Makam Keramat

Makam Keramat
Diskotik Redpoling


__ADS_3

Waktu terus berlalu, malam kiat pekat merambat perlahan menuju fajar yang akan menyampaikan salam kasih dari Shang Hyang Tunggal.


"Sul, sudah jam 23:30, ayo pulang, Sarah besok sekolah," ujar Damar.


"Ok Gus Damar," jawab Samsul kemudian berdiri.


Setelah membayar minuman, Damar dan Sarah menyusul Samsul di parkiran.


Mobil Fortuner meluncur dengan kencang menembus malam. Tak seberapa lama, mobil pun berhenti di halaman rumah Sarah yang sudah usang.


"Makasih ya Mas," ujar Sarah.


"Sama - sama sarah. Aku balik dulu, Salam sama bapak dan ibu."


"Iya Mas, hati - hati ya.


Sampai jumpa."


"Sampai jumpa kembali."


"Hemmm, mesrag amaat," sahut Samsul,


"Kita pulang gak nie..?"


"Kita ke Diskotik Redpoling ya."


"Siaaaap Gus!


Habis ziarah terus dugem. Hahahahaha!"


*****


Mobil Fortuner kembali meluncur dengan kencang menuju mall H&R plaza lantai 7.


Tak lama kemudian Samsul memarkir kan mobilnya di blok 4.


Sambil berjalan menuju loket, Samsul berkata,


"Gus Damar, banyak mobil honda Jazz milik anggota Hello kity."


"Iya, aku tadi siang di undang sama Sari kesini.


Kamu beli tiket."


"Ok."


*****


Di bawah lampu kerlap kerlip, Damar dan Samsul duduk di meja tengah sambil menikmati kepulan asap rokok dan sekaleng coca cola gratis dari loket tiket.


Damar melihat Shinta duduk di meja depan dengan puluhan anggota Hello kity.


"Mar, kita beli inex ya," ujar Samsul.


"Boleh, tetapi beli satu saja ya, kita bagi dua. Karena kamu nyetir mobil Fortuner. Kalau terlalu ngeflay, nanti takutnya kita kecelakaan."


"Baiklah," kata Samsul kemudian mengangkat tangan kanan nya lalu menyalahkan korek api.


Tak lama kemudian seorang waytres cewek mendatangi meja Damar.


"Mau pesan apa Mas..?"


"Inex kw satu, permen karet dua dan air aqua dingin dua," jawab Samsul.


"Ok Mas."


"Mbak, ini uang tip 100 ribu," kata Damar,


"Di meja no 2 depan itu ada cewek bernama Sari, tolong bilangin ya, salam dari meja 8."


"Ok Mas, siap."


Waitress itu pun berjalan menuju meja no dua.


"Misi... Ada yang bernama Sari..?"


"Saya sendiri. Ada apa Mbak..?"



"Dapat salam Dari meja nomer delapan."


"Siapa Mbak..?"


"Maaf gak nyebut nama.


Terimakasih."


"Ok, Mbak.


Siapa ya," gumam Sari penasaran kemudian mendatangi meja delapan.


Dentuman house musik terdengar menggelegar. Remang - remang lampu gemerlap membuat suasana diskotik terlihat seram.


"Damar..?"


"Hai Sari," sapa Damar.


"Ayo gabung meja depan, kapan kesini, gak kasih kabar?"


"Di sini saja, baru juga duduk ini."


"Sul, Inna gak datang. Ita juga gak datang."


"Misi...


Ini Mas pesanannya. Semua 600 ribu."

__ADS_1


"Ini Mbak," kata samsul sambil menyodorkan uang.


"Makasih untuk tips nya."


"Ini Mar, separuh. Aku separuh."


"Aku tinggal dulu ya Mar," ujar Sari kemudian berlalu.


Setelah menenggak inex separuh, tak lama kemudian Samsul menggoyangkan kepala nya. Semakin asik... Samsul berdiri lalu dugem di hol dan bergabung dengan beberapa anggota Hello kity.


"Hai Suuul sepatu, sama siapa lu kesini," sapa Sherly.


"Sama lelaki sederhana."


"Wah wah wah..!


Bisa CLBK nih?"


*****


"Sari, siapa meja delapan itu," tanya Shinta.


"Mantan mu, lelaki sederhana."


Mendengar nama Damar, Shinta diam sambil dugem duduk di atas kursi.


Sementara Damar tetap duduk sambil menikmati coca cola dan kepulan asap rokok.


Tak lama kemudian, Damar mendekati Shinta yang lagi asik dugem.


"Shinta," panggil Damar.


Mendengar panggilan Damar... Shinta tak bergeming bahkan cuek, walau Shinta berharap perhatian lebih dari Damar.


Tiba - tiba Damar memeluk Shinta dari belakang.


"Ngapain sih pakai peluk - peluk segala," ujar Shinta pura pura marah.


"Aku minta maaf ya?"


"Pergilah, jangan ganggu aku lagi," ujar Shinta.


"Baiklah, aku akan pergi dan tak akan menganggu mu lagi," ujar Damar,


"Boleh aku memeluk mu untuk yang terakhir kali..?"


Shinta yang dalam keadaan flay akibat pengaruh narkoba, kemudian mendorong tubuh Damar lalu pergi ke hol depan.


Melihat Shinta pergi, Damar pun berjalan keluar menuju parkiran, dan duduk di bangku ruang tunggu para sopir.


***


"Mas Damar," sapa kang Mamat sopirnya Shinta.


"Eh, kang mamat. Gimana kabar nya?"


Kok ada di luar Mas Damar..?"


"Iya Kang, gak mood di dalam. Disini saja.


Kang, besok ke rumah ya..?


