
Setelah solat duhur, Damar dan jessica ziarah berada di depan makam sunan Ampel.
Mendung perlahan - lahan menutupi awan. Para peziarah berdatangan bertambah banyak.
Selesai ziarah... Damar dan Jessi keluar area makam menuju pintu keluar.
"Jessica, aku belikan tasbih untuk mu," ujar Damar kemudian masuk toko.
Setelah membeli dua tasbih, Damar mengandeng tangan Jessica menuju parkiran.
Hujan mulai turun, perlahan - lahan bertambah deras.
"Mar, tak beli payung dulu, Itu ada toko yang jual."
Setelah membeli payung, Damar dan Jessica masuk mobil,
"Kang, ke cafe Ayu ya?"
"Baiklah Tuan," jawab kang Mamat kemudian menyalahkan mesin mobil, lalu meluncur pelan - pelan.
Tingtung Tingtung!
HP Damar berbunyi, tanda telpon WA masuk.
"Iya Brina..?"
"Di mana Mas..?"
"Lagi di jalan, habis dari ziarah."
"Tiap hari kok ziarah kamu itu Mas," ujar Sabrina,
"Katanya mau beli tanah..?"
"Jadi di jual..?"
"Iya, kalau yang beli Mas Damar, aku lepas.
Oh iya, nanti sore, di tunggu Papa di rumah.
Jangan sampai gak datang loh Mas. Papa sudah memanggil orang notaris."
"Iya iya...
Sekarang aku meluncur ke rumah mu, sudah jam 4 sore.
Sherlock lokasi ya."
"Siaaap!"
*****
"Kang, ke perumahan Elizabet jalan Merak ya, no 5."
"Baiklah Tuan."
"Tau lokasinya kang?"
"Tau Tuan. Itu perumahan Elit di sekitar Delta plaza. Saya beberapa kali mengantar orang kantor PT Inka ke sana."
Hujan semakin deras. Pandangan terbatas hingga menimbulkan kemacetan.Kang Mamat pelan & pelan melajukan mobilnya hingga masuk ke perumahan Elit Elizabet.
Setelah terparkir... Damar keluar mobil dengan menggenggam ujung pangkal payung.
"Selamat sore Tuan," sapa seorang satpam,
"Mau ketemu dengan siapa..?"
"Sore juga.
Mau ketemu dengan Tuan Willy dan Nona Sabrina."
"Sebentar ya, saya konfirmasi dulu."
"Baiklah pak," ujar Damar,
"Hemmm, ribet banget, bertamu di rumah orang kaya ini. Pakai konfirmasi segala, kayak pertemanan di facebook saja." 😅
"Mobil nya di masukkan saja Tuan."
"Baiklah," ujar Damar,
"Kang, mobilnya di masukkan."
"Baiklah Tuan."
Setelah Jessica turun, Sabrina berteriak agak keras,
"Jessicaaa..! Apa kabar dirimu..?
Tumben pakai jubah pakai jilbab!"
Setelah cium pipi kiri kanan, Jessica berkata,
"Kabarnya baik dan sehat.
Habis di ajak Damar ziarah."
"Mas Damar," sapa Sabrina lalu mencium pipi kanan kiri,
"Ayok masuk masuk.
Duduk di teras samping taman saja ya!
Mas Damar suka merokok.
Bibik, bikinin Netscafe hitam satu, sama capocino dua, sama Air aqua tiga."
"Iya Non."
Setelah duduk dan menyulut rokok, Damar berkata,
"Ternyata adat orang orang kaya itu, kalau ketemu pasti cium pipi kiri, pipi kanan."
"Iya lah Mas, itu bentuk kasih sayang sama teman dan keluarga, jawab Sabrina.
Kalau gak kenal, ya gak mungkin di peluk cium.
Kamu nya aja yang otaknya kotor hehehehe."
"Kan enak kamu Mar, sering dapat peluk cium gratis," sahut Jessica.
