
"Darimana Mar," tanya Pak Tarjo yang sedang menikmati kepulan asap rokok.
"Lagi cari makan, gak ada yang cocok," jawab Damar.
"Emang mau beli makan apa?"
"Cari ikan gurami bakar."
"Hahahaha!
Cangkem mu," sahut Kang No,
"Ya gak ada, iki area makam.
Yang ada juga nasi goreng mie goreng pecel rawon dan nasi campur. Sate juga ada."
"Mar, gak dapat kode alam," tanya Pak Tarjo,
"Gak melihat yang aneh - aneh..?"
"Haaaa, togel aja!" ujar Damar,
"Dosa judi togel itu. Uangnya juga haram."
"Iya pak yai," sahut Samsul.
"Kamu tidur saja Sul."
"Mar, berapa untuk besok," tanya Kang No, "Bulan lalu kamu kasih nomer togel, aku dapat 17 juta.
Aku butuh uang sekarang, buat bayar pendaftaran sekolah anak masuk SMP."
"Pasang saja no kucing besar. Aku tadi melihat kucing tetapi besar, hitam lagi. Sampai lari keluar makam aku," ujar Damar.
"Yang bener kamu Mar," sahut Samsul langsung duduk mendengar kode alam togel,
"Kucing besar ya macan, 08."
*****
Rombongan Pak Tarjo sedang sibuk membahas kode alam togel kucing besar.
Sementara Damar duduk bersandar dinding sambil menikmati secangkir kopi dan kepulan asap rokok.
"Itu tadi makhluk apa ya..?
Seperti macan, seperti kucing besar?
Setan apa jin, apa kucing jadi - jadian, hitam lagi, matanya kuning," ujar Damar,
"Kalau kyai Ndaru kan harimau, aku gak takut, Karena warnanya putih bersih, gak serem. Walau awal - awalnya takut, tetapi kemudian gak takut.
Coba besok aku duduk di bawah pohon kamboja itu, aku gak tidur. Penasaran aku!
Atau tanya sama kyai Ndaru ya?"
"Sudah jam satu, apa gak pulang, besok aku sekolah," kata Damar.
"Ok, ayo pulang," ujar Pak Tarjo.
*****
Samsul mengemudi kan mobilnya agak kencang. Tak lama kemudian sampailah di depan halaman warung Pak Tarjo.
"Aku duluan ya," kata Damar kemudian melajukan motor nya.
"Damar kemana ya, kok ke arah desa Sani. Apa dia salah jalan ya," ujar Kang No.
Sesampai di makam kyai Ali Wafa, Damar duduk di pojok pendopo lalu berkata lirih,
"Kyai Ndaru, kyai Ndaru..?"
"Assalamualaikum Gus," sapa kyai Ndaru tiba - tiba ada di samping Damar.
"Waalaikumsalam. Bikin kaget saja kyai ini."
"Ada apa kamu memanggilku?"
"Aku mau tanya kyai, aku barusan dari makam kyai Pamenang. Aku bertemu dengan makhluk aneh, seperti kucing tetapi besar badannya.
Makhluk apa itu..?"
"Dia adalah ki Rekso Jagad, bergelar panglima kumbang hitam. Ki Rekso itu sama kayak aku, dia itu jin penjaga makam kyai Pamenang.
Jadi, Gus gak usah takut."
"Iya kyai Ndaru.
Kalau begitu, aku pamit pulang dulu ya, besok pagi aku mau sekolah."
"Baiklah Gus."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
******
Adzan subuh terdengar menggema dari masjid desa. Ibu Farida membangun kan Lesty anaknya juga Damar.
Karena Damar tidak kunjung bangun, akhirnya ibu Farida memutuskan masuk kamarnya.
"Kardus apa ini?" gumam ibu Farida sambil membuka kardus di atas meja,
"Subhanallah... Satu set perhiasan berlian berbandrol 1.9 milyar. BPKB mobil honda jazz. Masih banyak barang - barang baru berserakan di lantai.
