
Bel pulang sekolah berbunyi, Damar pun langsung pulang dengan memacu motornya agak kencang.
"Assalamualaikum," ucap Damar kemudian masuk rumah menuju kamar.
"Waalaikumsalam," jawab ibu Farida.
Ting tung..!
HP Damar berbunyi tanda ada pesan masuk dari Aisah;
*Mas... Aku barusan di keluarkan dari anggota keluarga, gara - gara aku dugem sama kamu di Diskotik, dan baku hantam di tempat hiburan malam.
Dengan alasan membuat aib dan membuat malu keluarga besar.
Sebagai imam masjid dan orang yang di hormati di kampung, Ayah ku sangat marah kepada ku dan kecewa banget sama aku, hingga aku di usir, gak boleh pulang. Aku juga di katain ***** oleh Ayah ku.
Tadi jam 9 pagi aku di jemput sepupu ku, dan di sidang oleh keluarga dan akhirnya Ayah memutuskan aku harus angkat kaki dari rumah.
Kemungkinan aku putus sekolah, karena fasilitas seperti mobil, motor di ambil oleh Ayah ku, keuangan juga di stop.
Sekarang aku ada di rumah teman ku, di desa Waru kecamatan Waru Sidoarjo.
Nanti kalau ketemu, akan aku ceritakan.
Aku mau solat duhur dulu ya Mas*
*Iya, Aisah. Nanti Sore aku hubungi. Gak usah bingung, santai saja.* jawab WA Damar
*Iya Mas, Assalamualaikum*
*Waalaikumsalam.*
"Hemmm ada saja masalah hidup ini," ujar Damar lirih,
"Jadi seorang imam masjid saja sombong, anaknya sendiri di usir. Kalau tua mau ikut siapa, kalau gak ikut anak," ujar Damar lirih kemudian keluar kamar mencari Pak Sueb.
"Pak Sueb..."
"Iya Mar, ada apa," sahut Pak Sueb.
"Tanah Pak Muji di belakang itu sudah aku beli. Pak Sueb cari tukang lagi ya, untuk pasang pagar."
"Maksudnya pagar gimana Mar," tanya Pak Sueb.
"Tanahnya di pagar tembok keliling Pak Sueb, tingginya 3 meter aja ya. Terus... Pas belakang dapur kasih pintu Pak Sueb, untuk keluar masuk mobil," ujar Damar,
"Terus bikin garasi mobil yang bagus ya Pak."
"Siap siap," kata Pak Sueb.
"Uangnya sudah saya titipkan sama Samsul 100 juta untuk beli bahan bangunan untuk pasang pagar," kata Damar bohong.
"Samsul anak ku kah?"
"Iya Pak Sueb," kata Damar.
"Ibu... Ayo kita nganter Bapak kontrol," ujar Damar,
"Lesti ikut kakak ya? Tio ayo ikut biar rame."
"Iya Kakak," sahut Lesti.
"Loh Samsul," kata ibu Farida,
"Apa kamu yang nyopir Sul..?"
"Iya Buk," sahut Samsul.
*****
Setelah kontrol di rumah sakit Harapan, dan membeli Enggrang, Damar sekeluarga makan bersama di cafe Ayu.
__ADS_1
Setelah makan, Damar sekeluarga pulang.
"Sul, masih jam 3 sore, kita mampir ke toko emas ya? Aku ingin belikan ibu perhiasan," ujar Damar.
"Siaaaap.
Ya gitu sama orang tua ya sayang, sering - sering di ajak makan di restoran. Jangan pacarnya saja yang di ajak. Ibu nya di belikan perhiasan dan baju.
Biar jadi anak soleh," kata Samsul.
"Samsul mulai kumat Buk," ujar Damar,
"Biasa itu Buk, habis makan ngoceh."
"Hehehehe," Ibu Farida tertawa.
"Toko emas depan itu ya," kata Samsul kemudian memarkir mobil Avanza nya.
"Mas Damar punya uang..? Pakai beliin ibu perhiasan," tanya Ibu Farida.
"Ada Buk, milyaran," jawab Damar,
"Ayo Buk, Damar antar.
Lesti kamu sekalian beli."
"Iya Kak," sahut Lesti.
Setelah membeli perhiasan, Damar membelikan baju Ayah nya di butik dan membelikan baju muslimah untuk ibunya juga Lesti.
