Makam Keramat

Makam Keramat
Harimau putih


__ADS_3

Selesai makan, Damar menyeruput kopi lalu menyulut rokok.


"Aku bingung Mas," kata Aisah


"Kalau bingung pegangan pundak ku," kata Damar kemudian berdiri lalu duduk mendekat ke kursi Aisah.


"Kamu itu Mas, aku serius kamu malah bercanda."


"Ujian kelulusan kurang 3 bulan. Aku harus membayar uang ujian dan lain - lain.


Kira - kira totalnya 20 juta lebih.


Kalau gak bayar aku drop out putus sekolah.


Kan sayang, kurang 3 bulan saja.


Cita - citaku jadi dokter kandas lah."


"Yang aku bingung lagi itu identitas KTP kartu pelajar dan surat surat berharga, dua ATM ada di dompet di rampas ayah ku," ujar Aisah meneteskan air mata lalu menyandarkan kepala nya di bahu Damar.


B"esok KTP ATM Kartu pelajar dan surat - surat berharga pasti kembali ke tangan mu, kata Damar pelan.


"Bagaimana caranya..?"


"Aku besok akan konsultasi hukum di kantor pengacara. Karena itu perampasan hak milik, dan ada hukumnya," ujar Damar.


"Jadi... Besok agak siang kita pergi ke kantor pengacara.


Jaman sekarang ini jaman demokrasi, kebebasan berpendapat dan hukum."


"Mas... Mahal bayar pengacara itu..?


Kamu dapat duit dari mana?"


"Ada Aisah, kalau uang ada.


Oh iya, kamu WA teman mu, gak balik lagi ya


Bilang terimakasih dan minta maaf."


"Iya Mas.


Apa kita tidur hotel lagi..?"


"Kamu tidur di rumah ku saja, gak apa - apa."


"Terserah Mas lah, aku pasrah dan ikut apa kata Mas saja," kata Aisah.


"Ayo kita pergi jalan - jalan, Mumpung masih muda," ajak Damar.


"Iyalah, kalau sudah tua momong cucu.


Jalan - jalan kemana Mas?"


"Jalan - jalan ke pasar malam, barang kali kamu mau beli sandal atau apa."


"Beli kerudung saja ya sama mukena buat solat."


"Tasbih nya gak usah," sahut Damar.


"Hehehehe."


"Iya Mas, butuh tasbih sama tas."


"Siaaap meluncur!"


Malam berlalu semakin pekat, jalan raya di kota Surabaya semakin sepi. Damar memacu motornya pelan - pelan sambil menikmati indahnya bersama kekasih pujaan hatinya.


Di atas motor Aisah memeluk pinggang Damar dengan mesra nan manja, padahal kalau sudah menikah dan punya anak, belum tentu dalam sebulan bergandengan tangan apa lagi berpelukan mesra di jalan. 🀭


Jam sebelas malam, motor Damar memasuki desa Sani yang berbatasan dengan desa Agung.


Tiba - tiba Damar membelokkan motornya ke tempat parkir area makam.


"Mas... Ngapain ke makam kyai Ali Wafa malam - malam," tanya Aisah.


"Katanya pasrah dan nurut ngikuti kata ; kata ku, jawab Damar menggoda,


"Kok sekarang tanya..?


Kalau pasrah itu ya diam saja."


"Hemmmm..!"


"Ayoo duduk di pendopo makam," ajak Damar,


Apa kamu pernah ziarah kesini?"


"Pernah sekali di ajak Ayah dan ibu.


Yang sering itu d ajak ke Sunan Ampel Mas."


"Aku mau ziarah dulu ya, mau tahlil dan baca yasin."


"Aku ikut Mas,"


"Boleh..."


"Sepi amat makam ini," ujar Damar,


"Gak ada orang sama sekali, padahal masih jam 11 lebih dikit."


******


Ketika membaca surat yasin dapat separuh... Damar terbelalak kaget melihat seekor harimau putih berjalan keluar dari makam lalu duduk tak jauh dari Damar dan Aisah.


Karena takut sekali, Damar menghentikan bacaannya dan memegang tangan Aisah.


"Aisah... Ada harimau putih di depan kita..!!!


Ayo kita pergi, takut aku!"


__ADS_1


"Harimau apa sih Mas, gak ada siapa - siapa kok ketakutan, aneh kamu ini. Jangan takut kan sama aku."