Ini ada sepatu baru berbandrol 4,2 juta. Ini juga sepatu baru 5,6 juta. Kacamata hitam seharga 2 juta. Celana dan baju - baju baru banyak sekali. Harganya jutaan lagi.
__ADS_1
Buat apa anak ku Damar membeli barang barang mahal?
"Mas, Mas Damar..?"
"Iya Buk."
"Ayo bagun, imami ibu solat subuh."
"Sekali - kali bapak kenapa sih Buuuuk?"
"Bapak mu jarang mau kalau di suruh ngimami."
"Iya iya, Damar wudhu dulu."
Setelah solat, Damar duduk di kursi makan yang terletak di dapur. Sementara ibu Farida masih duduk membaca wirid.
"Lesty..."
"Ada Mas Damar yang ganteng?"
"Bikinin kopi dong!"
"Ok. Siaaap!"
"Kamu itu kalau subuh bantu ibu napa sih, tidur saja habis solat subuh."
"Iya, Lesti sering bantu ibu di dapur."
"Mar, mana Ibu mu?"
"Itu masih wirid. Bapak mau minta bikinin kopi?"
"Iya."
"Lesty Bos ayam kampung bikinin kopi sekalian.
Duduk sini Pak."
"Iya."
"Tuh Pak, Istri bapak itu istri solehah, rajin solat dan rajin wirid. Gak rugi bapak punya istri kayak ibu."
"Iya, ibu mu emang dari muda biasa wirid gitu. Kadang tengah malam, suami di biarin tidur sendirian, ibu mu solat sampai dua jam. Terlalu solehah ibu mu itu."
"Hahahahaha!
Kasihan gak di kelonin ibu," sahut Damar tertawa,
"Gak percaya Damar, kalau bapak tidur sendirian."
"Ini kopinya Mas ku yang ganteng. Ini punya Bapak," ujar lesty kemudian duduk sambil mengaduk susu Dancow.
"Hemmm, pagi - pagi kayak pasar saja," ujar ibu Farida sambil berdiri.
"Ibu gak masak," tanya Lesty.
"Bapak ini ya mbok di imami kalau ibu solat. Sudah tua itu ya yang kompak."
"Iya," jawab Pak Yasin.
"Bapak mu itu masih kental kejawennya. Jadi kalau di suruh solat radak - radak sulit," ujar ibu Farida.
"Gak bakal bisa bapak mengikuti ajaran kejawen. Solat 5 waktu Yang gampang saja gak bisa, apalagi di kejawen. Solat 5 waktu gratis saja loh, gak ter laksana, apalagi mau ngikuti ajaran kejawen.
Gak usah aneh - aneh ikut ajaran - ajaran lain Pak. Ikut ajaran kanjeng Nabi saja. Enak dan gampang," ujar Damar
"Ini pisang gorengnya," kata ibu Farida sambil meletakkan piring di meja.
"Lesty, kata ibu kamu ingin jual beli online baju ya?"
"Iya Kak, kayak temen ku. Lumayan untung nya bisa buat jajan dan beli bensin."
"Rencana mau sewa toko galeri di mall plaza? "
"Iya kalau ada uang."
"Nanti Kak Damar buatkan toko galeri di jalan merdeka dekat mall H&R plaza. Gak usah nyewa. Sayang uang sewanya mahal, mending buat kulakan baju.'
"Beneran nih..?"
"Iya, masak Kak Damar bohong sama adiknya. Kak Damar baru beli tanah itu.
Nanti kamu juga bisa bikin galeri toko baju di daerah Rungkut, barangkali mau buka cabang. Kakak sudah bangun ruko di sana."
"Siaap! Jangan lupa kasih modalnya Kak."
"Iya beres, aku pasti kasih."
"Mas Damar, ibu lihat di kamar mu tadi, kok banyak barang mahal..?
Buat apa kamu beli barang - barang mahal. Kacamata saja dua juta."
"Barang segitu banyaknya, Damar gak beli Buk. Tetapi di belikan sama teman sekolah.
Ya Damar berterimakasih pada Bapak dan ibu, yang mau menyekolahkan Damar di SMA elit. Sehingga, temen - temen Damar rata - rata anak pengusaha dan anak konglomerat.