"Kamu kok bisa, jalan sama lelaki sederhana ini..?"
"Yaah kepengen ngerasin saja, bagaimana rasanya kencan dengan lelaki sederhana hehehehe," jawab Jessica,
"Ternyata romantis tetapi aneh!"
"Aneh bagaimana," tanya Sabrina.
"Masaaak, kencan di ajak ziarah ke makam sunan Ampel hehehehe. Di ajak tidur hotel, katanya ngapain..?
Kan Aneh dia..?
Makanya aku pakai jubah dan jilbab ini, jadi kayak bu Nyai hehehehe."
"Tetapi, dengan memakai jubah dan jilbab ini, kamu terlihat sangat cantik sekali."
"Ini Non, kopi nya."
"Iya Bik, makasih.
Tolong siapin makan malam ya, sekarang."
"Iya Non."
"Baguslah Jessi, kalau kamu mau ziarah makam wali. Mana ada cowok SMA pancasila dan SMA Mariana yang ngajak ziarah ke makam wali kalau gak Mas Damar.
Aku kemarin juga di ajak ziarah sama dia.
Bentar ya, aku ambil sertifikat dulu."
__ADS_1
*****
"Ini Mas, sertifikat nya, aku dulu beli 7,5 M, Sudah SHM.
Aku tadi habis dari kantor notaris, Ini surat jual beli nya. Kamu tinggal tanda tangani saja di sini. Besok kamu ke Kantor kelurahan desa setempat minta tanda tangannya kepala desa."
"Kamu jual tanah ke Damar," tanya Jessica.
"Iyaaa. Damar bilang, mau cari tanah untuk Kantor. Kebetulan, aku punya lahan kosong, yaah aku tawarin ke mas Damar.
Dulu rencana nya mau aku bikin cafe sih, tetapi gak sempat sempat hingga sekarang."
"Sabrina, berapa no rekening kamu," tanya Damar.
"Kamu tanda tangani dulu. Gampang masalah uang."
"Hemmm, baik lah."
Setelah tanda tangan, Damar berkata,
"Aku ini beli loh ya, gak minta."
"Udah Mar, biarin saja, uang segitu aja," ujar Jessica.
"7,5 M itu banyak loh, jangan bilang uang segitu," kata Damar.
"Udaaah, biar aku yang bayar ke Sabrina," sahut Jessica,
"Lagian, Sabrina gak akan kasih kamu no rekening."
"Loh, ada tamu," kata pak Wlly papanya Sabrina.
"Sore Om," sapa Damar dan Jessica.
"Sore juga."
"Sabrina, kok gak di ajak makan teman temannya?"
"Iya Pa, sebentar."
"Ayo, makan bareng Papa."
"Hemm, baiklah Pa.
Mas, ayo makan bareng Papa. Jessica, Ayoo."
******
Sambil makan, pak Wily berkata,
"Mas Damar ini, yang mau mengakuisisi saham PT Inka?"
"Iya Om."
"Masih SMA kelas tiga kok sudah main saham hingga Triliun nan.
Papa mas Damar usaha bergerak di bidang apa..?
Pegang perusahaan apa..?"
"Bapak saya ternak ayam kampung Im, di kebun belakang rumah."
"Hehehehe,"
Sabrina dan Jessica tertawa kecil
"Mas Damar ini rumah nya di kampung Pa. Dari keluarga biasa biasa. Bukan keluarga pengusaha atau konglomerat kayak kita.
Sabrina tau, Karena pernah main ke rumah mas Damar."
"Tetapi...
Kok mau beli saham seharga 3 T dari Papa..?
Dari mana duitnya..?"
"Maaf Om sebelum nya.
Masalah jual beli saham, tidak ada sangkut pautnya dengan orang tua saya.
