Makam Keramat

Makam Keramat
Undangan Makan malam


__ADS_3

Siang yang panas, sepanas hati istri pertama, yang jatah belanjanya di bagi dua dengan istri muda.


Siang itu Damar duduk sendiri di kursi meja cafe Ayu di sebelah taman bawah pohon pucuk merah.


Sambil menikmati sebatang rokok dan bersanding secangkir kopi luwak, Damar melihat situs Kontruksi di chanel youtube di laptop nya.


Tiba - tiba ada suara pelayan menyapanya,


"Mas Damar..?"


"Iya Mbak."


"Ada seorang perempuan dan seorang laki - laki mencari Mas Damar. Katanya ingin melamar pekerjaan"


"Suruh ke sini saja ya Mbak."


"Iya Mas Damar."


*****


"Selamat siang Pak Damar..?"


*Selamat siang juga. Jangan panggil Pak ya, karena saya masih muda. Panggil saja Mas."


"Iya Mas."


"Silahkan duduk.


Ini Mbak dan Mas yang tadi komen di facebook ya?"


"Iya Mas."


"Dengan Mbak siapa ini..?"


"Dengan Mbak Lusi Aksara."


"Kalau Mas ini..?"


"Saya Dimas Anjari."


"Mbak Lusi sudah pernah kerja jadi sekretaris..?"


"Sudah Mas, cuma 7 bulan."


"Kok sebentar," tanya Damar.


"Karena perusahaan tempat kerja saya mengalami pailit, lalu beberapa karyawan di berhentikan, termasuk saya."


"Umur berapa Mbak Lusi?"


"Umur 20 Mas."


"Apa pernah Kuliah..?"


"Saya sekarang masih kuliah di Fakultas Surabaya, jurusan Adminitrasi dan Manajemen. Semester dua."


"Mbak Lusi kuliah kok kerja?"


"Siang kerja Mas, malam jam tujuh kuliah. Kerja buat bayar kuliah Mas."


"Oh begitu.


Bisa mengemudi mobil..?"


"Bisa Mas, tetapi saya tidak punya sim."


"Dulu kerja di perusahaan apa..?"


"Di perusahaan snack makanan ringan. Ini surat pengalaman kerja saya, dan ini surat lamaran kerja saya."


"Kalau Mas Dimas juga kuliah..?"


"Iya Mas Damar, teman satu kampus dengan Lusi, cuma lain jurusan. Saya jurusan Administrasi perkantoran, semester dua juga."


"Pernah kerja di mana..?"


"Di PT Marvis perusahaan kosmetik."


"PT Marvis jalan Tidar sedati raya Juanda itu," tanya Damar.


"Iya Mas."


"Direktur utamanya ibu Heny?"


"Iya Mas."


"Berapa lama kerja di PT Marvis, dan bagian apa?"


"Setahun saya kerja di PT Marvis. Saya di keluarkan karena, saya di tuduh melakukan penggelapan atas barang yang hilang Mas. Padahal saya tidak mencurinya.


Saya kerja di bagian pengadaan barang, dan menjadi asisten manajer pemasaran jika di perlukan."


"Mbak, sini."


"Iya Mas Damar."


"Buatkan makan siang ya, untuk tiga orang."


"Menu apa Mas?"


"Menu sop iga dan ayam bakar saja. Buatkan dua kopi dan es jus apucat juga 3 botol aqua."

__ADS_1


"Baiklah Mas," ujar seorang pelayan kemudian berlalu.


"Begini Mas Dimas dan Mbak Lusi, saya ini belum punya kantor dan masih tahap pembangunan. Karena PT yang saya dirikan baru besok surat izinnya keluar.


Tetapi saya butuh tenaga dan keahlian kalian.


Jadi... Mbak Lusi dan Mas Dimas mulai besok bisa kerja dengan saya.


Tetapi, untuk sementara, kantornya di cafe Ayu saja. Kita nongkrong - nongkrong sambil kerja."


"Baiklah Mas Damar, saya terimakasih sekali telah di terima kerja," kata Lusi dan Dimas.


"Mbak Lusi kerja kemarin di gaji berapa perbulan?"


"4 juta 300 ribu Mas Damar."


"Mas Dimas berapa?"


"5 juta Mas Damar."


"Mbak Lusi dan Mas Dimas aku gaji setiap bulan 6 juta ya, termasuk uang makan dan uang transportasi.


Saya berharap, kalian kerja yang semangat, jujur dan terbuka. Saling membantu satu sama lain."


"Baiklah Mas Damar."


"Permisi, ini Mas pesanannya," ujar seorang pelayan sambil menaruh makanan di meja.


"Mbak Lusi, Mas Dimas, ayo kita makan bersama," ujar Damar,


"Mulai saat ini, kita semua keluarga."


*****


Sambil makan, Damar berkata,


"Mas Dimas... Langkah awal, nanti Mas Dimas beli Hp dua ya. Untuk aset perusahaan. Yang bagus HP nya.


HP itu untuk Lusi dan Mas Dimas. Hp khusus untuk kerja, gak boleh di pakai untuk urusan pribadi.


Besok, kalian urus rekening baru atas nama perusahaan PT Podomoro. Dan pasang aplikasi Mbanking di HP yang baru. Nomer rekening ini juga untuk urusan kerja.


