Makam Keramat

Makam Keramat
Beli Saham


__ADS_3

Pagi yang cerah, secara senyum istri muda yang mendapat jatah dari suaminya.


Dengan motor supra x buntut, di hari jumat pagi Damar pergi ke sekolah.


Setelah mengikuti beberapa pelajaran... Akhir nya jam 11 siang bel pulang berbunyi.


Anak - anak pelajar SMA Pancasila pun berhamburan.


"Sul, Erik," sapa Damar,


"Kemana saja gak kelihatan sama sekali?"


"Kamu itu akhir - akhir ini yang jarang kelihatan, sering bolos.


Kalau aku waktu siang agak sibuk, ngurus bagun kos kos san," ujar Erik.


"Ya udah, aku balik dulu ya, mau jum'atan," kata Damar.


"Hahahahaha!


Tumben kamu mau solat jum'at, gak salah denger," ujjar Samsul tertawa.


"Mimpi apa lu semalam mau solat jum'at sekarang," timpal Erik.


"Bertobatlah saudara - saudara, sebelum ajal menjemput kalian," canda Damar.


Tin Tin..!


Mobil Ita berhenti di samping parkiran motor.


"Kak Damar..!


Gimana, sudah dapat uangnya belum?"


"Sudah, tinggal transfer saja.


Kamu ke cafe Ayu saja ya?"


"Ok, sekalian aku mau ke rumah mu, mau nemuin ibu mu," jawab Ita,


"Otw Kak."


Tin Tin..!


Honda jazz merah milik Inna berhenti,


"Mas Samsul yang cakep, lapar nih, belum sarapan..?"


"Hemmm, pakai kata cakeeep segala," sahut Ita,


"Inna, kita makan di cafe Ayu saja."


"Ok," jawab Inna,


"Mas aku tunggu di cafe Ayu."


"Siaaap," jawab Samsul,


"Rik, ikut gak..?"


"Gak ah, mau lihat orang kerja bangun kos kosaan."


"Ok kalau begitu duluan ya."


"Ok."


*****


Selesai solat jum'at di masjid yang tak jauh dari cafe Ayu, Damar langsung menuju cafe. Setelah memarkir motor nya, Damar melihat Lusi dan Dimas duduk di samping taman.


"Kak, lama banget sholatnya," tanya Ita.


"Iya, ustad nya ceramahnya panjang."


"Gimana, jadi beli saham ku?"


"Jadi Ita.


Sudah makan apa belum?"


"Sudah kak, tuh piringnya."


"Selamat siang Non Ita."


"Siang juga pak Heru, Silahkan duduk sebelah sini saja. Inna, kamu ngobrol - ngobrol dulu ya sama yayang mu. Aku ada urusan sebentar."


"Baiklah, terimakasih," ujar pak Heru kemudian duduk.


"Ini pak Heru, surat dokumen kepemilikan saham saya atas nama Ita Mayangkara. Dan ini surat surat saham nya.


Ini pembelinya, kak Damar Ahmad.

__ADS_1


Dan Saya sudah mengikuti rapat umum pemegang saham. Dan sudah memperoleh ijin penjualan saham."


"Baiklah Non Ita.


Mas Damar, silahkan transfer uang pembayaran ke rekening Non Ita.


Setelah itu, Mas Damar tanda tangan di sini dan di sini, di atas materai ya."


"Baiklah Pak Heru.


Ita mana nomer rekening mu. Aku beli semua saham mu 20%."


'Ini kak, bank Asia. 956 milyar."


"Sudah, bukti transfer aku schrensot dan aku kirim lewat WA."


"Ok, makasih kak."


"Mas Damar besok ikut kami menemui direksi PT Marvis, untuk pengubahan nama hak kepemilikan saham dan menjadi pemegang saham yang baru.


Bila ada rapat umum pemegang saham, Mas Damar bisa hadir untuk memberi keputusan dalam rapat."


"Apa bisa di wakil kan?"


"Bisa Mas Damar. Mas Damar bisa memberi kuasa pada orang yang mas Damar tunjuk. Tetapi... Wakil anda tidak berkuasa memberi keputusan apapun dalam rapat, kecuali pemegang saham itu sendiri.


Wakil hanya mendapat kuasa hadir saja dan mengikuti rapat dengar pendapat."


"Baiklah Pak Heru.


Mbak Lusi..?"


"Iya Mas Damar," sahut Mbak Lusi.


"Catat alamat kantor Pak Heru ini ya, besok Mbak Lusi ikut Pak Heru ke PT Marvis.


Besok Pak Heru akan memberi tahu tugas Mbak Lusi," ujar Damar.


"Baiklah Mas Damar."


"Kalau begitu, saya permisi dulu," ujar Pak Heru kemudian berlalu.