Mobil honda jazz milik Shinta ada di rumah. Tolong ambil ya, kasih ke Shinta."


"Iya Mas Damar, saya akan ijin dulu sama Non Shinta."


*****


Di dalam diskotik, Shinta menyandarkan kepalanya di atas meja sambil menangis.


Shinta menyesal telah melukai hati Damar lelaki yang di cintai nya.


Karena emosi dan terluka telah di selingkuhi Damar, membuat Shinta sakit hati.


*****


"Mar, di cari - cari ada di luar ternyata. Ayok pulang," ajak Samsul.


"Masih jam dua, kamu lanjut saja dulu."


"Gak ah, kamu gak mood dugem gitu."


"Baiklah. Kang mamat, aku pulang dulu ya."


"Iya Mas Damar."


"Ini uang buat ngopi dan beli rokok."


"Alhamdulillah, terimakasih Mas Damar."


"Sama - sama Kang."


Setelah mobil Damar meninggalkan parkiran, Kang Mamat berkata lirih,


"Alhamdulillah, di kasih uang Mas Damar 300 ribu."


"Kang Mamat..!"


"Iya Non."


"Kita pulang sekarang."


"Baiklah Non," jawab Kang Mamat kemudian membukakan pintu mobil.


*****


Setelah berada di pinggir jalan depan rumah Damar, Damar berkata,

__ADS_1


"Aku turun sini saja, mobilnya kamu bawa."


"Ok."


Setelah masuk kamar... Damar ganti memakai sarung lalu pergi ke dapur.


Melihat ibu nya yang sedang solat malam, Damar pun wudhu lalu solat tahajjud di sebelah ibunya.


Selesai solat, Damar melantunkan Dzikir pelan - pelan hingga tak terasa Damar meneteskan air matanya.


"Sudahlah Nak, jangan menangis untuk orang yang tidak mencintai mu.


Kamu itu lelaki, kamu bisa mencari wanita yang lebih baik dari dia yang menyakiti mu.


Dan kamu pasti menemukan cinta sejati mu.


Menangislah untuk kedua orang tua mu, setelah itu menangislah untuk orang + orang yang mencintai mu," ujar Ibu Farida,


"Dunia ini sangat elok nan indah dengan segala kemegahan nya.


Tetapi... Lebih elok dan indah jalinan cinta kasih di antara dua hati yang selalu setia dalam berbagi suka dan duka.


Ingatlah pesan ibu mu.


Kadang... Tuhan memberi kado yang indah itu, di bungkus dengan luka, penderitaan dan air mata.


Jangan teteskan air mata mu sia - sia.


Air mata seorang lelaki itu lebih berharga dari pada air mata seorang wanita.


Tidurlah, istirahat lah, biar sukma mu tenang dan bahagia."


*****


Jam 09:30, waktu istirahat sekolah SMA Pancasila, di kantin utara yang ramai penuh canda tawa, Damar duduk termenung memikirkan nasehat ibu nya semalam.


"Kak... Kenapa wajah mu pucat, lesu tak bersemangat," tanya Ita kemudian duduk di samping Damar.


"Iya Ita, kakak kurang tidur karena memikirkan dirimu."


"Emang ngapain juga Kakak mikirin aku. Pacar bukan istri juga bukan. Gila apa mikirin aku..?


Kak, ada yang ingin aku bicarakan, penting sekali."


"Traktir bakso dulu sama es kepala muda, baru bicara masalah mu."


"Hemmm, iya iya.


Pak, bakso spesial dua, sama es kelapa muda dua."


"Iya Non, sebentar."


"Boleh ngomong sekarang..?"


"Boleh."


"Kak, Mama ku kepingin punya anak lagi katanya. Sudah berobat ke luar negri pun tetep gak bisa hamil.


Bagaimana caranya," ujar Ita,


"Kakak pernah cerita punya teman sakti bernama Pintu Langit. Ita minta tolong, Kak Damar temui Pintu Langit itu, lalu kak Damar minta sarat atau jampi - jampi doa untuk Mama ku, biar bisa hamil dan punya anak lagi."


"Ini Non, baksonya dan es nya."


"Ini Kak, baksonya. Makan sambil ngobrol."


"Iya nanti malam aku akan ngobrol dengan teman ku kyai Ndaru. Aku akan tanya bagaimana caranya agar bisa hamil."


"Siip, pinter!" sahut ita.


"Tetapi, menurut ilmu biologi, kalau kepingin punya anak, ya harus berhubungan intim antara pria dan wanita, agar rahim seorang wanita itu terbuai oleh sel darah putih. Akhirnya bisa hamil.x


"Haaaa, kamu itu Kak, pakai metode ilmi biologi segala. Ngomong terus terang saja pakai malu.


Kalau Papa dan Mama ku ya hampir setiap hari bercinta. Apalagi Mama ku cantik.


Tetapi ya gak hamil hamil."


"Hahahahaha!"


"Mar, kenceng amat ketawa nya!" sahut Inna,


"Ngetawain apa sih..?"


"Rahasia, khusus 17 tahun keatas," sahut Ita.


"Kok kamu tau kalau Papa mu bercinta sama Mama mu?"


"Ya taulah, kan aku ini anaknya.


Walau aku masih SD, kan masih ingat kejadian di rumah ku dulu."


"Besok aku kasih kabar.


Kalau Mama mu sampai bisa hamil, aku di beri hadiah apa..?"


"Aku kelonin seminggu, mau gak..?"


"Hahahaha!


Aku maunya sama Shinta gak mau sama kamu."


"Shinta kabarnya sakit hari ini, aku lihat status nya di WA.


Tulisan nya "Harapan tak seindah kenyataan"


Lebay baget tuh Shinta mantan kamu itu Kak."

__ADS_1


__ADS_2