Makam Keramat

Makam Keramat
Obrolan Bisnis


__ADS_3

Jam 10 lebih, Damar masuk mobil lalu duduk di sebelah Sabrina,


"Kang Mamat, makam sunan Drajat ya."


"Baiklah Tuan."


"Mau ziarah Mas," tanya Sabrina.


"Iya, mau ziarah."


"Gak bilang kalau mau ziarah. Kalau ngerti kan, aku gak pakai rok mini gini?"


"Gak apa - apa, pakai rok mini, biar enak aku, kalau ingin pegang elus - elus gak ribet," goda Damar.


"Hemmm, mau nya!


Walau pakai jubah juga, gak bakal ribet, tinggal nyingkapin aja," sahut Sabrina.


"Namanya juga cowok normal, hahaha!


Nanti kita mampir di butik, beli kerudung sama jubah."


"Iya."


"Kang, cari makan dulu ya. Kita makan masakan padang saja."


"Baiklah Tuan."


Tak lama kemudian, mobil Damar terparkir di halaman rumah makan masakan padang.


"Kang Mamat juga makan dan ngopi dulu."


"Baiklah Tuan," jawab kang Mamat kemudian duduk di kursi meja pojok.


"Alhamdulillah... Punya bos suka ziarah makam wali. Aku jadi bisa ikut ziarah walau sendiri," gumam kang Mamat,


"Gak kayak bos lainnya.


Mas Damar juga baik dan dermawan, walau masih sekolah SMA, pikiran nya dewasa.


Aku sering di belikan makan minum dan rokok.


Gak kayak keluarga Pak Darwin. Jarang di ajak makan, apalagi di belikan rokok.


Mas Damar tidak cerewet dan tidak rewel. Walau jalannya mobil pelan - pelan, walau kenceng sedang, tidak pernah protes.


Salut aku, sering mampir ke masjid, jadi ikut solat aku, Alhamdulillah. Kalau bos solat di masjid, sopir ikut solat."


*****


Sambil makan nasi padang menu kikil, Sabrina bertanya,


"Mas, bukankah wanita tadi itu, waktu di kantor notaris ibu Heni Mama nya Shinta?"


"Iya benar, kok tau kamu?"


"Iya tau, beberapa kali aku pernah bertemu di perusahaan papa ku.


Waktu itu, Pak Darwin butuh uang untuk investasi ke industri baja. Lalu menawarkan saham nya ke Papa sebesar 30% sama Papa ku. Di situlah aku tau kalau ibu Heny itu Mama nya Shinta. Kan aku dua kali ke rumah Shinta, jadi tau wajah nya.


Mungkin ibu Heny lupa sama aku."


"Hemmmm.


Emang saham apa yang di tawarkan pak Darwin itu?"


"Saham PT Inka Farmasi."


"Perusahaan siapa itu? PT Inka."


"Punya pak Darwin papa nya Shinta."


"Apa Papa mu membeli saham itu?"


"Iya, Papa membeli saham 30% itu dengan nilai 3 triliun."


"Apa, 3 T," sahut Damar kaget,


"Mahal amaat!"


"Ya mahal lah Mas, itu kan PT Inka perusahaan besar yang sehat. Dengan keuntungan yang besar. Perusahaan go internasional," jawab Sabrina.


"Kok kamu bisa tau banyak tentang perusahaan keluarga Darwin."


"Ya taulah Mas. Kan sejak aku SMA kelas satu, sudah di ajari bisnis sama Asisten Papa ku.


Aku sering keluar masuk perusahaan perusahaan milik keluarga.


Bahkan aku sekarang menjabat direksi PT Aksa grub milik keluarga ku. Aku sekarang punya wewenang mengendalikan beberapa perusahaan Papa ku yang di atas namakan aku.


Jadi, aku tau beberapa pengusaha top di negri ini, khusus nya di Surabaya.


Hanya saja, aku masih sekolah, jadi jarang bertatap muka sama para investor juga pengusaha Surabaya. Semua di urus sama Asisten dan manajer ku. Aku hanya menerima laporan setiap bulan nya."


"Hebat kamu, sejak kelas satu SMA sudah belajar bisnis menjalankan perusahaan.