*****
Adzan magrib berkumandang, mobil Samsul pun sudah sampai di rumah Damar.
"Damar... Aku pulang dulu ya," ujar Samsul.
"Siap, terimakasih Sul," kata Damar.
Setelah mandi, Damar mengimami solat ibu dan adik - adiknya.
******
"Mau kemana Mas, kok ganteng amat, rapi lagi," tanya ibu Farida.
"Mau jumpa kekasih Buk," jawab Damar.
"Iya Mas, memang kamu sudah mulai dewasa.
hati - hati ya di jalan, pesan ibu, jangan sampai berzina sama pacarnya, sebelum kalian menikah," pesan Ibu Farida.
"Iya Buk, paling hanya pelukan saja," goda Damar.
"Hemmmm..!
Pacaran jangan keterlaluan, ingatlah, kamu punya adik perempuan juga," nasehat Ibu Farida.
"Iya Buk, Damar pamit dulu.kemudian salim cium tangan ibunya.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
*****
Setelah WA Aisah, dengan motor bututnya, Damar memacu motornya agak kencang.
Tak seberapa lama Damar melihat Aisah yang sengaja berdiri di pinggir gang.
"Assalamualaikum Aisah," sapa Damar kemudian menghentikan motornya persis di depan Aisah.
"Waalaikumsalam," jawab Aisah mengulurkan tangan, kemudian salim lalu mencium tangan Damar.
__ADS_1
"Ayo naik, nanti mampir beli helm untuk mu, biar gak di tangkap sama polisi," ujar Damar.
"Iya Mas," jawab Aisah kemudian naik motor.
"Gak peluk perut Damar, kayak waktu SMP dulu, kamu aku bonceng sepeda angin," goda Damar.
"Hehehehe... Genit amat!
Iya, iya. Ingat saja kamu itu Mas."
"Ya ingat lah, aku tidak akan pernah melupakan masa remaja kita saat bersama."
"Aduuuh..! Romantis pakai bangeeet dengarnya," sahut Aisah.
"Pertama kita beli baju dulu, karena bajumu hanya satu di badan," kata Damar.
"Iya Mas, gak boleh bawa apapun waktu keluar rumah. Untung HP aku kantongin di celana pendek dalam," ujar Aisah sambil tersenyum malu.
"Kita ke Mayarana depan itu ya," canda Damar.
"Ramayana Mas, pakai ngelawak segala kayak Samsul."
"Hahahahaha..!"
*****
Tak lama kemudian, Setelah parkir, Damar turun dari motor.
"Ayo," ajak Damar menjulurkan tangan, lalu Aisah dan Damar bergandengan tangan berjalan menuju pintu Ramayana plaza Surabaya.
"Aisah, kamu beli baju dua setel saja dulu dan pakaian dalam seperlunya," kata Damar,
"Nanti aku transfer uang ke rekening mu. Kamu bisa beli sendiri di Mojokerto."
"Iya Mas, tetapi masalah nya... Dompet ku di rampas Ayah ku," ujar Aisah,
"KTP Atm dan surat -surat penting ada di dompet.
Aku tadi saja di jemput teman ku di indomaret depan."
"Ribet amat Ayah mu itu.
Besok aku akan urus semuanya," kata Damar.
"Udah Mas, sementara ini dulu ya, beli 4 stel."
"Iya Aisah ini ATM ku, pakai buat bayar di kasir," ujar Damar.
"Pin-nya berapa," tanya Aisah.
"Tanggal lahir mu," jawab Damar.
"Hemmm," sahut Aisah tersenyum haru.
*****
Setelah membeli baju, Damar dan Aisah pergi untuk makan malam di cafe Ayu langganan nya Samsul.
Setelah menu iga bakar sapi muda dan kikil sapi terhidang kan, Damar yang duduk berhadapan dengan Aisah langsung menyantap dengan senang.
"Ini kesukaan mu ya," tanya Damar.
"Iya Mas, tau saja."
"Aku ingat dulu waktu remaja kamu pernah cerita salah satu makanan Favorit mu adalah iga bakar sapi dan kikil," ujar Damar.
"Iya Mas, ingat saja kamu."
"Ingatlah, ini aku pesan 4 porsi. Kita habisin bersama - sama. Oke!"
"Siaaap," sahut Aisah.
__ADS_1