Uang yang saya miliki, adalah uang bersih, bukan dari penggelapan atau penipuan. Saya sadar, kalau Om khawatir saya beli saham ini adalah bentuk pencucian uang," ujar Damar,
"Saya adalah owner pemilik Podomoro Grup, yang bergerak di bidang Kontruksi dan Real Estate juga kuliner. Saya juga CEO PT Marvis kosmetik.
Saya juga memiliki saham Pt Inka sebesar 19% dari pak jhoni bos Aksa Grup.
Surat jual beli ada di mobil saya."
Mendengar pengakuan Damar... Pak Wily sangat terkejut. Lebih lebih Jessica dan Sabrina.
"Mas Damar kok bisa ya, mempunyai hubungan dengan pak Jhoni bos Aksa Grup. Kok bisa enak bertemu gitu.
Padahal, Om saja, kalau ingin ketemu, sangat sulit. Harus bikin janji dulu."
"Saya pribadi memiliki hubungan yang dekat Om, dengan keluarga Jhoni."
"Selamat sore Tuan," sapa seorang satpam,
"Ada tamu dari kantor Notaris."
"Suruh masuk."
"Baiklah Tuan."
*****
Selesai makan bersama, Damar duduk di ruang tamu bersama pak Wlly dan team notaris.
Setelah mentransfer uang sebesar 3 T, Damar dan pak Wily melakukan tanda tangan di atas matrai.
"Baiklah mas Damar, besok saya akan ke PT Inka farmasi. Saya akan bertemu dengan direksi untuk mengubah kepemilikan saham.
Mas Damar bisa datang sendiri atau di wakili?"
"Besok biar Asisten saya aja yang datang, karena saya harus sekolah.'
"Baiklah mas, Damar. Ini kartu nama saya. Besok Asisten mas Damar silahkan menghubungi nomer ini."
"Baiklah pak."
"Kalau begitu, saya permisi dulu.
Mas Damar, silahkan di lanjut ya, ngobrol nya sama Sabrina."
"Iya Om."
******
Setelah menyeruput kopi, Damar menyulut rokok sampurna mild.
"Di buly murid paling miskin, ternyata presiden direktur PT Podomoro grup dan Presiden direktur PT Marvis kosmetik," ujar Jessica.
"Pt Podomoro itu belun ada kantornya.
Ini baru beli tanah ke Sabrina, untuk bangun Kantor.
Aku masih merintis dari bawah, dari Nol."
"Lah terus gimana kalau gak ada kantornya," tanya Jessica.
"Ya nyewa kantor di ruko untuk sementara."
"Kasihan banget Mas, dirimu. Kantor saja belum ada, yang satunya nyewa ruko. Tetapi banyak juga uang mu, bisa beli saham 3 T."
"Uang dari hutang," jawab Damar bohong,
"Darimana aku uang sebanyak itu.
Sabrina, aku minta no rekening mu. Aku mau bayar tanah mu ini."
"Gampang lah Mas, kamu pakai dulu uang itu untuk bangun kantor baru."
__ADS_1
"Hemmm.
Di bilangin gak percaya kamu itu Mar," sahut Jessica.
"Sudah jam 6 sore, aku mau ke cafe ku dulu ya.
Jessica, ikut Mas Damar apa diantar pulang?"
"Ikut kamu aja Mas, di rumah juga sepi, lagi pada luar kota."
"Hemmm panggil Mas. Tadi juga Mar, Mar?"
"Hehehehe.
Biar terlihat mesra kayak Sabrina memanggil mu.
Masak Bos Podomoro di panggil Mar, Mar.
Sekarang tau kalau Bos Podomoro grup ya aku panggil Mas."
"Sabrina, balik dulu ya," kata Damar pamit,
"Sayang dulu. Hahahahaha."
"Iya, pasti dong di sayang."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.
Ok Jess, duduk yang mepet ya!"
"Hehehehe iyalah, kapan lagi kencan sama bos muda Podomoro grup." 😅
Hujan mulai reda, mobil Fortuner milik Damar pun melaju pelan - pelan.