Sebenarnya Damar juga gak mau sih di belikan.
Tetapi temen - temen cewek maksa saja membelikan Damar.
Kayak Shinta itu.
Biasa Buk, efek wajah tampan ya begini, banyak yang naksir."
"Kecap gak ada nomer dua," sahut Lesty,
"Lesty mau mandi, mau sekolah dulu."
__ADS_1
*****
Pagi itu, Damar mengendarai motor bututnya untuk pergi ke sekolah.
Tak terasa sudah jam 12 lebih.
Setelah mengikuti beberapa pelajaran sekolah, bel pulang ber dering terdengar. Ratusan siswa SMA Pancasila berhamburan keluar kelas untuk pulang.
Ketika hendak menyalakan mesin motor, tiba - tiba mobil honda jazz warna putih berhenti di samping motor Damar.
"Hai lelaki sederhana, ayok jalan jalan ke Mall J-strit," ajak Novi.
"Sory ya Nov, aku ada perlu. Mau ke rumah sakit, jenguk orang sakit."
"Oh gitu. Ok, besok saja aku traktir makan siang dan belanja."
"Siaaap!"
"Aku duluan ya."
"Eeeh Novi, gak sayang cium pipi Damar dulu?"
"Hehehehe, ok," jawab Novi kemudian keluar dari dalam mobil langsung mencium pipi Damar.
"Dada," ujar Novi kemudian masuk mobil kembali dan tancap gas.
Tin tin tin!
"Hai lelaki sederhana, gak kangen Shinta apa," sapa Sari.
"Ya kangen sih, tetapi apalah daya, diriku di campakkan bagai bunga yang layu sebelum berkembang."
"Hahahahaha..! Kayak pujangga saja lu kalau ngomong, sok romantis.
Kalau kangen, entar malam aku ada acara dugem di diskotik Redpoling di mall H&R plaza lantai tujuh. Anggota Hello kity ngundang kelompok Borjois.
Kamu datang ya!
Shinta bilang akan datang entar malam."
"Apa kata entar malam ya, paling bisa juga telat, karena aku ada urusan malam ini."
"Ok, aku duluan."
"Ok ok."
"Hai Kak, entar malam ada undangan dari Hello kity. Dugem di Redpoling. Datang ya?"
"Iya Ita, kakak usahakan. Karena kakak ke makam dulu."
"Ok kak. Aku duluan."
*****
Siang itu Damar buru - buru dan memacu motornya agak kencang. Begitu sampai di depan sekolah SMA negri 4, Damar melihat Sarah sedang menunggu angkutan umum.
"Sarah," panggil Damar kemudian mendekat, "Ayoo!
"Siaaap," jawab Sarah kemudian naik motor.
"Bapak mu pulang jam berapa?"
"Kata dokter hari ini. Tetapi ibu bilang sore saja."
"Kalau gitu kita makan siang dulu ya, aku lapar."
"Ok."
"Kita makan bakso di samping mall Ramayana ya, enak baksonya."
"Iya, apa kata mas Damar."
*****
Sambil menikmati bakso daging sapi, Damar menyodorkan Hp oppo di depan Sarah,
"Ini HP oppo nya, ini kartunya. Sudah ada E-mail nya, tinggal pasang kartu langsung bisa di pakai."
"Iya Mas, makasih ya!
Masih baru ini HP."
"Iya, baru beli juga dapat sebulan."
Setelah makan bakso, Damar mengajak Sarah ke mall Ramayana
*****
"Kita kemana Mas?"
"Ke rumah ku dulu ya, aku mau mandi sekalian ganti baju."
"Oh iya."
Tak lama kemudian, Damar berhenti di halaman rumah Samsul,
"Sul, mau kemana?"
"Mau ke proyek, lihat pekerja bikin kos kossan."
"Antar aku ya, besok saja kamu ke proyek."
"Siaaap!"
"Kamu ke rumah ya, kita bawah Fortuner saja."
"Ok."
__ADS_1