"Ayo pulang," ajak Damar buru - buru pergi tanpa menengok kebelakang


"Pelan - pelan Mas, entar aku jatuh," teriak Aisah.


******


"Pelan pelan motornya, ini sudah masuk desa Agung."


"Iya iya...


Bawel amat sih," kata Damar lalu masuk gang lorong ke rumah.


"Assalamualaikum..!"


Tok tok tok!


"Salam Kak," jawab Lesti sambil membuka pintu.


"Ibu belum bangun Lesty?"


"Belum Kak."


"Kok belum tidur jam segini."


"Gak bisa tidur Kak."


"Masuk kamar buruan tidur, besok sekolah."


"Iya...


Kak, kamar Lesty sekarang bagus loh, coba lihat.


Ada kamar mandinya, ada toilet duduk nya. bagus banget.


Sekarang kamar Lesty lantainya di keramik, bisa buat solat dan tidur tiduran.


Cuman sayang, ada yang kurang."


"Apa itu," tanya Damar penasaran.


"Tempat tidur spring bet Kak, kayak tempat tidurnya Kiki anaknya Pakdhe. Dan juga lemari yang ada gantungan nya."


"Hemmmm tak kira apaan, bikin penasaran saja.


Iya Kakak belum beli, karena kemarin renovasi kamar belum selesai."


"Sekarang semua selesai Kak, tinggal kamar barunya Ibu dan Bapak."


"Gitu ya...


Ya besok aku belikan sekalian meja belajar dan meja rias.


Cewek emang banyak perawatan dan alatnya."


"Hehehehe,x Aisah tertawa lirih,


"Yaaa beginilah kaum hawa."


"Assalamualaikum Buk," sapa Aisah.


"Waalaikumsalam...


Kamu Aisah, kok malam - malam ada disni sama Damar..? Nanti ibu nya cemas nyariin."


"Iya Buk, lagi ada masalah keluarga, dan Mas Damar mengajak Aisah tidur sini."


"Oh begitu..."


"Buk, ada indomie goreng gak di dapur," tanya Damar.


"Ada, Shinta beli 4 kardus. Kamu lapar..?"


"Kepinggin saja makan indomie," jawab Damar,


"Biar calon menantu ibu yang buatin.


Aisah... bikin indomie telor ya?"


"Siaaaap!"


"Kalian makan dulu ya, ibu mau solat Tahajuud."


"Iya Buk."


*****


"Ini Mas, indomie telornya."


"Makasih ya.


Kamu gak sekalian makan indomie?"


"Gak Mas, gak baik makan tengah malam, apalagi makan indomie telor. Bisa kolesterol dan menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah."


"Repot juga kalau punya Istri perawat atau dokter.


Dikit - dikit di larang makan ini makan itu," kata Damar. πŸ˜…


Setelah menikmati makan indomie telor, Damar menyeruput kopi kapal api lalu menikmati kepulan asap rokok,


"Sudah jam 01 dini hari, kamu gak ngantuk Aisah..?"


"Belum Mas."


"Sudah Buk sholatnya," tanya Damar.


"Sudah.


kalian gak tidur..?


Mas Damar, nanti pagi kan sekolah," tanya ibu Farida

__ADS_1


"Belum ngantuk Buk, nanti Damar bolos sekolah, mau ke kantor pengacara dan kantor polisi."


"Looh, ada masalah apa, kok sampai melibatkan pengacara dan polisi," tanya ibu Farida kemudian duduk di kursi meja makan.


"Iniloh Buk masalah Aisah. Dia di usir sama Ayah nya gara - gara Damar ajak ke Diskotik.


Semua kartu identitas nya di rampas sama Ayah nya.


Jadi Aisah gak punya KTP juga gak punya uang sama sekali. Kemarin, seharian numpang di rumah temannya di desa Waru.


Karena Damar yang ngajak Aisah dugem, Damar harus tanggung jawab."


"Begitu...


Lagian ngapain sih Mas pakai ribut baku hantam di parkiran Diskotik..!!


Ibu kan sudah bilang berkali kali. Jangan berkelahi, jangan tawuran."


"Iya Buk, tetapi mereka yang mulai duluan.


Kok ibu tau sih, kalau Damar ribut di parkiran Diskotik."