Kalah jauh aku sama kamu. Aku perlu belajar banyak sama kamu."


"Belajar apa mesra mesra an..?"


"Hahahaha, dua duanya juga gak apa apa."

__ADS_1


"Ayo mas, sudah siang, ngobrol nya di mobil saja.


Biar aku yang bayar."


*****


Mobil meluncur kembali.


Tak lama kemudian, mobil terparkir di halaman butik.


Setelah turun dari mobil, Damar mengulurkan tangannya di depan Sabrina.


"Hemmm.


ini salah satu jurus menaklukkan hati wanita," ujar Sabrina kemudian menyambut uluran tangan Damar,


"Pinter kamu mas kalau mengambil hati wanita."


"Iya pinter, hasil belajar dari yuotube hahaha.


Kang Mamat, Ayo masuk butik. Kang Mamat beli sarung dua sama songkok buat solat. Sekalian Cakno belikan juga. Entar sarungnya taruh mobil saja, barangkali mampir ke masjid bisa di pakai solat.


Sekalian beli baju yang bagus bagus kang, buat kerja, biar terlihat sip.


Mumpung ada bos Aksa grup."


"Iya Tuan."


Setelah membeli 3 jubah dan baju muslimah, juga jilbab dan kerudung, Sabrina berkata,


"Mas Damar, ayo ambil baju buat di taruh di mobil. Barangkali sewaktu waktu ganti baju."


"Sudah ada baju di rumah."


"Itukan di rumah, Ayo ambil sana. Ayo aku temani."


"Iya iya baiklah kalau maksa."


Setelah mengambil tiga baju lengan panjang dan tiga baju lengan pendek juga 3 sarung, Damar menuju kasir.


"Kang Mamat, mana belanjaannya, kok cuma sarung dua saja," ujar Damar.


"Maaf Tuan, mahal - mahal baju dan sarungnya. Harganya paling murah 350 ribu. Malu mau ambil baju."


"Kang, ambil baju 10 biji, dan sarung dua lagi ya. Ambil celana 4 sekalian. Nanti di bagi sama sopir satu nya," sahut Sabrina,


"Kalau butuh sepatu dan sandal ambil saja."


"Baiklah Non."


*****


"Mumpung ada bos nya."


"Total 37 juta semuanya," kata seorang kasir.


Setelah membayar dengan kartu kredit, Damar dan Sabrina keluar butik. Tak lama kemudian, mobil Fortuner meluncur ke arah kabupaten Lamongan.


"Kang, Ac nya matikan ya, mau merokok. Kamu merokok juga kang, biar nyaman nyopir nya."


"Iya Tuan."


"Sabrina, duduk mepet sini," kata Damar.


"Iya, siaap!


Seneng nya kok mepet mepet."


"Kalau Papa mu punya sahan PT Inka farmasi 30%, berarti Papa mu tau ya, berapa persen saham yang di miliki pak Darwin."


"Apa Mas Damar tertarik memiliki saham PT Inka farmasi..?"


"Iya, tertarik. Kalau di jual, aku juga mau tetapi dikit saja, gak ada uangnya."


"Sebentar, aku telpon Asisten Papa. Dia yang selalu di utus rapat umum pemegang saham.


Halo Asisten Dery."


"Selamat siang Non."


"Berapa persen saham pt Inka Farmasi yang di miliki oleh Tuan Darwin."


"51% Non."


"Berarti, yang 19% siapa yang pegang?"


"Di pegang oleh Tuan jhoni bos Metta grup."


"Kamu lagi dimana, apa sama Papa?"


"Lagi di singapura Non, dalam rangka kunjungan kerja bersama Papa Nona."


"Coba tanyakan ke papa, apa saham Inka farmasi di jual, kalau di jual, temen ku mau membeli nya sedikit saja."


"Baiklah Non.


Tuan... Nona Sabrina menanyakan, apakah saham PT inka farmasi di jual..?"


"Sini Hp nya, biar aku ngomong sendiri:


Sabrina, siapa yang mau membeli saham PT inka..?"

__ADS_1


"Temen ku Pa, di jual enggak pa?"


"Apa teman mu ada uang, karena harganya 4 Triliun sekarang."