Tak lama kemudian, mobil pun terparkir di halaman parkir cafe.
"Ayo sayang, turun," ajak Damar sambil mengulurkan tangan,
"Kamu terlihat sangat cantik kalau pakai jubah hitam dan jilbab pink."
"Terimakasih Mas, pujian nya. Jadi tersanjung diriku."
Setelah duduk di teras cafe blok depan, kang Mamat berpamitan,
"Tuan, saya pulang dulu, waktunya shif Cakno."
"Baiklah kang, terimakasih."
"Intan, sini."
"Iya Tuan."
"Kamu hubungi Dimas, besok pagi suruh telpon orang notaris. Ini kartu namanya.
Tolong, panggil kan manajer Wawan ya."
"Baiklah Tuan."
"Selamat malam Mas Bos."
"Eeeh, Mbak Lilik, tambah cantik saja nih.
Pesen es coca cola ya, sama pisang goreng keju.
Jessi, mau pesan apa?"
"Sama, es coca cola."
"Baik lah mas Bos."
"Selamat sore Bos."
"Sore juga Mas Wawan, silahkan duduk.
Mas Wawan, cafe Ayu cabang dua yang ada di jalan merdeka, sebulan lagi selesai.
Tolong di siapkan wakil manajer nya ya.
Dan siapkan calon pegawai nya. Juga semua alat - alat kebutuhan cafe.
Dananya minta sama Dimas Asisten ku.
Karena, gak muda untuk mencari pegawai cafe. Di butuh kan orang ahli."
"Baiklah bos.
Nanti, sebagian pegawai sini, akan saya oper ke cabang cafe ayu dua."
"Iya Mas Wawan. Mas wawan atur saja ya sebagai manajernya."
"Baiklah bos, kalau gitu saya permisi dulu."
"Permisi mas bos, ini pesanannya."
"Mbak Lilik, duduk sini bentar."
"Iya mas bos," jawab lilik kemudian duduk.
"Apa di cafe ayu ini, bisa bon, apabila ada keperluan uang mendadak..?"
"Ada bos. Sejak bosnya Mas Damar, karyawan disini sangat senang. Bonus tiap bulan dapat bos. Cuti kerja dapat, koperasi simpan pinjam ada bos. Uang kesehatan dan transfortasi dapat bos."
"Ya sudah kalau gitu."
"Bos, kalau boleh usul...
Bisakah, karyawan sini di ambilkan motor baru, dengan cicilan rendah. Kira - kira sebulan 250 ribu.
Karena, kebanyakan motor karyawan model lama bos. Kan buat kerja sehari hari."
"Baiklah.
Kalau begitu, sekarang kamu tanyakan pada semua karyawan, mau minta motor merk apa. Kamu catat, dan kamu kasih kan Mbak Intan ya, Asisten ku.
Yang masuk pagi kamu telpon sekarang."
"Alhamdulillah...
Terimakasih mas bos, terimakasih.
Kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya Mbak Lilik.
"Kamu perhatian sekali mas, sama karyawan mu. Sampai bon uang loh di tanyakan," ujar Jessica,
"Bukankah ada manajernya..?
Padahal kamu itu termasuk Milyuner."
"Kamu belum pernah merasakan perih pedih nya menjadi orang fakir miskin.
Aku sangat perhatian pada semua karyawan ku, karena aku tau dan pernah merasakan hidup seperti mereka."
"Oh gitu...
Mas, aku ingin mandi dan ganti baju. Dari siang belum mandi."
"Iya habis ini, mandi di rumah ku ya?"
"Siaap!"
*****
"Mbak Intan," sapa Lilik,
"Ini dari mas bos Damar."
"Oh iya Mbak."
__ADS_1
"Cakno, sudah jam 8 malam, ayo kerumah dulu, setelah itu ke makam."
"Baiklah Tuan."