Jam kerja mulai jam 08 pagi dan pulang jam 05 sore."


*****


Selesai makan siang, Damar pamit untuk pergi.


Sambil mengendarai motor, Damar berkata lirih,


"Mau daftar kursus les manajemen bisnis, tetapi kok malas ya..?


Tingtung Tingtung!


Hp Damar berbunyi,


"Hemmm, Ita telpon, ada apa?


Iya Ita..!"


"Lagi di mana Kak?"


"Lagi di jalan naik motor ini."


"Mau kemana sore - sore gini?"


"Mau jalan - jalan aja, barangkali ada cafe yang di jual, mau aku beli," jawab Damar asal - asalan.


"Loh loh loh, banyak duitnya nih, mau beli cafe segala."


"Ya kalau 100 milyar ada di dalam tas eiger ku ini."


"Emang cukup tas mu..?


Ngelawak aja lu Kak. Sekarang aku tunggu di rumah ya! Papa dan Mama mengundang mu makan malam bersama."


"Gak ah, aku beli makan malam sendiri aja, kamu kira aku gak punya uang apa," sahut Damar.


"Sombong amat dirimu, buruan kesini aku tunggu. Kamu gak kasihan apa sama Mama ku, susah - susah masak buat kamu.


Atau aku gak mau bisnis kosmetik lagi sama ibu mu..!"


"Iya iya.


Setengah jam lagi sampai."


*****


Setelah masuk perumahan Elit Garden The Lux, tak lama kemudian Damar memarkir motornya di depan rumah ita yang megah.


"Selamat sore Mas Damar," sapa pak Edi sopir keluarga Jhoni.


"Sore juga Pak."


"Silahkan masuk, Pak jhoni dan Nyonya Maya juga Non Ita ada di dalam."


"Iya Pak," jawab Damar kemudian masuk.


Di depan pintu Damar uluksalam,


"Assalamualaikum..."

__ADS_1


"Waalaikumsalam Pak kyai," jawab Ita tersenyum,


"Masuk sini Mas, di ruang samping saja dekat taman."


"Iya Ita."


"Bentar aku suruh Bibik buat kopi Amerika," ujar ita kemudian berlalu.


"Mas Damar," sapa Pak Jhoni kemudian duduk di sofa.


"Sore Om."


"Sore juga. Sendirian saja?"


"Iya Om, tadi mendadak di telpon Ita pas di jalan."


"Iya, Ita telpon di suruh Mama nya, kata Mama nya undang Mas Damar ke rumah untuk makan malam.


"Mas Damar, gimana kabarnya..?


Alhamdulillah sudah sembuh ya," sahut ibu Maya tiba - tiba.


"Baik Tante, iya sudah sembuh."


"Permisi, numpang lewat," ujar Ita sambil bawah dua cangkir kopi.


"Kopi Papa Mana..?"


"Ma, yayang nya minta kopi," celetuk Ita.


"Hemmm,


Minta kopi sama anaknya kok nyuruh Mama."


"Gimana Mama ini, gak romantis sama sekali sama Lapa. Jangan salahkan Papa kalau mendua.


Bibik, satu lagi kopinya."


"Iya Non."


*****


"Mas Damar... Tante mengucapkan terimakasih ya, setelah dari makam wali, Ita jadi rajin solat, dan mau belajar ngaji qur'an setiap malam.


Ita juga banyak beli baju muslimah juga jubah dan kerudung."


"Iya Buk, itu mungkin barokah nya kyai Pamenang.


Kok ibu tau, kalau Damar dan Ita ke makam wali."


"Ita yang cerita, katanya kamu ajak ziarah ke makam mbah wali Pamenang. Dan ketemu sama Gus Farid."


"Iya Buk."


Adzan Magrib samar - samar berkumandang.


"Kak, gak solat magrib..?"


"Iya, dimana tempatnya?"


"Di ruang tengah tempat solat nya."


*****


Setelah solat magrib berjamaah dengan Ita, Damar menikmati makan malam bersama keluarga Ita.


"Nak Damar... Rencananya mau kuliah di mana..?


Bentar lagi kan lulusan."


"Gak tau Om, mau kuliah di mana."


"Kalau mau, om biayai kuliah di kanada atau di london inggris. Setelah lulus, Mas Damar bisa kerja di perusahaan tambang batu bara milik Om."


"Terimakasih Om, Damar kalau kuliah, di Surabaya saja. Karena saya tidak bisa jauh dari ibu saya.


Damar sekarang juga lagi belajar merintis usaha."


"Oh gitu, iya iya.


Sekarang lagi merintis usaha apa Mas Damar ini?"


"Saya lagi merintis usaha cafe dan Kontruksi Om."


"Wah mau jadi pemborong nih," sahut ibu Maya.


."Hehehehe.


Iya Tante, borong kecil - kecilan dulu. Masih tahab belajar.


Kalau skala besar, Damar belum mampu ilmunya dan lagi membutuhkan modal besar."


"Bagus tuh Mas Damar, belajar mandiri. Siapa tau, namanya rejeki, usahanya bisa jadi besar kayak Om.


Om dulu juga kuli, terus belajar usaha kecil kecilan sejak SMA.


Alhamdulillah, dapat pinjaman modal, terus berkembang hingga saat ini.


Sekarang, om punya 26 perusahaan di dalam dan luar negri."


*Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2