?"


"Ini Aisah," kata Damar kemudian duduk

__ADS_1


*Bersambung.


__ADS_2