"Apa gak bisa harga waktu awal pembelian, 3 T..?"


"Kalau Papa jual 3 T, Papa tidak punya keuntungan Brina."


"Kalau yang beli Sabrina sendiri, bagaimana Pa harganya..?"


"Jangan mempersulit Papa. Bagaimana bisa Papa menjual saham ke anak nya sendiri.


Siapa dia yang akan membeli saham PT Inka, hingga kamu merayu Papa?


Apa dia lelaki spesial di hati mu?"


"Ya teman spesial sih Pa, tetapi hanya sebatas teman tapi mesra, bukan pacar."


"Baiklah, demi kamu, Papa jual dengan harga awal 3 T.


Kamu gak sekolah, jam segini telpon Papa?"


"Sekolah Pa, tapi pulang lebih awal.


Baiklah Pa, akan aku sampaikan sama teman ku. Kalau ok, akan aku hubungi asisten Papa."


*****


"51% di kuasai oleh pka Darwin mas, yang 19% di kuasai oleh pak jhoni bos Metta grup, papa nya ita, dan 30 % di kuasai oleh papa ku.


Papa bilang, di jual demi aku, dengan harga awal 3 T.


Kalau di jual ke orang lain, harganya 4 T."


"Aku pikir pikir dulu ya, uang 3 T tidak sedikit, kata Damar."


"Baiklah.


Misal, Kalau mas Damar butuh bantuan keuangan, aku bisa membantu berapa yang mas Damar butuhkan.


Tanpa jaminan apa pun, aku tinggal telpon manajerku, dan dana langsung cair."


"Iya Sabrina, terimakasih. Tetapi, mengapa kamu mau membantu ku tanpa jaminan. Kok percaya?"


"Karena kamu teman ku, dan aku percaya kepada mu. Kamu lelaki sederhana dan baik, juga bertanggung jawab.


Tetapi aku menebak, kamu gak bakal minta bantuan keuangan kepada ku. Karena aku yakin, kamu pasti punya cara untuk mendapatkan uang dan membeli saham seharga 3 T.


Buktinya saat kita makan malam bersama, kamu tersinggung ketika aku membahas uang dan aset ku."


"Iya, aku minta maaf untuk waktu itu, aku salah faham. Aku yang salah.


Pak Jhoni Papa nya Ita itu bos Metta grup?"


"Iya, pak Jhoni temen bisnis Papa ku. Ita itu keluarga konglomerat. Masuk dalam daftar 100 orang terkaya di negri ini.


Mas Damar kan mempunyai hubungan pertamanan yang akrab dengan keluarga ita."


"Iya, benar.


Tetapi malu kalau main ke rumah Ita, sudah dua kali aku di kasih uang modal Papa nya, saat main ke rumah nya."


"Enak seandainya kamu jadi menantu keluarga Jhoni, kamu bisa jadi konglomerat dan mempunyai istri ita yang cantik hehehehe.


Anak tunggal lagi."


"Hemmmm.


Ita memang cantik sih, tetapi aku dan Ita hanya teman akrab."


"Oh iya.


Kalau boleh tau, ada apa Mas tadi kok mengadakan janji dengan ibu Heny, di kantor notaris lagi.


Pasti ada urusan bisnis. Karena, gak mungkin ibu Heny menemu i dirimu, kalau gak ada hal penting banget."


"Ibu Heny menawarkan saham PT Marvis kosmetik 20% kepada ku. Lalu ya aku beli."


"Oh begitu...


Dalam seminggu ini PT Marvis, beritanya lagi ada masalah. produk nya di palsukan oleh pihak lain.


Biasa, sabotase dan persaingan bisnis.


kalau ibu Heny menjual sahamnya ya lumrah lah. Karena harga saham PT Marvis anjlok parah.


Bisa jual dengan harga standartnya saja sudah bagus.


Kamu banyak duitnya mas..!


Beli saham PT Marvis, sekarang mau beli saham PT Inka."


"Uang dapat dari hutang," jawab Damar bohong,


"Entar aku pinjam uang sama kamu ya?"


"Siaap, untuk kamu, berapa saja aku kasih."


*Bersambung.


Senggol Dong!

__ADS_1


__ADS_2