"Ita, Damar, aku balik dulu ya, ada urusan," kata Inna,


"Semua tagihan makan sudah aku bayar."


"Ok In, Sul sepatu. Hati hati. Sampai jumpa."


*****


"Kak, banyak banget uang mu," ujar Ita.


"Dapat pinjam teman," jawab Damar bohong.


"Mana ada orang kasih pinjam uang hampir satu Triliun.


Kalau bohong yang pinter dikit dong," ujar Ita,


"Gaya kamu, diam 7 diam punya asisten dan sekretaris.


Cantik lagi sekretaris nya, bisa di ajak bubuk di hotel."


"Hehhehehe, gak sayang kak Damar nih?“


“Hemmm, gak mood,


Pacar bukan istri juga bukan, minta sayang."


"Katanya semalam di kasih potongan harga kalau beli saham," goda Damar.


"Ini, potongannya. Ada titipan cek Bank cental Hongkong dari Papa, sebesar 5 milyar," ujar Ita,


"Kata Papa untuk mengembangkan bisnis cafe mu. Katanya mau buka cabang.


Enak banget hidup mu, dikasih Papa uang cuma - cuma 5 milyar. Anak bukan, saudara juga bukan, tetapi di kasih uang."


"Hahahahaha!


Rejeki anak soleh. Kan aku sudah gak mau di bantu keuangan sama Papa Mama mu. Aku sudah bilang punya uang. Tetapi Papa mu masih saja ngasih."


"Ya sudah, aku mau ke rumah mu mau bahas masalah bisnis kosmetik.


Semua pelanggan dan partner ku akan aku kasih ke ibu mu. Biar mereka ambil kosmetik ke ibu kamu. Aku sudah bosen bisnis online kosmetik. Mau fokus belajar.


Salim dulu kak," kata ita kemudian mencium tangan Damar,


"Doain Ita naik kelas tiga ya! Sebulan lagi ujian."


"Iya.


Besok malam minggu. Ikut aku jalan - jalan naik motor apa dugem ke Diskotik Dragon?"

__ADS_1


"Terserah lah, Dugem boleh, tetapi enak jalan - jalan deh, naik motor.


Aku jalan dulu kak, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


*****


"Mas Dimas, sekarang Mas Dimas telpon sales mobil ya, suruh ke cafe Ayu," perintah Damar.


"Baiklah Mas Damar, aku cari dulu di google bentar."


"Mbak..."


"Iya Mas Damar."


"Buatkan kopi luwak dua sama pisang goreng.


Mbak Lusi minun apa?"


"Teh Madu jeruk nipis ya Mbak."


"Baiklah," kata seorang pramusaji kemudian pergi.


Tak lama kemudian,, seorang pemuda berpenampilan rapi mendekati Damar,


"Selamat siang Mas.


Apa dengan Mas Dimas..?


Saya Helmi, sales mobil dan motor segala jenis merk."


'Bener Mas. Saya Dimas yang barusan menelpon anda.


Silahkan duduk.


Ini Bos saya mau beli mobil."


"Iya bos, saya bisa membantu bos mendapatkan mobil merk apa saja dalam waktu yang cepat dan singkat."


"Apa bisa beli mobil bekas, tetapi kondisi masih bagus..?"


"Bisa bos, dan banyak sekali. Prosesnya juga lebih muda dan cepat."


Permisi, ini Mas Damar kopinya, dan pisang gorengnya, ujar prasaji kemudian meletakkan beberapa cangkir dan piring di atas meja.


Trimakasih mbak, jawab Damar.


Mbak siapa ini namanya,,,


Mbak lilik mas.


Sudah punya pacar apa belum,


Sudah mas, tetangga sendiri.


Hemmm pacar lima langkah ya,,,,


Hehehehe iya Mas.


Kapan nikah nya,,,,


Insallah habis lebaran Mas.


Aku di undang ya,,,


Iya Mas Damar.


Ya sudah, silahkan kembali bekerja.


Mas Dimas,,, kamu urus pembelian mobil ini ya. Kalau bisa sore atau malam ini, mobil harus ada di halaman parkir cafe.


Baiklah Bos.


Kamu catat.


Beli mobil Honda jazz warna putih satu. Terios silver satu. Kijang innova hitam satu. Motor vario satu dan scupy satu.


Beli bekas semua ya, cari yang masih bagus dan layak pakai.


Siap Bos.


Mampirlah ke Bank central Hongkong, cairkan cek 5 milyar ini, dan masukkan ke rekening bisnis perusahaan yang tadi kamu urus.


Pakai uang itu untuk transaksi pembelian kendaraan.


Baiklah Bos.


Trimakasih atas kepercayaan nya.


Besok,,, kamu urus surat surat kendaraan atas nama perusahaan sebagai aset.

__ADS_1


Siaap Bos.


__ADS_2