"Yaah taulah Mas, kan ibu punya HP Android baru, layar tul."


"Hahahaha


Gak pakai tul kenapa sih Buk, bikin ketawa saja."


"Ibu mau tanya,


Kamu sekarang menjalin hubungan asmara sama Aisah, lalu Shinta gimana..?"


"Ya punya pacar dua Buk, biar ada cadangannya." ☺😊☺😚


"Hemmmm..!"


"Bicarakan dulu dengan Aisah dan Shinta baik - baik. Biar tidak ada perselisihan dan dendam di kemudian hari."


"Iya Buk, belum ada waktu yang pas untuk bahas masalah Shinta. Sudah beberapa hari Shinta gak ada kabar, HP nya juga gak aktif."


Setelah menghisap rokok sampoerna Mill, Damar berkata,


"Buk... Kalau solat malam seperti ibu ini solat apa namanya?"


"Solat tahajuud Mas, solat hajat dan solat tobat."


"Urutannya gimana Buk..?"


"Solat Tobat dulu dua rokaat, lalu baca istiqfar 1000x."


"Banyak banget baca wirid 1000x," sela Damar.


"Dengerin ibu bicara dulu Mas," sahut Aisah.


"Terus Buk..?"


"Sehabis solat tobat, baca wirid istiqfar 1000x, setelah itu berdoa minta ampunan sama Allah.


Kemudian dilanjutkan solat hajat 4 rokaat, dua rokaat salam. kalau wirid nya bebas, kalau ibu baca sholawat jibril 1000x, baca sholawat Fatih 40x. Kemudian berdoa minta apa hajatnya."


"Aisah, kamu catat di HP ku ini," kata Damar.


"Iya."


"Selanjutnya solat tahajud 4 rokaat. Dua rokaat salam. Setelah itu baca wirid Dzikir Munajat, yang bunyinya Laailahaillah. Di baca 1000x. Setelah itu berdoa ilahi anta maksudi waridhoka matlubi a'tini mahabbataka wa makrifataka."


"Artinya apa Buk doa itu," tanya Damar.


"Ilahi anta maksudi, ya Allah, hanya Engkau tujuanku. Waridhoka matlubi, dan hanya ridho mu yang aku harapkan. A'tini mahabbataka hanya kasih sayang mu yang aku dambakan. Wamakrifataka, dan aku berharap limpahan ilmu makrifat mu."


"Pinter juga Ibu ini ternyata," kata Damar tersenyum.


"Yaah pinterlah, ibu dari SMP sampai SMA rangking satu terus. Kayak Lesty adikmu.


Mas Damar saja tiru Bapak gak pernah rangking.


Rangking satu mabuk nya sama merokok nya."


"Hemmmm..!"


"Hehehehe," Aisah tertawa kecil.


"Ibu katanya pernah ngaji sama kyai Mustajab di Desa Delima. Berapa lama Buk?"


"6 tahunan lebih Mas. Ya sepulang sekolah, Ibu ikut ngaji diniah, lalu sorenya ngaji kitab di mushollah sama kyai Mustajab."


"Desa Delima itu tetangga desa Nagrek ya Buk."


"Iya, kan rumah Kakek Nenek mu di desa Nagrek, jadi dekat sama rumah kyai Muatajab.


Apa kamu gak pernah ke rumah Kakek Nenek mu di desa Nagrek..?"


"Iya Buk, besok ya ke rumah Nenek sama Aisah."


"Jangan lupa bawakan rokok Kakek mu, sama belikan roti untuk Nenek mu.


Mereka itu yang sering memberimu uang waktu kamu kecil."


"Iya Buk."


Adzan subuh terdengar berkumandang, setelah wudhu, Damar mengimani solat solat subuh berjamaah.


*****


"Aisah, ayo tidur di kamar ku," ajak Damar kemudian masuk kamar.


"Hemmmm..!


Bagus sekali kamarnya. Baru ya Mas?"


"Gak Aisah, cuma di keramik saja, sama di kasih kamar mandi juga teras kamar. Jadi, kalau aku pulang malam - malam, biar gak ketuk ketuk pintu, langsung lewat samping rumah."


"Catnya baru, tinggal beli kasur sama meja kursi buat teras kamar. Dan lemari," kata Aisah,

__ADS_1


"Hemmm...! Di ajak ngomong malah tidur."


*Bersambung.


__ADS_2